Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Mungkinkah Sebuah Konspirasi?

* Tuan-puan sadarkah, kalau seolah-olah kita semuanya sedang diadu-domba? PENTING UNTUK DIBACA! MUNGKINKAH KITA SEDANG DIADU DOMBA? Akhir-akhir ini kondisi di Provinsi Sumatera Barat [Sumbar] seolah tak terkendali. Banyak kasus-kasus terkait pimpinan negeri ini muncul ke publik. Hampir merata yang kena. Kepala Daerah [Gubernur, Bupati/Walikota], Dewan Perwakialn Rakyat Daerah [DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota], dan lain-lain. Ini tak biasa.. Kasus-kasus itu seolah disusun terstruktur, lalu disebar, dikutip media massa, disebar akun-akun media sosial, termasuk Darep [Makdusnya; admin Reporter Minang ]. Ya, Darep hanya penerus informasi, bukan pembuat berita. Hampir semua konten berita yang Darep bagikan [share] itu, merupakan berita dari media massa, bukan hasil penyuntingan sendiri, karena memang Darep tak punya kewenangan seperti media massa, jurnalis atau wartawan. Acap Darep talongsong  menerbitkan [mempublis] berita [konten] karena dianggap 'Wah'. Kenyataannya malah jadi alat ...

PERISTIWA YANG SENGAJA DIPADAM DARI SEJARAH BANGSA OLEH BRITISH (BAB 1)

Ilustrasi Gambar: researchgate PERISTIWA YANG SENGAJA DIPADAM DARI SEJARAH BANGSA OLEH BRITISH (BAB 1) ALLAH SWT TA'ALA MENGATUR SEGALANYA Negeri Kelantan telah menerima kedatangan dua orang Wali daripada keturunan Ahlul-bait iaitu Syed Hussein Jamadil Kubra dan Shaikh Tanauddin. Daripada keturunan inilah lahir Wali Songo (Wali 9) dan keturunan Nik/Wan di negeri Kelantan dan seluruh Asia tenggara. Keturunan ini juga pengasas kepada kesultanan Melayu di Nusantara, termasuk Brunei dan di Selatan Filipina. Sejarah lengkap terlalu panjang, fokus kepada kerajaan Kelantan sahaja. Seperti yang kita tahu, takdir telah menentukan keturunan Nabi Muhammad telah dizalimi, dibunuh dan mereka ini lari hingga ke India (wilayah Deccan). 7 orang daripada mereka telah belayar ke TIMUR (mereka ini Wali 7) untuk menyambung tugas-tugas dakwah pada masa itu. 2 orang daripada mereka belayar dan singgah di Kelantan. Syed Hussein Jamadil Kubra memulakan dakwah di Kelantan dan berkahwin dengan puteri raja K...

Bukan Terkenang Tapi Pelajaran Berpantang Hilang

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته "Bukan Terkenang Tapi Pelajaran Berpantang Hilang" Apapun kebaikan yang tercurah ke Ranah Bundo ini, sering teriring dengan kalimat; "sudah melawan, tetap juga diberi". Dalam pergaulan di Ranah Minang, inilah yang disebut: "agiah bapanokok, unjuak palatiang kecek" Bukankah tuan-puan yang memilih demokrasi sebagai cara mengelola negeri ini ?!

Pengakuan Media Belanda: Islamlah yang Membuat Indonesia Memberontak

Ilustrasi Gambar: the power of islam PENGAKUAN MEDIA BELANDA Bahwa Islamlah yang membuat orang INDONESIA memberontak kepada kolonial. Islam mengajarkan cinta tanah air,bela negara dan hidup merdeka Perpustakaan Kerajaan Belanda telah merilis di internet surat kabar lama Belanda tahun 1618 - 1995. Surat kabar lama tersebut bisa memberikan informasi tentang peristiwa-peristiwa bersejarah yang ditulis pada saat peristiwa tersebut terjadi, sebelum ada pihak yang sempat duduk dan memikirkan bagaimana peristiwa tersebut ingin diingat oleh sejarah. Bertentangan dengan apa yang diklaim oleh buku-buku sejarah Belanda hari ini, Belanda menghadapi perlawanan secara terus-menerus selama periode 1859 – 1930. Mengenai kenyataan perlawanan ini, buku-buku sejarah ini mengklaim bahwa perlawanan di Indonesia disebabkan oleh nasionalisme. Dikatakan bahwa beberapa orang Indonesia menginginkan negara mereka sendiri dan karenanya memberontak melawan Belanda.

