Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Tentang Kubuang Tigo Baleh

Ilustrasi Gambar: https://bundokanduang.wordpress.com SEJARAH KUBUANG Tigo Baleh Daerah Solok dalam Tambo Minangkabau dikenal dengan nama Kubuang Tigo Baleh yang merupakan bagian dari Luhak Tanah Datar. [1] Daerah ini tidak be rstatus “Rantau” (daerah yang membayar upeti), malah mempunyai Rantau dan Pesisirnya sendiri. Daerah Rantaunya adalah Alam Surambi Sungai Pagu (Solok Selatan) dan pesisirnya adalah daerah Padang Luar Kota dan sebagian daerah Pesisir Selatan. Dalam pepatah adat disebut, Aso Solok duo Salayo, ba-Padang ba-Aia Haji, Pauah Limo Pauah Sambilan, Lubuak Bagaluang Nan Duo Puluah. Dari naskah Tjuraian Asal Mula Negeri Solok dan Salajo [Salayo], diperoleh keterangan bahwa nama Kubuang Tigo Baleh berasal dari datangnya 73 orang dari daerah Kubuang [di Luhak] Agam [2] ke daerah yang sekarang disebut Kabupaten dan Kota Solok. Tiga belas orang di antaranya tinggal di Solok dan Selayo serta mendirikan Nagari – nagari di sekitarnya, sedangkan ...

Moge Anasionalisme Indonesia, Kapitalisme, Arogansi (Agus 2015)

Disalin dari Kompasianter:  Abah Pitung Penulis pernah menyaksikan  ada hanya 6  Moge  (Motor Gede) dikawal oleh Polisi voorrijder pada jalan yang sedang macet berat, sehingga pengawalan itu memperparah kondisi kemacetan saat itu.  Semua orang disepanjang jalan itu mengumpat, mengejek dengan sumpah serapah paling kotor kepada ke-enam pengguna motor HD (Harley Davidson) tersebut dan  Polisi  voorijder yang mengawal mereka didepan.  Untuk menyaksikan Polisi voorrijder hanya mengawal sebuah mobil berpelat hitam sudah sangat sering kita saksikan dan bisa saja mobil yang dikawal Polisi voorrijder itu adalah  para pengedar Narkoba . Saran kita kepada setiap pengawalan kepada kendaraan sipil, sebaiknya semua orang yang didalam mobil dan mobilnya diperiksa dahulu oleh para pelaksana Polisi voorrijder sebelum dilakukan pengawalan kebijakan dilapangan yang salah kaprah. Terlihat nyata, Polisi kita terutama Polisi voorrijder sangat tergiur dengan uang p...

Feodalisme Moge: Arogansi mereka di Ranah Minang

Petang hari Jum'at tanggal  13 Rabiul Awal 1442 H atau 30 Oktober 2020 pukul 16.40 WIB (4.40 Petang) telah berlaku tindakan penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang yang tergabung dalam kelompok Pengendara Motor Besar (Motor Gede) dengan perkumpulan yang bernama HOG Siliwangi Bandung Chapter [1] di Simpang Tarok, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang Kota Bukittinggi. Kejadian ini terekam oleh kamera seorang masyarakat. Salah satu akun media sosial kabar berita lokal Kaba Bukittinggi [2] mengabarkan kejadian ini. Kemudian salah satu akun Instagram (IG) yang bernama tnilovers18 [3]  yang juga dikutip oleh Kaba Bukittinggi pada berita kedua mereka terkait kejadian ini, menurunkan berita terkait kejadian ini. Berikut kami sertakan kutipan berita dari akun IG tnilovers18: Kronologi lengkap Pemukulan 2 Anggota TNI Oleh Rombongan Motor Harley Davidson (Moge).

MASIH PERIHAL ORANG KAMPAR

Seputar polemik apakah identitas Orang Kampar itu adalah "Orang Minangkabau" ataukah "Orang Melayu".? Secara kasat mata kita dapat melihat langsung saja bahwa : - Adat istiadat mayoritas masyarakat Kampar itu mirip dg Minangkabau, yakni antara lain seperti bahasanya, nama2 suku yg mereka sandang, pakaian adatnya, rumah-rumah lamanya. Tak ubahnya seperti kalau kita berada di Luhak Limo Puluah, Minangkabau. Kenapa begitu.? Karena nenek moyang mereka memang datang dari berbagai Luhak di Minangkabau. Hingga wilayah Kampar menjadi wilayah Rantau Minangkabau dan menjadi bagian dari Luhak Limo Puluah. Hal itu sudah terjadi di masa Adityawarman dan jauh sebelum terbentuknya Kesultanan Siak Sri Indrapura. Dengan demikian memang mereka adalah keturunan Minangkabau. Namun perjalanan sejarah dan aneksasi Kesultanan Malaka terhadap wilayah Kampar dan Riau Daratan umumnya mulai dari Arcat hingga Indragiri telah menjadi wilayah jajahan Kesultanan Malaka, sebelum akhirnya Malaka di...

Raja Muslim Nusantara Pertama

*SRI INDRAWARMAN* *PELOPOR AGAMA ISLAM DI NUSANTARA* Dialah Maharaja Sri Indrawarman (702 - 728 M), raja kedua dari imperium Sriwijaya. Ia naik takhta menggantikan sang raja pertama sekaligus pendiri kerajaan ini, Dapunta Hyang (671 - 702 M). Pada masa pemerintahannya, Sriwijaya masih berkedudukan di Palembang, Sumatera Dirinya disebut-sebut sebagai penguasa nusantara pertama yang memeluk agama Islam Beberapa literatur Arab yang ditulis pada abad ke-8 M telah menyebutkan adanya korespondensi antara Sri Indrawarman dengan kekhalifahan Islam. Di antaranya adalah tulisan Al-Jahiz (781 - 869 M) yang berjudul “Al-Hayawan”, Ibnu Abd Rabbih (860 - 940 M) dalam “Al-’Iqd Al-Farid”, juga Ibnu Taghribirdi (1411 - 1470 M) dalam “An-Nujum Al-Zahirah fie Muluk Misr wal Qahirah”

Tentang Prasasti Minangkabau

  - Tentang Prasasti Minangkabau - Disalin dari kiriman FB:  Anak Melayu Jambi (Hari Minggu 5/4-2015) Saya bertamu di rumah pewaris tahta kerajaan Pagaruyung di Sungai Tarab bapak Sultan Taufik Thaib, SH Tuanku Mudo Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Pagaruyung. Kami berdiskusi mengenai adat istiadat di Alam Minangkabau dan Kerinci. Panjang lebar tidak dibentangkan, Minangkabau dengan penduduk suku Minangnya yang begitu banyak luas bentang alamnya, yang begitu luas. 

Sifat kato Jo rundiangan menurut adat

Sifat kato Jo rundiangan menurut adat di bagi Tiga macam : 1.Tipuan Aceh Ditipu Jo muluik manih, dikabek Jo aka Budi Dillilk Jo baso basi, Budi haluih bak lauik Dalam tampek bamain aka Budi.

Hikayat Bukit Siguntang

Sahibul hikayat dari Sejarah Melayu, tersebutlah perkataan sebuah negeri di Tanah Andalas, Palembang. Demang Lebar Daun adalah rajanya. Dari keturunan anak cucu Raja Suran. Muara Tatang nama sungainya, dihulunya ada sebuah sungai bernama Sungai Melayu. Adalah dalam suangai itu, satu bukit bernama Bukit Si Guntang, di hulunya Gunung Mahamiru, di daratnya ada satu padang bernama Padang Penjaringan.  Maka dikisahkan pula di Bukit Si Guntang itu berhuma dua org perempuan Wan Empuk dan Wan Malini. Terlalu luas dan terlalulah jadi padinya. Tiada dapat terkatakan, telah hampir masak padinya.  Sebermula maka dikisahkan, apabila Raja Suran yang berketurunan Iskandar Zulkarnanin masuk ke dalam laut dan berkahwin dengan Puteri Mahtabul Bahri, Puteri Raja Aftabul 'Ard, dari Kerajaan Basram di bawah laut. Hasil dari perkahwinan itu lahir tiga orang anak, Nila Pahlawan, Krishna Pendita dan Nila Utama. Ketiga-tiganya ini dijaga oleh nendanya [kakek/nenek]. 

Asal Muasal nama Indonesia

  Alkisah Asal Nama "Indonesia" dari Wartawan Skotlandia Nusantara (kini Republik Indonesia) yang dulunya orang Belanda menyebutnya Kepulauan Hindia Timur dalam sejarahnya selama berabad-abad, selalu terikat dengan Negeri Belanda. Tapi tahukah Anda bahwa asal-usul nama Indonesia sendiri bukan dicetuskan orang Belanda? Memang dalam catatan sejarah dari berbagai sumber, pernah ada seorang Belanda, Eduard Douwes Dekker yang punya nama samaran ‘Multatuli’, sempat menggunakan nama Insulinde untuk negeri yang sebelumnya bernama Hindia Belanda ini. Sayang, penyebutan kata itu di surat kabar pada awal abad 20 kurang populer.

Dari Roti hingga Ketiding Besar

Cerita Yuang Mandua, Baba, Kancia di kedai Uwo Pirin terkait pemilihan Kepala Kampung  yang saling cakar-cakaran. Bermacam serangan dan sanjungan diarahkan kepada setiap calon yang ada. Dari cerita memuji setinggi langit hingga menyindir sehabis kata. Tensi tinggi, mulut berair karena omongan telah keatas -kebawah. Yuang Mandua yang keras kepala, pantang kalah dengan cerita Baba. Pantang Bagi Yuang Mandua memberi waktu kepada Baba. Walau bagaimanapun, seri sahaja ia tak hendak. Begitulah pendirian Yuang Mandua. "Calon aku nan membangun kesemuanya ini. Calon aku ini hebat betul. Elok laku, cerdik, penyayang, pengasih betul. Berlainan dengan calon nan lain" kisah Yuang Mandua semakin menjadi-jadi.

Katak di Bawah Tempurung

Gambar Ilustrasi: Studio Literasi Tatkala membaca tulisan ini, kita teringat dengan Pakcik Rasulullah yang dapat menerima kebenaran Islam namun berat hatinya untuk meninggalkan Agama Leluhurnya. Teringa tpula kita dengan kisah Fasisme Nazi dan Jepang pada masa Perang Dunia (PD) II, dimana mereka meanggap bahwa bangsa merekalah yang paling maju, unggul, hebat, dan lebih dari bangsa-bangsa lain. Silahkan dibaca dan selami pola fikir Si Penulis. Tentunya tak semua orang Jawa berfikir sama dengan Si Penulis namun kita setidaknya mendapat gambaran betapa congkak dan angkuhnya para Nuswantoro ini. Kisah mereka sesungguhnya telah digambarkan berabad-abad yang lampau oleh nabi kita. Pelajari lagi agama kita baik-baik, jangan sampai tersungkur kedalam lembah kefasikan dan kemunafikan. Tulisan di bawah disalin dari kiriman FB: Buyung Kaneka Waluya Sesungguhnya, orang Jawa tak pernah ikhlas menerima Islam, Kristen, Buddha, maupun Hindu. Karena orang Jawa mencintai leluhur dan budaya Jawa, serta ...

Balai Selaso Jatuh Kembar

Masyarakat Melayu-Riau dipesisir Timur pulau sumatera menyebut rumah ini dengan Balai Selaso Jatuh . Rumah adat ini memiliki makna dua buah selasar (selaso) yamg berada disebelah kanan dan kiri dimana lantainya lebih rendah daripada ruangan tengah.

Phattalung : Kesultanan Melayu-Islam Yang Akhirnya Hilang Arah

Sumber Gambar: https://www.facebook.com Phattalung : Kesultanan Melayu-Islam Yang Akhirnya Hilang Arah 1. Iman tak dapat diwarisi, dari seorang ayah yang bertaqwa. Jadikan kisah sejarah ini sebagai pedoman. 2. Kewujudan negeri Phattalung berkait rapat dengan negeri Singgora. Apabila Dato Moghul yang mengasaskan negeri Singgora mangkat, takhta Singgora digantikan oleh anakanda sulungnya yang bergelar Sultan Sulaiman Syah. Manakala sebu ah lagi wilayahnya iaitu Phattalung ditadbir oleh seorang lagi anakanda baginda iaitu Sultan Farisi. Seorang lagi anakanda Dato Moghul adalah perempuan bernama Fatimah. 3. Selepas Singgora jatuh akibat serangan Ligor yang bertindak bagi pihak Ayutthaya, Sultan Farisi dibenarkan untuk meneruskan perintahan di Phattalung tetapi di bawah naungan Siam. Baca mengenai kisah kejatuhan Singgora di bawah :

SUTAN PANGADUAN, 'KABA RABAB' DARI PARIAMAN YANG SUDAH JARANG DI CERITAKAN.

Pada zamannya ' Kaba Sutan Pangaduan ' sangat legendaris dan sering di ceritakan oleh ' Tukang Rabab Galuak ' (rabab khas Pariaman yg terbuat dari tempurung kelapa, Kalau di Pesisir Selatan umumnya memakai biola), Namun seiring berkurangnya para seniman Tukang Rabab Galuak, Kaba Sutan Pangaduan sudah jarang di dengar, Demikian juga para Tukang Rabab tidak lagi menguasai jalan ceritanya, Kecuali ada pada kalangan generasi peminat dan peneliti budaya yang terus menggali cerita legendaris dari Pariaman ini. Sutan Pangaduan ceritanya berlatar belakang di salah satu daerah yang sekarang berada dalam kawasan Kab. Padang Pariaman , Banyak pendapat meyakini bahwa daerah yang dimaksud dalam kaba itu adalah daerah yangg sekarang bernama ' Limo Koto Kampuang Dalam '. Diceritakan Sutan Pangaduan adalah seorang Putra Mahkota dari Raja yang berkuasa di Kampuang Dalam, Pariaman. Dia memiliki dua saudara tiri lain ibu yaitu Sutan Lembak Tuah yang ibunya seorang ...

Gegap Gempita Kongres ke-19 Muhammadiyah di Bukittinggi

Gambar: https://daerah.sindonews.com Dzikry Subhanie Senin, 7 Oktober 2019 - 05:00 WIB Bermula dari Kongres ke-18 di Solo Siapa pernah menduga, perhelatan akbar Hoofdbestuur Muhammadiyah bisa diselenggarakan di luar Jawa pada tahun 1930.Kisahnya dimulai di arena Kongres ke-18 di Solo. Haji Fakhruddin mengusulkan agar Minangkabau ditunjuk sebagai pelaksana kongres selanjutnya. Ia beralasan, daerah ini merupakan negeri yang mampu memenuhi cita-cita Muhammadiyah, sekaligus pelopor pengembangan persyarikatan di seluruh Sumatera, bahkan seluruh Hindia Timur ( Hamka, 1960:2 ). Usulan Fakhruddin rupanya mendapat sambutan hangat dari M.Joenoes Anis dan seluruh utusan dari daerah. Ketika pimpinan sidang meminta kesediaan utusan Minangkabau, mereka pun meminta waktu untuk membicarakannya di Konferensi Daerah. Namun, jawaban utusan itu ditanggapi Fakhruddin dengan penuh semangat."Kalau Muhammadiyah Minangkabau tidak sanggup mengadakan Kongres ke-19, Pengurus Bes...

Minangkabau, Medan Kongres Muhammadiyah Pertama di Luar Jawa (2)

Oleh; Bakhtiar, MAg SUARA MUHAMMADIYAH, Bukan hanya dihadiri oleh anggota Muhammadiyah dari kalangan laki-laki saja kongres ke-19 di Minangkabau melainkan banyak dihadiri pula dari kalangan perempuan. Mereka tidak hanya dari sekitar Bukittinggi, melainkan hampir seluruh daerah Minangkabau. Bintang Islam melaporkan: “Mereka beloem sama poeas dengan adanja Openbaar Aisjijah, sehingga mereka sama menghadiri openbaar Moehammadijah jang sebenarnja choesoes oentoek kaoem laki-laki. Dan kaloe mereka akan ditolak oleh HW, jang mendjaga persidangan, maka didjawabnja: “sebab apakah kami tida boleh masoek. Toch ini vergadering, persidangan oemoem”. Didjawab oleh HW, dengan tegas: “Betoel  ini persidangan oemoem, akan tetapi oemeom boeat koem laki-laki, sedang kaoem perempoen tidak kami sediakan tempat.”. Maka didjawablah oleh mereka: “Biarlah, maksoed kami datang ini, boekanlah oentoek doedoek dikoersi, akan tetapi hendak mendengarkan choetbah-choetbah jang memang pent...

SELAYANG PANDANG SEJARAH BATIK

Batik merupakan pakaian khas Jawa yang dijadikan sebagai busana nasional atau “Batik Nasional” di Indonesia. Sejarah batik sendiri beragam di Tanah Jawa, ada yang mengatakan asalnya dari Mesir dan Sumeria , ada pula yang mengatakan dikembangkan oleh orang-orang India, serta ditemukan juga ada pula batik di Cina. Batik berasal dari kata ambathik yang merupakan paduan dari kata ambha  yang berarti lebar/luas dan matik  yang berarti membuat titik. Perpaduan dua kata ini akhirnya berubah menjadi batik  yang berarti menghubungkan titik-titik menjadi gambar tertentu pada kain yang luas dan lebar. Konon kabarnya, pengaruh batik sudah sangat meluas, ekspansinya sampai ke luar dari pulau tersebut seiring dengan hegemoni politik dan budaya mereka. Bahkan pada beberapa pulau dikenal pula batik. Pada akhir-akhir ini, sebuah kota di Minangkabau mengeluarkan batik khas kota mereka. Berasal dari Mesir atau Sumeria Sumber dari Wikipedia menyebutkan kalau Batik berasal dari Mesir at...

BAJU KURUNG

Baju Kurung (Min. Baju Kuruang) merupakan pakaian perempuan Melayu. Bagi masyarakat Melayu yang egaliter pakaian ini dikenakan oleh semua perempuan Melayu tak memandang status sosial. Yang membedakan hanyalah pada bahan, corak, motif, tenunan, sulaman, serta pasangannya ( kodek /sarung). Baju kurung merupakan pakaian yang longgar sehingga menyembunyikan bentuk tubuh perempuan yang menggenakannya. Lengannya ada yang panjang sampai ke tangan ada yang singkat hanya sampai pergelangan tangan. Panjangnya sampai ke bawah lutut, dipadukan dengan kodek (ada juga yang mengatakan lambak )  berupa kain sarung. Pada kegiatan perhelatan (kenduri/pesta/ritual) sarung yang dipakai ialah Songket. Selain dipadu padankan dengan sarung, kelengkapan baju kurung yang lain ialah Selendang. Selendang digunakan sebagai tingkuluak atau kerudung (hijab) untuk menutupi aurat pada bagian kepala. Namun terdapat beberapa perempuan yang hanya menggantungkan selendang tersebut di leher. Selain menggunaka...

KEBAYA

  Perempuan-perempuan tak berpenutup dada tak hanya di Papua saja di masa lalu, tapi di banyak daerah di Indonesia. Di Jawa, kaum perempuan biasanya hanya menutup dadanya dengan kemben yakni sebuah kain yang dililit di bagian dada. Baru setelah periode 1900-an, perempuan di Jawa mulai mengenakan kebaya. Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Kutang Nusantara",  https://tirto.id/byuk Kebaya diduga berasal dari bahasa serapan Arab qaba yang berarti pakaian yang kemungkinan berhubungan dengan kata abaya yang berarti jubah yang longgar. Kemudian kata ini mendapat tempat melalui Bahasa Portugis cabaya. Menurut sebagian sumber kebaya sudah ada semenjak zaman Majapahit yang lazim dipakai oleh perempuan bangsawan yang dipadukan dengan pakaian yang telah ada sebelumnya yakni kemben . Sebelumnya di Jawa juga telah dikenal istilah lain untuk pakaian perempuan seperti kulambi yang berarti baju, sarwul atau sruwai yang berarti celana, dan ken yang merujuk kepada kain panjang ya...

Sekilas Perihal KEMBEN

Kemben secara tradisional dikenakan dengan cara melilitkan sepotong kain menutupi batang tubuh bagian atas, tepi dilipat dan disematkan, diikat dengan tambahan tali, ditutupi dengan  angkin  atau selempang yang lebih kecil di sekitar perut [Wikipedia] Terdapat beragam versi terkait asal muasal kemben ini, Wikipedia menyebutkan bahwa busana ini sudah ada semenjak periode Jawa Kuno dan Klasik dan dipakai oleh wanita istana. Hal ini seperti tergambarkan dalam kitab Kakawin Sumanasāntaka , karya dari Mpu Monaguna, pujangga dari Kadiri pada abad ke-13 M , berikut petikannya:

Ancaman yang belum disadari

Pada tahun 2000an sebagian besar orang Minangkabau masih ada yang berpendapat bahwa Baju Kurung merupakan Budaya Malaysia. Menurut mereka, Kebaya ialah pakaian mereka (yang populer dengan sebutan "Kebaya Nasional"). Apabila ada tersua perempuan memakai baju kurung makan akan dipandang aneh dan sebelah mata. Dalam setiap undangan resmi akan tersua arahan "Pakaian laki-laki: batik nasional. Perempuan: kebaya nasional" Dan kemudian anak-anak Minang diberi kesadaran, salah satunya ialah tentang jati mereka. Baju Kurung perlahan-lahan bangkit dan dipopulerkan dengan nama "Baju Kuruang Basiba" walau tak semua Baju Kurung itu basiba. Namun, ini hari masih tersua sebagian orang yang berpandangan "Pakaian perempuan Minang itu ialah kebaya, tingkuluak, dan suntiang.." ditambah orang sekarang yang tergila-gila agar terkenal sehingga tatkala orang memprotes pakaian yang katanya pakaian Minang maka mereka membela "Semestinya kita berterima kasih karena p...

Kebaya nan Digemari Perempuan Minang

"Kenapa tak ada orang Minang nan memprotes pakaian pengantin Nikata?" tanya seorang kawan "Padahal ketat dan rendah belahannya. Naik sahaja kamera agak sedikit nampaklah gunung kembar itu.." imbuhnya tergelak. "Ya, padahal beberapa bulan nan silam kalian orang Minangkabau meributkan perihal perempuan cina yang mengikuti ajang kecantikan mewakili daerah kalian. Hanya karena ia nasrani, padahal pabila dilihat, pakaian nan dikenakannya sopan dan mewakili adat istiadat negeri kalian.." tambah kawan nan lain. Semenjak hari Sabtu kami pandangi dan memanglah belum ramai orang membahasnya. Itsnin malam baru kami dapati salah satu kiriman di media sosial, namun tak langsung merujuk kepada pesohor nan katanya berdarah Minang itu. Ia menyoroti beragam pakaian anak daro di perantauan terutama para pesohor nan menggunakan langgam berpakaian ala Minang. Hanya satu itu sahaja, belum ada nan lain. Kami tiada tahu apa penyebabnya namun telinga ini panas juga mendengar oran...

Pakaian Perempuan Minangkabau

Perempuan ialah lambang kehormatan bagi orang Minangkabau, mereka dimuliakan dan dituahkan dengan Rumah Gadang dan harta pusaka. Sedangkan lelaki hanya dituahkan dengan Gelar Pusaka. Namun banyak jua orang Minang yang tak begitu faham dengan adat serta orang luar yang memandang adat Minang ini dengan penuh prasangka dan cemburu. Mereka semua berpendapat berlainan. Pakaian kemualiaan seorang perempuan Minangkabau ialah Baju Kurung. Pakaian ini sebenarnya tidak hanya dipakai oleh perempuan Minangkabau saja, akan tetapi seluruh perempuan di Alam Melayu menggunakannya. Saat ini, hanya orang-orang Melayu di Malaysia yang masih mempertahankan pakaian ini. Sehingga banyak orang Minangkabau yang tak faham apabila disebut perihal baju kurung maka mereka akan berseru “O baju yang serupa dipakaia oleh orang Malaysia itu..?”

Ahmad Karim: Pahlawan Ampera Bukittinggi dari Pasaman

  Dari zaman tritura 1966. siswa STM sudah berjuang untuk demokrasi dan menolak komunis di indonesia. ............................................ YA.. DIA ADALAH AHMAD KARIM.. Ahmad karim lahir pada tahun 1947 di Kampung Landu, Jorong Parit Lubang, Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten pasaman. Ahmad Karim merupakan pelaku sejarah Angkatan 66, yang merupakan salah seorang Pahlawan Ampera, dikenal menjadi salah satu bagian dari angkatan pelajar dan mahasiswa yang mengusung Tiga Tuntutan Rakyat (Tri Tura) pada masa itu. “Ahmad Karim saat itu merupakan salah seorang siswa kelas dua STM Negeri Bukittinggi, dinyatakan sebagai Pahlawan Ampera, setelah gugur di Kampung Cina, Bukittinggi, ditembak oleh tentara saat memperjuangkan hak rakyat pada pemerintah.. Berdasarkan catatan sejarah, 51 tahun lalu, tepatnya 10 Januari 1966, terjadi aksi besar pelajar dan mahasiswa.

Dadiah di Masa Milenial

DADIAH, YOUGHURT KHAS MINANG YANG MELEGENDA DAN HAMPIR LENYAP DI TELAN ZAMAN. Di era yang serba instant ini, tak banyak lagi kaum milenial Ranah Minang mengenal jenis kuliner maupun jajanan tradisional khas leluhurnya. Semua yang dipajang di swalayan dipenuhi oleh kemasan buatan pabrik yang modren telah memanjakan selera para pelangganannya, menggeser jenis jajanan kuliner tradisinal khas leluhur. Salah satu kuliner yang berjenis youghurt khas Minang namun tak banyak di kenal para generasi muda minang adalah DADIAH , Sebelum tahun 2000an sering kita lihat youghurt tradisional ini dijual di pasar-pasar [pakan/pekan] tradisional di seluruh wilayah di kawasan Minangkabau, namun saat ini keberadaannya sudah digeser oleh makanan-makanan buatan pabrik yang lebih menarik dan terpajang di swalayan modren.

Pendatang Haram Cina

Sekedar mengingat masa lalu yang pernah saya ikut dalam melaksanakan instruksi presiden. ********************** Tahun 1992, Soeharto menginstruksikan ke seluruh instansi terkait agar melakukan razia. Termasuk Kemendagri. Yang sangat kebetulan almarhum suami saya bernama DRS TM PARDEDE salah satu sebagai mantan pejabat di Kemendagri. Almarhum merupakan ahli dalam bidang Kependudukan. Banyak oknum pejabat mengenal nya sebagai Pakarnya Kependudukan maka banyak yang mengatakan beliau DOKTOR nya Kependudukan karena beliau benar-benar sangat menguasai permasalahan ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN. Disamping itu beliau juga dikenal sebagai MANUSIA KAMUS BERJALAN, karena hafal Pasal-pasal dan ayat2 yang ada dalam UU maupun PP Kepmen dll. Segala peraturan dan aturan yang ada dinegara ini bisa dikuasai.  Beliau juga sebagai ahlinya dalam permasalahan WARGA KETURUNAN, baik budaya, sistem, agama dan langkahnya. Beliau Sarjana SOSPOL LULUSAN GAJAH MADA. Almarhum saat melaksanakan ...

Minangkabau Medan Kongres Muhammadiyah Pertama di Luar Jawa (1)

Gambar: https://daerah.sindonews.com SUARA MUHAMMADIYAH, Kongres Muhammadiyah pertama di luar Jawa diselenggarakan di Minangkabau pada tahun 1930. Kesuksesan kongres ke-19 ini merupakan jawaban terhadap tuduhan dan opini yang dibangun oleh pihak yang antipati bahwa Muhammadiyah hanya dapat hidup di Yogyakarta (Bintang Islam, No. 3/VIII/1930, h. 130-137). Penunjukan Minangkabau sebagai tuan rumah pelaksanaan kongres diawali deng­an kunjungan Haji Fachrodin (1927) dan M Yunus Anis (1928) telah membawa opini baru bagi pemetaan kekuatan bahwa Muhammadiyah tidak lagi sebatas hanya ada di Jawa, melainkan sudah menyebar ke ranah Minang. Hal ini menjadi kekuatan kedua setelah di Yogyakarta. Percepatan dan perkembangan Muhammadiyah di Minangkabau dalam pandangan Haji Fachrodin—setelah melihat secara dekat pergerakannya di Minangkabau—mendorongnya untuk membawa kong­res Muhammadiyah ke Minangkabau. Dalam rangka memperkuat dan menghilangkan keragu-raguan Pe­ngurus Besar Mu...

MEMBACA DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA (Bagian 2)

MEMBACA DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA (Bagian 2) Apa Itu Komunisme ? Oleh : Saiful Guci Asiknya membaca sebuah buku lama yang saya peroleh dari penjual Buku loak di Blok M Jakarta. Buku membicarakan tentang Dasar Negara Republik Indonesia Dalam Kontituante Jilid II. Buku yang terdiri dari 500 halaman ini sangat menarik untuk dibaca karena dihalaman pertamanya tertulis “Bahagialah Orang Yang Banyak Membaca” Buku Dasar Negara Republik Indonesia berisikan pendapat pribadi tidak kurang dari 100 orang anggota konstituante yang berbicara tentang dasar negara pada sidang konstituante pada 11 November hingga 6 Desember 1957. Jangan Lupa baca dulu : MEMBACA DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA (Bagian 1) Perdebatan Antara Islam dan Panca Sila [klik pada judul]

Ibrahim Mara Sutan Wafat - 1954

“ Mara Soetan Overleden Na enkele dagen ziek te zijn gewest is der heer Ibrahim gelar Mara Soetan Dindsdag op 97-jarige leeftijd in Djakarta overleden. Zijn stoffelijk overschot werd Woensdagmiddag in Karet ter aarde besteld . Onder hen die wijlen Mara Soetan de laatste eer bewezen, bevond zich Moh. Sjafei, zijn aangenomen zoon, than parlementslid. Ibrahim Mara Soetan, afkomstig uit Kajutanam in Midden-Sumatra was reeds voor 1900 een bekende letterkundige. Verscheidene van zijn werken o.a. “Pembuka Fikiran” en “Pelita”, zijn uitgegeven. In de latste tijd heeft wijlen Mara Soetan zijch toegelegd op het schrijven van kinderboeken. ” ***

KISAH NURUDDIN AL-RANIRI DI NEGERI ACEH

  KISAH NURUDDIN AL-RANIRI DI NEGERI ACEH Haziq Ismail Inilah kisah panjang yang dipendekkan, berlaku di abad ke-17 Masihi. Datang seorang pemidato agama bernama Nuruddin Al-Raniri daripada Gujerat, Hindustan. Dekat saja dengan Mumbai tempat asal Dr Zakir Naik dilahirkan. Nuruddin Al-Raniri ini banyak menulis kitab dan rajin berceramah serta berdakwah di sana sini semenjak di kampungnya lagi. Cuma Nuruddin ini keras kepala dan rasa dirinya sahaja yang betul setiap masa. Suatu hari dia sampai ke Aceh dan dipendekkan cerita berjaya pula memancing hati Sultan Iskandar Thani dengan kitab-kitabnya (zaman itu belum ada Youtube) dan kepetahannya berhujah dengan segala dalil dan nas syariat.

INILAH PERATURAN BENTARA PIDIE

INILAH PERATURAN BENTARA PIDIE Inilah peraturan bentara Pidie; pertama-tama Bentara Sirama Indera itulah Bentara Blang Pidie, dan Bentara Sinara Wangsa itupun Bentara Blang Pidie, dan Bentara Seri Muda Sati di Padang Tiji dan Bentara Raja Sati Indera dan Bentara Seri Raja Diraja dan Bentara Seri Ratna Perkasa dan Bentara Raja Udahna Sati dan Bentara Seri Lela Raja, kawalnya di Seruli; Dan Bentara Seri Muda Wangsa dan Bentara Maharaja Perba dan Bentara Sirama Bangsa Raja dan Bentara Seri Indera Pahlawan dan Bentara Maharaja Seri Dewa dan Bentara Raja Dewa Sakti dan Bentara Seri Diraya  Dan Bentara Bijaya Pahlawan dan Bentara Seri Indera Perkasa dan Bentara Raja Sati Pahlawan dan Bentara Seri Nara Sati 

DIPLOMASI GAGAL ACEH _ ISTAMBUL

DIPLOMASI GAGAL ACEH _ ISTAMBUL Pada tahun 1873 jelang serangan Belanda ke Aceh yang menimbul kan perang panjang lebih dari 30 tahun yang dikenal dengan perang sabi atau perang Aceh vs Belanda 1873-1906 ,duta Aceh yang terakhir di kirim ke istambul adalah Habib Abdur rahman Azzahir sebagai Menlu pada pemerintahan Sultan Mahmud Syah Sang Duta membawa surat dari Sultan Mahmud kepada Sultan Abdul Aziz yang isi nya menyebut hubungan lama antara bandar Aceh dan Istambul yang pernah di bina oleh pendahulu nya.sultan juga menegaskan bahwa rakyat Aceh mendapat perlindungan Turki sejak zaman sultan Selim,hingga kakek nya Alaudin mansyur syah diberi firman dan medali majidi oleh khalifah Abdul majid dan Aceh hanya mengakui turki sebagai khalifah penguasa tertinggi. Sebagai subjek khalifah Turki usmani Aceh di izin kan memakai bendera Turki di kapal kapal dan menerima aturan Turki sebagai hukum yang berlaku di Aceh

Puteri Kamaliah kesayangan Sulthan Iskandar Muda

SECUBIT TENTANG PUTERI KAMALIAH @ PUTERI PAHANG ; KECINTAAN ISKANDAR MUDA MAHKOTA ALAM (ACHEH 1607-1636) Tun Suzana Tun Hj Othman Disebut bahawa dalam tahun 1618 Masihi, Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam (1607-1636) telah melancarkan perang besar-besaran ke atas negeri Pahang kerana murka di atas kerjasama Portugis dengan Sultan Johor Lama (yg menguasai Pahang waktu itu) yang berpakat meletakkan putera Johor, Raja Bujang menjadi Sultan Pahang setelah kemangkatan dua pemerintah Pahang hampir serentak. Selepas berjaya mengalahkan angkatan Melayu Johor-Pahang, Sultan Iskandar Muda telah menawan keluarga diraja Pahang sebagaimana yang telah dilakukakan baginda kepada keluarga diraja Johor selepas berakhirnya peristiwa Perang Batu Sawar dalam tahun 1613 Masihi (yang membawa penghijrahan Tun Seri Lanang ke wilayah Samalanga, Aceh).

Awal masuknya komunis di Aceh

  Awal masuk nya komunis di Aceh Awal mula Aceh bersentuhan dengan gagasan gagasan Komunisme di mulai di Sabang pada awal tahun 1921. Sejumlah pemuda di Sabang yang kebanyakan bukan etnis Aceh mulai mengenal komunisme, yang kemudian pada tahun 1939 partai politik pertama di Aceh didirikan yaitu partai Parindra.(Partai Indonesia Raya) Sebelum berdirinya Parindra, para pemuda-pemuda sabang itu sudah menjalin hubungan dengan seorang anggota polisi Belanda kelahiran Rusia. Kegiatan mareka tidak diketahui oleh Belanda. Kegiatan komunis juga masuk ke Sabang melalui awak kapal Rusia yang berlabuh di sana dan mengajarkan faham komunis secara rahasia di Sabang. Kader-kader muda komunis yg berjumlah 40 orang pada tahun 1926 menyusun sebuah rencana untuk melakukan pemberontakan komunis di Sabang. Akan tetapi pemberontakan ini tidak pernah terwujud karena rencana mareka tercium oleh pemerintah Belanda.

Tragedi Samenyeh 1998 - 2

Oleh Haekal Afifa*) MENULIS tentangnya membuat pikiran saya kembali pada tragedi Semenyéh. Peristiwa pembantaian pada 25 Maret 1998 di beberapa kamp penjara Malaysia yang dihuni oleh ratusan pelarian politik dan tenaga kerja asal Aceh yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia dibawah Perdana Menteri Dr Mahathir Muhammad dengan Pemerintah Indonesia kala itu di bawah Presiden Suharto. Pembantaian ini menjadi perbicangan hangat bagi publik Malaysia kala itu. Ternyata, ini adalah bagian dari “Operasi Bujuk” hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Malaysia dari tahun 1994 sampai tahun 1998. Hal ini terungkap dalam dokumen rahasia yang di tulis oleh Jana Mason, analis dari United State Committee for Refugees (USCR). Dalam dokumen yang berjudul “The Lask Risk Solution; Malaysia’s Detention and Deportation of Acehnese Asylum Seekers” yang terbit tahun 1998 itu menceritakan bagaimana pihak Malaysia melakukan penahanan, penyiksaan, dan deportasi tanpa prosedur yang telah dit...