Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Kelalaian Muda-mudi

[caption id="" align="aligncenter" width="700"] Gambar: http://4.bp.blogspot.com/ [/caption] Pada suasana hari raya ini kami hendak membawa tuan dan puan ke masa silam, menyilau masa dahulu dan membandingkannya dengan masa sekarang guna diambil hikmah pelajaran kepada kita semua yang masih mencintai Alam Minangkabau ini. Adalah seorang murid perempuan pada suatu sekolah di Padang yang bernama A. Wahab pulang untuk cuti hari raya pada tahun 1919. Dia tinggal di Padang Panjang namun menyempatkan diri berpesiar ke Buki Tinggi yang terkenal sebagai jantung dari Bovenlanden (Darek). Ketika berpesiar di Padang Panjang dan Bukit Tinggi dia mendapati suatu keadaan nan mengganggu jiwa keminangkabauannya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis sebuah karangan pada surat kabar Perempuan Bergerak yang terbit pada tanggal 12 Juli 1919, beginilah petikan tulisannya:

Bintang Penghargaan th.1929

[caption id="" align="aligncenter" width="290"] Gambar: https://niadilova.wordpress.com [/caption] Judul berita: Onderscheidingen ter Westkust (Penghargaan untuk pantai barat) Sumber : De Sumatra Post (terbit di Medan) edisi 5 September 1929 Berikut ini senarai dari penerima bintang di Sumatera Barat sebagaimana diberitakan oleh sumber di atas. Daftar penerima anugrah bintang (penghargaan) di Sumatera Barat dalam rangka perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-49, 31 Agustus 1929.

Bey Arifin

[caption id="" align="aligncenter" width="850"] Picture: Disini [/caption] MENGENANG BEY ARIFIN Pengantar Tulisan Mengenang Bey Arifin di ambil dari Majalah Bulanan KINANTAN edisi 05 Agustus 1995 (halaman 58) ditulis oleh Dr Deliar Noer.  Setelah saja (lizen) baca tulisan tersebut, bagus untuk ditulis ulang dan dimuat pada bog Bukik Ranah Ilmu. Sebagai tambahan tulisan-tulisan lain di berbagai media baik cetak maupun media Sosmed. Mengenang Bey Arifin adalah tulisan Deliar Noer di Majalah Bulanan KINANTAN edisi 05 Agustus 1995.  Tulisan mengenang ini memasuki 100 hari wafatnya K H Bey Arifin, ulama asal Minangkabau yang terkenal di Surabaya kata Deliar Noer.  Berikut kutipan tulisan Deliar Noer mengenai Bey Arifin. Bey Arifin dalam tulisan ini diringkas jadi BA, sedangankan Deliar Noer diringkas DN.  Semoga bermanfaat  (Haslizen Hoesin) MENGENANG BEY ARIFIN menurut Prof. DR. Deliar Noer MA. K H Bey Arifin mengaku seorang mubaligh.  Memang, pekerjaan dari...