Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Wasiat Dt. Parpatiah Nan Sabatang

Dalam “Kitab Tjoerai Paparan Adat Limbago Alam Minangkabau” karangan Datuk Sanggoeno Diradjo–1919 halaman 86, 87 dan 88 tertulis sbb: Fasal 75 Amanat Datuak Parpatiah Nan Sabatang Adapun tatkala Datuk Perpatih Nan Sebatang akan hampir meninggal, maka berpesanlah beliau kepada segala Penghulu-Penghulu yang berempat-empat dan yang berlima-lima sekoto, serta orang-orang cerdik-pandai dan orang-orang bertuah dalam selaras Budi Chaniago. Setelah berhimpun sekaliannya maka berkatalah ninik Perpatih Nan Sebatang kepada segala Penghulu-Penghulu dan orang-orang cerdik-pandai itu.

Amanat Datuak Katumangguangan

  Amanat Datuak Katumangguangan Disampaikan saat beliau akan meninggal dunia didepan segala penghulu dan orang orang besar dalam laras Koto Piliang: 1. Sekali kali hindarkan perceraian dengan orang Laras Bodi Chaniago, karena merekalah yang mengisi cukai adat lembaga kepada kita. Merekalah yang mendirikan kerajaan kita, dan kalau dihiasinya akan tempat kita duduk. Payung Ubur Ubur itu milik orang Laras Bodi chaniago, maka dari itu janganlah kamu bercerai sepeninggal kami berdua. 2. Baik-baiklah engkau memelihara isi alam, isi nagari, segala anak kemenakan, pikir benar sungguh sungguh supaya kalian jangan kena sumpah ninik moyang. 3. Berbuatlah seperti laut tiada penuh oleh air, seperti bumi tiada penuh oleh tumbuh tumbuhan. Apabila kalian jadi penghulu dalam Laras Koto Piliang janganlah memakan menghabiskan, jangan menebang merebahkan, jangan mencencang memutuskan, karena bicara tiada sekali dapat.

Siam, Perak, & Petani

  Asal-nya jadi nĕgĕri Siam, Perak dan Pĕtani DIATUR OLEH ABDUL HADI BIN HAJI HASAN 1957 Sa-bĕrmula maka ada pun  Raja Ong Mahapodisat  sa-lama pĕninggal ayahanda baginda itu, maka ia pun dudok di-atas takhta kĕrajaan di-nĕgĕri  Kĕdah Zamin Dzuran , tĕrlalu-lah adil dan murah pada sĕgala dagang sĕntĕri ra‘ayat bala sakalian. Maka sakalian mĕreka itu pun mĕmuji-muji akan dia, banyak-lah datang sĕgala mĕreka bĕrniaga, dari sa-bulan kapada sa-bulan makin bĕrtambah-tambah ramai-nya sĕrta banyak orang datang ka-nĕgĕri itu. Hatta bĕrapa tahun lama-nya, maka baginda itu pun bĕrolĕh sa-orang putĕra laki-laki tĕrlalu baik rupa paras-nya dan sikap-nya, tiada-lah tolok banding-nya. Maka di-pungut olĕh baginda inang pĕngasoh-nya daripada sĕgala anak' mĕntĕri hulubalang juga tĕmpat bĕrmain-main itu. Hatta tiada bĕrapa lama-nya bĕrolĕh sa-orang putĕra laki-laki juga. Maka akan anakanda baginda itu pun di-pungut olĕh baginda pĕngasoh-nya, maka dudok bĕrmain sapĕrti saudara bĕrsauda...

Prasasti Kalasan (778M)

  Prasasti Kalasan (778M) Selama kurang lebih 300 tahun Pasang surut sejarah Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Medang tidak melulu soal perang dan klaim penaklukam. Prasasti Kalasan (778M) justru mengisahkan sebaliknya, yakni tentang persahabatan antar kedua kerajaan yang terjalin hingga 3 generasi berikutnya. Diikisahkan seoramg pangeran dari keluarga Sailendra yamg sedang tumbuh (Sailendravamçatilaka) kemudian oleh cœdes diindentivikasi sebagai Samaragrawira atau Samaratumgga berhasil membujuk Maharaja Tejapurnapana Panangkaran, (di bagian lain prasasti juga disebut Kariyana Panangkaran) untuk membangun Tarabhavanam , sebuah bangunan suci yang bernama Trisamaya Caitya, untuk dipersembahkan kepada Tara (Boddhisattvadevi) .

Destar Dendam Tak Sudah

Sumber Foto: Facebook Destar "Dandam tak sudah" Mahkota Raja Destar/Deta Dandam tak sudah (Minang) Tengkolok/solek Dendam tak sudah (Negeri Sembilan) adalah mahkota khusus yang dipakai oleh Raja di Minangkabau, yang mana deta ini dipasang pada bahagian kepala seorang raja. Deta ini telah dipakai oleh raja-raja di daerah Minangkabau semenjak dahulu kala, mulai dari Raja Pagaruyung di Tanah Data hingga Sultan kesultanan Inderapura di Pesisir Selatan Sumatera Barat.

Pepatah Lama

Burung balam Tabang karimbo Masuak samak dalam jurangnyo Sambah Jo salam dari ambo Untuk dunsanak kasadonyo Rumah gadang di minang kabau Salajang Kudo jikok balari Pulanglah Baa sanak dirantau Silaulah kampuang Jo nagari Marapalam sarangakai limo Jatuah kasamak kasubaliak Kalau kadihadang lauik Cino Kana badan kababaliak Silungkang jalan manurun Manurun lari balari Kiambang den sangko gurun Kironyo ranjau nan mananti

Sejarah Mulanya Kabupaten Kampar di Povinsi Riau

     Kabupaten kampar Kampar adalah salah satu Kabupaten di propinsi Riau lahir pada tanggal 06 februari 1950, hal ini tertuang dalam Perda Kabupaten Kampar Nomor 02 tahun 1999 dengan rujukan peraturan undang-undang ketetapan Gubernur Militer Sumatera Tengah, Nomor : 3 / DC / STG / 50 tanggal 06 Februari 1950. dan secara administratif pemerintahan Kabupaten Kampar dipimpin oleh Bupati pertama pada tahun 1958. Jauh sebelumnya Kampar telah memiliki sejarah panjang dengan Limo kotonya, dimana daerah ini, dulunya adalah bagian dari persukuan Minangkabau di Sumatera Barat, semasa pemerintahan system adat kenegerian yang dipimpin oleh datuk atau ninik mamak, pemerintahan Kampar dikenal dengan sebutan “Andiko 44” yang termasuk kedalam wilayah pemerintahan Andiko 44 adalah XIII Koto Kampar, VIII Koto Setingkai (Kampar Kiri), daerah Limo Koto (Kuok, Bangkinang, Salo, Airtiris dan Rumbio), X Koto di Tapung ( Tapung Kiri VII dan Tapung Kanan III), III Koto Sibalimbiong (Siabu),...

Negara Sumatera Timur

  Mengapa Negara Sumatera Timur dibentuk? Mengapa mereka tidak pilih bergabung dengan Republik? Mengapa mereka menginginkan otonomi? Jawaban atas pertanyaan yang memancar kuat dari masa lalu dan masa kini tak pernah terbentang. Ini lantaran semua pendiri dan pemimpin masa itu sudah tidak lagi bersama kita. Tak pelak, kita harus mendasarkan diri pada dokumen, foto-foto, atau dokumentasi tertulis lainnya. Untungnya kita memiliki beberapa informasi dari buku-buku, dokumen-dokumen, dan foto-foto terbitan Belanda. Dokumen yang ada di Indonesia memang sangat sedikit. Padahal, amatlah besar minat dari generasi muda di Indonesia yang ingin mengetahui sejarah yang sesungguhnya.

Prasasti Mañjuśrīgrha/Candi Sewu (792M)

  Prasasti Mañjuśrīgrha/Candi Sewu (792M) Prasasti ini adalah peninggalan Dinasti Sailendra yang pada saat itu memerintah Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Medang. Prasasti tersebut ditemukan pada tahun 1960 di sebelah kanan tangga pintu masuk kompleks Candi Sewu. Prasasti ini terdiri dari 16 baris, dipahat diatas batu menggunakan huruf Kawi dan berbahasa Melayu Kuno dengan unsur-unsur kata serapan dari bahasa Sanskerta. Prasasti Manjusrigrha diterbitkan pada tanggal 14 paro terang bulan, hari ke enam, bulan kartika, tahun 714 Çaka atau Jumat, 2 November 792 M. Prasasti ini berisi keterangan mengenai diselenggarakannya sebuah upacara penyempurnaan (pemakaman) bagi Sri Nareswara (Maharaja) Dang Nayaka Dirandalurawa (Dharanindra) atau Sri Maharaja Indra yang telah mangkat. Sri Nareswara kemudian di Dharmakan di sebuah Prasada (bangunan suci). Wajrasana manjusrigrha adalah sebuah candi bercorak Buddha-Mahayana kedua terbesar di Pulau Jawa setelah Candi Borobudur. Komplekes Candi yang ...

Asia Tenggara sebagai global hub

  Asia Tenggara sebagai global hub Dalam sejarah, sebagaimana diketahui bahwa jalur perdagangan telah membentuk Asia Tenggara selama ribuan tahun. Pada 2000 tahun yang lalu, melalui kawasan tersebut terhubung rute perdagangan dari kekaisaran Romawi melalui India ke Cina, dengan ratusan kapal yang membawa produk ke kedua arah setiap tahunya. Selain barang hasil produksi dan pertanian yang bernilai tinggi, ide dan teknologi baru mengalir di sepanjang rute ini. Penyebaran agama seperti Hindu, Budha dan kemudian Islam, serta standar sistem penulisan.

Prasasti Shivagraha (856M)

  Prasasti Shivagraha (856M) Prasasti ini adalah peninggalan dari Kerajaan Medang. Dari tanggal di chandrasengkala (kronogram) 'Wwalung, Gunung dan Sang Wiku', yakni tahun 778 Çaka atau 856M, di paruh terang bulan Mārgaçîrca atau bulan kesebelas, pada hari Wagai atau hari kelima. Kemudian dapat diketahui bahwa Prasasti ini diterbitkan pada hari Kamis, 12 November 856M. Prasasti tersebut diukir atas perintah Raja Medang, Dyah Lokapala Rakai Kayuwangi tepat setelah berakhirnya perselisihan antara Balaputradewa dengan Rakai Pikatan yang mengakibatkan Rakai Pikatan harus turun tahta. Sebagai akibat dari perang yang terjadi, Ibukota Mataram yang dibangun oleh Raja Sanjaya hancur, untuk kemudian dipindahkan ke Mamratipura. Untuk alasan tertentu, walaupun memenangkan perang, Balaputradewa tidak menobatkan dirinya sebagai Raja Medang berikutnya. Ia menyerahkan tahta Jawa (Medang) kepada keponakannya Rakai Kayuwangi. Hal ini mengakhiri penyatuan dinasti antara Kerajaan Sriwijaya dan ...

Perancang Toga Wisuda

Siapakah yg mendesain baju dan topi Toga yang selalu digunakan pada saat wisuda? Mengapa topi Toga berbentuk kotak? Diambil dari bentuk apakah topi tersebut? Inilah jawabannya: Yang mendisain baju dan topi tersebut adalah Fatimah Al Fihri. Kenapa topi berbentuk kotak? Karena Fatimah ingin siapapun yang menggunakan topi tersebut sewaktu diwisuda, pikirannya selalu ingat akan Baitullah atau Ka'bah yang berbentuk kotak dan berwarna hitam tersebut. Ya, bentuk Ka'bah yang kotak itulah yang mengilhami Fatimah ketika mendisain topi toga yang hingga kini masih dipergunakan para wisudawan/wati. Tapi, siapakah Fatimah Al Fihri tersebut? Fatimah adalah perempuan Muslim yang mendirikan universitas pertama di dunia, Universitas Qawariyyin , di daerah Fez, Maroko. Hal ini tetcantum dalam buku Guinness Wolrd Records 1989 bahwa Universitas tersebut tercatat sebagai Universitas pertama dan tertua di dunia.

Buku panduan bagi tentara Amerika yang hendak diterjunkan ke Hindia Belanda.

  Buku panduan bagi tentara Amerika yang hendak diterjunkan ke Hindia Belanda. "KAMI SAAT INI AKAN MENGHENTIKAN SIARAN. SELAMAT TINGGAL, SAMPAI JUMPA DI SAAT YANG LEBIH BAIK NANTI. HIDUP RATU (BELANDA)!" Ini adalah kalimat perpisahan yang diucapkan oleh penyiar stasiun radio Hindia Belanda di Bandung, 9 Maret 1942, ketika Belanda menyerah kalah atas Jepang. Penutup siaran tersebut merupakan bagian dari pembukaan buku panduan itu. Di buku ini dijelaskan secara singkat padat dan jelas bagaimana budaya dan masyarakat Hindia Belanda saat itu. Dipertegas oleh penulisnya bahwa ini bukan buku petunjuk buat turis, yang penuh dengan gambaran indahnya malam bulan purnama, lautan tropis dan perjalanan yang menyenangkan. Saat itu Hindia Belanda dihuni oleh 70 juta penduduk pribumi, 1.5 juta keturunan Tiongkok, 300 ribu orang Belanda, 80 ribu orang Arab serta 30 ribu dari India. Masyarakat pribumi kebanyakan digambarkan sebagai orang yang tenang, bermartabat, bertubuh sempurna dan anggun...

Kesultanan Sulu Serang Sepanyol Di Manila Pada Tahun 1574.

Kesultanan Sulu Serang Sepanyol Di Manila Pada Tahun 1574. Sultan Suluk Sultan Muhammad Halim atau Pangiran Buddiman, jasanya terhadap bangsa dan agamanya kurang diperkatakan. Sultan Muhammad Halim Ibni Sultan Nasiruddin I adalah merupakan Sultan Suluk yang memulakan peperangan kuat terhadap Sepanyol. Baginda telah menaik taraf sistem pertahanan dan sistem Maritim kesultanan Suluk. Permaisurinya adalah Puteri Brunei, adindanya Puteri Suluk adalah Permaisuri Sultan Brunei. Dalam catatan sejarah Kesultanan Sulu kawasan jajahan kesultanan tersebut meluas sehingga ke utara Luzon di Ilocos, di Visayas hampir semua kawasan Visayas adalah jajahan takluk kesultanan Sulu.

Tentang "RESAM"

  ADAT RESAM Dalam bahasa Melayu Klasik, kata ' Resam ' berarti 'kebiasaan' atau 'adat', seperti dalam perumpamaan 'Resam air ke air, Resam minyak ke minyak', yang berarti biasanya orang lebih suka bergaul kepada bangsanya sendiri daripada dengan bangsa lain atau bila terjadi perselisihan, maka biasanya seseorang akan berpihak pada bangsanya, sukunya atau kawannya. Resam juga diartikan sebagai adat lama atau adat zaman dulu yang diyakini dan dilaksanakan oleh orang Melayu. Sebab orang Melayu sering didifinisikan sebagai seorang yang (haruslah) beragama Islam, berbahasa Melayu dan beradat Resam atau menjunjung tinggi adat istiadat Melayu Lama. Identifikasi Resam dijadikan sebagai istilah bagi penyebutan adat Melayu lama (Adat Resam)

Siak Sri Indrapura Darul Ridzuan

  Siak Sri Indrapura Darul Ridzuan ( سياق سري ايندراڤورا دار الرّضوان) Konon nama Siak berasal dari nama sejenis tumbuh-tumbuhan yaitu siak-siak yang banyak terdapat di situ. Sebelum kerajaan Siak berdiri, negeri Siak berada dibawah kekuasaan Johor. Yang memerintah dan mengawasi daerah ini adalah raja yang ditunjuk dan di angkat oleh Sultan Johor. Daerah ini diawasi oleh Syahbandar yang ditunjuk oleh Sultan Johor untuk memungut cukai hasil hutan dan hasil laut. Kerajaan Siak Sri Indrapura didirikan pada oleh Rajo Kecik yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah putera Raja Johor, Sultan Mahmud Syah II dengan istrinya Encik Pong, dengan pusat kerajaan berada di Buantan dan seterusnya kemudian Rajo Kecik pada 1723 mendirikan negeri baru di pinggir Sungai Buantan, anak Sungai Siak. Demikianlah awal berdirinya kerajaan Siak di Buantan. Namun Raja Siak tidak menetap di Buantan, dalam waktu yang lama daerah ini tidak ada yang memerintah secara langsung.

JAWADĪPA, JAWABUDA (ŚIWA BUDDHA), DAN KEJAWEN MENURUT NUSWANTORO

MEMAHAMI PERBEDAAN JAWADĪPA, JAWABUDA (ŚIWA BUDDHA) DAN KÊJAWEN Oleh : Damar Shashangka. Postingan ini cukup panjang, tapi sangat berguna bagi teman-teman semua yang ingin mengetahui perbedan Jawadīpa, Jawa Buda dan Kêjawen. Sudah beberapa tahun ini saya berusaha untuk mengumpulkan sekaligus mempelajari naskah-naskah klasik Jawa dari berbagai latar belakang ajaran yang pernah berkembang di Jawa untuk kemudian saya klasifikasikan dengan cermat demi untuk mengurai kerancuan informasi yang ada. Hasil dari mengumpulkan dan mempelajari berbagai naskah tersebut, pada akhirnya saya menemukan gambaran jelas tentang apa saja ajaran yang pernah tumbuh dan berkembang di Jawa. Setidaknya ajaran yang pernah tumbuh di Jawa bisa dibagi ke dalam tiga kategori besar: 1. Jawadīpa 2. Jawa Buda 3. Kêjawen

Prasasti Shivagraha (856M)

  Prasasti Shivagraha (856M) Prasasti ini adalah peninggalan dari Kerajaan Medang. Dari tanggal di chandrasengkala (kronogram) 'Wwalung, Gunung dan Sang Wiku', yakni tahun 778 Çaka atau 856M, di paruh terang bulan Mārgaçîrca atau bulan kesebelas, pada hari Wagai atauhari kelima. Kemudian dapat diketahui bahwa Prasasti ini diterbitkan pada hari Kamis, 12 November 856M. Prasasti tersebut diukir atas perintah Raja Medang, Dyah Lokapala Rakai Kayuwangi tepat setelah berakhirnya perselisihan antara Balaputradewa dengan Rakai Pikatan yang mengakibatkan Rakai Pikatan harus turun tahta. Sebagai akibat dari perang yang terjadi, Ibukota Mataram yang dibangun Raja Sanjaya hancur, untuk Kemudian dipindahkan ke Mamratipura. Hal ini mengakhiri penyatuan dinasti antara Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Medang yang sudah berlangsung kurang lebih 90 tahun. Untuk alasan tertentu, Walaupun memenangkan perang, Balaputradewa tidak menobatkan diri sebagai Raja Medang berikutnya. Ia menyerahkan tahta J...

Tatkala Borjuis Merengek

Apa masalah tuan dan nyonya dengan Pedagang Kaki Lima (PKL) Hai tuan-tuan dan nyonya-nyonya, ada masalah apa tuan dan nyonya dengan PKL? Kenapa hina betul rasanya PKL berjualan kembali di Bukit Tinggi ini? Kenapa jijik betul tampaknya tuan dan nyonya dengan PKL ini berdagang di tempat pelancongan? Tuan dan nyonya ada berpenghasilan tetap setiap bulan, pasti yang akan dimakan. Ya kan,.

Curaian tentang dasar adat Minang Kabau

Kalau tidak berbudi baik artinya Tak Beradat. Dalam pengertian tidak berprikemanusiaan. Jadi salah satu dasar adat Minangkabau itu a dalah: 1.Perikemanusian Oleh Karena Budi baik itu digali dalam Lembaga Mufakat di Balerong [balairung] Adat dengan hikmat kata sep akat dalam permusyawaratan di bawah pimpin an lembaga adat Minang Kabau, munculah dasar kedua; 2.Musyawarah terpimpin Lantaran sidang permusyawaratan Kerapatan A dat itu terdiri dari bermacam suku yang berbeda Tapi bersatu dalam kesatuan nagari Minang Kabau, sifat kes atuan nagari itu berdasarkan yang ketiga;

Kebenaran itu

"Bab Mengangguk, Pasal Menggeleng" Ada manusia berpangkat budak dalam balutan baju penguasa sedang berusaha mencatatkan namanya dengan tinta emas. Padahal yang ia pergunakan adalah tetesan darah hamba-hamba Allah SWT. Berbusa mulutnya meyakinkan orang lain bahwa tulisan itu berwarna kuning keemasan. Tak boleh ada yang tidak setuju.

Kemegahan Semu

Kabarnya bayak Pedagang Kaki Lima (PKL) ataupun pedagang asongan berjualan di taman Jam Gadang menuai lagi saling serang buntut dari Pilkada [Bukit Tinggi]. Apa kita tidak fair [adil] lagi melihat kenyataan bahwa pergantian kekuasaan belum dilakukan dan apakah kita tidak bisa menerima kenyataan hasil Pilkada...??? Bukankah, didunia ini semua bakatiko (adm: ada masanya) dan tidak ada yang abadi? Saya rasa pemikiran bodoh jika punya pikiran menganggap abadi seseorang di hati hanya karena berlebihan menyanjung dengan sematan berbagai gelar.

Merajuk sebelum Lengser

Tuan yang waktu itu, Kenapa mesti merajuk segala sih.. Ya kan.. Sebab, kami rakyat kecil ini melihat tuan sangat penuh dengan amarah. Tuan mengamuk setelah tuan kalah dalam pertandingan pemilihan kemarin. Amarah tuan berserak-serak sampai kemana-mana, hingga tuan sampai hati merusak tatanan hidup masyarakat dan para pedagang kecil ini. Ya kan,. Tampak oleh kami, amarah tuan sudah serupa betul dengan Tek Peni(kmat) ketika sedang datang bulan. Sangat tidak terkendali.

SULTAN PERAK KE-2: MANGKAT GHAIB

SULTAN PERAK KE 2 TELAH "MANGKAT GHAIB" DAN TIDAK BERMAKAM. Sultan Mansur Syah I adalah Sultan Perak ke 2, baginda memerintah dari tahun 1549 sehingga 1577. Kisahnya berlaku di hari Jumaat ketika baginda sultan sedang beriktikaf menunggu khutbah Jumaat dan secara tiba-tiba baginda sultan telah ghaib di dalam masjid Kota Lama Kanan, kelibat tuanku sultan sudah tidak kelihatan. Suasana dalam masjid menjadi gempar dan kelam kabut, puaslah rakyat berdoa meminta petunjuk kepada Allah dan mencari di sekeliling masjid dan sehingga ke setiap pelusuk negeri Perak, tetapi Tuanku Sultan tetap tidak ditemui.

Sultan Termuda Yang Dilantik.

Sultan Termuda Yang Dilantik. Kesultanan Deli adalah sebuah kesultanan Melayu yang didirikan pada tahun 1632 oleh Tuanku Panglima Gocah Pahlawan di wilayah bernama Tanah Deli (kini Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Indonesia). Kesultanan Deli masih tetap eksis hingga kini meski tidak lagi mempunyai kekuatan politik setelah berakhirnya Perang Dunia II dan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia. Jumat (22/7/2005), Aria Mahmud Lamanjiji , seorang bocah berumur 8 tahun dinobatkan sebagai Sultan Deli XIV menggantikan ayahnya, Letkol Tito Otteman yang tewas akibat kecelakaan pesawat CN-235 di Bandara Malikus Saleh, Lhokseumawe. Meski masih bocah mata Aria Lamanjiji tampak awas memandangi semua hadirin yang menyaksikan prosesi upacara penting itu, termasuk empat datuk yang melantiknya.

Salah satu keturunan Hang Tuah

  PAWANG NONG ------------ Hang Tuah pernah berkata “Takkan Melayu Hilang Di Dunia”. Ramai berpendapat pada hari ini cerita Hang Tuah adalah dogeng dan mitos. Namun bagi kalangan kebanyakan orang Melayu, Hang Tuah adalah wira dan perlambang Melayu sepanjang zaman. Memang ada cubaan pihak pihak tertentu untuk menafikan sejarah Hang Tuah. Namun perancangan Allah SWT lebih Maha Kuasa. Akhirnya satu demi satu petunjuk diberikan ketika umat Melayu pada akhir zaman ini mulai terpecah-pecah dan tidak lagi percaya dengan sejarah bangsa sendiri. Warisnya sudah ditemui di Pahang. Kamaruddin yang merupakan waris kepada Pawang Nong menceritakan segalanya kepada seorang wartawan Utusan. Pawang Nong adalah seorang pendekar seni silat cekak, dikatakan mempunyai ilmu kebal dan ilmu kalis besi. Pernah dianugerahkan pingat British Empire Medal (BEM) kerana memerangi komunis. Pawang Nong dihantar sendiri oleh Gerald Templar untuk memerangi komunis di Kampung Ulu Cheka dan kawasan sekitarnya. Pawan...

Ulama & Tahniah

  "Ustadz Kampung dan Tahniah" Ketika seorang Tuan Bupati memenangkan persaingan pemilihan gubernur, Buya Kampung yang selama ini kenal akan ia belum juga "mencogok" mengucap selamat. Bahkan pesan digawaipun tak tiba sebagai tahniah atas kedudukan bergengsi yang baru sahaja dicapai oleh Tuan Bupati. Sampailah ketikanya setelah satu bulan berlalu, suatu mejelis menghimpun Buya Kampung dengan sang gubernur (mantan bupati). Di sela-sela acara, Tuan Gubernur membisikkan pertanyaan, "Kenapa Tuanku tak bertandang ke rumah ?". Dengan berat hati sang buya menjawab, "Untuk apa kami ke rumah duhai tuan? Untuk mengucap selamatkah? Apakah jabatan yang tuan pikul yang bisa berujung penyesalan di akhirat, akan kami iringi dengan ucapan selamat? Apakah jabatan ini akan membawa keselamatan untuk tuan atau membawa malapetaka? hanya Allah SWT yang tahu".

Aksara Minangkabau bagian aksara Nusantara

  AKSARA KEKAYAAN NUSANTARA Sebelum hadirnya aksara Arab dan Latin sekarang, tulisan yang lazim dipergunakan di kawasan Asia Tenggara (kecuali di Vietnam dan sebagian kalangan penduduk Cina Selatan) diduga sebagian besar dari pengaruh India. Begitu pun halnya yang terjadi di Nusantara, para sarjana (pribumi dan asing) hampir selalu mengajukan pendapat senada bahwa aksara di Nusantara hadir sejalan dengan berkembangnya unsur (Hindu-Buda) dari India yang datang dan menetap, melangsungkan kehidupannya dengan menikahi penduduk setempat. Maka sangat wajar, langsung atau tidak langsung disamping mengenalkan budaya dari negeri asalnya sambil mempelajari budaya setempat di lingkungan pemukiman baru, salah satu implikasinya adalah bentuk aksara (de Casparis 1975).  

AKSARA MINANGKABAU

  Gambar: aksaradinusantara AKSARA MINANGKABAU Posted on  May 12, 2010   by  sasdaminang Ditemukan di Pariangan dan Sulit Air DUA MACAM HURUF ASLI (AKSARA) MINANGKABAU Oleh: H. Kamardi Rais Dt. P. Simulie Sering kita dengar ucapan bahwa kebudayaan Minang betapapun tuanya di tengah-tengah kebudayaan nusantara, namun Minangkabau tak punya aksara seperti Batak, Jawa, Bugis, dan lain-lain. Di Makasar umpamanya, huruf Lontara masih dikembangkan terus. Masih banyak penduduk yang bisa menuliskannya. Di sekolah-sekolah masih dipelajari. Begitu juga daerah lain karena mereka memang punya warisan berupa huruf-huruf asli dari nenek moyang mereka. Bagaimana Minangkabau? Yang dikatakan punya warisan budaya yang cukup tinggi?

MINANGKABAU ITU ADALAH MELAYU TUA

Gambar: wikipedia MINANGKABAU ITU ADALAH MELAYU TUA Kadang-kadang di tengah masyarakat ada yang bertanya "Apakah Minangkabau itu serumpun Melayu?" Orang Minangkabau pasti menjawab "YA. Orang Minangkabau tahu kalau leluhurnya Bangsa Melayu adalah manusia berhati malaikat & pelaut ulung." Tapi pada kenyataannya Minangkabau adalah MELAYU TUA & dari kebudayaan Minangkabau maka muncullah Melayu Muda. Dikarenakan orang Minang yang suka merantau pada dahulu kala. Basisnya di Pulau Sumatera bagian tengah. Lalu menyebar ke daerah di sekitarnya bahkan sampai ke Semenanjung Malaka atau yang kita kenal dengan Malaysia sekarang. [1] Lima Aliran utama dari Silek (Silat) Minang ( Nan bagala , artinya gelar untuk nama orang atau tokoh yang pertama kali memperkenalkannya): - Nan bagala Harimau Campo = Silek Harimau Campo - Nan bagala Kambiang Hutan = Silek Kambiang Hutan - Nan bagala Kuciang Siam = Silek Kuciang Siam - Nan bagala Anjiang Mualim = Silek Anjiang Mualim - Nan b...

TENTANG PARIANGAN PD. PANJANG, SITUS MAHEK, DAN ISLAM.

  TENTANG PARIANGAN PADANG PANJANG, SITUS MAHEK, DAN ISLAM. Catatan Ringan : Yulfian Azrial (Mak Yum) PAGI ini kebetulan saya membaca sebuah status di Grup Sejarah Dunia Dan Nusantara (SDN) Official, yang beranggotakan sekitar 39.300 orang. Status ini tentang peninggalan sejarah yang bertajuk "Pariangan Atau Mahek? Masyarakat Pertama Di Minangkabau" yang ditulis Naufal Bagindo Malano . Antara lain ditulis Naufal, sebagai berikut : Peninggalan sejarah yang paling tua dan sampai sekarang tetap dikaji di Minangkabau adalah menhir. Sebagai situs megalitikum yang diperkirakan sudah ada sebelum masehi. Menhir yang umumnya berbentuk seperti gagang keris atau pedang dengan berbagai ornamen (geometris, sulur-suluran) ataupun tanpa hiasan (polos). Situs-situs ini.... tersebar di wilayah 50 [ [Limo Puluah] koto di antaranya Situs Bawah Parit, Situs Mahat, Situs Guguk, Situs Bukit Apar (lihat Triwurjani, 2016 dan Yondri, 2014) dan di wilayah Tanah Datar terdapat di situs Gudam (lihat...