Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Perihal Pamalayu & Dharmasraya

Kenapa Mongol tidak menyerang Melayu Ekspedisi pamalayu... 1268 Kertanegara menjadi raja 1271 Kublai Khan menjadi raja 1275 Ekspedisi Pamalayu pertama dikirim Kerta Negara, membantu mertuanya raja Dharmasraya menghadapi penguasaan Cina atas jalur pelayaran dan bersekutu dengan kerajaan Champa. 1285 Mongol menyerang Champa, tapi gagal 1286 Ekspedisi Pamalayu kedua dan pengiriman Arca oleh Kertanegara ke Dharmasraya. Kemungkinan karena penobatan Srimat Mauliawarmadewa sebagai raja 1287 Mongol menyerang Hanoi 1288 Mongol menyerang Burma 1289 Mongol mengirim utusan ke Jawa 1292 pemberontakan Jayakatwang. Kertanegara gugur 1293 tentara Mongol sampai di Jawa...dan di usir pulang kampung.. Diskusi di kolom komentar:

Marwah Sang Tjoet

  MENIT MENIT DALAM SEJARAH Nenek renta itu terpojok sudah. Di kedalaman hutan Meulaboh, Atjeh, yang berundak dengan semak dan akar-akar melintang. Hujan cukup deras. Kepungan tentara Belanda dari semua arah semakin mendekat. Bersamanya, hanya 5-6 pejuang tersisa, termasuk anaknya, Cut Gambang. Hari itu tanggal 7 November 1905. Sejak 5 tahun terakhir, hidup berpindah dari satu pojok hutan ke pojok yang lain, pandangan matanya kian rabun. Dan encok makin hari makin menghambat geraknya. Makanan semakin kurang, obat tidak ada. Tapi ia harus terus bergerak dalam perlawanan gerilya terhadap ‘kaum penjarah yang tak tahu malu’ – Belanda.

Banyak Kejanggalan, Sejarah Adityawarman Diteliti Ulang

Medan  - Sejarah sosok Adityawarman yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan Malayupura (Pagaruyung) di Sumatera Barat, diteliti ulang oleh Prof Uli Kozok dari University of Hawaii, Amerika Serikat. Sejauh ini penelitian tersebut menemukan banyak kejanggalan dari catatan sejarah yang sudah dituliskan.   Penelitian tersebut masih dilaksanakan Uli Kozok hingga sekarang. Beberapa kejanggalan yang sudah ditemukan, antara lain fakta bahwa Adityawarman bukanlah utusan Majapahit untuk wilayah Pulau Sumatera, dan kebenaran tentang lokasi makamnya juga diragukan.   "Catatan yang menyebutkan makam Adityawarman di Kubur Raja, itu tidak benar. Tidak ada daerah dengan nama seperti itu, yang ada hanya Kubu Raja, atau Kubu Rajo, yang menunjukkan itu merupakan lokasi kubu atau benteng pertahanan kerajaan, bukan lokasi pemakaman. Sedangkan makam Adityawarman tidak diketahui sejauh ini," ujar Kozok di Universitas Negeri Medan (Unimed) Jl. Willem Iskandar, Medan, Selasa (9/3/2010).   Kozo...

UCAPAN TERIMA KASIH JENDRAL SUDIRMAN UNTUK ACEH

  UCAPAN TERIMA KASIH JENDRAL SUDIRMAN UNTUK ACEH Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dalam keadaan sakit. Ia sangat berterima kasih mendapat kiriman 20 flacon obat suntik dari Aceh. Satu surat khusus bertulis tangannya dikirim ke Aceh. Setelah agresi militer kedua Belanda pada 19 Desember 1948, pusat pemerintahan sekaligus ibu kota Republik Indonesia, Yogyakarta dikuasai Belanda. Panglima Besar Angkatan Perang Republik Indonesia Jenderal Soedirman meninggalkan Yogyakarta masuk ke daerah pedalaman dan mengendalikan perjuangan secara gerilya, meski dalam keadaan sakit.

ARCA AMOGHAPASA.

