FB Fahmi Ldg | Enam anak perempuan di bawah umur ditemukan di sebuah kamar hotel di Kota Padang. Sebagian masih bersekolah. Mereka mengaku dipakai pria dewasa dengan bayaran ratusan ribu rupiah. Pengakuan itu keluar langsung dari mulut anak-anak tersebut, direkam dalam video oleh seorang perempuan yang memergoki mereka. Ini fakta sosial yang telanjang di depan mata kita.
Peristiwa ini seharusnya menghentakkan kesadaran bersama, tidak untuk mencari siapa yang paling salah, tapi jujur melihat sistem perlindungan moral kita sedang gagal. Anak-anak bisa keluar, masuk hotel, diperdagangkan, tanpa ada yang mencegah. Itu berarti pengawasan keluarga rapuh, lingkungan abai, dan mekanisme sosial tidak bekerja.
Di tengah kondisi seperti ini, kita justru sibuk membicarakan penguatan struktur adat, seremoni, dan wacana kewenangan. Bukan salah adat. Tapi harus diakui kegiatan adat hari ini lebih banyak bersifat simbolik dan struktural, tidak lagi efektif menahan keruntuhan moral generasi. Adat hanya hadir di forum, di acara, di pidato bukan di surau tempat karakter dibentuk.
Karena itu, krisis ini tidak bisa dijawab dengan menambah seremoni dan kegiatan legitimasi adat. Ia harus dijawab dengan pengalihan prioritas dan anggaran. Dana yang selama ini habis untuk kegiatan adat yang minim dampak langsung, akan jauh lebih bermakna jika dialihkan untuk menghidupkan kembali guru-guru mengaji, MDA/MDTA, remaja masjid, dan pendidikan Islam berbasis komunitas.
Guru mengaji di surau dengan honor minim, tapi merekalah yang berhadapan langsung dengan anak-anak setiap petang. Remaja masjid adalah benteng paling dekat dengan kehidupan remaja hari ini. Pesantren dan pendidikan agama bukan simbol, tapi ruang pembentukan akhlak yang nyata. ini harus di atur dan di anggarkan di level kebijakan.
Jika kita benar-benar peduli pada masa depan anak-kamanakan, maka keberanian terbesar hari ini adalah mengakui keterbatasan adat dalam konteks krisis moral modern, lalu menguatkan agama sebagai solusi yang substansial. Bukan untuk menyingkirkan adat, tapi untuk menyelamatkan anak-anak sekarang sebelum lebih banyak dari mereka jatuh dan kita kembali sibuk berdebat di forum."
SC kabarnegri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar