Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

Perihal Kematian Raja Haji

 Disalin dari kiriman FB Seri Cendikiawan Gambar: Sosok Tokoh Berkenaan dengan Raja Haji yang dikatakan mati ditikam, memang ada sumber Bugis yang menyebut demikian namun bagi saya sendiri, saya lebih menerima pendapat yg mengatakan baginda mati terkena peluru musuh.. Ini kerana, apa mungkin kita menggelarkan seseorang yang ditikam sebagai fisabilillah?. Sudah tentu fisabilillah itu digunakan untuk merujuk kepada perjuangan menentang orang kafir dan dalam konteks Raja Haji ini ialah mati syahid semasa menentang Belanda. Dan kalau kita lihat, kebanyakan sumber bertulis termasuk dari Belanda mencadangkan Raja Haji mati akibat terkena tembakan Belanda.

Djasair el Muluk [Maluku]

Ilustrasi gambar: Imago   Sumber FB Arsip Nasional RI auh sebelum Portugis datang ke kepulauan Maluku untuk mencari rempah-rempah, sudah berdiri empat kerajaan Islam yaitu : Kerajaan Tidore, Tidore, Tuanante (kemudian menjadi Jailolo) dan Makian (atau Bacan). Kemudian bergabung menjadi satu kerajaam Islam yang dipimpin langsung oleh Sultan Baabulah yang dikenal dengan nama "Moloku Lamo" atau Maloku Besar. Sultan Baabulah memerintah dari tahun 1570-1585. Islam masuk ke Maluku masih di masa zaman keemasan Islam dimana para musafir dan pedagang Islam dari tanah Arab/Magribi dan Gujarat pergi ke berbagai belahan dunia untuk berdakwah, diantaranya ada yang datang berlayar ke kepulauan Maluku. Salah satu tokoh yang terkenal antara lain Ibnu Battutah. Ia menjelajahi banyak tempat dan pulau-pulau untuk mengembangkan agama Islam, ini terjadi dalam abad ke 14 (bukan dimaksud Islam ke Maluku untuk pertama kalinya).

Laksamana Tun Abdul Jamil

Ilustrasi Gambar: Jantung Melayu  Disalin dari kiriman FB Mohd Hakimi Melayu yang punya kehebatan; Laksamana Tun Abdul Jamil Laksamana Melayu Yang Mengalahkan Portugis Di Kota A’Famosa "Sayang laksamana mati dibunuh Mati dibunuh datuk menteri Sayang laksamana mati dibunuh Aduhailah sayang Mati dibunuh datuk menteri" Lagu Sayang Laksamana Mati Dibunuh yang dinyanyikan Siti Nurhaliza sangatlah dekat dengan kisah Laksamana Tun Abdul Jamil seorang laksamana hebat pada abad ke-17 ketika zaman Empayar Johor-Riau menguasai arena politik Selat Melaka dahulu. Untuk pengetahuan para pembaca, kerana keperwiraan yang dimiliki oleh Laksamana Tun Abdul Jamil, namanya diabadikan pada salah satu daripada kapal perang milik Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dengan nama KD Laksamana Tun Abdul Jamil. Tapi kenapa nama beliau disematkan pada kapal perang Malaysia? Salah satu dari kejayaan yang dimiliki oleh beliau ialah kejayaan mengalahkan Portugis dalam peperangan, sekaligus membalas...

Isi Plakat Panjang

Ilustrasi gambar: sejarah sumatra Sejarah Sumatera -  Setelah meraih banyak sukses dalam kampanye militer, maka memasuki tahun 1833 Belanda mendapat perlawanan sengit dari kaum Padri dan sebagian non-Padri. Perlawanan tersebut menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa dipihak Belanda serta menyebabkan semakin jauhnya harapan untuk mendapat keuntungan ekonomis dari perdagangan kopi dan pemungutan pajak di daerah Sumatra Barat. Karena itu pemerintah mengubah siasat perangnya, yakni kembali mengumbar janji kepada kaum Padri khussunya dan Urang Awak pada umumnya. Janji-janji khidmat itu kemudian dikenal orang Minang dengan nama Plakat Panjang. Plakat Panjang dibuat setelah Komisaris Jendral Hindia Belanda J. van den Bosch berkunjung ke Sumatra Barat serta ditandatangani oleh J.J. van Sevenhoven sebagai Komisaris Pemerintah Hindia Belanda untuk Sumatra Barat dan J.C. Rietz sebagai anggota Dewan Hindia. Plakat Panjang ini dibuat tiga rangkap: satu rangkap dalam bahasa Belanda, satu rangka...

Tokoh Datuak Tan tejo Gurhano

  Gambar Ilustrasi: Ciwil's Blog Tokoh Datuak Tan tejo Gurhano (Tan Teja Gerhana) ...Kuburan Panjang Pariangan... Kuburan Panjang Tantejo Gurhano marupokan sabuah makam tuo nan panjangnyo labiah kurang 25 meter jo lebar 1,2 meter. Namun, ukuran tasabuik 25 dapek babedo-bedo apabilo diukua barulangkali sahinggo indak akan samo panjangnyo, itulah nan manjadi kaunikan dari kuburan panjang ko. Tantejo Gurhano dipicayo sabagai tokoh arsitektur partamo rumah gadang. Kasaluruhan ukuran situs cagar budayo Kuburan Panjang ko adolah 25,5 meter x 7 meter talatak di tapi jalan utamo Pariangan[1], sahinggo sangaik mudah untuak mancarinyo. Tadapek anam pohon kamboja nan ditanam di ateh makam sahinggo mambuek tanah di ateh makam tasabuik manjadi taduah. Sabalah timur bagian kawasan makam iko tadapek kursi batu nan disusun salapan buah nan manandokan jumlah niniak mamak nan salapan (ninik mamak yang delapan), tampek tasabuik disabuik jo balai panjang.

Paderi dimata Belanda

  Ilustrasi gambar: medium Perang Paderi Oleh: G.J.F Biegman FB Mahamada Al Mahadaya - Al kisah maka tersebutlah perkataan Kerajaan Minangkabau. Adapun pada abad yang ke dua belas Raja-raja Minangkabau berselisih dengan orang Aceh maka mulanya perselisihan itu iaitu siapa yang memiliki pantai sebelah barat Pulau Perca. Maka dalam perang itu Raja Minangkabau di bantu oleh Kompeni sebab itu orang Belanda mendapat izin membangunkan loji dalam beberapa negeri di pantai sebelah barat umpamanya Padang, Tiku dan lain. [1] Kelakian maka pada tahun 1682 kerajaan Minangkabau di bahagi tiga, di jadi rajanya tiga orang, seorang bersemayam di Sungai Tarap [Sungai Tarab], seorang di Pagar Ruyung, seorang di Surawasa [Saruaso]. Maka sejak ketika itu kuasa Raja2 Minangkabau makin lama makin kurang yang berkuasa dengan sebenarnya di Padang Darat iaitu penghulu suku (kepala kaum). [2] Maka sekali peristiwa pada tahun 1803 adalah tiga orang-orang Padang Darat naik haji. Pada masa itu juga di Mekah ...

Kapten (Indonesia) Hassan Bin Sidek asal Malaysia

 Disalin dari kiriman FB Alam Melayu Merindu Tahukah anda, pada zaman negara jiran Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaan daripada penjajah Belanda dalam Revolusi Indonesia yang telah berlangsung pada tahun 1946-1949 dahulu, seorang anak tani yang berasal daripada Kampung Bukit Pak Silap, Temerloh, Pahang Darul Makmur juga telah berhijrah ke Indonesia dan mengangkat senjata bagi mempertahanan kemerdekaan pertiwi untuk jiran serumpun di Indonesia. Pemuda yang penuh semangat patriotisme demi nusa dan bangsa ini bernama Encik Hassan Bin Sidek akhirnya telah berjaya menjawat jawatan Kapten Udara Republik Indonesia sepanjang perjuangan beliau disana. Pada tahun 1968, beliau telah pulang selama 14 hari ke kampung asalnya di Kampung Bukit Pak Silap, Temerloh untuk melawat sanak saudara dan rakan sepermainan di kampung halaman sebelum beliau menjadi seorang patriot melawan penjajah di negara jiran serantau.

Perihal Suku di Minangkabau

Ilustrasi Gambar: Kata Sumbar  Disalin dari kiriman FB Ummi Fatia Tahukah Anda : Suku Minang awalnya terdiri dari empat suku induk yang kemudian berkembang menjadi ratusan suku karena hubungan kekerabatan dengan suku lain. M enurut Digital Sumbar, Asal usul Suku Minang Sumatera Barat berasal dari Kerajaan Minangkabau di Sumatera. [1] Bodi dari Bhodi (pohon yang dimuliakan orang Budha) Caniago dari Caniaga (niaga = dagang)· Koto dari Katta (benteng) Piliang dari Pili Hyang (para dewa). Bodi Caniago adalah kelompok kaum Budha dan saudagar-saudagar (orang-orang niaga) yang memandang manusia sama derajatnya. Daerah asal diperkirakan dari Cina, Campa dan Siam. [2] Koto Piliang adalah kelompok orang-orang yang menganut agama Hindu dengan cara hidup menurut hirarki yang bertingkat-tingkat. Daerah asal diperkirakan dari India Selatan. [3] Suku Tanjuang berasal dari Marga Tanjung di Barus, Pesisir Barat Sumatera Utara, Barus sudah ramai penduduk sejak sebelum masehi. [4]

Rendang, Kelezatan, dan Kehalalan

Ilustrasi Gambar: riauone   Rendang, Kelezatan, dan Kehalalan Oleh FADLY RAHMAN *) OPINI 15 Juni 2022, 19:48:09 WIB VIRAL berita rendang babi yang dijual seorang usahawan kuliner di Jakarta menuai polemik. Para tokoh Minang hingga politisi berdarah Minang turut angkat bicara. Intinya, penggunaan daging babi sebagai bahan rendang dinilai telah melecehkan tradisi Minang yang memiliki keidentikan dengan nilai-nilai kehalalan dalam agama Islam. Di mata orang-orang Minang, jelas rendang mencerminkan hubungan erat antara tradisi lokal dan Islam. Sebagaimana tecermin dalam falsafah: Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. [1] Kelezatan Predikat rendang sebagai makanan lezat sudah tidak perlu dimungkiri lagi. Apalagi, kelezatan rendang telah diakui dunia setelah polling CNN pada 2011 menempatkannya sebagai The Most Delicious Food In The World. Bicara perihal pengakuan rendang sebagai makanan lezat bukanlah hal baru. Sejak masa abad ke-16 hingga abad ke-20, kata rendang atau randang...

Utimuraja: Sang Pengkhianat Malaka

  Gambar Ilustrasi: Trip advisor UTIMURAJA - SANG OPORTUNIS DI MELAKA Oleh : Abdullah Sidek Kesultanan Melaka yang makmur itu akhirnya jatuh disebabkan oleh seribu satu jenis pengkhianatan yang dilakukan oleh pelbagai pihak. Jika Melaka ada 100,000 orang tentera sekalipun pada waktu itu, Melaka tetap akan jatuh tersungkur juga dek maha dahsyatnya pengkhianatan yang dilakukan antaranya oleh Utimuraja, Nina Chatu, pedagang Cina, pedagang India bahkan dalam kalangan pembesar yang iri hati. Malangnya pengkhianatan-pengkhianatan mereka ini telah dicatatkan dengan cukup baik oleh Portugis. Ya, mungkin Portugis menulisnya sebagai diari tetapi bagi masyarakat Melayu, yang ditulis oleh Portugis itu ialah pengkhianatan tahap VVIP terhadap sebuah kerajaan yang makmur di dunia pada waktu itu. Mengenai kemakmuran Melaka itu tidaklah perlu diperdebatkan kerana ia merupakan perkara yang nyata. Kalau masih tidak berpuas hati saya sarankan anda membaca buku yang ditulis oleh Tuan Ha...

Jawapan Ustad Adi Hidayat Soal Rendang Punya Agama

  KLIKPOSITIF –  Ustaz Adi Hidayat atau UAH menjawab pertanyaan tentang rendang padang dan Minangkabau, terkait polemik yang muncul dalam beberapa waktu terakhir. UAH memberi jawaban atas pertanyaan terkait sejak kapan rendang punya agama?. Terkait pertanyaan itu, Ustaz Adi Hidayat menyebut agar tak mengecilkan tradisi yang sudah lama melekat di masyarakat. Termasuk makanan rendang yang merupakan produk makanan masyarakat Sumatera Barat atau minangkabau. UAH menjelaskan tradisi masakan rendang halal di Minangkabau dengan tradisi dan budaya lain seperti angklung, calung, dan batik.

Mewaspadai Hantu Haatzaai Artikelen

  Gambar Ilustrasi: business law Mewaspadai Hantu Haatzaai Artikelen FB Hanibal WY Wijaya - Bulan depan, konon Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (RKUHP) akan disahkan. Di satu sisi ini sebuah perkembangan yang menggembirakan, karena berarti Rancangan yang umurnya sudah hampir 30 tahun dibahas --saya mulai ikut mengabarkan pembahasannya ketika saya masih jadi reporter junior di Majalah Forum Keadilan-- akan disahkan. Namun yang agak mengkhawatirkan adalah tentang beberapa hal krusial yang kembali dimasukkan dalam Pancangan KUHP itu. Salah satunya adalah menghidupkan kembali pasal-pasal karet Haatzaai Artikelen yang semula sudah akan dibuang jauh-jauh dari Rancangan KUHP. Apalagi pasal-pasal karet sisa kolonial itu sudah dihilangkan oleh Mahkamah Konstitusi tahun 2006. Haatzaai artikelen adalah pasal-pasal tertentu dalam KUHP jaman kolonial Belanda yang disebut Wetboek van Strafrecht voor Nederlansche-Indie. Wetboek van Strafrecht voor Nederlansche-Indie diundangkan d...

HILANGNYA KETOKOHAN ORANG MINANGKABAU DI KANCAH POLITIK NASIONAL.

  Ilustrasi Gambar: milenialjoss """"""ILUSTRASI SEBUAH CERITA (51). _____HILANGNYA KETOKOHAN ORANG MINANGKABAU DI KANCAH POLITIK NASIONAL. FB Ahmadnudin Bayer - Tulisan ini kembali menggelitik saya, beberapa dekade dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, Minangkabau tidak pernah luput dari para kuli tinta jurnalistik nasional maupun internasional, mulai dari pahlawan kemerdekaan sampai dengan Sang proklamator ""Bung Hatta"" dan bung Karno sendiripun pernah belajar dari konsep dasar Indonesia merdeka oleh [dari] Ibrahim Tan Malaka dan 50 lebih pahlawan nasional dari etnis Minangkabau. Dalam tulisan ini saya memberikan perspektif lain, memberikan gambaran sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan militansinya etnis Minangkabau di kancah perpolitikan nasional dan ada kecenderungan kemunduran orang Minangkabau, kerisauan itu sangatlah kompleks tidak hanya disebabkan oleh sistem yang tidak kondusif tetapi juga disebabkan oleh cara pandang ...

~ 𝐒𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐩𝐚 𝐏𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬..?? 𝐖𝐢𝐬𝐮𝐝𝐚 𝐓𝐊 & 𝐒𝐃

Update Kurikulum Paradigma Baru 2022 Profil Pelajar Pancasila  -   𝙱𝚎𝚋𝚎𝚛𝚊𝚙𝚊 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗 𝚋𝚎𝚕𝚊𝚔𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗, 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚑𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚛𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚠𝚒𝚜𝚞𝚍𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚍𝚒 𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚕𝚞𝚜𝚊𝚗 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝚙𝚎𝚕𝚎𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚜𝚠𝚊-𝚜𝚒𝚜𝚠𝚒 𝚃𝙺, 𝚂𝙳, 𝚂𝙼𝙿, 𝚍𝚊𝚗 𝚂𝙼𝚄.  𝙽𝚊𝚖𝚞𝚗 𝚍𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒, 𝚑𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚒𝚝𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚋𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚛𝚒𝚜𝚒𝚑-𝚛𝚎𝚜𝚊𝚑, 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚔𝚎𝚝𝚒𝚐𝚊 𝚖𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚝𝚘𝚐𝚊 𝚕𝚎𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚓𝚞𝚋𝚊𝚑𝚗𝚢𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚠𝚒𝚜𝚞𝚍𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚕𝚞𝚜𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒 𝚓𝚎𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚂𝚎𝚔𝚘𝚕𝚊𝚑 𝙳𝚊𝚜𝚊𝚛. 𝙼𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐, 𝚏𝚎𝚗𝚘𝚖𝚎𝚗𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚒𝚊𝚜𝚊, 𝚠𝚊𝚓𝚊𝚛, 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚊𝚕𝚒𝚑 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚋𝚊𝚜𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐-𝚜𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐, 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝚔𝚎𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚏𝚘𝚝𝚘-𝚏𝚘𝚝𝚘 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚝𝚊. 𝚃𝚊𝚙𝚒 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚊𝚢𝚊...

Citra Halal Nasi Padang

  Gambar Ilustrasi: Harian Jogja RENDANG PADANG FB Abu Fadhel - Ketika saya tinggal di Kampung Bali Jakarta, hampir tiap hari saya makan rendang khas Padang, karena saya tinggal bersama bapak penjual kaca mata dan jam, yang asli Padang, kebetulan isterinya tetangga dekat saya di kampung. Sekitar setahun saya tinggal bersama mereka, sambil membantu jualan. Kemudian, saya pindah ke Cikupa Tangerang, saya tinggal di [rumah] keponakan bapak yang di Kampung Bali itu, sama juga usahanya, menjual kaca mata dan jam. Disini pun, setiap makan siang, mesti membeli nasi rendang Padang.

NAGARI PANGKALAN KOTO BARU

  Ilustrasi Gambar: wikimedia commons Disalin dari kiriman FB  Saiful Guci Carito Luhak Nan Bungsu – Tadi malam masuk di kotak percakapan saya dari Ireng Noviardi sebuah pertanyaan, apa yang dimaksud dengan “Kambuik Bonia Tampang Pusako dan Ompek Ganjiu Limo Gonok” di Nagari Pangkalan. Untuk menjawab ini terpaksa saya bukak catatan tahun 1991 saat saya berdinas sebagai Sekretaris Bimas di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, catatan ini bersumber dari Dt. Majo Urang di Pangkalan Timur yang juga bersumber dari catatan Wali Nagari Pangkalan Koto Baru Zainoeddin Jahja tahun 1951. Sejarah Pemberian Nama

Kisah Tun Fatimah

Ilustrasi Gambar: Art Station  Disalin dari kiriman FB Muhammad Farys Hazyq PAHLAWAN YANG MENYELAMATKAN ZAMAN KESULTANAN MELAYU MELAKA kisah Perempuan Hebat Tun Fatimah yang harum sebagai wirawati yang menyelamatkan Melaka pada zaman kegemilangannya. Mandalia dan Khodja Hassan yang mengambil kesempatan di atas kemurkaan Sultan Mahmud Syah terhadap Bendahara Seri Maharaja kerana tidak menyembahkan kepada baginda anak gadisnya, Tun Fatimah yang cantik. Mereka bersepakat memfitnah Bendahara Seri Maharaja dengan menuduh Bendahara ingin merampas takhta Melaka. Ini menyebabkan Sultan mengutuskan hukuman bunuh kepada Bendahara Seri Maharaja dan seluruh ahli keluarganya kecuali Tun Fatimah. Dengan perancangan Tun Busu yang juga anak saudara kepada Bendahara, beliau berjaya memujuk Tun Fatimah untuk berkahwin dengan Sultan.