ARCA AMOGHAPASA. Raja Kertanagara dari Kerajaan Singosari mengirim serombongan utusan ke Kerajaan Malayu Dharmasraya mempersembah Arca Amoghapasa berikut berpeti-peti emas dan kain sutra kepada raja Malayu Dharmasraya. Berita pengiriman arca Amoghapasa ini tertulis pada alas arca bertanggal 22 Agustus 1286. Arca Amoghapasa adalah hadiah Prabu Kartanegara untuk Maharaja Malayu Dharmasraya. Arca Amoghapasa itu sendiri adalah perwujudan dari Dara Kencana dan keempat anak perempuannya. Yakni isteri dan keempat anak Prabhu Kartanegara. Tapi sementara sejarahwan menganggap arca itu sebagai perwujudan Lokeswara. Di India, Awalokiteswara atau Lokeswara juga dimuliakan dengan sebutan Padmapani ("Pemegang bunga teratai"), Lokeswara ("Tuan di Dunia") atau Tara. Dalam Bahasa Tibet, Awalokiteswara dikenal sebagai Chenrezig, (Wylie: spyan ras gzigs), dan dipercaya sebagai reinkarnasi Dalai Lama, Karmapa dan para Lama terkemuka lainnya. Di Mongolia, ia dikenal sebagai Megjid Janr...

ARCA MANJUSRI, GAYATRI, dan ADITYAWARMAN.

  ARCA MANJUSRI , GAYATRI, dan ADITYAWARMAN. Hari-hari terakhir Adityawarman di Majapahit. Pada hari-hari terakhir Adityawarman di Majapahit, penguasa Majapahit melalui Gayatri telah mempersembahkan sebuah Arca Manjusri. Arca Manjusri digambarkan sebagai seorang pemuda yg duduk bersila diatas teratai. Tangan kanannya memegang pedang yg diletakkankan di belakang kepalanya. Sedangkan tangan kirinya memegang buku paramita. Arca itu dibuat oleh penguasa dan bangsawan Majapahit, tapi yg mempersembahkannya kepada Adityawarman adalah ibu Gayatri secara pribadi. Tafsiran dari para ahli menyatakan bahwa arca Manjusri adalah perwujudan Adityawarman yang saat itu menjabat sebagai Wreddhamantri dalam pemerintahan Tribhuwanatunggadewi.

AKHIRNYA MAKAM PANGERAN SYAHABUDIN DI TEMUKAN DI PADANG SUMATERA BARAT

  AKHIRNYA MAKAM PANGERAN SYAHABUDIN DI TEMUKAN DI PADANG SUMATERA BARAT DYMM Sultan Haji Khairul Saleh A-Mu'Tashim Billah Merajut Zuriat Di Nagari Padang, Sumatera Barat. Gunung Pangilun yang terletak di Nagari Padang, Sumatera Barat ternyata juga menyimpan sejarah kesultanan Banjar karena di puncak gunung Pangilun tersebut Pangeran Syahabuddin di makamkan. Pangeran Syahabuddin anak dari Pangeran Hasir/Hashim (saudara kepada DYMM Sultan Adam Al-Watsiqu Billah) jadi beliau adalah keponakan DYMM Sultan Adam al-Watsiqu Billah, beliau seorang bangsawan Kesultanan Banjar dan juga seorang yang alim, serta pejuang anti penjajah dimasa penjajahan Belanda.

Mempertanyakan klaim teritorial Majapahit.

Add caption Mempertanyakan klaim teritorial Majapahit. Negara Kerta Gama [NKG] adalah sumber primer kalau menulis soal politik Jawa, tapi turun pangkat jadi sumber sekunder kalau menulis sejarah bangsa lain diluar Jawa, dalam hal ini Melayu, jadi apa yang ditulis pengarang NKG terbuka untuk dikritisi. A lasannya : 1. Objektivitas pengarang NKG dari sudut pandang di luar jawa terutama Melayu jadi bias, jadi untuk keterangan yang dia tulis tanpa melihat dan mengalaminya sendiri tidak bisa dikatakan sumber primer 2. Si Pengarang NKG tidak pernah kemana-mana selain Jawa dan Bali saja, jadi dia tidak tau realitas diluar negaranya secara objektif seperti apa

Para Rahayu & Kejayaan Majapahit

NASIONALISME MASA MEDHANG HINGGA MAJAPAHIT MENGISTIMEWAKAN WARGA NEGARA SEBAGAI WONG YEKTI/wong mulia / wong agung. Jadi, orang asing itu jika mereka ada di wilayah Mataram kuno (Medhang) sampai di masa wilayah Majapahit, mereka bekerja sebagai pelayan dan tidak boleh lebih dari itu. maka tidak sia-sia rakyat menjadi militan membela ibu pertiwinya, tanah air dan udara karena selain untuk kesejahteraanya juga untuk anak keturunanya. kakawin negarakrtagama pupuh 81.4 : yekang janmi catur sujanman umijil/ sakeng hyang widhi, lingning sastra wnang sagatyanika de narendreng pura, kapwekapageh ing swasila kimutang kujanma traya, nang candhala mlecha tuccha pada yatna ring swakrama. artinya : Empat golongan yang lahir sesuai dengan keinginan Hyang Widi. Konon, tunduk rungkup kepada kuasa dan perintah baginda. Teguh tingkah tabiatnya, juga ketiga golongan terbawah, Candala, Mleca dan Tuca mencoba mencabut cacat-cacatnya. Begitulah tanah Jawa pada zaman pemerintahan Sri Nata.

Sriwijaya ditaklukan Majapahit

T ahun 1377 - Majapahit memadamkan Pemberontakan wilayah yg di kenal sebagai Sumatra Selatan modern saat ini. Palembang dan Dharmasrayapun berhasil takluk kembali, dan para utusan Ming dibunuh. Kemudian, Majapahit menganeksasi keduanya dan mendirikan pemerintahan langsung di sana. Mengetahui hal itu, Kaisar Cina memutuskan untuk diam dan membiarkannya, melegitimasi kekuasaan Majapahit atas wilayah Sumatra Selatan modern. Nagarakretagama yang ditulis tahun1365 juga tidak pernah menyebutkan adanya negeri bernama Sriwijaya lagi, tetapi melainkan bernama Palembang. Itu artinya pada zaman tersebut, nama Sriwijaya sudah tidak dikenal lagi. Catatan dari Dinasti Ming memang menyebutkan bahwa pada tahun 1377 tentara Jawa menghancurkan pemberontakan San-fo-tsi.

Tradisi Tabuik dalam Kebudayaan Minangkabau

Sejarah pertalian Sunni-Syiah di Indonesia memang masih penuh perdebatan. Namun, kalangan pendukung hipotesis tentang pengaruh keagamaan Syi’ah di Indonesia punya keyakinan bahwa ada banyak bukti yang menunjukkan kuatnya pertalian itu. Salah satu contoh yang bisa diketengahkan di sini adalah peringatan matinya Husein di Padang Karbela 10 Muharam tahun 61 Hijriyah (10 Oktober 680 Masehi), yang dilaksanakan di beberapa daerah di Nusantara ini. Di Aceh misalnya peristiwa tragis ini dikenal sebagai bulan  Asan Usen  (diambil dari nama Hasan-Husein, cucu Nabi Muhamad Swt. Dari Keturunan Ali) di Sumatera Barat dikenal sebagai  bulan   Tabuik , sedang di Jawa dikenal dengan sebutan  bulan   Suro . Di beberapa tempat, bulan  Assyura , terutama pada tanggal 10 Muharam dianggap sebagai hari sial. Karenanya pada bulan itu tidak boleh melakukan pekerjaan-pekerjaan penting, misalnya mengawinkan anak, khitanan, atau bahkan menanam padi. Mereka percaya bahwa jika pan...

Makam Hang Tuah di Palembang

  MAKAM HANG TUAH DI PALEMBANG Penyelidikan dari Universiti Putra Malaysia (UPM), mengenai keberadaan Hang Tuah, menunjukkan jejak terakhir Pahlawan Melayu itu berada di Temasik (Singapura) pada tahun 1511 ketika berusia 80 tahun. Setelah itu kemungkinan keluarga Hang Tuah berpindah ke Riau, dan menurut salah seorang zuriatnya, Hang Tuah mengakhiri hayatnya di Palembang.

Sumatera Bagian Tengah, sejak 1821

  *Sumatera Bagian Tengah, sejak 1821* Pada 10 Februari 1821, Perang saudara di Pagaruyung yang dikenal sebagai perang Padri [Kaum Putih] mencapai puncaknya. Sengketa ini melibatkan Raja Alam Pagaruyung Sultan Arifin Muningsyah yang didukung Kaum Adat [Kaum Hitam] dengan saudaranya Raja Ibadat, Tuanku Nan Renceh yang didukung Kaum Padri [Kaum Putih] yang kala itu sudah berlangsung selama 17 tahun. Istano Basa Pagaruyung dikepung dan dibakar habis. Ini sudah kali ketiga selama kurun waktu itu. Sementara Sultan Arifin Mungsyah melarikan diri ke Lubuk Jambi. mengingat rumitnya adat Pagaruyung serta tidak pernah ada jabatan Putra/Tuanku Mahkota Sultan yang baru tidak bisa segera ditetapkan.

Kekuatan Tentera Laut Kesultanan Sulu

  Kekuatan Tentera Laut Kesultanan Sulu Kementerian Pertahanan Bahagian Laut: Datu' Raja Laut, Datu' Amir Bahar

SENAPELAN. Cikal bakal kota Pekanbaru.

SENAPELAN. Cikal bakal kota Pekanbaru. Berdirinya Kesultanan Siak Sri Indrapura juga tidak terlepas dari desakan dan dukungan penuh para Batin disepanjang aliran sungai Siak kepada Raja Kecik untuk segera bersama-sama menubuhkan sebuah pemerintahan baru agar wilayah Siak dan sekitarnya, wilayah Riau daratan umumnya terlepas dari cengkeraman Kesultanan Johor Riau yang saat itu dalam genggaman Yang Dipertuan Muda (lanun bugis). Raja Kecik yang saat itu berada di Bengkalis, beberapa tahun selepas menyingkir dari Kesultanan Johor Riau yg dikudeta oleh lanun bugis, hendak pulang ke Pagaruyung namun membatalkan kepulangannya karena didaulat oleh orang-orang besar, para kepala suku, dan para batin disepanjang aliran sungai Siak yg saat itu berkumpul di Bengkalis. Dalam Syair Perang Siak, disebutkan Raja Kecik didaulat menjadi penguasa Siak atas mufakat masyarakat di Bengkalis dan Riau Daratan umumnya. Hal ini bertujuan untuk melepaskan wilayah Riau Daratan dari kekuasaan dan pengaruh Kesultan...

Hikayat Puti Silansari

Di Minangkabau, Puti Silansari dianggap sebagai “Induk Padi”  (Ibu padi), yang diturunkan Allah Robbul’izati; yang memelihara, keluh, kesah, senang dan gembiranya sebuah tanaman padi. Kepercayan ini mekar hingga generasi turunannya. Dari luhak ke rantaunya, khusus di daerah Rantau Kubuang Tigo Baleh, (Tarusan, Bayang, dan Salido ) sebagaimana masyarakat petani padi, mempercayai Seorang Puti Silansari, untaian butir-butiran syair-syair ketika memanggil Puti Silansari. Hai… Puti Silansari

Tubo

Tradisi   Tubo-Manubo  (Bahasa Indonesia: tuba, racun) jika dikaji-kaji menurut Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan adalah kajian tentang Warisan Budaya Tak Benda  (The Intangible Cultural Heritage)  Minangkabau. Apakah itu terkait pengetahuan tradisional, kearifan lokal, pengobatan tradisional, prilaku mistik tradisional dan lain-lain. Tujuannya tentu saja bukan untuk melestarikan kebiasaan  menubo  orang, tapi mencatat budaya yang [pernah] hidup di masyarakat. Budaya yang terkait dengan pengetahuan, kebiasaan dan prilaku mengenai alam semesta. Soal  tubo  yang sebenarnya, dari segi pegamalan,  membenar  kita, Tak ikut serta!

Buaian Sijundai Gasiang Tangkurak

  Buaian Sijundai Gasiang Tangkurak — Pincuran Gadiang lubuaknyo sati. Lurahnyo dihuni urang bunian. Gunuang Singgalang ba ula nago. Jurangnyo dalam rimbo larangan. Tasabuik setan si bujang hitam. Suruhan jihin si rajo hawa. Denai nyo sentak di tangah malam. Japuik indak dapek tunggu sabanta.

Perang Kemerdekaan Bosnia (1992-1995)

  Gambar: Wikipedia Perang Kemerdekaan Bosnia (1992-1995) Bosnia Herzegovina bersama Serbia, Montenegro, Kroasia, Slovenia dan Makedonia adalah bagian dari negara bernama Yugoslavia. Setelah negara ini runtuh di 90an, masing-masing daerah ini kemudian mendirikan negara sendiri-sendiri. Bosnia-Herzegovina yang penduduknya mayoritas muslim juga ingin mendirikan negaranya sendiri. Hal ini berlawanan dengan tokoh-tokoh Serbia yang meminta Bosnia-Herzegovina tetap berada di dalam Negara Kesatuan Yugoslavia dan menghilangkan Muslim Bosnia yang disebut kaum Bosniak. Saat itu komposisi penduduk muslim Bosnia Herzegovina adalah 51%. Ketika para pemimpin Bosnia mendeklarasikan negara Bosnia yang merdeka didukung oleh 77% rakyat Bosnia-Herzegovina. Kemerdekaan ini juga didukung oleh etnis Kroasia-Bosina yg beragama Katolik.

Abdul Jalil Shah IV (1699-1720)

Abdul Jalil Shah IV (1699-1720) Kesultanan Johor lama yang terkadang juga disebut Kesultanan Johor-Riau, didirikan di paruh pertama abad ke-16 oleh sultan Melaka yang digulingkan, yang kemudian memerintah bersama dengan para ahli warisnya. Di antara kerajaan-kerajaan serta para penguasa Melayu, Johor merupakan salah satu dari kekuatan politik atau negara yang bersaing ketat untuk memantapkan perannya sebagai ahli waris Melaka; demikian pula ketika kawasan tersebut mulai dikuasai oleh kekuatan kolonial Eropa. Hinga akhir abad ke-16, penguasanya terkadang juga disebut “Kaisar dari Para Raja Melayu”.

Dendam Kesumat seorang Jongos Belanda

  Dendam Kesumat seorang Jongos Belanda Ini kisah Kimun, seorang jongos. Ia hampir mati di tangan gerilyawan Teuku Umar, karena kedapatan membawa surat pasukan Belanda. Dendamnya ke Teuku Umar sangat memuncak, Walau sudah pulang ke Jawa, tetapi ia meminta dikirim kembali ke Aceh. Ketika pertama dibawa ke Aceh oleh Belanda, Kimun merupakan salah satu dari sekian banyak pekerja paksa. Belanda menyebut mereka sebagai bir-bir , atau kettingbereb . Orang Aceh menerima simeurante , yaitu orang-orang yang dirantai, karena mereka dibawa ke Aceh dengan kaki dan tangan dirantai.

Pasa Ateh itu Beton yang Pongah

  Pasa Ateh itu beton yg pongah.... Kita turut bersyukur Pasa Ateh kembali berdiri dengan megah atas sumbangsih uang rakyat seluruh Indonesia ratusan milyar melalui ikatan sebagai warga negara dan penduduk bangsa ini yg bernama APBN [Anggaran Pendapat Belanja Negara]. Memang sebagaimana sudah menjadi rahasia umum banyak persoalan yang melingkupinya bahkan asap yang dulu mengepul saat terbakar hingga saat ini masih menyisakan sesak didada sebagian besar pedagang terutama pedagang kecil.

Sejarah Kolonianis J4w4 di Lampung

Sejarah Transmigrasi Bagelen adalah sebuah nama desa yang dipercayai masyarakat Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sebagai cikal bakal daeral asal-usul masyarakat Purworejo. Nama daerah yang berjarak sekitar 50 km sebelah utara kota Yogyakarta itu sejak tahun 1900-an tak hanya dikenal di Pulau Jawa, tetapi juga di Provinsi Lampung. Itu karena pada tahun 1905 pemerintah Belanda memindahkan 155 kepala keluarga dari Desa Bagelen ke sebuah hutan belantara di Lampung melalui program perluasan areal pertanian (kolonisasi). Orang-orang dari Pulau Jawa diangkut ke Lampung untuk membuka areal pertanian untuk kepentingan Belanda. Warga Bagelen yang dipindahkan ke Lampung juga menamai kampung barunya dengan nama Bagelen. Kolonisasi warga Bagelen itu merupakan program pertama yang dijalankan pemerintah Belanda di Indonesia.

Aku lebih baik dari siapapun

IBLIS ITU SANGAT ALIM Jika engkau bertanya tentang Al-Qur'an kpd iblis, maka iblis akan bisa menerangkan dg sangat jelas, karena iblis tau persis kapan ayat itu turun dari langit.. Jika engkau bertanya tentang ilmu hadits kepada iblis, maka iblis akan sangat pandai menjelaskannya, karena iblis tau asbabul wurud dari hadist tersebut. Jika engkau bertanya tentang kisah para nabi, iblis akan dg tepat menceritakannya karena iblis sudah ada sejak nabi adam masih berada dalam surga.. HAKIKAT IBLIS Iblis ahli alqur'an.. Iblis ahli hadits.. Iblis ahli riwayat.. Iblis alim/pandai dalam segala ilmu.. Tapi Iblis tidak menjadi kekasih Allah, karena dalam diri iblis ada kalimat..

Kesultanan Asahan

Kesultanan Asahan   adalah sebuah kesultanan yang berdiri pada tahun   1630   di wilayah yang sekarang menjadi   Kota Tanjung Balai ,   Kabupaten Asahan ,   Kabupaten Batubara ,   Kabupaten Labuhanbatu Utara ,   Kabupaten Labuhanbatu , dan   Kabupaten Labuhanbatu Selatan . Kesultanan ini ditundukkan Belanda pada tahun   1865 . Kesultanan Asahan melebur ke dalam negara   Republik Indonesia   pada tahun   1946 . Raja Abdul Jalil,  Sultan  pertama Asahan merupakan putra  Sultan Iskandar Muda . Asahan menjadi bawahan  Kesultanan Aceh  sampai awal abad ke-19. SEJARAH Awal Mula Perjalanan  Sultan Aceh ,  Sultan Iskandar Muda , ke  Johor  dan  Malaka  tahun  1612  dapat dikatakan sebagai awal dari sejarah  Asahan . Dalam perjalanan tersebut, rombongan Sultan Iskandar Muda beristirahat di kawasan sebuah hulu sungai yang kemudian dinamakan  Asahan . Perjalan...

Kesultanan Pinang Awan

Kesultanan Kota Pinang berdiri pada tahun 1630 di wilayah yang sekarang menjadi  Kabupaten Labuhanbatu Selatan ,  Sumatera Utara . Kesultanan ini dikuasai oleh  Hindia Belanda  pada tahun 1837, sebelum akhirnya melebur ke dalam negara  Indonesia  pada tahun 1946. Kesultanan Kota Pinang pada mulanya bernama Kesultanan Pinang Awan. Kesultanan ini didirikan oleh Batara Sinomba atau  Batara Gurga Pinayungan Tuanku Raja Nan Sakti , putra Sultan Alamsyah Syaifuddin yang berasal dari  Kerajaan Pagaruyung . [1]

Wajah Tanah Melayu pada tahun 1786

Wajah Tanah Melayu pada tahun 1786, sebelum British datang. Pernah fikir tak kalau British langsung tak pernah jejak kaki ke Tanah Melayu, apakah wajah negara (atau negara-negara) pada hari ini? Yang pasti Pulau Pinang tak akan exist sebagai negeri yang independent daripada Kedah. Sebab Francis Light yang pujuk Sultan pajakkan Pulau Pinang dan Seberang Perai dengan jaminan bantuan ketenteraan lawan Siam. Tapi last-last tak bantu pun, siap pergi tolong Siam lagi, dan Kedah pun ditawan Siam dari tahun 1821-1842. Siam pecahkan Kedah kepada Setul, Perlis, Kubang Pasu dan Kedah. Kedah dan Kubang Pasu kemudian bersatu kembali, tapi Setul kekal dalam Siam sebagai wilayah Satun hari ini.

REVOLUSI SOSIAL DI SUMATERA TIMUR & KETERLIBATAN PKI 3 MARET 1946

REVOLUSI SOSIAL DI SUMATERA TIMUR & KETERLIBATAN PKI 3 MARET 1946 Deklarasi kemerdekaan di Sumatera Timur baru diumumkan pada tanggal 30 September 1945 dalam suatu pawai para pemuda nasionalis di Medan ibukota keresidenan Sumatera Timur. Menurut keterangan Tengku Luckman Sinar, setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan di Jakarta, berita itu masih desas-desus di Sumatera dan berusaha ditutupi oleh kantor-kantor berita pemerintah fasis Jepang. Muncul desas-desus bahwa tentara Sekutu (Belanda, Inggris, Amerika) akan masuk ke Sumatera mengurus tawanan perang Jepang setelah kekalahan Jepang terhadap Sekutu. Atas inisiatif Tengku Mansyur (kerabat Sultan Asahan) selaku Ketua Shu Sangi Kai Sumatera Timur pada tanggal 25 Agustus 1945 mengundang para tokoh pergerakan dan penguasa tradisional di Sumatera Timur berkumpul di kediamannya di Jl Raja/Jl. Amaliun Medan untuk berunding dan membentuk kepanitian untuk menghadapi kedatangan tentara sekutu. Panitia ini kemudian oleh kaum kiri diisuk...

Catatan Ringan: Diplomat Minang Dulu, Sekarang dan Masa yang akan Datang

  Diskusi Virtual Tema:  “Diplomat Minang Dulu, Sekarang dan Masa yang akan Datang”  (07 November 2020) Catatan Ringan: Elthaf Masih segar bagi saya Sabtu kemaren menyaksikan Webinar Nasional dengan topik: “ Akselerasi Wirausahawan dengan Kolaborasi dan Inovasi ”, kembali hari ini, Sabtu, 7 November 2020, pukul 13:00-17:00, MDN-G (Minang Diaspora Network-Global) bekerjasama dengan Universitas YARSI mengadakan vicon Curah Pendapat (brainstorming) dan Dialog Internasional melalui Zoom yang untuk hari ini mengambil tema: Diplomat Minang Dulu, Sekarang dan Masa yang akan datang , sebagai pengarah langsung “ditekel” Rektor Universitas Yarsi, Bapak Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D dan Direktur Eksekutif MDN-G Bapak Burmalis Ilyas. MA, M.Si Dalam pengantarnya Prof Fasli menyampaikan bahwa “Batas batas dunia makin rontok, jarak makin dekat, perjuangan main berat. Siang ini kembali kita mendengarkan pengalaman dari Diplomat Minang, Dubes asal Minangkabau, uniknya kali ini ada tiga gene...

Kenapa bernama 'Indonesia'

Peta Indonesia berkisar tahun 1674-1745 oleh Katip Çelebi seorang geografer asal  Turki Utsmani . Alkisah Asal Nama "Indonesia" dari Wartawan Skotlandia Nusantara (kini Republik Indonesia) yang dulunya orang Belanda menyebutnya Kepulauan Hindia Timur dalam sejarahnya selama berabad-abad, selalu terikat dengan Negeri Belanda. Tapi tahukah Anda bahwa asal-usul nama Indonesia sendiri bukan dicetuskan orang Belanda?

Richard Hutchinson Hopper, penemu lapangan minyak terbesar di Indonesia.

Richard Hutchinson Hopper, penemu lapangan minyak terbesar di Indonesia. Pada tahun 1924, Standard Oil of California (SoCal atau kini Chevron) mengirim tim geologi dari Amerika ke Hindia Belanda. Tim tersebut berusaha untuk mendapatkan hak eksplorasi minyak di Kalimantan. Pemerintah Hindia Belanda menolak permintaan tersebut dengan tujuan melindungi daerah koloni mereka dari investor luar negeri. SoCal tidak menyerah begitu saja. Melalui campur tangan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, pemerintah kolonial Hindia Belanda akhirnya dengan berat hati memberikan hak eksplorasi tersebut. Deplu Amerika berargumen, Royal Dutch Shell merupakan salah satu produsen minyak utama di Amerika.

