Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Dan Malayu : Sempadan Sebenar Bumi Melayu dan Siam

Tidak ramai yang tahu di dalam wilayah Ranong (Rundung), Thailand, terdapat sebuah Batu Tanda yang amat penting kerana menyimpan satu lipatan sejarah besar yang berkaitan dengan masyarakat Melayu dan Siam di zaman silam. Batu Tanda tersebut (sebagaimana gambar di atas) dinamakan sebagai Ban Malayu di Thailand yang bermaksud sempadan Melayu. Ia merupakan tempat yang paling sempit antara bahagian timur dengan bahagian barat Segenting Kera, iaitu kira-kira 45 kilometer sahaja. Soalannya, bagaimanakah tanda sempadan Melayu ini boleh didirikan ratusan kilometer daripada wilayah sempadan Malaysia-Thailand pada hari ini? Jawapannya boleh dirujuk kepada maklumat sejarah di zaman silam. Jika dirujuk kepada sejarah, wilayah Segenting Kera merupakan sebuah kawasan yang amat penting kerana menjadi saksi kepada kemunculan dan perkembangan awal tamadun Melayu menerusi beberapa buah Kerajaan utama seperti Langkasuka dan Sri Wijaya (Sri Wijaya sebenarnya berasal dari tanah Semenanjung, akan diterangka...

Abdul Jalil Shah IV (1699-1720)

Picture: ANRI   Abdul Jalil Shah IV (1699-1720) Kesultanan Johor lama yang terkadang juga disebut Kesultanan Johor-Riau, didirikan di paruh pertama abad ke-16 oleh Sultan Melaka yang digulingkan, yang kemudian memerintah bersama dengan para ahli warisnya. Di antara kerajaan-kerajaan serta para penguasa Melayu, Johor merupakan salah satu dari kekuatan politik atau negara yang bersaing ketat untuk memantapkan perannya sebagai ahli waris Melaka; demikian pula ketika kawasan tersebut mulai dikuasai oleh kekuatan kolonial Eropa. Hinga akhir abad ke-16, penguasanya terkadang juga disebut “Kaisar dari Para Raja Melayu”. Di puncak kemasyhuran dan kewibawaannya antara akhir abad ke-16 dan awal abad ke-18, kesultanan Johor-Riau menerima sumpah kesetiaan dari masyarakat yang tinggal di seluruh kawasan geografik yang mengesankan yang merentang bagian-bagian selatan Jazirah Melayu, Kepulauan Riau (termasuk Singapura masa kini), kepulauan Anambas, Tambelan dan kelompok pulau Natuna, kawasan di s...

𝗡𝗮𝗴𝗮𝗿𝗶 𝗕𝗶𝗱𝗮𝗿 𝗔𝗹𝗮𝗺: 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗠𝗶𝗻𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗯𝗮𝘂, 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗗𝗶𝘀𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻

Picture: Langgam   𝗡𝗮𝗴𝗮𝗿𝗶 𝗕𝗶𝗱𝗮𝗿 𝗔𝗹𝗮𝗺: 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗠𝗶𝗻𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗯𝗮𝘂, 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗗𝗶𝘀𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 Inilah Rumah Lama Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Rumah ini dijadikan markas persembunyian bagi pimpinan PDRI, Sjafruddin Prawiranegara, dan sebagai pos keamanan serta tempat berlangsungnya sidang kabinet PDRI dari Januari sampai April 1949. Rumah ini berada di Nagari Bidar Alam, Solok Selatan, Sumatra Barat. Dijadikannya Bidar Alam sebagai basis perjuangan berawal dari peristiwa pengeboman pusat PDRI di Bukittinggi oleh Belanda. Untuk tetap bertahan, Sjafruddin dan kawan-kawan memutuskan untuk bergerilya menghindari serangan Belanda guna menyusun kekuatan. Perjalanan rombongan merapah hutan-hutan dan kampung-kampung di pedalaman Sumatra Barat. Di Bidar Alam, banyak peninggalan sejarah PDRI. Antara lain Rumah Jama Sjafruddin Prawiranegara, surau Bulian yang menjadi stasiun pemancar radio AURI yang dibawa dari Bukittingg...

Undang Undang dalam nagari

Picture:  https://komisiinformasi.go.id   Undang Undang dalam nagari Undang-undang dalam nagari dibuek bertahap-tahap, disesuaikan dengan perkembangan, kemajuan, dan kepentingannya : A. Mula-mula berbunyi : Bataratak bakapalo koto, bakorong Jo bakam pulang, balabuah batapian B.Pada tahap berikutnya dilengkapi lagi:

Empat Sultanah yang Pernah Memimpin Kesultanan Aceh

Empat Sultanah yang Pernah Memimpin Kesultanan Aceh Terdapat perbedaan pendapat para ulama mengenai kepemimpinan perempuan dalam Islam. Tapi jika kita tengok dalam sejarah kesultanan Aceh pada awal abad ke-17 M, tidak kurang dari empat putri raja berturut-turut naik takhta pada abad ke 17 M atau sesudah tahun 1641. Sebagaimana diketahui Aceh merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan syariat yang mengacu pada ketentuan hukum pidana Islam. Menurut Ito Takesi dalam The Word of The Adat Aceh A HIstorical Study of The Sultanate of Aceh, menyebutkan bahwa dipilihnya para Sultanah adalah untuk menghindari perselisihan dan perebutan Mahkota kerajaan di antara para keturunan Raja. Nah, Keempat Ratu tersebut ialah Sultanah Safiatuddin Tajul Alam (1641-1675) Safiyatuddin Tajul Alam merupakan putri Sultan Iskandar Muda dan Istri dari Sultan Iskandar II. Safiyah merupakan sultanah pertama Kesultanan Aceh yang memerintah sejak 1641-1675 M. Dia menggantikan suaminya, Iskandar Al Ts...

Puteri Yang Hilang

Picture: Satu Pena Assalamualaikum semua sahabat sahabat yang berada di group Pagaruyung ini. Seperti janji Moyang pada semua, Moyang akan dedahkan serba sedikit rahsia yang selama ini disimpul rapi dan sudah sampai masanya untuk di dedahkan. Puteri yang hilang Seperti yg kita ketahui Raja Mahmud Alam Shah, Raja Khatib dan Raja Sulaiman adalah adik beradik dan bapanya ada lah Sultan Abdul Jalil yg memerintah Pagaruyung dengan memakai gelaran Raja Alam Pagaruyung. [1] Raja Mahmud Alam Shah lebih di kenali Raja Melewar yg memerintah Negeri Sembilan. Raja Khatib pula dibuang daerah kerana penyamaran beliau sebagai Raja yang sah memerintah Negeri Sembilan dan Raja Sulaiman pewaris kepada pemerintahan Raja Alam Pagaruyung. Semasa berlakunya huru-hara di Pagaruyung di dalam peperangan Padri dan peperangan dengan Belanda serta pemerintahan Komunis Indonesia, banyak keluarga diraja lari meninggalkan Sumatera untuk menyelamatkan diri dari dibunuh. Ini juga berlaku pada keluarga Raja Sulaiman d...

TUN FATIMAH dari Melaka

  TUN FATIMAH Serikandi Melaka ulung agung, Cabaran hidup tinggi menggunung, Menjadi mangsa fitnah membusung, Seisi keluarga habis dipancung. Kisah keluarga Tun Fatimah yang difitnah oleh Raja Mandaliar dan Kitul dengan dipersetujui oleh Laksamana Khoja Hassan yang sememangnya tidak suka dan dendam dengan seluruh ahli keluarga Bendahara Tun Mutahir. Ayah Tun Fatimah dituduh kononya telah menempah persalinan dan cerek yang semuanya daripada emas kerana merancang untuk merampas takhta Melaka. Sultan Melaka Sultan Mahmud Shah menjadi murka dan tanpa usul periksa lantas menyerahkan keris kuasanya kepada Tun Sira dan Tun Setia untuk menjatuhkan hukuman bunuh kepada seluruh keluarga Bendahara Tun Mutahir kecuali Tun Fatimah.

Ordonansi Kuli

Picture: Phesolo Koeli Ordonantie Koeli Ordonantie adalah peraturan ketenagakerjaan yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda melalui Keputusan Gubernur Jenderal Nomor 138 Tahun 1881. Pada perkembangannya peraturan ketenagakerjaan ini mengalami revisi melalui Keputusan Gubernur Jenderal Nomor 78 Tahun 1889. Peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal pemerintah kolonial Hindia Belanda ini cukup komprehensif untuk ukuran waktu itu. Peraturan ini juga cukup berimbang, dalam artian tidak hanya memuat ketentuan untuk melindungi 'kepentingan' para tenaga kerja atau saat itu disebut sebagai ‘koeli’, namun juga memberikan kepastian hukum untuk melindungi kepentingan para investor dan pengusaha demi menjaga iklim yang kondusif guna terjaminnya kelancaran penanaman modal dan investasi.

Kaba Perjalanan Cinta Sitampan Raja Jani dan Puti Silansari

Ilustrasi Gambar: Guru Pendidikan Pada suatu ketika datanglah sejenis makhluk yang suka bunyi-bunyian, hidupnya bercocok tanam, ada yang di tanah kering, dan ada yang di tanah basah. Di lereng-lereng bukit atau di tanah rendah. Makhluk ini bernama Sibunian dengan pimpinannya yang bernama Si Raja Jani. Makhluk-makhluk Sibunian ini, lelakinya berwajah tampan dan gagah. Perempuan-perempuannya cantik-cantik semuanya. Sehabis bekerja mereka bersuka ria dengan aneka bunyi-bunyian mereka menari-nari riang gembira. Dan suara bunyi-bunyian serta senda gurau mereka didengar oleh sekalian makhluk. Ketika mereka melihat dari jauh, seberkas cahaya titiek palito, timbullah hasrat mereka untuk menyelidikinya. Mana tahu, titiek palito itu adalah daratan yang subur dan bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam dan dapat pula dijadikan sebagai tempat senang-senang bersuka ria.

Kebohongan atas Aceh

Picture: Historia Razali Dulah si anak paya sedang berpaya memilintir sejarah Aceh demi sebuah pengakuan dan kebenaran atas segala pengkhinatan terhadap perjuangan rakyat Aceh bersama Sultannya. Sebagai mana kita semua ketahui bahwa Tgk Chik Ditiro Muhammad Saman ikut berperang melawan Kaphe [1] Belanda setelah beliau kembali dari Tanah Suci. Beliau berjuang mulai tahun 1881-1891 Kebohongan yang terus-menerus disuarakan akan di terima sebagai sebuah kebenaran. Golongan si anak paya ini menolak Daud Syah sebagai Sultan terakhir disebab karena kebencian yang tiada jelas. Mareka lebih senang mengikuti suara Van Swieten yang mengangap Sultan Daudsyah sebagai pretenden Sultan. Antara Van Sweiten dengan mereka hanya beda tipis dalam merusak sejarah untuk kepentingan kelompoknya yang sekarang dianggap pecundang oleh suksesor Nederland Indie (Hindia Belanda) (A) -Tengku ’Tjhik di Tiro Mohammad Saman, Wali Negara Achèh Ke-I (1874-1891), ---- "Sejarah Achèh Tikar tidurm Sejarah Kuta Réh,...

Tambo & Arsip

Picture: jatim Times CATATAN PINGGIR Menulis Sejarah Minang suka atau tidak, kita memang harus memakai 2 sumber utama 1. Sumber Lisan (Dalam hal ini Tambo) Tidak mudah memang menggali Tambo setidaknya ada 4 hal kesulitan menggali Tambo di wilayah ini, Kesulitan pertama, berkaitan dengan kias. Hampir seluruh Tambo tidak bermakna langsung dengan kejadian, tapi bersifat simbolik, artinya butuh ilmu bantu untuk memahaminya, pertama Ilmu Semiotik Bahasa, Filologi dan Filsafat. Kedua, Tambo itu sangat bersifat parsial per nagari bahkan kaum. Jadi butuh keahlian Ilmu Sejarah tertentu untuk merangkai Tambo itu dalam satu deskripsi yang jelas

Manggarai & Minangkabau

Picture: Kumparan   Banyak cerita dan legenda yang hanya diketahui oleh orang-orang tetua di kampung. Pa’an dalam bahasa Manggarai (lingua franca) berbunyi „pa’ang”, yang berarti „tempat terdepan, pangkal, awal”. Selamat membaca! Banyak cerita dan legenda yang hanya diketahui oleh orang-orang tetua di kampung. Pa’an dalam bahasa Manggarai (lingua franca) berbunyi „pa’ang”, yang berarti „tempat terdepan, pangkal, awal”. Selamat membaca! Versi 1.

