IG Jasutopia | Konflik Penjajah Zionis–Palestina bukan sekadar agama, tetapi soal sejarah, kolonialisme, dan identitas. Fakta pertama, bangsa Israel dalam tradisi kuno sendiri bukan penduduk asli pertama Palestina. Ibrahim dan Sarah berasal dari Mesopotamia, hijrah ke Kanaan, lalu keturunannya berpindah ke Mesir sebelum kembali ke wilayah yang sudah dihuni berbagai bangsa Kanaan. Sejak awal, tanah itu tidak pernah kosong dan selalu multietnis, adapun penduduk awal yang paling pertama ada Kanaan.

Fakta kedua, banyak Yahudi Eropa (Ashkenazi) yang menjadi mayoritas imigran awal Zionisme merupakan hasil diaspora panjang dan percampuran genetik dengan populasi Eropa. Studi genetika menunjukkan mereka memiliki campuran leluhur Timur Tengah dan Eropa, bahkan lebih dominan darah Eropa, sehingga identitas Yahudi modern lebih tepat dipahami sebagai identitas agama dan budaya bagi Yahudi Eropa, bukan satu garis darah tunggal.

Fakta ketiga, penelitian DNA kuno justru menemukan bahwa penduduk Palestina modern memiliki kesinambungan genetik kuat dengan populasi Kanaan Zaman Perunggu sebelum kedatangan etnis Israel Kuno dari penindasaran Firaun Mesir dan sebelum terbentuknya Kerajaan Israel. Artinya, secara biologis, masyarakat Palestina hari ini adalah kelanjutan dari penduduk lokal kuno wilayah tersebut, termasuk kelompok yang juga pernah menjadi bagian dari komunitas Yahudi kuno.

Fakta keempat, Zionisme politik modern lahir di Eropa abad ke-19 sebagai gerakan nasionalisme, bukan kelanjutan langsung masyarakat kuno. Pembentukan Israel disertai migrasi besar-besaran dan pengusiran penduduk Palestina pada 1948 (Nakba), yang mengubah struktur demografi secara drastis.

Fakta kelima, ideologi eksklusif Zionisme merusak koeksistensi lama antara Muslim, Kristen, dan Yahudi lokal. Padahal banyak Yahudi diaspora dan rakyat Palestina sama-sama memiliki akar Levant kuno, tetapi politik modern justru memecah mereka.

Sumber:
- Agranat-Tamir, L. et al. (2020). 
- Behar, D. M. et al. (2010). 
- Carmi, S. et al. (2014). 
- Costa, M. D. et al. (2013). 
- Haber, M. et al. (2017). 
- Khalidi, R. (2020). 
- Pappe, I. (2006). 
- Sand, S. (2009). 









Tidak ada komentar:

Posting Komentar