Perihal Masjid & Tempat Pelancongan

Gambar Ilustrasi: Antara   "Jangat Salah Niat" Disalin dari kiriman FB Buya Gusrizal Gazahar A. Bangunlah dia untuk mengharapkan ridhâ Allah swt. Fungsi masjid sebagai tempat beribadah umat Islam, merupakan suatu yang telah disepakati (Mujma' 'alaih). Allah swt berfirman : {فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ} [النور : 36] "Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang". (QS. al-Nur 24:36) Ayat di atas merupakan salah satu sandaran ijma' tersebut. Karena itu, membangun sebuah masjid dan menyiapkan fasilitasnya untuk beribadah bagi umat Islam adalah tujuan utama yang diperintahkan oleh Allah swt sebagaimana sebelumnya telah diperintah Allah swt kepada Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as terkait al-Masjid al-Haram. Ini bisa dilihat dalam firman Allah swt ayat 125 surat Al-Abaqarah...

Nasi Padang memanglah tak punya Agama

Ilustrasi Gambar: dreamstime  Disalin dari kiriman FB Ruby Kay Nasi Padang babi? Ada baiknya hal ini dijelaskan dengan analogi. Ahong adalah non muslim yang suka sekali menyantap nasi padang. Ia menyukai rendang, ayam pop, gulai kepala ikan dan lain sebagainya. Suatu hari, Ahong berpikir ingin mencoba masak rendang sendiri pakai daging babi. Ia lalu membeli bumbu rendang khas minangkabau lalu mulai memasak. Ketika sudah jadi, rendang daging babi itu dikonsumsi bersama keluarganya. Sampai disini tak ada yang salah dengan tindakan Ahong yang memasak rendang dengan bahan dasar daging babi. Karena ini murni masalah selera, toh hanya untuk dikonsumsi sendiri.

MUI Sumbar dan KDEKS

  Ilustrasi Gambar: bappenas Disalin dari kiriman FB Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa " Mengapa MUI Sumbar sangat keras dengan pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syari'ah { KDEKS)? " Itu pertanyaan seorang tokoh kepada kami. Walaupun kata "keras" itu terasa kurang nyaman tapi biarkan sajalah karena sikap yang kita keluarkan, bukan untuk menuai sanjungan dan bukan pula untuk mengundang kebencian tapi untuk menjalankan tugas keulamaan dan kemajlisan guna menggapai ridha Allah swt. Kalau akan dinilai, biarlah umat yang berpikir jernih menilai dengan adil.

Rendang Babi, Pesan untuk yang Asal Bicara

Disalin dari:   Singgalang, Rabu 15 Juni 09.20 Oleh: DR. Gamawan Fauzi Datuak Rajo Nan Sati, SH Setelah ribut masyarakat asal Minangkabau memprotes masakan rendang daging babi yang dijual sebuah restoran bermerk restoran Padang, muncul  tanggapan dari berbagai kalangan. Ada dari ahli kuliner, ahli sosiologi  sampai kepada ahli ekonomi pemasaran, bahkan sampai seorang yang bergelar Gus, yang suka nyeleneh dengan soal soal Islam. Tanggapan tersebut melebar kemana- mana dan menjangkau hal-hal yang tidak dipermasalahkan secara substansial oleh masyarakat Minang. Tapi biasalah, kadang supaya ingin terkenal, seperti kelakuannya selama ini,  mereka ikut nimbrung meramaikan.

Provokasi Sepilis

gambar: hidayatullah Keras! Buya Dr. Gusrizal: Menu Babi Diidentikkan Masakan Padang adalah Penghinaan terhadap Budaya Minangkabau MINANGKABAUNEWS.COM , PADANG — Heboh Menu itu berasal dari Restoran Babiambo Nasi Padang Babi yang berada di Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara. Bahkan dalam keterangan di akun instagram Babiambo, mereka yang pertama di Indonesia, menjual masakan Padang non halal. Menyikapi itu, Ketum MUI Sumbar Buya Dr. Gusizal Gazahar Dt. Palimo Basa sontak geram. “Kita bukannya ingin berbicara secara tajam tentang mayoritas dan minoritas tapi rasa saling menghargai dan memahami antar kelompok masyarakat itulah yang sudah semakin tipis,” kata Ketum MUI Sumbar Buya Dr. Gusizal Gazahar Dt. Palimo Basa, Jumat, (10/6/2022).

Galapua Rang Minang

  Ilustrasi Gambar: gramedia "Galapua Rang Minang" Buya DR. Gusrizal Gazahar, Dt. Palimo Basa Disalin dari FB Rias Dilan Ranah dan rantau "tergagau" dengan keberanian orang menyandingkan Rumah Makan Padang dengan makanan haram. Banyak tokoh "meradang" melihat dan membaca kata "babi" bersanding dengan kata "ambo". Bagi seorang da'i kampung seperti saya, mencermati reaksi itu rasa tersentak tali bathin karena tersadar bahwa Marapi dan Singgalang masih tertegak kokoh. Talang dan Kurinci belumlah luluh karena goncangan putaran zaman. Singkarak dan Maninjau belumlah kering. Ombak masih berdebur menghempas pantai pesisir Ranah Minang. Keteguhan ciptaan Allah swt tersebut dengan segala keharmonisannya, ternyata masih menjadi tanah kelahiran pewaris DNA perantau berdarah pekat dan tonggak-tonggak tua penghuni ranah yang siap menjaga "sako jo pusako". Apakah itu yang dinamakan reaksi atas "marwah" yang "terawai"...

KRONOLOGI PERISTIWA SOSIAL POLITIK DI PARIAMAN PADA ABAD 15-19 M.

Gambar Ilustrasi: travel tempo  Disalin dari FB PUAMS KRONOLOGI PERISTIWA SOSIAL POLITIK DI PARIAMAN PADA ABAD 15-19 M. =============================== Disusun Oleh : Sadri Chaniago (Anak Nagari Ampek Angkek Padusunan). ABAD 15 MASEHI 1511 M : Malaka direbut oleh Portugis (Rusdi Sufi, 1995:10). 1512 M : Tome Pires seorang pelaut Portugis mengatakan bahwa telah ada lalu lintas dagang antara India dengan beberapa kota pelabuhan seperti Pariaman, Tiku, Barus, dan pelabuhan lain di sepanjang pantai barat Sumatera (Armaidi Tanjung, 2006:17). 1514 M : Kesultanan Aceh Darussalam berdiri.

ORANG PETALANGAN DALAM KERAJAAN PELALAWAN

 Disalin dari kiriman FB A'AL Pada masa Kerajaan Pelalawan , pebatinan Kurang Oso Tigo Puluah menerima pengakuan formal dari pemerintah, dan mendapatkan hak memiliki serta hak menggunakan 29 kawasan teritorial yang berbasis suku, Utan-tana Pebatinan Kurang Oso Tigo Puluh (Hutan-tanah Pebatinan Kurang Satu Tiga Puluh). Masing-masing wilayah diperintah oleh seorang batin (pemimpin adat), dan disebut ‘kawasan budaya’ atau ‘wilayah hutan tanah’. Hutan-tanah itu tersebar di empat wilayah kedatuan kerajaan yaitu: 1. Kedatuan Datuk Laksamana Mangku Diraja, berpusat di Pangkalan Kuras yang berpusat di Sorek Satu. 2. Kedatuan Datuk Engku Raja Lela Putera, berpusat di Langgam. 3. Kedatuan Datuk Kampar Sama Diraja, berpusat di Pangkalan Bunut. 4. Kedatuan Bandar Setia Diraja berpusat di Teluk. Keempat kedatuan, kecuali Datuk Engku Raja Lela Putera (mantan penguasa Pelalawan-Johor terakhir), adalah para bangsawan Pelalawan. Masing-masing mereka adalah kepala dalam setiap wilayah Kedatuan, yait...