Kerajaan Serawak (Santubong & Brunei) (~900-1409M)

Picture: melodylinhart Kerajaan Serawak (Santubong & Brunei) (~900-1409M) Puteri Santubong, Puteri Sejinjang Penjaga gunung Negeri Sarawak Manis sik ada dapat lawan Anak dak dewa turun kayangan Legenda yang sering dikaitkan dengan gunung adalah tentang dua putri cantik surgawi, Santubong dan Sejinjang. Santubong adalah ahli penenun sedangkan Sejinjang adalah pengolah padi yang sangat baik. Saat pecah perang antara dua desa, Kampung Pasir Puteh dan Kampung Pasir Kuning, Raja Surga mengirim para putri untuk menjaga perdamaian di kedua desa. Penduduk desa melihat kedua putri cantik itu dan menghentikan perang. Setelah perang, kedua putri mengajari penduduk desa keahlian mereka dan kedua desa mulai berdagang dan menjadi makmur. Migrasi masyarakat Melayu dari Sumatera ke kawasan Santubong. Seorang putera raja yang telah diusir oleh ayahandanya, Raden Merpati Dipati Jipang kemudian mengasaskan kerajaan kuno ini. Diriwayatkan bahawa Raden Merpati Dipati Jipang telah terdampar di sebua...

Tatkala Imam Ahmad Bin Hambal di Penjara

Kesabaran dan Ketabahan Imam Ahmad ibn Hanbal ketika disiksa dan dipenjara. Mendengar nama Ahmad ibn Hanbal mungkin sudah tak terasa asing ditelinga kita. Yap, Dia lah Imam Ahmad ibn Hanbal seorang Ulama yang menjadi peletak dasar satu diantara empat mazhab utama fikih sunni. Tak hanya itu, beliau juga dikenal ahli dalam bidang teologi, fikih, tafsir dan utamanya hadits. Abu Abdillah ahmad ibn Hanbal dilahirkan dari keturunan Arab Bani Shayban, kabilah Rabi’ah Adnaniyah yang nasabnya bertemu dengan Nabi Muhammad pada Nazzar. Ia lahir pada bulan Rabi’ul Awwal 164 H / Desember 780 M, di kota Baghdad.

Orang Melayu dalam Catatan Al Idrisi

Pict:  https://babab.net LOGIKKAH JIKA DIKATAKAN UTUSAN KESULTANAN MELAYU MELAKA MAMPU BELAYAR HINGGA KE ISTANBUL? Bangsa Melayu sememangnya dikenali sebagai bangsa pedagang di mana ratusan tahun dahulu, orang-orang Melayu telah belayar untuk berdagang sehingga ke timur Afrika. Seorang ahli geografi Arab yang masyhur iaitu Al-Idrisi (1099 – 1165 Masihi) pernah mencatatkan tentang kehadiran orang-orang Melayu dari kerajaan Srivijaya di timur Afrika. Dalam tulisannya, beliau menyatakan seperti berikut:-

Serba Menanggung

Gambar: Face of Minangkabau Dima lah kain ka manjadi baju Alah diguntiang indak sadang Lah takana mangko di ungkai Dimano nagari kito ka maju Adat nan sajati nanlah ilang Dahan jo rantiang nan dipakai

Kenapa Malaysia Menggunakan Dialek "Johor-Riau" Sebagai Dialek Bahasa Melayu Standard?

  Picture: Bharian Kenapa Malaysia Menggunakan Dialek "Johor-Riau" Sebagai Dialek Bahasa Melayu Standard? Tahukah anda, dialek Bahasa Melayu Malaysia standard yg anda dengar hari ini, mungkin bermula hanya pada tahun 1956? (Bagi teman-teman Indonesia, kalian lebih mengenali dialek ini sebagai bahasa "Upin & Ipin".. ) Sebelum 1956, tepatnya sebelum kemerdekaan Malaya, tidak ada dialek Melayu khusus yg diguna secara meluas di seluruh Semenanjung. Bahasa Melayu memang diketahui sebagai lingua franca dahulunya, tapi dialeknya mungkin bercampur-campur. Sebelumnya, Radio Malaya (yg aslinya di Singapura) menggunakan dialek Johor-Riau sebagai bahasa/dialek utama di radio mereka. Selepas 1956, Radio Malaya berpindah ke Selangor (sekarang Selangor & Kuala Lumpur) dan terus kekal menggunakan dialek Johor-Riau di Selangor.

Pakaian Lelaki Minang itu?

Dubes Indonesia untuk Paris, Nazir Dt. Pamuncak dengan baju lelaki Minang (Melayu) Foto: Suryadi Sunuri Pakaian perempuan Minangkabau dan perempuan Melayu ialah Baju Kurung, namun tak semua orang Minangkabau tahu ataupun faham. Masih banyak yang keras kepala berbaju kebaya ataupun batik, mereka merasa lebih bangga dan lebih cantik apabila memakai kebaya ataupun batik. Menurut mereka Baju Kurung itu kuno, ketinggalan zaman, dan apabila dikenakan macam orang tua atau orang udik. Demikianlah rasa hati perempuan durhaka di Minangkabau pada masa sekarang. Ada nan bertanya "Kalau laki-laki, macam mana pula pakaiannya?" 

KEKAYAAN YANG HILANG DI TANAH MINANG

Gambar: Wonderful Minangkabau " KEKAYAAN YANG HILANG DI TANAH MINANG " Oleh: Media Wahyudi Askar Perjalanan menuntut ilmu telah mengantarkan saya pada rasa syukur tak terkira. Mengajarkan tentang hikmah bahwa tidak semua cerita indah dalam buku pustaka bisa diadopsi oleh seluruh umat manusia. Sejak merantau meninggalkan Batusangkar pada tahun 2008 dan menuntut ilmu di Fisipol UGM, saya percaya bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik di dunia. Demokrasi yang bersendikan kebebasan, sistem perwakilan dan kedaulatan, dianggap mampu mengendalikan nafsu manusia atas kekuasaan. Takdir kemudian mengantarkan saya ke Eropa untuk menempuh studi Master dan Doktor di Univ of Manchester, Inggris. Berulang kali saya buka halaman demi halaman pemikiran Huntington, Lincoln, Rousseau, Jhon Locke dan Montesquieu tentang demokrasi, dengan harapan bisa menemukan rumus sistem pemerintahan yang ideal. Tapi, semuanya terasa hambar, tidak ada yang spesial dan justru bertolak belakang. Pem...

Suku Nan Ampek Palangai Tumpuan Niniak 60

Gambar: cute766 Oleh   Zera Permana     29 Maret 2021   in   Punago Rimbun Na gari Ujuang Darek Kapalo Rantau Alam Surambi Sungai Pagu, mancancang latiah (kerja dan usaha) ke negeri pesisir baruh[1] mata angin untuk dijadikan bandar-bandar  kualo-kualo pelabuhan guna menyalurkan hasil bumi, memperluas tempat pertanian untuk keberlangsungan hidup, dan kekuasaannya. Pada perjalanan itu terjadilah peristiwa antara Kerajaan Sungai Pagu dengan Kerajaan Indrapura. Raja Indrapura meminangkan anaknya dengan seorang putri dari Kerajaan Sungai Pagu. Berjalan dengan semestinya adat timbang tando kedua belah pihak dan memutuskan suatu ketetapan hari, bulan, tahun untuk melakukan acara “alek pernikahan”. Suatu janji, ketetapan dua belah pihak telah diputuskan. Hari berjalan demi hari, bulan berganti bulan, tahunpun berganti tahun. Tibalah masanya perjanjian dan ketetapan itu akan dilakukan.

RUMAH GADANG SUKU NASUTION DI NAGARI SIMPANG TONANG, PASAMAN, MINANGKABAU

  Foto: FB Abdul Hamid Nagari Simpang Tonang merupakan daerah teritorial etnis Minangkabau sebagai wilayah rantau. Migrasi etnis Mandailing dilakukan secara bergelombang. Tak ada yang mengetahui pasti kapan pertama kali etnis Mandailing bermigrasi. Terdapat perbedaan pendapat dalam penentuan sejarah terbentuknya daerah tersebut. Pendapat pertama menyatakan bahwa Nagari Simpang Tonang ialah tanah ulayat di bawah pimpinan pucuk adat Rajo Sontang, sedangkan pendapat kedua menyatakan bahwa Nagari Simpang Tonang di bawah kekuasaan Rajo Dubalang (Raja Gumanti Porang). Berdasarkan catatan tarombo yang dimiliki oleh beberapa orang natoras/natobang di bagasan ampung Tarombo yang berjudul "Sejarah Asal Usul Nagari Simpang Tonang" yang dibuat dalam campuran bahasa Mandailing, Minangkabau, dan Bahasa Indonesia dengan gaya bahasa serta ejaan lama, dapat dijelaskan bahwa pada zaman dahulu kala tersebutlah sejarah mengenai Raja Pidoli Mandailing Godang yang bergelar Rajo Gumanti Porang. Dar...

Salah satu percikan sejarah

  Picture: Wikipedia Ketangguhan Prajurit Minangkabau Dalam Sejarah Sriwijaya terbentuk di Palembang tahun 683 M di Kedukan Bukit tertera “Dapunta Hyang dari Minanga Tamwan membawa bala tentara dua laksa (dua puluh ribu orang) menuju pelimpang (Palembang) dan membuat wanua (kota) ”. Minanga ini menurut orang Palembang adalah Pasemah dengan Bukit Siguntang Nahameru, sebagian sejarahwan Palembang mengatakan orang Palembang sendiri yang melakukan ekspedisi militer, bukan sebaliknya, tetapi para arkeolog (Purbacaraka yang sejarahwan Jawa, Westenenk sejarawan Belanda) menyatakan bahwa yang dimaksud “MINANGA” adalah daerah pertemuan sungai Kampar kiri dan kanan di perbatasan Sumbar, Riau dan Sumut. Dan tidak mungkin Prasasti ditegakkan di tempat awal mula sebuah ekspedisi perjalanan Militer, tetapi mesti di tempat ekspedisi tersebut.

Maklumat MUI Sumbar ttg Ibadah Puasa 2021

No: 01/MUI-SB/IV/2021  Maka kami menyampaikan maklumat dan taushiyah sebagai berikut: Maklumat: 1. Kaum muslimin tetap wajib menjalankan kewajiban puasa Ramadhan walaupun dalam kondisi wabah COVID19 selama tidak memiliki ‘udzur syar’i yang membolehkan tidak berpuasa dengan kewajiban meng-qadha di luar bulan Ramadhan atau ‘udzur syar’i yang membolehkan untuk tidak berpuasa dengan kewajiban membayar fidyah. 2. Pelaksanaan qiyam Ramadhan di malam hari seperti sholat tarawih, witir, tadarus Al-Qur`an dan berbagai ubudiyah lainnya dapat dilakukan di masjid, mushalla ataupun surau, namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. 3. Setiap kegiatan berjamaah yang dilakukan oleh kaum muslimin, baik di Masjid maupun di luar masjid, begitu pula di tempat-tempat berhimpunnya masyarakat, tetap melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin.

Sultan Muhammad Syah Daulat Yang Dipertuan Inderapura (1867-1938)

Raja Terakhir Yang berdaulat di Ranah Minangkabau Dari Sultan Khalifatul Alam Sulthan Muhyiddinsyah Daulat Jamalul Alam Sulthan Sri Maharajo Dirajo Muhammadsyah (1090) sampai ke Tuanku Rusli Sultan Muhammadsyah (1938), Lebih kurang 848 tahun dalam pasang surutnya Inderapura mempertahankan kedaulatan dan Wilayah yang berwatas: Sebelah Utara dengan Sikilang Air Bangis, sebelah Selatan dengan Teratak Air Hitam sampai ke Ketaun Urai, sebelah Timur dengan Durian Ditakuk Rajo Pangkalan Jambu Jambi, dan sebelah Barat dengan Lautan Samudera Pesisir Nan Panjang. Tuanku Rusli Sultan Muhammad Syah Lahir Pada Tahun 1867 dengan nama Kecil Marah Rusli Ibunya Puti Nursabur Indrapura, Ayahnya Sutan Takdirullah anak dari Raja sekaligus Regent Muko-Muko; Sultan Takdir Khalifatullah Syah (1870). Marah Rusli bergelar Sutan Abdullah ketika menikah dengan Putri Jalaliah Anak Kandung Raja Inderapura Sultan Mohammad Bakhi Sri Sultan Firmansyah dengan permaisuri beliau Tuanku Putri Lela Rekna. Marah Rusli ...