"Inyiak Balang Bukan Harimau Sirkus"

Punahnya harimau bukan semata karena tak berketurunan tapi karena belantara telah berubah fungsi.  Harimau-harimau Minangkabau tak pernah kehilangan belang. Kalau cermin sejarah pantulan diri memang jernih, lihatlah Hatta di ujung kehidupan, Syahrir di akhir perjalanan, Tan Malaka di batas pelangkahan bahkan Hamka dalam gelombang perjuangan.

Leluhur Raja Silindung

Ilustrasi Gambar: batak people Jane drakard dalam bukunya "A Malay Frontier" menuliskan bahwa Sultan Ibrahim berasal dari Tarusan Kerajaan Inderapura putra dari Sultan Muhammad Syah pergi dari Tarusan ke Barus dan mendirikan Dinasti Kerajaan Hilir di Barus. Sultan Ibrahim pergi bersama istrinya dan membawa seribu pengikut, dengan membawa sekepal tanah dan sekendi air dari Inderapura. Sebagai penanda tempat yang dituju adalah sampai menemukan tempat yang sama beratnya dengan air yang dibawa.

"Tokoh Minang Bagaikan Cincin di Jari Manis"

Dalam hiruk pikuk kemunafikan, tak perlu berebut menjadi panutan, kalau tempat yang tersedia hanyalah di sela barisan para penjilat dan penjual kehormatan. Ketahuilah.. Kalau engkau memang benih unggul persemaian, hidup engkau hanyalah di dalam persawahan, bukannya di tengah tumpukan sampah limbah kehidupan.

SEKILIM SEJARAH TENTANG BUMI PUTERA

Ilustrasi: pinterest SEKILIM SEJARAH TENTANG BUMI PUTERA Catatan Kecil Oleh : Yulfian Azrial MASYARAKAT Bumiputera (Malayu) di Nusantara sejak dulu sebenarnya tak pernah merasa terpisah sebagai Malaysia, Singapura, Brunai, Patani Pataya, hingga Champa dan Filipina ( yang di Mindanao ataupun di sekitar Fi Amanillah), serta Indonesia ( yang di Tanah Rencong, Tanah Jawa, Tanah Tapi, Gorontalo, Bugis Goa, Al Mulk hingga Papua). Apalagi mereka yg bermukim di pulau Sumatera, dan Semenanjung Malaya. Para Bumiputera di Pulau Sumatera dan Tanah Semenanjung malah dulu suka berkumpul di Bukittinggi. Bahkan mereka yang sering berkumpul di Bukittinggi inilah yg mempopulerkan istilah Bumi Putera. Bank Nasional 1930 ( Bank Bumiputera pertama ) adalah salah satu bukti sejarah peninggalan mereka dan telah menjadi nafas dan perekat silaturrahim serta langkah perjuangan mereka.

TENTANG SYEIKH MUHAMMAD SA'ADI AL-KHALIDY & BERDIRINYA PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyah)

TENTANG SYEIKH MUHAMMAD SA'ADI AL-KHALIDY & BERDIRINYA PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) Catatan Kecil Yulfian Azrial . Berikut ini adalah secuil petikan dari sari wawancara saya beberapa jam lalu dengan Buya Sudirman Syair (Pendiri Pondok Pesantren Ma'arif Assa'adiyah) Simalanggang (Koto Tongah). Beliau ini adalah murid dari Ulama Kharismatik H.Mukhtar Angku Lokuang (Pendiri MTI Koto Panjang ) yang juga dalah murid dari Syeikh Abdul Wahid As-Sholiki ( yang juga adalah Guru Besar dari Ibrahim Pondam Godang Suliki) sebelum menyandang Soko Datuak Tan Malaka, yang mana Syeikh Abdul Wahid As-Sholiki adalah Murid dari Syeikh Muhammad Sa'adi Al Khalidy.

Sisingamangaraja XII (1845 – 1907) Pejuang Islam yang Gigih

Sisingamangaraja merupak an nama besar dalam sejarah Batak. Dia tokoh pemersatu. Dinasti Sisingamangaraja dimulai sejak pertengahan tahun 1500-an, saat Raja Sisingamangaraja I yang lahir tahun 1515 mulai memerintah. Dia memang bukan raja pertama di sana. Pemerintahan masa sebelum itu dikenal dengan nama bius. Satu bius merupakan kumpulan sekitar tujuh horja. Sedangkan satu horja terdiri dari 20 huta atau desa yang punya pimpinan sendiri. Ada Bius Toba, Patane Bolon, Silindung dan sebagainya.

