Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

PUKUL MENYAPU MAMALA AMALATU

  Sumber Foto: ANTARA Sekitar abad ke- XVI negeri Mamala [1] diperintah dan dipimpin oleh tiga orang tokoh yakni: 1. Latu Liu sebagai pimpinan pemerintahan adat Negeri Mamala 2. Patti Tiang Bessy / Patti Tembessi (Tukang Besar yang memimpin pembangunan mesjid) 3. Imam Tuny (Imam Masjid) Ketiga orang tersebut kemudian bermufakat mendirikan masjid. Semua persiapan mulai diadakan berupa pengumpulan bahan-bahan bangunan khususnya kayu dengan mengerahkan rakyat untuk menebang kayu di lereng-lereng gunung dan perbukitan disekitar Mamala. Selanjutnya kayu diangkut atau dipikul bersama-sama ke lokasi masjid. 

Ibrahim Shah (1677-1685M)

Pada tahun 1666 Jambi menuntut pengakuan sebagai kerajaan yang sejajar dengan Johor. Oleh karena peperangan meletus antara Johor dan Jambi. Pada 4 April 1673 Jambi menyerbu Batusawar melalui serangan mengejutkan selepas subuh dengan 471 kapal jawa, 5 kapal lancang , 6 buah jong cina dan 1 buah kapal galley Belanda. Sultan Abdul Jalil Shah III meloloskan diri namun Bendahara Tun Jenal gugur. Melalui sungai johor dan terus menuju mersing kemudian menuju Pahang. Johor mengalami kerugian yang besar. Istana Batusawar di jarah beserta seluruh harta kekayaan Johor. Dikatakan hasil rampasan itu berupa 140 buah kapal, 4 ton emas dan 95 pucuk meriam besi dan logam dan segala senjata api yang dimiliki oleh Johor.

HARAHAP BABIAT dan BATAK RABIT.

  Dua istilah yang dimaksudkan untuk kelompok kaum yang sama. "Harahap Babiat" adalah sebutan untuk kelompok besar keturunan Simamora dari Humbang yang diterima bergabung masuk secara resmi ke marga Harahap di Padang Bolak. "Batak Rabit" di Malaysia adalah sebutan orang Melayu masa itu bagi kelompok pasukan Harahap Babiat yang datang ke Perak Malaysia karena dipanggil oleh Tuanku Tambusai untuk ikut berperang membantu orang Melayu melawan persekongkolan Bugis dengan Melayu penghianat.

Awal kedatangan Bugis di Melayu

Ilustrasi Gambar: indonesia.go.id Perseteruan dengan kerajaan Aceh dan Portugis terus berlangsung sampai tahun 1641. Hal ini berakibat. Populasi penduduk Johor menurun drastis. Sultan Abdul Jalil Shah III mengambil kebijakan baru dengan menggalakkan penduduk dari negri takluknya di Sumatera untuk berimigrasi ke Johor. Seiring dengan keruntuhan Kerajaan Gowa-Tallo di tahun 1669, para pelaut Bugis memulai diaspora keluar dari Pulau Sulawesi. Para petualang Bugis ini dikenal sebagai prajurit yang menyeramkan dilautan. Di sumatera dan semenanjung malaysia, para petualang bugis mencari daerah baru untuk dikuasai.

TENTANG KATA MINANGATAMUAN KE MINANGKABAU

Ilustrasi Gambar: jungle host Catatan : Yulfian Azrial ( Mak Yum ) KATA Minangatamuan awalnya diketahui dari catatan sejarah sebagai nama kerajaan besar Induk Rumpun Bangsa Melayu yang masih muncul pada tahun 645 M. Salah satu berita keberadaannya tertuang dalam buku T’ang-Hui-Yao yang disusun oleh Wang p’u pada tahun 961, di zaman Dinasti Tang. [24] Dalam buku ini diberitakan bahwa kerajaan ini pernah mengirim utusan ke Cina tahun 645 M. Berita dari buku T'ang-Hui-Yao ini, diperkuat Wang-ch'in-jo dan Yang I antara tahun 1005 dan 1013 dalam buku mereka Tse-fu-yuan-kuei, yang diterbitkan pada masa Dinasti Song, ditulis berdasarkan catatan sejarah lama. Buku ini juga menceritakan adanya utusan dari Kerajaan Mulayu ini yang datang ke Cina antara tahun 644 dan 645.