Janji Seorang Politikus

SETANGKAI PAYUNG PATAH YANG MEMBUAT ACEH KINI MENDERITA LAPANGAN Terbang Lhok Nga, Aceh Besar, 15 Juni 1948. Ribuan rakyat berkumpul mengelu- elukan pendaratan satu pesawat Dakota sewaan. Dari lambung burung besi itu muncullah Presiden Sukarno, sejenak menebar pandang ke seputar massa, lalu setapak demi setapak menuruni tangga pesawat. Hari itu sejarah mencatat: ini kunjungan pertama Bung Karno ke Tanah Rencong. Republik, ketika itu, sedang didera urusan gawat. Setahun sebelumnya Indonesia digoyang agresi kolonial Belanda. Sebagian besar wilayah telah diduduki, kecuali Aceh dan Yogyakarta.

DIPLOMAT MINANG DI ZAMAN DULU, SEKARANG, DAN MASA YANG AKAN DATANG

Jakarta, 7 November 2020 DIPLOMAT MINANG DI ZAMAN DULU, SEKARANG, DAN MASA YANG AKAN DATANG (Oleh: Prof. DR. Hasjim Djalal, M.A.) Di masa penjajahan, masyarakat Minang sudah banyak berpartisipasi menentang penjajahan, seperti Tuanku Imam Bonjol [ Kaum Putih/Paderi ] dan peristiwa ‘ Perang Kamang ’. Pada awal kemerdekaan, diplomat-diplomat Indonesia asal Minang banyak terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, seperti Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, H. Agus Salim, Moh. Yamin, dan lain-lain.  Malah pada waktu Jogjakarta (ibukota RI pada waktu itu) diduduki oleh Belanda, ibukota RI pindah ke Bukittinggi, dan kemudian pada waktu Bukittinggi diduduki pula oleh Belanda, ibukota NKRI pindah ke Suliki, di sebelah utara Payakumbuh.

Diplomat Minang Dulu dan Kini

 [11:05 PM, 11/7/2020] +62 813-8458-****: Jakarta 7 Nov 2020 Jakarta 7 Nov 2020 DR. Suryadi (Leiden University Belanda) FORUM WEBINAR PARA DIPLOMAT ASAL MINANGKABAU Menarik sekali sebentar tadi mengikuti sharing pengalaman dan sugesti-sugesti dari para diplomat Indonesia asal Minangkabau, baik yang masih aktif sekarang maupun yang sudah pensiun. Forum yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Fasli Jalal dan difasilitasi oleh Ketua Minang Diaspora Network Burmalis Ilyas ini juga mengungkap diplomat-dioplomat Indonesia asal Minangkabau para periode awal (pembentukan NKRI dan penduniaan negara muda yang baru bebas dari penjajahan itu), sebutlah umpamanya Mohammad Hatta, Muhammad Yamin, H. Agus Salim, Zairin Zain, Baginda Dahlan Abdoellah, Nazir Pamoentjak, dan lain lain.  Dari forum itu terungkap pula bahwa sumbangan etnis Minangkabau terhadap dunia diplomasi Indonesia sungguh besar, bahkan tampak tak sebanding dengan jumlah populasi etnis ini yang hanya mencapai kira-kira 3% saja dari t...

Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan Ampek Koto - Bagian I

  Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan Ampek Koto - Bagian I Asal-Usul Raja dan Rakyat Luhak Rokan Ampek Koto  merupakan naskah tunggal ( codex unicus ) koleksi Museum Nasional yang bernomor kode MI.441, berukuran 22 x 18,5 cm dan terdiri atas 19-28 baris setiap halaman. Naskah terdiri dari 85 halaman dan ditulis dengan tinta hitam dengan menggunakan kertas bergaris. Huruf yang dipakai adalah huruf Latin berbahasa Melayu dengan ejaan Melayu Lama. Tulisannya masih baik dan terbaca tetapi kertasnya sudah berwarna cokelat. Naskah ini tercatat dalam  Katalogus Koleksi Naskah Melayu Museum Pusat Jakarta , 1972:215,  Yaarboek , 1933:247, dan  Notulen Maret , 1924. Naskah ini dibukukan kembali dengan judul  Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan  dan diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayan pada tahun 1996. Pengalihaksaraannya dilakukan oleh Dra. Putri Minerva Mutiara, sedangkan penyuntingannya oleh Drs. S. Amran Tasai, M.Hum. Berikut ini ialah isi kitabnya (...