Abdul Rahman Kajai - Bapak Wartawan Malaysia

 Disalin dari kiriman FB A'AL Abdul Rahman Kajai. Bapak wartawan Malaysia dan tokoh awal pejuang pergerakan nasional di Malaysia. Beliau juga merupakan sastrawan besar di Malaysia. Lahir di Selangor dengan orang tua yang berasal dari Minangkabau, tepatnya daripada Nagari Kajai, Pasaman Barat, Minangkabau. Beliau juga merupakan pendiri akhbar (surat kabar) Utusan Melayu yang awalnya berdiri di Singapura, yang memartabatkan tulisan Jawi dan Bahasa Melayu. Sejak dulu, orang-orang Minangkabau dikenal ahli dan cakap dalam mengolah Bahasa Melayu, itu mengapa sebabnya Balai Pustaka dipercayakan kepada orang-orang Minangkabau yang dikenal terampil dalam tulis-menulis dan mengolah Bahasa Melayu.

HUBUNGAN DAN PERTALIAN ANTARA MINANGKABAU, SUMATRA TIMUR, DAN NASUTION

  Gambar Ilustrasi: travel.detik Yang Dipertuan Maharaja Raja Alamsyah Syaifuddin dari Pagaruyung di Alam Minangkabau, mempunyai tiga orang anak: - Batara Guru Pinayungan (Batara Sinombah) - Batara Guru Gorga Payung (Sutan Kumala) - Putri Langgageni Keturunan Batara Guru Pinayungan menjadi raja-raja di Sumatra Timur: - Yang tertua, Raja Bilah, menetap di Kambul (Bilah Hulu) dan menurunkan raja-raja Kesultanan Bilah dan Panai - Raja Segar Alam menetap di Sungai Toras dan keturunannya menjadi raja di Kampung Raja - Maharaja Awan (Sutan Mangkuto Alam) menetap di Sungai Tasik dan menjadi raja di Kota Pinang

Asal Usul Kubung Tigo Baleh

Gambar Ilustrasi: sumatrazone Disalin dari kiriman FB Radjo Malintang Agam Asal usul Kubung Tigo Baleh Kubung Tigo Baleh berawal dari perbedaan pendapat antara pemimpin Tigo Baleh Kaum [1] dengan penguasa Pariangan pada masa dahulu. Pemimpin Tigo Baleh kaum menentang kebijakan pemimpin Pariangan yang melanggar kebiasan musyawarah untuk suatu keputusan, dan lebih menonjolkan kekuasaan. Pemimpin Pariangan yang ketika itu lebih kuat, akhirnya menyebabkan Tigo Baleh Kaum pindah ke Bukit Tigo Baleh di Luhak Agam antara Sungai Janiah, Simarosok, dan Baso. Di Agam dikenal dengan nama Kubuang Tigo Baleh. Ke tiga belas kaum dipimpinan oleh penghulu yang bergelar : Datuk yang di Pituan Sati Datuk Rajo Indo Bumi Datuk Rajo Malano Datuk Rajo Magek Datuk Rajo Taduang Datuk Rajo Kacik Basa Datuk Rajo nan Gadang Datuk Singo Marapi( ka kurinci) Datuk Gadang Maharajo Lelo Datuk Panjang Datuk Putih(ka pauh manjadi Rajo putih) Datuk Gamuk Datuk Bandaro Sati

TENTANG BATUBARA: HUBUNGAN ANTARA SIMALUNGUN DENGAN MINANGKABAU, DAN KAITANNYA DENGAN KESULTANAN SIAK DAN PULAU PINANG (MALAYSIA)

Ilustrasi Gambar: wikipedia Disalin dari kiriman FB A'al Negeri Batubara, yang terletak di tepi Selat Melaka, tepat berseberangan dengan Pulau Pinang, pada mulanya adalah kawasan pesisir bagian dari wilayah Kerajaan Simalungun. Wilayah itu diserahkan Raja Simalungun yang bermarga Damanik kepada putrinya, Boru Damanik, yang menikah dengan Datuk Belambangan dari Pagaruyung, Alam Minangkabau, yang tersesat di hutan ketika berburu rusa bersama rombongannya. Datuk Belambangan kemudian ditabalkan dengan marga Sinaga mengikut tradisi Simalungun. Pernikahan mereka terjadi sekitar tahun 1676-1680. Datuk Belambangan kemudian menjadi raja di kawasan itu dengan membuat penempatan awal di Kuala Gunung yang menghadap Selat Melaka.