Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Satuan dalam Penyebutan Uang Masa Dahulu

  Gambar Ilustrasi: kompasiana Disalin dari kiriman FB Burgerwan Burger Yang dimaksud "satali tiga uang" adalah 3 (tiga) buah uang 25 sen. Ini penyebutan uang masa dahulu th 60an Sabenggol = 1 sen Saketip = 10 sen Satali = 25 sen Sasuku. = 50 sen Satali tiga uang = 75 sen =3/4 rupiah Sapiah = 100 sen = 1 rupiah Saringgit. = 250 sen = 2,5 rupiah

ASAL-USUL NEGERI SEMBILAN DARUL KHUSUS

Gambar: firtychrysant Disalin dari kiriman FB Ibnu Kamal Aliff Negeri Sembilan Darul Khusus adalah sebuah negeri beradat yang mengamalkan Adat Perpatih. Namun, tahukah anda maksud perkataan Darul Khusus dan asal-usul nama itu diberikan? Pengarah Institut Peradaban Melayu Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Profesor Madya Datuk Dr Mohd Rosli Saludin berkata, Darul Khusus bermaksud sebuah negeri istimewa dan hebat dalam sesuatu tamadun yang besar dan tinggi, khususnya dalam konteks Islam dan adat. Katanya, penggunaan Darul Khusus bermula sejak zaman pemerintahan Almarhum Tuanku Abdul Rahman Ibni Almarhum Tuanku Muhammad yang juga Yamtuan Negeri Sembilan kelapan. “Darul Khusus digunakan kerana bagi almarhum, Negeri Sembilan sangat istimewa tamadunnya khususnya dari segi syarak dan adat seperti Perpatih. “Almarhum juga berperanan menggerakkan amalan tasauf dan suluk di negeri ini terutama di Seri Menanti melalui pintu masuk di Senaling hingga ke dalam istana.

Tugas Penghulu dalam Nagari

  Foto: Bengkulu One Disalin dari kiriman FB Irwan Effendi Tugas panghulu dalam nagari, nan tasabuik dalam papatah : Manuruik alua nan luruih Manampuah jalan nan pasa Alua luruih barih tarantang Jalan pasa labuahnyo golong Indak manyimpang kiri jo kanan Luruih manantang barih adat Hanyuik bapinteh Hilang bacari Tarapuang bakaik Tabanam basalami Tingga dijapuik tapacik dikampuangkan Jauah diulangi

4 SUKU TERAS MASYARAKAT MINANG DI SEMENANJUNG

Ilustrasi Gambar: Firsty Chrysant Disalin dari kiriman FB Kembara Tanah Biso   Umumnya, Negeri Sembilan mempunyai 12 daftar suku utama. Suku-suku ini mempunyai latar dan tradisi tersendiri dalam mengamalkan adat Perpatih. Namun dimanakah teras kepada suku-suku ini di semenanjung? Jawabannya berada di teromba berbunyi: Bertuan ke Minangkabau, Bertali ke Siak, Berpengkalan ke Melaka, BEREMAK KE NANING.

Perihal Israel dan Yahudi

Disalin dari kiriman webblog:  zulsegamat.wordpress.com Orang Yahudi adalah sebahagian daripada Bani Israel atau Bani Israil (yakni ‘Israelites’). Bani Israil dan Bani Ismail (sebahagian besar Arab) adalah keturunan Nabi Ibrahim a.s. Mereka dikenali sebagai bangsa Semitik (keturunan daripada Sam atau Sem, salah seorang daripada anak Nabi Nuh a.s.). Bani Israil berasal dari 12 anak Nabi Yakub (nama lain: Israil) [1] . 12 anak Nabi Yakub ini yang membentuk 12 suku Bani Israil: 

AJARAN SURAYANA DAN LEGENDA SEJARAH KUNO SUKU BANGSA SUNDA.

Foto: Boyyendratamin Disalin dari FB St.Bandaro Sati   Peradaban orang Malayu purba sudah ada di dataran Sumatera jauh sebelum masuknya Hindu dan Budha. [1] Kepercayaan mereka disebut ajaran 'Surayana' atau ajaran 'Surya' atau di Minangkabau disebut Ajaran 'Sinaro' . Di Sunda kemudian disebut ajaran 'Sundayana'. Dalam perspektif modern disebut juga 'Agama Hyang'. [2] Hal diatas juga termaktub dalam legenda perjalanan sejarah leluhur suku bangsa Sunda Kuno dari tanah Sumatera menuju Tanah Sunda. Ini juga berarti suku bangsa Sunda bercikal bakal dari peradaban suku bangsa Malayu purba Sumatera. Konsep "Hyang" [3] lebih dulu ada pada ajaran "Surayana" yg dianut masyarakat Melayu Kuno Pulau Sumatera jauh sebelum masuknya ajaran Hindu dan Budha. Pada ajaran Surayana, Hyang adalah entitas yang tidak dapat dibayangkan dan sekaligus tidak pula dapat dirupakan dalam bentuk apapun. Jika ia bisa dirupakan, maka itu bukanlah "Hyang...

Negeri-negeri di bawah Malaka

Foto: Guru Pendidikan Disalin dari FB Seri Cendikiawan Melaka memiliki sebanyak 23 buah negeri yang bernaung dibawahnya. Undang-undang negeri jajahan dan naungan ini telah diselaraskan dengan undang-undang yang ada di Melaka supaya pelaksanaan dan undang-undang yang adil dapat diamalkan. Negeri seperti: Bentan, Singapura, Terengganu, Siak, Inderagiri, Kuala Linggi, Tungkal, Dinding, Manjong, Jugra, Tanjong Tuan, Pahang, Bernam, Kelang, Jeram, Langat , Kampar, Merbau, Lingga, Rokan, Kelantan, Pattani, Kedah serta Bruas telah menjadi negeri taklukan atau naungan Melaka.

PENGGULINGAN dan PENGASINGAN "Sultan Muhammad Ali, raja Gowa ke-18"

  Foto: wikipedia Disalin dari kiriman FB Makasar Hostory & Heritage PENGGULINGAN dan PENGASINGAN "Sultan Muhammad Ali, raja Gowa ke-18" Selama periode ini Sultan Abdul Jalil hanya mendapat sedikit dukungan dari orang-orang Makassar, itu karena aliansinya dengan Arung Palakka. Banyak yang tetap setia kepada Sultan Muhammad Ali, saudara laki-laki Abdul Jalil yang digulingkan dari tahta sebagai raja Gowa yang ke-18. Orang-orang Kampong Beru' mengacu pada Sultan Muhammad Ali dan loyalitasnya yang tinggal di pengasingan di kota baru ini, sebuah perkampungan di sebelah Fort Rotterdam. Mereka mengirim surat kepada Abdul Jalil menawarkan untuk membiarkan dia tinggal di perdamaian jika dia akan menyerahkan Sudanga kepada mereka. Ini sama saja dengan turun tahta sebagai penguasa di mata orang Makassar.

Pendirian Kesultanan Aceh Darussalam

Foto: wikipedia  Disalin dari kiriman FB Dian Junsa Kesultanan Aceh Darussalam didirikan pada tahun 1502 Masihi oleh seorang raja di negeri Pedir yang bernama Raja Ibrahim. Pada ketika itu, Empayar Melayu Melaka diperintah oleh Sultan Mahmud Syah, Raja Melaka yang terakhir di mana kota Melaka menjadi pusat pelabuhan yang terkaya di Selat Melaka. Manakala, di negeri Samudera Pasai dan kawasan sekitarnya masih dalam keadaan dalam keadaan berpecah belah. Jadi, Raja Ibrahim bercita-cita untuk menyatukan kembali seluruh tanah Aceh yang telah berpecah-belah akibat kemunduran dan keadaan politik yang tidak stabil di dalam kerajaan Samudera – Pasai. Raja Ibrahim telah menakluki daerah-daerah Aceh di sekitarnya seperti Pasai, Samudera, Aru, Lamuri dan Pedir diperintah oleh raja-raja kecil. Pada ketika itu, Empayar Melayu Melaka juga menaungi Kesultanan Samudera – Pasai dan sudah pasti daerah-daerah kecil di Acheh menjadi sebahagian kekuasaan Empayar Melayu Melaka. Walaubagaimanapun, keluasa...

RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM-ACEH

Foto: tengku puteh Disalin dari kiriman FB Melawan Lupa RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN UNDANG-UNDANG KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA Posted by ; teungku puteh Sebagai orang Aceh dan Alam Melayu pada umumnya, kita sering mendengar Kanun [1] Meukuta Alam Sultan Iskandar Muda. Peraturan perundang-undangan Kesultanan Aceh Darussalam ini disusun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Kanun Meukuta Alam adalah Undang-Undang Dasar Kesultanan Aceh Darussalam, dalam memerintah para Sultan Aceh dan para penguasa dibawahnya tunduk pada kanun ini. Bagaimana isi Kanun Meukuta Alam itu sendiri? Ada 46 pasal dalam kanun Meukuta Alam. Rincian isi Kanun Meukuta Alam sebagai berikut; PERATURAN DI DALAM NEGERI ACEH BANDAR DARUSSALAM DI SALIN DARI PADA DAFTAR PADUKA SRI SULTAN MAHKOTA ALAM ISKANDAR MUDA

Rumah Panjang Ludai, Gunuang Sahilan

KAMPAR, RIAUREVIEW.COM  -Jika disebut rumah panjang Patopang masih sangat asing ditelinga kita saat ini. Sementara menurut catatan sejarah, rumah yang berarsitektur Minangkabau ini merupakan asal muasal lahirnya Suku Patopang Basah di wilayah eks Kerajaan Gunung Sailan Darussalam yang sekarang lebih dikenal Rantau Kampar Kiri. Saat saya mengunjungi Desa Ludai (30/01/2019) yang lalu, saya terharu dan bergabung melihat rumah moyang saya sesuai dengan tepat didepan saya. Pikiran saya melayang entah kemana, mengerti saya menembus masa lalu dan seakan-akan terlihat jelas dipandangan saya, itulah disinilah moyang Suku Patopang memulai peradabannya dimasa dimulai.  Hikayat-hikayat turun temurun yang diceritakan ibu bahkan nenek saya benar benar ada, cerita Inyiak Linduang Bulan dan Datuak Sayip Penghulu seakan menghiasi setiap bilik yang ada dibangunan kuno ini. Cerita orang bunian (orang halus) yang berasal dari Patopang Basah penghuni hutan terasa begitu nyata di sin...

SULTAN ALAUDDIN 1586-1639

foto: washilah  Disalin dari FB Makasar History & Heritage 3. SULTAN ALAUDDIN 1586-1639 "100 Tokoh berpengaruh Makassar" Raja Gowa ke-XIV Sultan Alauddin yang bernama lengkap I Manngaranngi Daeng Manrabia Sultan Alauddin Tumenanga ri Gaukanna yang lebih populer disebut dengan nama Sultan Alauddin, lahir pada tahun 1586 dan wafat pada malam Selasa 15-Juni-1639. Sultan Alauddin naik tahta pada tahun 1593 menggantikan saudaranya yang bernama I Tepu Karaeng Daeng Parabbung, Karaeng Bontolangkasaq Tunipasuluk, raja Gowa ke-XIII (1590-1593). Setelah Karaeng Tunipasuluk dikeluarkan, ia diangkat sebagai penguasa di Gowa oleh Ibunya. Ia adalah raja Gowa pertama yang memeluk Islam yaitu pada hari Jum'at tanggal 9 Jumadil Awal 1015 Hijrah atau 22 September 1605 Masehi, yang dipimpin oleh Datuk Ri Bandang seorang Ulama yang menetap di daratan diujung Pammatoang. Datuk ri Bandang yang bernama asli Abdul Makmur dengan gelar Khatib Tunggal dari Koto Tangah, Minangkabau di Sumatera ...

Risalah Patani

Gambar: wikimedia commons  Disalin dari FB Suara Rakyat Patani Sebahagian Dari Tanah Melayu , Sebuah Negara Yang Merdeka " Patani " . Patani adalah sebahagian daripada Tanah Melayu'. Bagaimanapun. pada akhir abad ke-18 Patani telah menjadi mangsa dasar imperialistik kerajaan Siam. Dalam tahun 1826, penaklukan Siam ke atas Patani telah diakui oleh British. Dalam usahanya untuk mengukuhkan cengkamannya ke atas Patani, pada tahun 1902 kerajaan Siam melaksanakan dasar Thesaphiban. Dengan itu, sistem pemerintahan kesultanan Melayu telah dihapuskan. . Dengan termeterainya Perjanjian Bangkok pada tahun 1909, Patani telah diakui oleh British sebagai sebahagian daripada jajahan Siam walaupun tanpa kerelaan orang-orang Melayu Patani. Semenjak penghapusan pemerintahan Kesultanan Melayu Patani, orang-orang Melayu-Patani berada dalan keadaan tertekan dan daif. Seperti yang diungkap oleh W.A.R. Wood, Konsol British di Songkhla, orang-orang Melayu telah menjadi mangsa sebuah pemerintaha...

