Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

Memperingati G30S/PKI - 2023

  Sejarah G30S PKI Secara Singkat Baca Juga Tarikh PKI atau klik DISINI Liputan6.Com - G30S PKI [1] atau Gerakan 30 September merupakan suatu gerakan dimana sekelompok personel militer menangkap dan membunuh enam jenderal pada tahun 1965, yang mana hal ini dilakukan untuk menandai dimulainya kudeta yang bertujuan untuk menjatuhkan kekuasaan Soekarno yang merupakan presiden pertama Indonesia. Untungnya upaya menggulingkan pemerintahan ini berhasil digagalkan. Mengutip dari Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 28 Tahun 1975, G30S PKI adalah peristiwa pengkhianatan atau pemberontakan yang dilancarkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dan atau pengikut-pengikutnya terhadap Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 30 September 1965, termasuk gerakan atau kegiatan persiapan serta gerakan kegiatan lanjutannya. G30S ini dilancarkan oleh PKI yang saat itu dipimpin oleh Dipa Nusantara (DN) Aidit, [2] dan terjadi di dua kota yaitu Jakarta dan Yogyakarta, dengan melibatkan Pasukan Cakrab...

Memperingati Maulid Nabi S.A.W 1945/2023

  Catatan St. Nagari - Muhammad Rasulullah Muhammad S.A.W merupakan sosok pribadi yang sangat kuat mempengaruhi setiap umat Islam. Kecintaan kepada beliau melebihi segala apapun dalam kehidupan seorang muslim. Menjadi suri tauladan dalam kehidupan.  Rasulullah ialah Al Qur’an berjalan,  demikian kami pernah mendengar pengajian semasa mengaji di surau dahulu. Kelahiran beliau merupakan berkah bagi sekalian alam, karena sebab beliaulah seluruh alam raya ini diciptakan, menurut pengajian beberapa tarekat sufi,  Nur Muhammad  lebih dahulu diciptakan, karena beliaulah Nabi Adam, bapak seluruh manusia diciptakan. Beliaulah kekasih Allah Ta’ala, karena itu beliau mendapat tugas yang paling berat dari sekalian nabi dan rasul yang telah diutus sebelum beliau.

Tanah Rakyat = Tanah Negara = Tanah Penguasa

Detik Edu - Pada 1870 pemerintah Hindia Belanda melaksanakan politik kolonial liberal atau disebut juga dengan Politik Pintu Terbuka (open door policy) yang ditandai dengan keluarnya Undang-undang Agraria. Lalu, siapa tokoh yang mengeluarkan Undang-undang Agraria 1870? Sebelumnya dari tahun 1830, pemerintah kolonial melakukan sistem tanam paksa atau cultuurstelsel yang menuai protes karena tanah rakyat diambil alih dengan sewenang-wenang. Tahun 1870 kaum liberal menjadi mayoritas di parlemen Belanda. Sehingga Cultuurstelsel dihapuskan secara resmi. Latar belakang dikeluarkannya Undang-undang Agraria 1870 dimulai pada masa ini yakni saat berlakunya politik kolonial yang baru yakni politik liberal. Politik liberal dasarnya berarti komersialisasi Hindia Belanda dengan demikian penanaman modal swasta dipersilakan masuk secara bebas.

Manuskrip Belanda 1642: Asal usul Penduduk Pulau Rampang

  Pict: TV One Ustaz Abdul Somad Unggah Manuskrip Belanda Tahun 1642, Ungkap Asal-usul Penghuni Pertama Pulau Rempang Ternyata.. Ustaz  Abdul Somad kembali memperlihatkan dukungannya kepada warga Pulau Rempang yang kini sedang kisruh dengan pemerintah . Jakarta, tvOnenews.com - Ustaz  Abdul Somad kembali memperlihatkan dukungannya kepada warga Pulau Rempang yang kini sedang kisruh dengan pemerintah. UAS memposting sebuah manuskrip di tahun 1642 yang tersimpan di Perpustakaan Leiden Belanda. Manuskrip itu menjelaskan kondisi Pulau rempang ketika tahun 1849.  Dalam 'Jurnal Kepulauan Hindia' karya Newbold tahun 1849 berjudul 'Aku di Malaka', disebutkan masyarakat di Pulau Rempang serupa dengan penduduk di wilayah Kesultanan Djohor atau Malaysia saat ini. Dalam Memorandum Gubernur pertama Malaka, Johan van Twist, setelah menyerahkan pemerintahan kepada Jeremias van Vlicth pada tahun 1642, Newbold menemukan sejumlah tentang warga asli Pulau Rempang. Warga Pulau Rempang d...

Penduduk Asli Rempang, berdasarkan Dokumen Belanda

  Pict: driau Orang Darat Penghuni Pulau Rempang di Publikasi Belanda, UAS: Laskar Kesultanan Sudah Ada Sejak 1720  Dokumentasi Belanda 1930, tercatat ada "Orang Darat" menghuni pulau Rempang.  Di Kitab Tuhfat An- Nafis , penduduk Pulau keturunan Kesultanan Riau sejak 1720. Jakarta, tvonenews.com - Bentrokan warga Pulau Rempang yang menolak relokasi pada 7 September 2023, menjadi sorotan. Banyak pihak mulai menggali asal muasal penghuni pulau itu, dan ternyata sudah tercatat dalam dokumen di jaman penjajahan Belanda. Ustadz Abdul Somad (UAS) bahkan menyebut jauh sebelum masa penjajahan Belanda.   Dalam dokumentasi Belanda, Tijdschrift voor Indische Taal, Land en Volkunde, Deel LXX Aflevering I (Jurnal Bahasa, Tanah dan Etnologi India, Bagian  LXX  Episode I ), 1930, tercatat ada "Orang Darat" menghuni pulau Rempang itu.   Sementara itu, penceramah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) membagikan catatan sejarah yang lebih tua yag dinukil dari K...

Kontroversi Aru Palaka

  Kami terkejut tatkala membaca sebuah pertanyaan di salah satu Grup Fesbuk yang diajukan oleh Tuan Rahman , begini bunyinya "Bagaimana Sejarah Kedatangan Aru Palakka di Banyuwangi, Madura dan Minangkabau?" dan tentu sahaja karena kami tiada memahami maksud sebenar dari pertanyaan ini kami mencoba mencari jawaban di kolom komentar, maka kami dapatkanlah;  Akun Mangkasar menjawab " Ikut ke VOC, [1] Karena La Tenri Tatta Arung Palakka dan Pasukan Bugis [2] lainnya serta pasukan Ambon pimpinan Jongker adalah Pasukan bayaran dan Kaki Tangan VOC" kemudian beliau melampirkan sebuah arsip berbahasa Belanda; yang artinya: Semua budak dan abdi perempuan berdarah Makassar Aroe-Palakka Serahkan, dan selalu siap berperang melawan Makassar atau musuh lainnya dari perusahaan ( VOC ). S ementara dia bersumpah lebih jauh untuk dirinya sendiri dan penerusnya tidak pernah mengangkat senjata melawan Perusahaan ( VOC ), tapi tetap setia padanya selamanya, apa adanya. Tuan A...

Mahfud Akui Status Tanah Rempang Banyak Keliru

  Pict: Bobogrid apahabar - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Mahfud MD menjelaskan negara telah memberikan hak atas tanah di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, kepada perusahaan . Dia mengatakan surat keputusan (SK) terkait pemberian hak atas tanah itu dikeluarkan pada 2001 dan 2002. “Masalah hukumnya juga supaya diingat, banyak orang yang tidak tahu, tanah itu, (Pulau) Rempang itu sudah diberikan haknya oleh negara kepada sebuah perusahaan, entitas perusahaan untuk digunakan dalam hak guna usaha [HGU]. Itu Pulau Rempang. Itu Tahun 2001, 2002,” kata Mahfud kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (9/9). Seperti dikutip Antara. Namun pada 2004, hak atas penggunaan tanah itu diberikan kepada pihak lain.

Konflik Tanah Pulau Rempang: Hak Rakyat, Kepentingan Swasta, dan Konflik Kepentingan Pemerintah

Pict: Gatra.com   Oleh: Achmad Nur Hidayat Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta flashlombok - Konflik tanah di Pulau Rempang telah memperlihatkan betapa rumitnya pertarungan antara hak asasi rakyat, ambisi bisnis swasta, dan dilema kepentingan pemerintah. Sebagai bangsa yang berdiri di atas prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, [1] kita harus merenung: apakah kita telah memenuhi janji tersebut? Sejarah mencatat bagaimana masyarakat adat Pulau Rempang, yang terdiri dari Suku Melayu, Suku Orang Laut, dan Suku Orang Darat, telah bermukim di pulau tersebut sejak 1834. Mereka bukanlah pendatang, melainkan bagian dari warisan budaya dan sejarah bangsa ini. Namun, ironisnya, mereka yang telah berakar kuat di tanah ini, kini terancam oleh kepentingan bisnis dan pemanfaatan tanah melalui HGU. [2]

PULAU GALANG DARI MASA KE MASA

  Pict: CNBC Indonesia Oleh : Anastasia Wiwik Swastiwi Peneliti Madya di Balai Pelestarian Nilai Budaya Tanjungpinang Pendahuluan Kemdikbud - Berdasarkan cerita rakyat yang berkembang dalam masyarakat sekitar, Galang memiliki arti yang bermakna landasan . Pulau tersebut dikenal sebagai sebuah pulau yang memiliki potensi kayu Seraya . Kayu seraya diyakini sebagai bahan dasar untuk membuat perahu atau kapal yang memiliki kualitas baik. Dari pulau inilah kemudian terlahir sebuah “lancang” (bahtera raja) yang diyakini masyarakat setempat sebagai kapal milik Sultan Malaka. Dari kisah terciptanya kapal tersebut lahirlah toponimi Galang. Seperti yang dituturkan oleh Bp. Salim (60 tahun) berikut ini : Pulau Galang adalah pulau kecil yang letaknya persis di depan Tanjung Pengapit. Pada abad ke 16 diperintahkan Sultan Malaka untuk membuat lancang. Lancang adalah bahtera raja. Sampailah pasukan ke sebuah pulau yang kemudian menjadi Pulau Galang. Di pulau tersebut banyak pohon ...

Lancang Kuning Menggugat!

Pict: fakta daerah Oleh: Syaukani Al Karim (Sastrawan Riau) Nusantarakini - Menggelikan, sekaligus terdengar menjijikkan, ketika mendengar Tuan ingin berkhutbah tentang kebangsaan, NKRI, atau tentang Pancasila, di kampung kami, Riau. Tuan mungkin sedang mengidap amnesia sejarah. Baiklah, aku sampaikan lagi, bahwa ketika negeri yang bernama Indonesia ini merdeka tahun 1945, kami masih negara berdaulat, dan lalu kami dengan kesadaran memutuskan untuk bergabung, menjadi Indonesia. [1] Kami masuk ke Indonesia, bukan dengan tangan kosong seperti Tuan. Kami menyumbang 10 provinsi, 2 daerah jajahan, 39 butir berlian, uang 13 juta gulden, menyumbang minyak, dan memberikan bahasa. Bahkan sampai hari ini, tanah kami, mulai dari blok Kangguru, Dumai, dan Pakning, masih menyusukan negeri ini dengan 900 ribu barrel setiap hari. Kami berikan juga hasil hutan, kelapa sawit, hasil laut, dan berbagai komoditas lain.

Tarikh\Tarikh Melayu\Bahasa Melayu

  Silahkan klik pada judul untuk membaca tulisan: Kecintaan Minang Atas Bahasa Melayu Engku Sutan Muhammad Zain: Bapak Bahasa Melayu Pertumbuhan Menjadi Bahasa Resmi Kenapa Malaysia Menggunakan Dialek Johor Riau sebagai Dialek Standard Kecintaan Minang atas Bahasa Melayu Pertumbuhan Menjadi Bahasa Resmi Bahasa Melayu di Aceh Nasionalisme Bahasa Sejarah Bahasa Melayu Asal Mula Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia Bahasa Melayu Kuno Bahasa Menentukan Bangsa Alam Malayu (Jazirah Malayu) Bahasa Melayu Banyak Dialeknya Bahasa Indonesia Ialah Bahasa Melayu Nasionalisme Bahasa Bahasa Indonesia Masa Kolonial Bahasa Melayu di Aceh Manuskrip Melayu Peranan Orang Minangkabau dari Bahasa Melayu ke Bahasa Indonesia

Tomy Winata Bos Mega Proyek Rempang Eco City

  Pict: Jihd.co.id Biodata Tomy Winata Nama: Tomy Winata (Oe Suat Hong) Tempat, tanggal lahir: Pontianak, 23 Juli 1958 Umur: 65 tahun Agama: Budha Profesi: Pengusaha, Bos Artha Graha Group (PT Artha Graha Network)   Mengerti.id - Polemik Mega Proyek Rempang Eco City BP Batam bersama  PT Makmur Elok Graha milik Tomy Winata semakin memanas. Penolakan muncul dari sejumlah masyarakat adat yang tidak mau direlokasi akibat proyek Rempang Eco City besutan PT Makmur Elok Graha , salah satu anak perusahaan Artha Graha Group Tomy Winata . Perusahaan Tomy Winata tersebut menandatangani perjanjian kerjasama dengan pemerintah melalui BP Batam sebagai pengembang mega proyek Rempang Eco City sejak 2004. Bahkan proyek tersebut kini dikategorikan sebagai Proyek Strategis Nasional 2023 sesuai dengan Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2023.

Sejarah Pulau Rempang Yang Sudah ada Sejak Era Penjajahan, Kontroversi Pembangunan Eco City

Pict: CNN Indonesia Radar Muko Muko - Seperti diketahui, belakangan ini tengah ramai terkait dengan Pulau Rempang di Batam. Dimana dikawasan ini akan dibangun Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam yang dikenal sebagai Rempang Eco City. Di tangan PT Makmur Elok Graha (MEG) yang berinvestasi sebesar Rp 381 triliun, wajah Pulau Rempang akan diubah menjadi kawasan investasi terpadu di atas lahan seluas 17 ribu hektare. Rencana ini penuh kontroversi dan mendapat penolakan dari masyarakat setempat yang tak ingin digusur dari tanah dan rumah mereka sendiri. Karena bagi warga Rempang yang mayoritas Bangsa Melayu, pulau ini adalah tanah tempat tinggal mereka sejak dulu kala, jauh sebelum Indonesia merdeka. Terkait dengan Pulau Rempang, pulai ini memiliki luas kurang-lebih 165 km², posi...

Rempang, Pulau Penuh Sejarah Berabad Lamanya

Pict: Flash Lombok Konflik terkait proyek Rempang Eco City yang sedang berlangsung telah mengganggu kehidupan mereka, terutama para nelayan yang merasakan dampaknya tidak bisa melaut dan kehilangan mata pencaharian mereka. Penduduk Pulau Rempang ada bahkan sebelum Indonesia merdeka. Mari sejenak kita melihat pada sejarah. Pada abad ke-17, Pulau Rempang awalnya adalah tempat yang ditempati oleh para pelaut dari suku Bugis yang berasal dari Sulawesi. Mereka datang ke pulau ini untuk melakukan perdagangan dan menjadikannya sebagai tempat berlabuh kapal. Pulau ini menjadi pusat kegiatan perdagangan yang sibuk, dengan kapal-kapal yang datang dan pergi membawa barang dagangan dari berbagai tempat. Pada abad ke-19, Pulau Rempang mengalami perubahan besar ketika Belanda menduduki pulau ini. Belanda mendirikan pangkalan militer di pulau ini untuk memantau Selat Melaka, yang merupakan jalur penting dalam perdagangan maritim. Ini adalah awal dari masa kolonial Belanda di Pulau Remp...

Syekh Sulaiman Ar-Rasuli (Nyiak Canduang 1871-1970)

Pict: wikipedia zilfaroni.we.id - Syekh  Sulaiman  ar-Rasuli  atau  yang  dikenal  dengan  Angku  Canduang nan Mudo dan Inyiak Canduang ini ialah salah satu  diantara  ulama  besar  Minangkabau  yang  begitu  terkemuka.  Setelah wafatnya ulama-ulama, seperti Syekh Muhammad Sa'ad  Mungka dan Syekh Khatib 'Ali, maka beliaulah yang dituakan  dikalangan kaum Tua dan yang memimpinnya.  Sangatlah besar  perjuangan beliau,  apakah dalam membentengi  mazhab  Syafi'i  dan  Ahlussunnah  , dalam bidang pendidikan dan tak ketinggalan  dalam  medan  perjuangan   kemerdekaan.  Dalam  wadah  ulama-  ulama Tua, Perti, beliaulah yang menjadi sesepuhnya, disamping  ulama-ulama  besar  lainnya.  Dalam  pendidikan,  beliau  telah  membuat model baru lembaga pendidikan sebagai pelanjut surau,  m...

PERANG BERDARAH : PERTARUNGAN GOWA VS VOC BERSAMA KOALISINYA

  Pict: Pustaha Depok FB Edi Kurniawan - Dari Buton - Bantaeng - Makassar Deskripsi Perang : Pagi hari tanggal 24 November, armada meninggalkan jalan-jalan Batavia, setelah doa diadakan disemua gereja di sana pada tanggal 18. Di antara pihak berwenang di atas kapal juga ada pangeran Bone yang terkenal Aroe Palakka, yang melarikan diri dari negaranya karena siksaan orang Makassar, dan pemimpin orang Ambon, kapten Joncker yang termasyhur. Di mana sebagian besar kekuatan pergi ke darat. Pertempuran sengit terjadi di sini, di mana Aroè Palakka terluka. Akhirnya musuh melarikan diri, dan sekarang seluruh wilayah ini, "menjadi pewaris raja dan salah satu tempat makan utama di Makassar ”, hancur total. Selain Bantaeng sendiri, sebuah kota dengan 1.000 rumah, lebih dari 30 desa, seratus kapal, dan 3.000 muatan beras dibakar. KEMENANGAN DI BOETON ________ Boeton, tempat armada berlabuh pada Hari Tahun Baru 1667. Ternyata, seperti yang sudah digosipkan, kota ini dikepung oleh tentara Makas...

Perebutan pengaruh antara Khatolik (Portugis) dan Islam (Ternate) di Makassar.

  Pict:  IDN Times FB Edi Kurniawan - Pada abad XVI, dan lebih khusus lagi pada tahun 1544, Sulawesi bagian Selatan telah mendapat upaya misionaris. Di prakarsai oleh orang awam Antonio de Payva dan dilanjutkan oleh pastor bernama Vicente Viegas yang datang ke Makassar dari Malaka [1] pada tahun 1545 dan bekerja disana selama tiga tahun sebelum kembali ke Malaka. Sejak upaya misionaris Makassar ini telah disebutkan berkali-kali dalam berbagai surat dari Misionaris, tetapi tidak ada kelanjutan dari karya tersebut. 17 November 1556, P. Bilthasar Diaz S.J. menulis tentang Makassar, “bahwa“ disana tinggal tiga pangeran Kristen, yang jika tidak ada yang pergi untuk “membantu misi mereka" maka akan binasa (keluar dari Khatolik)”

Undang-undang Minangkabau (Pagar Ruyung)

  Pict: evi indarwanto Bismillahirrahmanirrahim. Dengan nama Allah jua tuhan yang amat murah di dalam dunia ini ia jua tuhan yang amat mengasihani akan hambanya yang mukmin di dalam negeri akhirat. Alhamdulillahirrabil'alamin. Segala puji pujian bagi Allah tuhan seru sekelian alam. Wa Al A’aqabata Lalamataqayana . [1] Dan kebajikan akhirat itu bagi segala mereka itu yang takut akan Allah Taa’ala. Wasshalatu wassala 'ala Saydina Muhammad wa'ala 'alihi washabihi ajma'in. Dan rahmat Allah dan salamnya atas penghulu kita Muhamad dan atas segala keluarganya dan sahabatnya sekelian. Wa Baa’ada. Adapun kemudian daripada itu maka adalah tatkala hijrah nabi Shalallahu 'alaihi wassalam, seribu seratus delapan puluh (1180) tahun kepada tahun Zai, [2] pada delapan (8) hari bulan Shawal, pada hari Isnin waktu subuh, dewasa itu pada menyatakan Duli Yang Di pertuan Pagar Ruyung mengurniai Undang Undang Negeri kepada penghulu-penghulu yang Balima di dalam lima (5) laras di at...

Jasa Buya Natsir untuk Jepang

Gambar: Hidayatullah aksara.co.id - Pak Natsir begitu kita sering memanggil beliau, bukan Kyai Natsir atau Haji Natsir, [1] sebuah nama panggilan yang biasa untuk siapa saja, panggilan sederhana yang menunjukkan kesederhanaan hidup beliau, saya mungkin termasuk generasi paling akhir dari Dewan Dakwah Indonesia [2] yang masih mendapatkan didikan langsung dari beliau walau tidak lama, sejak 1991, dan beliau meninggal Feb 1993. Saat mendengar Pak Natsir meninggal, kesedihan mendalam bagi seluruh kader dan da'i Dewan Dakwah, saat itu sayapun langsung pergi ka kantor Dewan Dakwah Jawa Timur, Jl Purwodadi dekat kuburan Mbah Ratu. Tempat di mana kader-kader dan calon Da'i Dewan Dakwah berkumpul. Sudah cukup banyak warga Dewan Dakwah berkumpul untuk mengkonfirmasi berita meninggalnya Pak Natsir. Sayapun duduk di dekat telepon yang berfungsi sebagai faksimail, mode teknologi paling canggih pada waktu itu untuk mengirim dokumen.