Mahmud Abdul Jalil Ri'ayat Shah (1761-1812)

Ilustrasi gambar: traverse   Raja Mahmud Ri'ayat Shah lahir pada tanggal 24 Maret 1760. Ia adalah anak bungsu dari Tengku Abdul Jalil Muazzam Shah dengan istri keduanya, Tengku Puteh. Kedua orang tua dan saudaranya mangkat dalam sebuah kemelut di Istana. Pada Tahun 1761 Tengku Mahkota Siak, Tengku Ismail menyerang Riau. Ia Menduduki Bintanmengambil alih jabatan Yang Dipertuan Muda Riau. Untuk mempertahankan kendali de facto atas kerajaan Johor. Daeng Kemboja melarikan cucu Raja Sulaiman yakni Raja Mahmud yang masih berusia 1 tahun kemudian mengangkatnya sebagai Sultan Johor dengan gelar Mahmud Abdul Jalil Ri'ayat Shah Semenjak itu Daeng Kamboja bebas leluasa memerintah di wilayah kerajaan Johor-Pahang sebagai wali (regent)

MAMAGA KARAMBIA CONDONG

  Disalin dari IG Pitaruah   "MAMAGA KARAMBIA CONDONG" Istilah ini dimaksudkan oleh orang Minang dengan seseorang yang sudah berusaha keras untuk menghasilkan sesuatu, namun hasilnya orang lain yang menikmati, sementara Ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa selain letih dan lelah. *** Salah satu maknanya ialah: gambaran tentang Si Fulan yang suka membongkar aib orang lain dibelakang atau "ghibah" , bahwa semua keshalehan yang dia lakukan di dunia ini dengan susah payah, nanti pada hari kiamat akan berpindah dari catatan amalnya ke catatan amal orang yang dighibahinya.

Daerah Tangkapan Air Kateman

Ilustrasi Gambar: wordpress HET STROOMGEBIED DER KATEMAN BIJDRAGE TOT DE KENNIS VAN OOST-SUMATRA Catatan J.G Schot (Controleur der Tweede klass yg di tugaskan di Residentie van Riouw dan pernah menjabat sebagai Asisten Resident Riouw) Di antara banyak bagian yg sama sekali atau hampir tidak diketahui di Pulau Sumatra adalah daerah tangkapan air Kateman, yang merupakan bagian dari Kerajaan Riouw (Riau) Lingga. Daerah Kateman dulu membentuk wakilschap (Daerah Perwakilan Pemerintahan) dengan Doerei, Sangla, Moro, dan Soegi, yang kedudukannya berada di Soelit, dibawah otoritas Yang Dipertuan Muda Riouw.

Ismail Abdul Jalil Shah (1765-1781)

Ilustrasi gambar: Go Sumatera Kerajaan Siak Seri Indrapura dibangun oleh Raja Kecik dari serpihan Kerajaan Johor-Riau. Figur populer, kontroversial dan pemberani di Siak yang mewarisi Raja Kecik, yakni Tengku Ismail. Dalam literatur Eropa, Tengku Ismail digambarkan sebagai perompak paling kejam yang pernah ada di Alam Melayu. Ia dilahirkan sekitar tahun 1745 di Buantan, Siak. merupakan putra dari Sultan Mahmud Abdul Jalil Shah, sultan kedua dari Kerajaan Siak Seri indrapura. Walau sejarah awal berdirinya Kerajaan Siak Seri Indrapura bermula akibat terjadi perselisihan di kerajaan Johor-Riau, dimasa Sultan Mahmud Adbul Jalil Muzaffar Shah perselisihan dengan Raja Sulaiman dapat diatasi. Selama empat belas tahun Sultan Mahmud bersama Raja Sulaiman memimpin kerajaan kerajaan Siak-Johor ini sebagai satu kesatuan, kelanjutan kerajaan Johor-Riau dan tetap menjalankan tata cara pemerintahan yang sama.

Mahmud Abdul Jalil Muzaffar Shah (1746-1765)

Gambar:  http://kesbangpol.riau.go.id Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah memiliki dua orang putera. Putera pertama diberi nama Raja Alam merupakan anak dengan isteri yang dinikahi di daerah Musi Rawas Palembang. Perempuan tersebut adalah anak dari seorang Dipati Batu Kucing Palembang. Raja Alam lahir ketika Raja Kecik sedang melakukan perjalanan ke luar daerah ke negeri Palembang untuk mendapatkan dukungan dari orang Palembang untuk merebut tahta Johor sambil menimba ilmu dan pengetahuan. Dalam perantauan itulah Raja Kecik memperoleh seorang anak laki-laki dan setelah menjadi Sultan, maka anak lelaki itu ikut bersamanya. Itulah sebabnya anak yang terlahir dari isteri pertamanya itu diberi nama dengan kata 'Raja' mengikuti namanya. Sedangkan Tengku Muhammad Mahmud adalah anak lelaki dari isterinya yang bernama Tengku Kamariah. Tengku Kamariah adalah salah seorang anak perempuan Sultan Abdul Jalil Riayat Shah IV yakni Sultan Johor ke -11. Itu pula sebabnya diberi nama dengan kata ...