ASAL USUL MAHARAJA DERBAR RAJA ( Raja Kedah Yang Pertama ).

Foto: republika  Disalin dari FB Seri Cendikiawan Maharaja Derbar Raja merupakan Maharaja Gumarun iaitu sebuah kerajaan di Parsi (Iran sekarang). Suatu hari negeri baginda telah diserang hebat oleh sebuah kerajaan lain sehingga kerajaan baginda jatuh. Baginda bersama dengan anak bininya dan pengikut setianya telah melarikan diri dengan sebuah babur iaitu sejenis perahu. Mula-mula baginda singgah di Pulau Serindit dan tidak beberapa lama kemudian baginda telah bergerak ke Teluk Burma pula dan seterusnya ke Kuala Qilah. Babur atau perahu baginda yang besar dan cantik itu telah menarik perhatian penduduk Kedah pada waktu itu sehingga sampai ke pengetahuan pemerintah Kedah pada waktu itu iaitu Tan Dermadewa dan Tun Perkasa. Tan Dermadewa dan Tun Perkasa telah datang sendiri bertemu dengan Maharaja Derbar Raja- apabila melihat Maharaja Derbar Raja maka mereka berdua berasa gentar dan kagum lalu mereka semua sujud kepada bekas pemerintah Parsi itu.

Sangkak Karojan Sumua Nan Janiah Ampek Baleh Koto

 Disalin dari kirim FB Rang Minangkabau Sangkak Karojan Sumua Nan Janiah, salah satu kerajaan di Alam Minangkabau, daerahnya terbentang dari tepian anak-anak sungai Batang Kuantan hingga tepian anak sungai Batang Hari. Yaitu tepian Batang Paru, Batang Binuang dan anak sungainya dan Batang Kariang (anak sungai Batang Kuantan) dan tepian Batang Timpeh (anak sungai Batang Hari). Terdiri dari Empat Belas Koto yang kemudian berkembang menjadi lima Nagari, yaitu Nagari Paru, Sungai Batuang, Aia Amo, Kamang dan Timpeh. Nagari Paru (kec. Sijunjung, Kab. Sijunjung), Nagari Sungai Batuang, Aia Amo, Kamang (kec. Kamang Baru, kab. Sijunjung). Nagari Timpeh (kec. Timpeh, kab. Dharmasraya).

Kisah Muhamad Delikhan - Asal Mula Nama Deli

Foto Kesultanan & Kerajaan di Indonesia Disalin dari kiriman FB Kisah Sejarah Melayu JEJAK SANG PANGLIMA, DARI PASAI HINGGA DELI Dalam Hikayat Deli, cerita bermula ketika Muhammad Dalik berlayar dari tanah Hindustan menuju Cina untuk mempelajari budaya di sana. Muhammad Dalik atau yang dikenal dengan Muhammad Delikhan merupakan keturunan Raja Hindustan dan memiliki hubungan darah dengan Alexander The Great (Raja Makedonia). Di tengah perjalanan, kapalnya karam dihantam badai di Pasai (Aceh). Di masa awal kehidupannya di Pasai, Dalik mempelajari ilmu bela diri. Disebutkan juga bahwa dia sudah menanggalkan segala macam kebiasaan buruknya. Dan suatu hari, Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh Darussalam mendengar tentang keberanian dan kegagahan Dalik. Muhammad Dalik kemudian dititah menghadap Sultan untuk menerima gelar “Laksamana Kodja Bintan”. Selang beberapa purnama setelah pergelarannya itu, Sultan Iskandar Muda kembali menguji kekuatan dan kegagahan Muhammad Dalik. Sultan be...

PULAU PINANG BUKAN MILIK SIAM

Gambar: Jawapos Disalin dari kiriman FB Persatuan Sejarah Malaysia Cawangan Kedah PULAU PINANG BUKAN MILIK SIAM Isu Kedah dan Pulau Pinang merupakan satu polemik yang panjang dan perlu segera diselesaikan. Sejarah hubungan antara kedua-duanya juga mempunyai beberapa fasa yang harus di fahami oleh masyarakat. Penelitian terhadap rekod-rekod sejarah sedia ada amat penting dalam melihat hal ini. Dari aspek yang lain, sejarah hubungan Kedah-Pulau Pinang tidak pernah dibincangkan secara terbuka oleh mana-mana ahli sejarah sebelum tahun 2020. Ini beerti sejak pendudukan British di Pulau Pinang secara rasminya pada tahun 1791 sehinggalah Malaya merdeka dan hinggalah ke tahun 2020 itu, keabsahan fakta sejarah bahawa Pulau Pinang adalah sebuah wilayah milik Kedah belum pernah di cabar. Akibatnya, generasi hari ini khususnya orang Melayu, menganggap bahawa Pulau Pinang termasuklah Seberang Perai adalah sebuah negeri yang tidak mempunyai perkaitan dengan Kedah, sedangkan dari segi sosio budayanya...

Sultan Permansyah & Dupati Raja Muda

Foto: wikipedia  Disalin dari kiriman FB Mamok Kincai Kutipan Dari Tembo Kerinci TK 140 . Prihal: Bermula perang Indrapura dgn Belanda ( Walanda ) Zaman Sultan Sultan Permansyah ...Zulhijjah sanah 1022 H Sudah 1443 - 1022 = 421 tahun H...berlalu  ... Kisah Yang dipertuan Sultan Permansyah tatkala di  atas kerajaan adalah masa itu sudah pindah dari Taluk Air Manis/ kepada istana Muara Betung dan Negeri Jayapura telah bertukar namanya Inderapura. Masa itu adalah seorang anak raja/dari Inderapura itu bernama Sultan Galumat. Kemudian dari pada kerajaannya telah dibuang oleh rapat menteri/ sebab tidak tertahan oleh isi negeri daripada sangat gagah dan perkasa Sultan Galumat itu di/ kira-kirakan orang tidak kurang di dalam empat lima hari seorang manusia mati dibunuhnya.  Maka Baginda/ itu sampailah ke Kerinci pada rumah Dupati Raja Muda itu dan dipeliharanyalah seperti patut oleh Raja Muda/ itu. Dalam antara itu maka adalah Sultan Galumat berbuat taksir pula, jadi hamilla...

Riau & Siak

Gambar: Newsdetik Disalin dari kiriman FB Sutan Bagindo MELAYU RIAU, dimanakah itu.? Yang sebenar-benar Melayu Riau pada asalnya adalah wilayah Riau Kepulauan yg berpusat di Pulau Bintan. Nama Riau berasal dari sebutan orang Belanda yang menyebut Riouw, nama sungai Rio di pulau Bintan. Jadi aslinya Melayu Riau adalah Kepulauan Riau yg berpusat di Pulau Bintan, yg sekarang sudah menjadi Propinsi Kepulauan Riau. Merekalah yang sejatinya disebut "Orang Riau" atau "Melayu Riau", bekas cakupan wilayah Kerajaan Johor Riau, dan lalu di jaman Kolonial Belanda menjadi "Residentie Riouw". Bukan di daratan (Riau Daratan) yg saat ini masih bernama Propinsi Riau karena memang nama Riau tidak berakar di Riau Daratan. Sedang Riau Daratan yang sekarang hanyalah disebut wilayah Siak , dan mereka lazimnya disebut "Orang Siak", bukan Melayu Riau dan bukan Riau. Dan pada asalnya dan menurut sejarahnya orang Melayu Riau Kepulauan itu tidak pernah mengakui dan mengang...

Sejarah Masyumi dan PRRI: Kisah Perlawanan Anti Komunis

Ilustrasi Gambar: Berdikari Sabtu 27 Jun 2020 08:36 WIB Red: Muhammad Subarkah   REPUBLIKA.CO.ID ,  Oleh Lukman Hakiem, Peminat Sejarah mantan Staf Ahli Hamzah Haz dan Staf M Natsir PERKEMBANGAN politik di Tanah Air, sejak Presiden Sukarno mencanangkan konsepsinya mengenai Demokrasi Terpimpin, berubah pesat. Kalangan politisi dan militer di daerah yang tidak menyetujui Konsepsi Presiden lantaran mengikutsertakan Kaum Komunis, ditambah terjadinya ketimpangan ekonomi, bersekutu di dalam suatu gerakan yang kemudian melahirkan Perjuangan Semesta (Permesta) di Sulawesi dan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera. Mendahului pembentukan PRRI, di Padang pada 10 Februari 1958, Letnan Kolonel Ahmad Hussein menyampaikan "Piagam Perjuangan Menyelamatkan  Negara". Inti Piagam tersebut ialah:

