Gambar: Fuad Nasar KHITTAH LKAAM, 1966-1972 Dr. Saafroedin Bahar Sumatera Barat Pasca PRRI Seluruhnya terasa bagi saya bagaikan terjadi kemarin sore. Awal tahun 1966 sebagai kapten berusia 29 tahun saya baru saja mengalami mutasi dari Korem 031 Riau Daratan di Pekanbaru ke Kodam III/17 Agustus di Padang. [1] Saya menemukan daerah Sumatera Barat pasca gagalnya kudeta [2] 1 Oktober 1965 di Jakarta itu bagaikan mengalami euforia – kegembiraan luar biasa — karena telah terbebas dari tekanan Pemuda Rakyat (PR) dan Partai Komunis Indonesia (PKI), yang membonceng pada Kodam III/17 Agustus untuk menguasai daerah perdesaan. Beberapa orang perwira teras Kodam III/17 Agustus, termasuk beberapa orang komandan korem dan komandan kodim, kemudian ternyata adalah memang pengikut PKI. Saya mengetahuinya kemudian sewaktu bertugas sebagai hakim perwira. Dalam suasana euforia itu, yang kemudian menjadi bagian dari Orde Baru ‘jilid satu’, seperti juga terjadi di daerah-daerah lainnya, massa rakyat y...
Berkaum, bersuku, berbangsa