Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Ukuran & Takaran di Minangkabau (Melayu)

Pict: steemit [/caption] Postingan asli dalam Bahasa Minang, DISINI Saiful Guci Dt. Rajo Sampono | "Mak Saiful, naikkanlah kembali tulisan tentang ukuran & takaran masa dahulu yang dipergunakan oleh orang Minangkabau, agar dapat kami kutip tulisan tersebut" tulis Hendri dalam kotak percakapan. Kalau ukuran dan takaran serta timbangan akan berkerut kening Kamanakan Milenial membacanya. Niniak awak dahulu punya cara khas menggunakan alat ukuran dan takaran serta timbangan.

Mengenal Asal Mula Kata "INDONESIA"

Oleh: HG Sutan Adil Kompasianer-HG Sutan Adil | Untuk mengetahui asal mulanya kata “Indonesia” dikenal dan dipahami oleh seluruh Bangsa Indonesia tentu saja kita tidak melupakan jasa besar seorang Tokoh Nasional dan Proklamator Kemerdeaan Indoensia, yaitu Drs. Mohammad Hatta atau lebih dikenal kita panggali dengan sebutan Bung Hatta, melalui tulisan beliau disaat masih bersekolah di Handels Hogeschool (kelak sekolah ini disebut Economische Hogeschool, sekarang menjadi Universitas Erasmus Rotterdam) tahun 1928. Publikasi kata “Indonesia” ini pertama kali secara runut dan jelas adalah disaat Bung Hatta menulis  artikel di sebuah media Beladan bernama “De Socialist” diedisi Nomor 10 dan terbit tanggal  3 Desember 1928. Judul aslinya adalah “ Over de naam Indonesie ” atau jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti “ Tentang Nama Indonesia ”

Framing Perkara Zina

  Rabbanians | Mereka menframing "Tidaklah berzina orang yang berzina ketika ia berzina dalam keadaan beriman" dengan ungkapan " Gapapa berzina, karena dia ga sebut berzina jika dilakukan ketika beriman ". Kemudian menframing "tidaklah mencuri orang yang mencuri ketika ia mencuri dalam keadaan beriman" dengan " Orang mencuri ga disebut mencuri aklau dilakukan dalam keadaan beriman ". Ini jelas-jelas framing. Untuk memahami redaksi ini dan memberikan makna yang sesuai, kita harus merujuk redaksi bahasa aslinya agar terhindar reduksi dan distorsi makna yang dikandung. Kalimat ini memiliki konteks retorika tersedniri yang apabila dibaca sekilas akan menjadi rancu, metode retoris yang digunakan seperti: