Langsung ke konten utama

Jejak Darah Kekristenan



1. Inkuisisi Spanyol (tahun 1478 - 1834), didirikan pasangan Monarki katolik Raja Ferdinand II dari Aragon dan Ratu Isabella dari Kastilia, para penguasa-penguasa Kristen sepanjang Zaman Inkuisisi Spanyol telah memerintahkan dan memaksa seluruh orang-orang Yahudi dan Muslim untuk murtad masuk Kristen jika menolak dia akan menyiksanya, menganiayanya dan membunuhnya atau mengusir mereka dari Spanyol.
2. Di Montenegro di Balkan, Pangeran-Uskup Danilo Petrovic memimpin kampanye pembantaian terhadap orang-orang non-Kristen, mereka memusnahkan "penduduk asli Turki" yang menolak dibaptis, ribuan orang dibantai pada Malam Natal, terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggal pembantaian tersebut, antara tahun 1702 dan 1709 - 1711. Pada hari-hari berikutnya, banyak umat islam yang diusir dari pemukiman sekitar. Pria, wanita dan anak-anak dibantai.
3. Raja Olaf I Tryggvason (995 - 1000 M) dan Raja Olaf II Haraldsson (1015 - 1030 M) dari Norwegia secara rutin menggunakan kekerasan untuk memaksa rakyatnya masuk Kristen, termasuk eksekusi dan penyiksaan terhadap mereka yang menolak dan ia juga melakukan pengusiran, hingga tidak ada agama lain di negeri itu kecuali Kristen.
4. Di Kekhanan Kazan, setelah penaklukan yang dilakukan oleh Raja Ivan IV Vasilyevich the Terrible (1530 - 1584 M) populasi Muslim di Kekhanan Kazan menghadapi pembantaian, pengusiran dan juga memaksa Muslim dengan kekerasan untuk melakukan perpindahan agama menjadi Kristen.
5. Dari Habasha di Etiophia, Kaisar Sayfa Ar'ad (1344 - 1371 M) mengeksekusi siapa saja orang-orang yang menolak untuk menjadi Kristen, atau dia mengusir mereka dari negeri itu.
6. Di Kievan Rus negara yang ada dari sekitar tahun 880 hingga pertengahan abad ke-12, Pangeran Vladimir Agung penguasa Kievan Rus setelah dia dibaptis masuk agama Kristen. Pada (tahun 988) dia memerintahkan untuk pembaptisan massal warga Kievan Rus secara paksa di sungai Dnieper agar mereka tidak mengambil risiko menjadi "musuh Pangeran."
7. Inkuisisi Goa di India (tahun 1560 - 1812), Santo Fransiskus Xaverius meminta Raja Yohanes III dari Portugal untuk sebuah ekspedisi Katolik di India Portugis, dia telah memerintahkan untuk memaksa orang-orang Hindu, Muslim dan Yahudi di India untuk mengubah agamanya untuk masuk Kristen, yang menolak akan disiksa bahkan dibakar hidup-hidup dan juga dieksekusi. Banyak kuil Hindu dihancurkan dan diubahnya jadi gereja.
8. Dari Apulia di Italia, kaisar Basileios I (867 - 886 M), Kaisar Romanus I Lecapenus (920 - 944 M), Raja Charles II (1285 - 1309 M), Raja Charles VIII (1470 - 1498 M), mereka telah memerintahkan untuk memaksa semua orang-orang Yahudi untuk dibaptis masuk Kristen, yang menolak akan dianiaya bahkan dibunuh atau mengusirnya.
9. Di negara-negara Baltik, pada abad ke-12, populasi pagan di Baltik menghadapi kampanye pembaptisan paksa dengan kekerasan oleh korps ksatria perang salib seperti Livonian Brothers of the Sword dan Ordo Teutonik, yang seringkali berarti merampas tanah dan harta benda populasi ini. Kampanye ini diselengarakan oleh para Paus dan penguasa barat.
10. Konversi paksa penduduk asli Amerika, selain pembantaian besar-besaran dan pengusiran penduduk asli Amerika yang dilakukan oleh penjajah Eropa dan pemerintah AS yang didirikan penjajah Eropa, para Misionaris Kristen juga telah melakukan konversi paksa penduduk asli Amerika ke agama Kristen dengan ancaman kekerasan sebagai alternatif dari kematian.

Dan masih banyak lagi. 

----------

Disalin dari Kiriman M Shine Huang.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...