Tatkala Johor dalam Sengketa

Sumber: mahamerubukitsiguntang Disalin dari kiriman FB Seri Cendikiawan Walaupun Empayar Johor sudah bertukar Sultan selepas kemangkatan Sultan Mahmud III pada tahun 1812, namun Bendahara Johor iaitu Bendahara Tun Ali masih menggunakan stempel yang tertulis "Al Wakil As Sultan Mahmud Shah, Dato Bendahara Siwa Raja Ibni Bendahara Paduka Raja " sehingga tahun 1857 iaitu tahun kewafatannya.. Ini kerana beliau sangat kecewa kerana dipinggirkan dalam istiadat Melayu apabila Bugis dibawah Yam Tuan Jaafar dengan sewenang-wenangnya melantik Sultan Abdul Rahman tanpa perbincangan dengan pembesar Melayu. Lebih sadis apabila Sultan Abdul Rahman yang bersemayam di Lingga itu hanya dijadikan seperti boneka oleh Yam Tuan Muda Jaafar yang bersemayam di Riau.. Orang kuatnya diletakkan di sekeliling Sultan seperti Engku Sayid Muhammad Zain, Suliwatang Ibrahim, Syahbandar Muhammad, Encik Abdul Manan dll... Mereka ini akan melaporkan terus apa yang berlaku di Lingga kepada Riau..

Perang Melaka-Pasai

Foto: kompas Disalin dari kiriman FB Seri Cendikiawan Perang Melaka-Pasai berlaku antara tahun 1468M-1474M iaitu semasa pemerintahan Sultan Zainal Abidin III Pasai yang memerintah dari tahun 1468M-1474M. Sultan Melaka pada waktu ini ialah Sultan Mansur Shah yang memerintah dari tahun 1456M-1477M. Perang Melaka-Pasai berlaku kerana Melaka cuba menolong membantu merampas kembali takhta Sultan Zainal Abidin III yang disingkirkan dalam perang saudara sebelum ini. Melaka telah menghantar Bendahara Paduka Raja Tun Perak ( 1456M-1498M ) sebagai ketua panglima dan juga beberapa orang hulubalang terkemuka Melaka seperti Tun Pikrama, Laksamana, Seri Bija Diraja, Tun Telanai, Seri Agar Diraja, Tun Bijaya Mahamenteri, Sang Naya, Sang Setia, Sang Guna, Tun Bija Sura, Sang Jaya Pikrama, Aria Diraja, Sang Rana, Sang Sura Pahlawan, Raja Pahlawan dan Raja Dewa Pahlawan beserta dengan kekuatan 2 laksa tentera Melaka.

HUBUNGAN BANGSA MAKASSAR & MINANG KABAU

Foto: rumusbilangan.com Disalin dari kiriman FB Makasar History & Heritage HUBUNGAN BANGSA MAKASSAR & MINANG KABAU Hubungan Makassar dan Minangkabau terjalin pada masa abad Silam. Datuk Ri Bandang yang bernama asli Abdul Makmur dengan gelar Khatib Tunggal adalah seorang ulama dari Koto Tangah, Minangkabau yang menyebarkan agama Islam di Kerajaan Gowa dan Tallo Dalam Catatan Naskah Lontaraq Patturioloang Gowa berbunyi ; ᨆᨈᨆᨕᨗ ᨑᨗᨈᨕᨘ ᨈᨘᨍᨘ ᨊᨆᨁᨕᨘ ᨕᨑᨙ ᨀᨒᨙᨊ ᨕᨗᨕᨀᨘ ᨆᨅᨔᨘ ᨊᨗᨀᨊ ᨕᨗ ᨆᨂᨑᨂᨗ ᨕᨑᨙ ᨄᨆᨊ ᨕᨗ ᨉᨕᨙ ᨆᨑ ᨅᨗᨕ ᨕᨑᨙ ᨕᨑᨊ ᨊᨗᨀᨊ ᨔᨘᨖ ᨕᨒᨕᨘᨉᨗ ᨊᨔᨄᨘᨒᨚ ᨈᨕᨘ ᨕᨑᨘᨕ ᨆ ᨁᨕᨘ ᨊᨆᨈᨆ ᨕᨗᨔᨗᨒ, ᨆᨑᨀᨅᨚ ᨕᨄᨔᨖᨉᨀᨗ ᨀᨚᨈ ᨓᨂ ᨕᨑᨙᨊ ᨄᨑᨔᨂᨊ ᨀᨈᨙ ᨈᨚᨁᨒ ᨕᨑᨙ ᨀᨒᨙᨊ ᨕᨆᨙᨄᨚᨄᨗ ᨑᨗᨕᨄ ᨊ ᨄᨆᨈᨚᨕ ᨑᨗᨈᨊᨍ ᨊᨊᨗᨀᨊᨆᨚ ᨕᨗ ᨉᨈᨚ ᨑᨗ ᨅᨉ ᨊᨄᨈᨆᨂ ᨕᨗᨔᨗᨒ ᨀᨑᨕᨙᨂ ᨔᨒᨄ ᨅᨂᨗᨊ ᨅᨘᨒ ᨍᨘᨆᨉᨙᨒᨙ ᨕᨓᨒ ᨑᨗᨕᨒᨚᨊ ᨍᨘᨆᨀ ᨆᨙᨔᨙᨊ ᨔᨙᨈᨙᨅᨙᨑᨙ ᨑᨘᨕᨄᨘᨒᨚ ᨕᨑᨘᨕ ᨖᨙᨍᨙᨑᨊ ᨊᨅᨗᨕ ᨔᨒᨒᨖᨘ ᨕᨒᨕᨗᨖᨗ ᨓᨔᨒ. "Mantamai ritaung tudju nama’gau’ areng kalenna, iangku mabassung nikana I Mangngarangi areng paman’na I Daeng Manra ‘bia areng Ara ‘na nikana sulthan Alau ‘ddin, nasampulo taung anrua ma ‘gau ‘ namantama Isilang, Ma...

DELEGASI ADAT KHUSUS RANTAU KAMPAR KIRI KE PAGARUYUNG

Foto: riaudaily Disalin dari kiriman FB Sailan Guide DELEGASI ADAT KHUSUS RANTAU KAMPAR KIRI KE PAGARUYUNG (Alkisah : Tigo Datuok Batuah Setia Amanah Rantau Kampar Kiri, Yang Mampu Menaklukkan Istana Raja Alam Minangkabau di Pagaruyuang) Bermula Kisah... Dalam Buku Tambo Adat " Menyigi Perjalanan Adat-Istiadat Rantau Kampar Kiri Dalam Minang" Buah Pena dari Alm. Haji Munir Junu Dt. Bandaro, Khalifah Luwak Ujung Bukit. Dikisahkah bahwa, semenjak di serahkannya Rantau Kampar Kiri pada abad ke 14 masehi oleh penguasa Dinasti Kuntu Darussalam terakhir " Raja Berdarah Puti" yang bertahta Koto Tenggi Batang Siontan ( Kuntu Lama) kepada Penguasa Kerajaan Majapahit di Sumatra (Yuvaraja) Sang Hiyang Sono Saripati, Adityawarman yang Dipertuan Suravaca (Suruaso). Semenjak itu Rantau Kampar Kiri di atur melalui Orang Besar Raja Alam Minangkabau yang bertempat Tinggal di hulu Sibayang Kiri yakni Datuk Penghulu Laras Sibayang Datuk Bandaro Hitam di Negeri Pangkalan Serai. Setel...

Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang

Gambar: Palembang Tribun Disalin dari kiriman FB Herlina Hasan Basri Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang Bundo kanduang adalah panggilan terhadap golongan perempuan di Minangkabau, artinya Bundo adalah Ibu dan Kanduang artinya Sejati. Jadi, ibu sejati yang memiliki sifat-sifat keibuan dan kepemimpinan. [1] Adat Minangkabau yang memiliki sistem matrilineal , artinya garis keturunan diambil berdasarkan silsilah ibu, [2] diungkapkan dalam gurindam adat Minang berikut: Bundo kanduang limpapeh rumah nan gadang Umbun puruak pagangan kunci Umbun puruak aluang bunian