Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Sekilas PO Minang Jaya

  PO MINANG JAYA ( Legenda dari batusangka ) PO MINANG JAYA satu diantara banyak moda angkutan umum yang pernah mewarnai dunia transportasi antar kota dalam propinsi di Sumatra barat. PO MINANG jaya berdiri pada dekade '70an di nagari Rao-Rao sebuah nagari para perantau di kabupaten tanah datar (Batusangkar). Pada awal berdirinya PO Minang jaya dibekali mesin Chevrolet c50 dan Chevrolet '57 viking.

Sekilas PO Gumarang

  Ilustrasi Foto: Tribun CATATAN SINGKAT PO 'GUMARANG' ( Oto urang awak ) PO Gumarang termasuk pemain lama atau Pioner dijalur utama lintas Sumbar Riau, sezaman dengan PO SINARIAU,BUNGA SETANGKAI,KAMPAR JAYA,CAHAYA KAMPAR,dan lain lain. Perusahaan Oto Bus PO (PO) GUMARANG berdiri pada penghujung dekade tahun 60'an, melayani rute AKAP Sumbar Riau. Pendiri perusahaan ini ( H.Amir Dt Majosindo nan Garang asal BATUSANGKAR ,kecamatan salimpaung ,kenagarian Lawang mandahiling ,berdomisili di pekan baru riau ) Pada awalnya unit bus Gumarang bergabung dengan PO Batang Kampar ,tapi kerjasama itu berakhir pada penghujung tahun 1960'an atau diawal tahun 1970'an (cikal bakal kelahiran PO.GUMARANG) PO gumarang identik dengan logo 'kuda' ( tunggangan raja pagaruyuang ) sekujur bodi po Gumarang didominasi warna kuning kombinasi orenge dan hijau tua.

Abdul Muis (1886-1959)

  pt_balaipustaka   Abdoel Moeis adalah seorang pengarang bergelar Soetan Penghoeloe. Ia lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 3 Juli 1886 dan meninggal dunia di Bandung, 17 Juni 1959. Ayahnya berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat, dikenal sebagai tokoh berpengaruh di masyarakat. Ibunya berasal dari Jawa yang memiliki keahlian pencak silat. Abdoel Moeis beragama Islam dan giat dalam organisasi politik beraliran Islam. Ia terkenal dengan novelnya Salah Asuhan (1920-an).

Mental Sudra

  Ilustrasi: donisetyawan.com Sudra sesungguhnya bukanlah golongan status sosial, melainkan sikap manusia yang memiliki tingkat kesetiaan, ketaatan, kepatuhan tinggi dan penurut. Oleh sebab itu orang yang terlahir dengan mental Sudra cocok dan sanggup menjalani pekerjaan kasar termasuk menjadi babu atau jongos. Sudra adalah sebutan untuk golongan masyarakat yang tidak memiliki sesuatu yang berharga selain tenaga kasarnya. Penyandang kasta Sudra identik dengan kebodohan, kemiskinan, dan kehinaan. Dalam pandangan lama. Pandangan agama Hindu menerapkan konsep kasta dalam sistem sosial masyarakatnya. Dalam hal ini Sudra adalah golongan babu, jongos, pesuruh, buruh kasar dan sejenisnya. Padahal, fakta sejarah juga telah membuktikan banyak anak-anak keluarga Sudra terlahir dengan tingkat kecerdasan tinggi, kreatif, pemberani dan bijaksana.

Silsilah Keturunan Raja Alam Pagaruyung

  Gambar: Pinterest Daulat Yang Dipertuan Sultan Alam Bagagarsyah merupakan Raja Alam Minangkabau pada abad ke 19. Nama [gelar] asli dari Sultan Alam Bagagarsyah adalah Sultan Tunggal Alam Bagagar Ibnu Khalifatullah yang lahir di Tanah Datar pada tahun 1789. Sultan Alam Bagagarsyah meninggal pada 12 Februari 1849 di Batavia. Berdasarkan Silsilah Ahli Waris Daulat yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung, Daulat Yang Dipertuan Sultan Tangkal Alam Bagagar Syah yang dikenal juga dengan panggilan Yang Dipertuan Hitam mempunyai 4 orang saudara;- 1.Puti Reno Sori, 2.Tuan Gadih Tembong, 3.Tuan Bujang Nan Bakundi 4.Yang Dipertuan Batuhampar, hasil perkawinan dari Daulat yang Dipertuan Sultan Alam Muningsyah (II) yang juga dikenal dengan kebesarannya Sultan Abdul Fatah Sultan Abdul Jalil (I) dengan Puti Reno Janji Tuan Gadih Pagaruyung XI. Daulat Yang Dipertuan Sultan Tangkal Alam Bagagar Syah menikah pertama kali dengan Siti Badi’ah dari Padang mempunyai 4 orang putera yaitu:-

Siapa menjajah siapa?

Ilustrasi Gambar: Pinterest Berdirinya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dianggap penjajah bagi para fans kebudayaan Nusantara pra-islam (baca : Majapahit). Padahal sebelumnya Majapahit itu sendiri adalah penjajah bagi kerajaan-kerajaan disekitarnya yang lebih lemah. Walai berganti corak namun legitimasi kekauasaan atas nama agama (baca : Tuhan) tidak berubah. Kedudukan Para Rsi Hindu dan Pandhita Buddha sebagai representasi Tuhan yang dianggap sakral digantikan oleh Para Wali. Kedatangan orang putih (baca : Portugis, Spanyol dan Kompeni Belanda) dianggap penjajah bagi parapendukung kesultanan nusantara. Walau sebagian besarnya tidak digamggu namun kekuasaamnya digerogoti terutama dalam hal ekonomi dan perdagangan . Namun di masa Hindia Belanda inilah Nusantara untuk pertamakalinya disatukan melalui Politik Pembulatan Tanah Jajahan (baca : Pax' Nederlandica).

Ada 'Aceh' di Kamboja

  Foto: Mozaik Minang Apakah Anda pernah pulang kampung? Hampir sebagian besar dari kita tentunya pernah. Biasanya, bagi yang merantau ke luar daerah, pulang kampung menjadi hal yang biasa dilakukan. Terutama menjelang hari raya atau hari-hari besar lainnya. Bagaimana jika berkunjung ke komunitas muslim dan masyarakat Champa di Kamboja, terasa seperti pulang ke kampung halaman di Aceh. Di Kamboja anda akan menemui banyak kemiripan bahasa, budaya, dan makanan seperti yang biasa kita lihat di kampung-kampung di Aceh. Menurut beberapa catatan sejarah, Aceh memiliki hubungan sangat dekat dengan bangsa Champa. Seperti dikutip dalam buku From Ancient Cham to Modern Dialects: Two Thousand Years of Language Contact and Change, setelah kejatuhan Indrapura, ibu kota negeri Champa, orang-orang Champa mulai meninggalkan negerinya dan eksodus ke berbagai daerah yang ada di Nusantara, termasuk Aceh. Eksodus yang kedua ditandai dengan jatuhnya ibu kota Vijaya, di mana kedua putra Raja Pau Kubah, ...

Palembang Pra Kesultanan

Gambar: wikipedia commons