SALASILAH KESULTANAN MELAKA & UTHMANIYYAH YANG DIBAWA LARI INGGERIS

Ilustrasi Gambar: republika SALASILAH KESULTANAN MELAKA & UTHMANIYYAH YANG DIBAWA LARI INGGERIS Satu lembaran salasilah yang begitu menarik yang menghubungkan sultan-sultan Melaka & sultan-sultan Uthmaniyyah kini berada di Inggris Raya (UK). Tidak diketahui siapa yang membuat salasilah ini, yang pastinya beliau seorang pakar ilmu salasilah. Barangkali seorang ulama Tanah Melayu. Tahun salasilah ini dibuat diyakini sezaman dengan pemerintahan Sultan Abdul Hamid II (1876-1909) kerana salasilah Sultan Uthmaniyyah dalam lembaran ini berakhir pada Sultan Abdul Hamid II . Mengikut lembaran ini, salasilah sultan Melaka & sultan Uthmaniyyah bertemu pada Yafith bin Nuh , anak Nabi Nuh عليه سلام

Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII

    Posting tentang  “Sisingamangaraja XII (1845-1907) Pejuang Islam Yang Gigih”  cukup mendapatkan respon yang “mencerahkan” terkhusus dalam mempersoalkan masalah “Agama” Sisingamangaradja XII. Dr. phil. Ichwan Azhari, MS  dalam seminar  ‘Peringatan 100 Tahun Gugurnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII , Deli Room Hotel Danau Toba Internasional Medan 26 Mei 2007 dalam  pengantarnya  menuliskan :  “Sekalipun tersedia relatif banyak literatur membahas tokoh yang kita seminarkan hari ini, tapi riwayat hidupnya, perjuanganya, spritualitasnya termasuk keterbukaanya dengan dunia luar tetap menimbulkan kontroversi yang menantang sejarawan untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam. Benarkah dia beragama Islam sebagaimana ada sumber Belanda dan Jerman mengatakannya yang menyebabkan Mohammad Said menguatkan indikasi itu sementara WB. Sijabat membantahnya?  Mengapakah dia disatu sisi dekat dengan Aceh yang muslim dan panglima-panglim...

Minang menolak Islam Nusantara

Gambar: https://www.change.org/p/suduik-minang-kami-mendukung-mui-sumbar-menolak-islam-nusantara “ Tempat Tuan di Halaman Bukan di Anjung Peranginan” Di sini anak cucu harimau nan salapan. Makanya, jangan coba hantarkan Islam Nusantara ke kampung kami ! Anak cucu Imam Bonjol masih bernafas di negeri ini. Karena itu, janganlah tunjukkan penghambaan ke ranah ini ! Fasihnya lidah Inyiek Agus Salim masih menjadi air mandi sehari-hari . Ingatlah, janganlah bersilat lidah bermain kata dengan kami !

HUKUM SALANG

Orang Melayu dulu melaksanakan hukuman bunuh yg dinamakan SALANG. Orang yg dijatuhi hukuman ini ditikam melalui celah tulang selangka kemudian ditusuk terus menembus jantung. Kemudian keris yang digunakan itu ditarik keluar dan luka tempat tikaman dikesat dgn kapas atau kain buruk. Keris yg digunakan utk hukuman ini dinamakan keris penyalang. Semasa hari hukuman Salang dilakukan, pesalah [terpidana] diikat tangannya kebelakang, matanya ditutup dan duduk berlutut. Seorang Penghulu, 12 orang panglima, Bendahara dan Kadhi hadir dihari hukuman Salang dijalankan. Beberapa orang saksi dibawa kehadapan Bendahara. Setelah sahih [benar/terbukti] bahwa tertuduh betul-betul melakukan kesalahan, maka hukuman salang dijatuhkan. Dua orang panglima berdiri disisi terhukum, sambil memegang tubuh orang yang hendak disalang . Biasanya hukuman ini dijalankan pada hari Jumaat satelah selesai sembahyang Jumaat. Disatu tempat khas diatas sebuah bukit, dibina [dibuat/didirkan] pentas dan dipasang langit-la...

