*Ilmu Ekonomi
FB Tere Liye | Kami sudah berkali-kali memposting karangan ini, tapi akan kami tuliskan lagi dengan keadaan terbaru ini. Agar kita sama-sama faham tentang 'ilmu ekonomi'.
Singapura adalah negara kaya, penduduknya kaya raya. Di sana, barang-barang mewah laku. Mobil sport mahal laku, hotel-hotel mahal laku. konser-konser musik laku. Berapa jumlah penduduk Singapura? 6 juta orang. Maka bahkan JIKA 100% penduduknya mampu, mentok hanya 6 juta itu sahaja.
Tetapi di Indonesia? Wah, lebih seru jualan barang mewah, konser-konser, di sini. Kenapa? Nah, inilah rahasianya.
Ada 280 juta orang penduduk Indonesia. Maka, tahukah tuan ada berapa rekening tabungan di bank yang saldonya di atas 100 juta? Menurut data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Ada 7 juta rekening.
Secara persentase, itu hanyalah 2% saja dari jumlah keseluruhan rekening yang ada di Indonesia. Kecil sangat itu, tapi kan tetap banyak tuan, 7 juta. Jika 1 rekening mewakili 1 keluarga, 4 orang, maka ada 28 juta. Itu artinya, jumlah penduduk yang bisa membeli tiket konser 2-3 juta itu jauh lebih banyak dibanding Singapura.
Pahamkah sampai di sini?
Maka, jangan heran jika menyaksikan barang-barang mewah laku di Indonesia. Hotel-hotel bintang lima laku. Mobil-mobil mewah laku. Karena memang yang beli ada. Banyak malah.
Tapi apakah jika pertunjukan dengan tiket 2-3 juta full penontonnya berarti ekonomi Indonesia sedang meroket? Aduhai, itu sungguh tidak ada hubungan. Karena itu hanya mewakili daya beli sebagian sangat kecil dari penduduk Indonesia. Dan, inilah sedihnya, secara data, pemilik rekening besar ini memang semakin melejit ekonominya, bisa dilihat dari saldo tabungan mereka 10 tahun terakhir, yang terus naik.
Lalu bagaimana dengan 200 juta penduduk Indonesia lainnya? Mereka masuk kategori miskin, berdasarkan versi PBB. Kurang lebih begitu.
Semoga paham sekarang, itulah kenapa di Indonesia itu banyak hotel-hotel dengan tarif 3-10 juta semalam. Itu memang ada pasarnya. Siapa? Yang sudah pasti adalah pejabat-pejabat negara, direksi, komisaris BUMN. Mereka semua bisa reimburse.[1] Ditambah, 10-20 juta penduduk kaya raya Indonesia.
Lantas bagaimana menilai ekonomi baik-baik sahaja? Dari angka pertumbuhan ekonomi. Bandingkan dengan tahun-tahun lalu, bandingkan dengan Vietnam, bukan tuan cari pembanding dengan negara-negara yang segitu-segitu aja.
*Tere Liye
============
Catatan Kaki oleh Admin:
[1] adalah mekanisme di mana perusahaan membayar kembali uang pribadi karyawan yang sebelumnya digunakan untuk kepentingan operasional atau bisnis perusahaan. Proses ini memerlukan dokumen pendukung yang valid, seperti kuitansi atau nota, untuk membuktikan bahwa pengeluaran tersebut sah dan terkait pekerjaan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar