Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

RIWAYAT HIDUP NAKHODA KASSIM

  Pict: ganaislamika FB Mohammad Azmi Mat Rashid | Nakhoda Kassim merupakan seorang tokoh dan pembesar yang secara tidak langsung terlibat dalam pembentukan Kesultanan Melayu Perak pada tahun 1528. Tentang siapakah sebenarnya Nakhoda Kassim menjadi tanda tanya bagi setiap para pengkaji sejarah. Ada versi mengatakan bahawa Nakhoda Kassim merupakan putera Sultan Mansur Shah Melaka hasil perkahwinan baginda dengan seorang wanita dari Beruas yang ketika itu menjadi tawanan setelah baginda berjaya menakluki Beruas antara tahun 1459-1477. Ada juga versi yang mengatakan bahawa Nakhoda Kassim merupakan seorang lelaki dari bangsa Temusai yang telah dipelihara sejak kecil oleh Ketua Penghulu (HALUAN) yang bernama Tok Mahsuka. Tok Mahsuka merupakan seorang Ketua Penghulu (Ketua Penguasa Tempatan / HALUAN) yang berasal dari Daik dan tinggal di Seberang Tanah Abang dan jajahannya merangkumi kiri kanan Sungai Perak dari Beting Beras Basah (Teluk Hentian) hingga Hulu Perak. Tok Mahsuka sendiri m...

Sejarah Hitam Orang Asli dijarah oleh sebahagian kelompok Imigran dari Sumatera

Pict: justin calderon FB Sarah Zakaria | Apabila kita menceritakan tentang kisah pembantaian orang Asli, kita harusla sedar bukan kesemua orang Melayu terlibat di dalam konflik berdarah ini. Bahkan hubungan diantara orang Asli dan orang Melayu adalah amat baik bahkan Adat Perpatih misalnya menekankan pernghormatan Orang Melayu kepada Suku Biduanda (Orang Asli) (boleh baca: Kisah Harmoni Orang Melayu & Orang Asli ). Aktor yang terlibat dalam pembantaian Orang Asli sebenarnya adalah imigran dan perantau daripada Sumatera iaitu etnik Rawa dan Mandhailing. Kelompok ini sebenarnya bukanlah etnik Melayu namun apabila mereka hadir ke Semenanjung Tanah Melayu maka British memanggil mereka ‘’Malay foreign’’ atau ‘’Melayu Luar’’. Orang tempatan juga telah menganggap mereka sebagai Orang Dagang. Namun harusla diketahui etnik ini lama kelamaan mula berasimilisasi dengan orang tempatan dan sehingga kini keturunan mereka dianggap sebagai bumiputera dan Melayu.

Rangkayo Rasimah Ismail

Pict: tokopedia Dulu, di masa pergerakan nasional, ada tiga perempuan Minang –yang kerap muncul namanya di surat kabar. Mereka ditulis dan diberitakan, karena aktivitasnya menentang praktik kolonialisme, perbudakan, dan kapitalisme Belanda.  Mereka adalah Rasuna Said dan Rasimah Ismail, yang aktif bergerak di bagian perempuan Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI). Nama lainnya adalah Oepik Itam–seorang propagandis dari Sarekat Hitam dan Sarekat Djin-yang bergerak dengan cara-cara radikal (Sufyan, 2021).  Selintas Memori untuk Rasimah 

Kisah Harmoni Orang Melayu dan Orang Asli

  Pict: deposit photos Zin Mahmud (Artikel lama disiarkan kembali) Sebelum British datang, beratus-ratus tahun orang Melayu dengan Orang Asli hidup bersama dengan aman. Orang Asli tinggal di hutan, orang Melayu tinggal di tepi pantai dan sungai. Orang Melayu tidak ganggu Orang Asli dan Orang Asli tidak ganggu orang Melayu. Orang Melayu tidak ambil tanah atau hasil Orang Asli. Orang Asli tidak ambil tanah atau harta orang Melayu. Orang Asli dan orang Melayu menukar barang keperluan mereka. Orang Asli jual petai dan rotan pada orang Melayu. Orang Melayu jual garam pada Orang Asli. Hutan dan gunung ganang adalah hak Orang Asli. Pantai dan sungai adalah hak orang Melayu. Orang Melayu hanya melihat hutan dan bukit dari jauh. Dunia orang Melayu adalah kapal, laut, pulau dan pesisir pantai seluruh Alam Melayu. Tetapi ada juga orang Asli yang tinggal di pantai tetapi tidak menjadi orang Melayu. Mereka ini adalah Orang Laut. Orang Melayu tidak menyebarkan agamanya pada Orang Asli. Orang Asl...

Bangsawan Aceh yang Syahid dalam Revolusi

  Pict: Suara Darussalam بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيم FB Benny Blis | Inilah misi bahaya Revolusi sosial dari kaum munafik (PUSA) mempengaruhi rakyat Acheh yang kurang ilmu sejarah, karena justru yang menghancurkan Aceh itu adalah bangsa Aceh itu sendiri yang telah dicuci otaknya oleh pihak-pihak yang ingin menjauhkan rakyat Aceh dengan ulama-ulamanya dan Umara demi untuk memadamkan khazanah Kesultanan Aceh. Dengan Revolusil 1945-1946-1947 yang mengakibatkan kematian para bangsawan Kerajaan Acheh Darussalam, nafsu bejat ingin mereka mengapus kesultanan melayu Acheh Darussalam hingga Acheh dijadikan bagian Indonesia 1948. Catatan ini hanya sebagian yg tercatat dan masih banyak lagi yg tidak tercatat. Mereka yang dikorbankan;

Perihal Hasan Tiro

  Majalah Gamma Aceh | 23/12/1999 Ditulis ; Nurlis Effendi dan Muhammad Shaleh. ===== FB Adam Adhari | BUALAN Hasan Tiro cukup dahsyat. Mengelabui rakyat lewat nama besar Teungku Chik Di Tiro. Aceh pun banjir darah. Syahdan, adalah seorang “sultan” yang hendak memegang tampuk kepemimpinan di Aceh, dengan nama monarkis yang amat panjang: Al Mudzabbir Al Maulana Al Malik Al Mubin Profesor Doktor Sultan Di Tiro Muhammad Hasan Ibnal Sultan Maat di Tiro. Memang panjang gelarnya itu. Sepanjang riwayat bualannya dari Swedia dan untaian Aceh yang berdarah-darah akibat ulah Hasan Al Chazibul Akbar Di Tiro. Nama berbaris-baris itu terdengar jumawa. Anehnya, Hasan mengangkat anak tunggalnya, Karim Hasan, sebagai putra mahkota untuk menggantikan posisinya sebagai “raja” Aceh. Cara yang feodalistis dan dinastik ini sangat bertentangan dengan sikap masyarakat Aceh yang egaliter dan demokratis. Hasan yang kini berusia 76 tahun juga sering mengaku sebagai keturunan ulama Di Tiro, bahkan berani me...

"𝗝𝗮𝘄𝗶" 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗸𝗲𝘀𝘂𝘀𝗮𝘀𝘁𝗲𝗿𝗮𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗹𝗮𝘆𝘂 𝗸𝗹𝗮𝘀𝗶𝗸

  Pict: Riau Time FB Mirza Lokananta | Mungkin kita sering mendengar istilah "𝐉𝐚𝐰𝐢", Secara umum, Jawi bisa dikatakan adalah nama lain dari "𝐌𝐞𝐥𝐚𝐲𝐮", termasuk didalamnya istilah-istilah seperti Negri Jawi, Bahasa Jawi, Tulisan Jawi, Bangsa Jawi/Bani Jawi, dan lain sebagainya. Untuk bisa memahami apa itu "𝐉𝐚𝐰𝐢", kita harus merujuk kepada naskah-naskah bahasa Melayu itu sendiri. Naskah-naskah Melayu sering menyebut tentang Bahasa Jawi atau Negri Jawi, namun tidak pernah menyebutkan tentang Bangsa Jawi atau Bani Jawi. Yang menarik adalah meskipun Bahasa Melayu klasik berkembang dan mencapai standar formalnya di Kesultanan Melaka, namun kata "𝐉𝐚𝐰𝐢" sendiri pertama kali muncul pada naskah-naskah Melayu kesultanan Aceh tahun 1500an-1600an. "𝐉𝐚𝐰𝐢" di setiap naskah-naskah Melayu dari berbagai wilayah memiliki perbedaan arti, beberapa contohnya antara lain:

Fakta Menarik tentang Asal Usul Melayu Menurut Kajian DNA

  Pict: wikipedia FB Revolusi Anak Muda Malaya | Pernahkah kita bertanya dari mana asalnya bangsa Melayu. Siapakah Melayu itu sebenarnya. Asal-usul bangsa Melayu itu dikatakan sebagai satu misteri. Bangsa melayu itu terdiri dari dua kumpulan. Kumpulan pertama adalah kumpulan Melayu-Levo atau lebih dikenali sebagai Melayu-Proto (contoh:orang asli). Mereka adalah dari keturunan Heth bin Kanaan bin Ham bin Nuh a.s. Kumpulan kedua pula adalah Melayu-Deutro (contoh: Orang Melayu biasa) dari keturunan Nabi Ibrahim a.s. dari isteri ketiganya, Keturah (Keturah masih lagi misteri tetapi beliau berasal dari keturunan Melayu Kemboja). [1]

TINJAUAN SEJARAH ORANG MELAYU

Pict: Suara Dari Pinggiran Oleh: Junaidi Syam, S.Sn. Tulisan Junaidi Syam tentang Sejarah Tanggal 3 Juni 2010 di Hotel Pangeran Pekanbaru (Disalin dari ajiramiazawa ) Penyelenggara; Yayasan Tuah Jati Melayu Tema; Eksplorasi nilai budaya dalam konteks kekinian (ada kekhawatiran, budaya difahami sebatas simbol, jauh dari nilai dan perilaku) Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahirabbil’alamin Segala puji dan kalimat Allah jua kita lisankan, tasdiqkan dan af’alkan, atau bersama-sama dalam tiga pengetahuan itu tertuju tersembahkan semata billah, fillah lillahita’ala. Sholawat dari kita semoga tercurah kepada Rosulullah Saw tersebab atas kehendak Allah Swt jua pada kekasih Nya itu sehingga kecintaan kita pada Rosulullah Saw tiada putus. Dalam tinjauan ini saya akan bertumpu pada satu lingkup kecil wilayah Melayu yang telah saya teliti dalam kurun waktu 7 tahun terakhir, yakni Sungai Rokan, wilayah ini mengalami perbauran budaya Minang, Melayu Semenanjung, dan Batak. Ada dua jalan sejarah M...