Srivijaya di masa pendudukan Chola (1030-1115)

Ilustrasi Gambar: kreately.in Antara tahun 1025, Rajendra Chola , Raja Chola dari Tamil Nadu di India Selatan, melancarkan serangan laut terhadap pelabuhan Sriwijaya di Asia Tenggara Maritim. Pada tahun 1030 ia menaklukkan Kadaram (Kedah kini), ibukota Srivijaya kala itu? mendudukinya selama beberapa waktu dan menangkap Sangrama Vijayottunggawarman. Ekspedisi Rajendra terhadap Sriwijaya merupakan suatu peristiwa unik dalam sejarah India dan hubungan damai timbal baliknya dengan negara-negara Asia Tenggara. Semenjak saat itu Sumatra dan Semenanjung Malaya berada di bawah keluasaan Rajendra Cola? Sementara mandala [1] yang lainnya melepaskan diri.

Atlas Catalan 1375 Masehi: Tarpobana dan Raja di Sumatera

  Atlas Catalan 1 , merupakan peta yang dibuat oleh Abraham Ceques 2 , dia merupakan pembuat peta yang berasal dari Majorca (Mallorca 3 ) Spanyol. Peta ini dibuat selama 1370an Masehi, dianggap sebagai peta terlengkap pada masanya 4  . Gambar: fosil73.wordpress Adapun yang menarik dari Atlas Catalan ini, dilengkapi dengan Laut, Garis Mata Angin sebagai Pemandu Navigasi laut, Gambar Gambar Pulau kecil dan Potensi Mineral yang dimiliki, Untaian Pegunungan, Batas Kerajaan, Pusat Kerajaan berupa Benteng, Gambar Raja/Penguasa, Makhluk Mitologi, serta deskripsi singkat wilayah dan lainnya. Pada peta ini dapat ditemui beberapa kerajaan serta pulau yang ada di abad 14 Masehi. Salah satunya adalah Illa (Isla) Trapobana yang merupakan pulau Sumatera yang ada di wilayah Indonesia di masa sekarang. Trapobana (selanjutnya Sumatera) yang terdapat pada bagian kanan bawah lembar ke 4 peta tersebut.

DJAMBI abad 12 - 13 - 14

  Ilustrasi Gambar: dradio.id DJAMBI abad 12 - 13 - 14 dst ....( Sumatra Tengah ) . Abad ke-12. Pada permulaan abad ke 12 Keradjaan Melaju dapat berdiri sendiri lepas dari kekuasaan Sriwidjaja, bahkan pada tahun 1183 keradjaan Melaju dapat merebut kekuasaan Sriwidjaja ditanah Semenandjung Melaka. Demikianlah dalam abad ke 12 negeri Sriwidjaja dari sedikit kesedikit berkurang kekuasaannja hingga keradjaan besar itu hanja tinggal sedikit sadja terbatas didaerah Palembang jang sekarang ini. Disamping itu negeri Melaju dengan pesatnja sampai dapat menggantikan Sriwidjaja dalam menguasai perniagaan Selat Melaka. Pada tahun 1286.

Hipotesis Pluralisme John Hick dan Problem Klaim Kebenaran yang Saling Bertentangan

Ilustrasi Gambar: Pena Pejuang tulisan karya  Keith E. Johnson [1] terjemah oleh Dipa Nugraha dan terbit pertama kali di:  http://dipanugraha.org/2014/01/12/hipotesis-pluralistik-john-hick-dan-problematika-klaim-kebenaran-yang-saling-bertentangan/  pada tanggal 12 Januari 2014 ______________________________ Tiga orang buta menyentuh seekor gajah. Orang buta yang pertama sedang memegang kaki gajah. Dia berkata, “gajah itu ternyata besar mirip sebatang pohon”. Orang buta kedua tidak setuju. Sembari memegang belalai gajah ia menyanggah, “Tidak tepat, gajah itu serupa ular yang besar,”. Orang buta yang ketiga percaya bahwa kedua teman butanya telah salah menyimpulkan. “Seekor gajah itu mirip dengan sebuah tembok yang besar”, tandasnya. Orang buta yang ketiga ini sedang menyentuh samping tubuh gajah. Tiap orang yang buta ini sangat yakin bahwa dirinya benar sedangkan rekan lainnya yang buta telah salah menyimpulkan tanpa menyadari bahwa mereka semua sedang menyentuh gajah yang...