Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

TAPUNG, KAMPAR, PROVINSI RIAU

  Gambar: Wikipedia Disalin dari kiriman FB Aal Piliang TAPUNG Di atas, telah disampaikan bahwa Tapung tidak bisa dianggap termasuk daerah Siak asli, tetapi mereka adalah taklukannya seperti juga disebutkan dalam traktat tahun 1858. Ikatan mereka dengan Siak lebih bersifat federatif daripada subordinatif, terutama dari situ terbukti bahwa mereka bukan hanya berada dalam posisi yang sama terhadap Siak tetapi juga Kota Intan. Sebelum ikatan dengan kerajaan Melayu terakhir ini terlepas sebagai akibat ekspedisi tahun 1876, masih ada konsep yang menunjukkan hubungan Tapung: "beraja ke Siak, bertuan ke Kota Intan." Menurut konsep ini, raja Kota Intan di Tapung memiliki pengaruh yang lebih tinggi daripada Sultan Siak. Pada kenyataannya, kondisi ganda ini tidak begitu menyulitkan karena baik Kota Intan maupun Siak tidak menarik keuntungan dari Tapung. Ketika eksploitasi atas orang‐orang animisme mendatangkan keuntungan besar, raja Kota Intan bereaksi terhadap penolakan hak‐haknya. Ad...

Perihal Tun Hasan Temenggung

Foto: Trip Advisor Disalin dari kiriman FB Mohd. Hakimi Perihal Tun Hasan Temenggung Tun Hasan Temenggung ialah anak kepada Tun Mutakhir iaitu Bendahara Melaka. Berbeza dengan ayahnya yang sukakan “sedekah”, Tun Hasan Temenggung pula sebaliknya. Beliau seorang yang mementingkan agama dan sesekali tidak akan menerima atau meminta rasuah. Kerja beliau ialah menjaga urusan perdagangan di Melaka. Jadi jika beliau seorang yang jahat pasti beliau boleh menjadi kaya dengan kerjanya itu. Sikap Tun Hasan Temenggung yang tidak sukakan rasuah itu telah menyebabkan anak buahnya itu tidak dapat mencari duit lebih. Tetapi kadang kala anak buahnya itu, akan menggunakan alasan kedudukan kedai yang tidak betul. Oleh itu, anak buahnya akan merentangi tali untuk membetulkan semula kedudukan kedai tersebut agar tidak termasuk dalam “rizab jalan”. Dan semasa merentangkan tali tersebut, anak buah Tun Hasan Temenggung dengan sengaja dan tidak jujur akan merentangi tali tersebut masuk ke mana-mana kawasan ked...

Struktur Panghulu Adat Alam Surambi Sungai Pagu

Gambar: Banda Lakun Disalin dari kiriman FB Irwan Effendi Suku Ampek Rajo Barampek di Alam Surambi Sungai Pagu jo panghulu nan duduak didalamnyo adolah : I. Suku Malayu ampek Niniak Rajo : Daulat Yang Dipertuan Bagindo Sultan Besar Tuanku Rajo Disambah Kebesaran : Payuangsakaki, tombak sabatang, payuang-payuang panji Alam Surambi Sungai Pagu. Pimpinan angkatan Daulat Yang Dipertuan • Bagindo Saripado di kampuang Malabuah • Bagindo Sutan Emas di kampuang Banca • Bagindo Sutan Besar di Pauah. Duo Nan Batigo Suku Malayu Ampek Niniak tacantum di dalamnyo suku Ampat, duduak di dalamnyo tujuah bateh Panghulu. Niniak Kurang Aso Anam Puluah/Tujuah baleh urang panghulu induak, yoitu :

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Perihal Keris Minang

  Ilustrasi: wikwand Oleh: @Reinja Keris orang Minangkabau itu di depan, bukan di samping atau di belakang, ada falsafah yang tersembunyi disana mengapa keris orang Minang itu di depan. “Patah lidah bakeh kalah, patah karih bakeh mati” [Patah lidah tanda kalah, patah keris tanda mati] Begitu bunyi pepatah, orang Minang hanya mengangguk pantang untuk membungkuk, [1] jika disuruh atau di paksa membungkuk keris mesti dicabut dahulu, patah karih bakeh mati. Sukar bagi orang lain (bukan orang Minang) untuk memahami falsafah ini, hanya orang Minang yang mengerti itu pun bagi mereka yang arif dan bijak dalam memahami kiasan. Setiap “kieh” atau kiasan memerlukan kejelian dan ketangkasan dalam berfikir [2] kadang kiasan itu tidak bisa di artikan dengan logika. Falsafah atau kiasan-kiasan inilah yang telah membentuk kepribadian anak Minang baik di kampung maupun di rantau orang.

Bintang Daud Lambang Kan'an

Gambar:  FB Mohd Hakimi Disalin dari kiriman FB Mohd Hakimi -Melayu Yahudi- Keris Sultan Abdul Jalil kerajaan Riau. 1712M/1124H Rupanya orang Melayu ni Yahudi belaka sebab menurut "cerdik pandai" di laman sosial, lambang bintang Daud ni lambang Yahudi atau Freemason walaupun ia telah dipakai sekian lama oleh kesultanan Uthmaniyyah, kesultanan Melayu dan lain-lain kesultanan Islam ratusan tahun sebelum terbentuknya negara haram Israel yang menggunakan logo bintang Daud ni. Padahal, Bintang Daud ini merupakan simbol kaum Kan'an atau penduduk asli Palestin. Sebab tu Yahudi cepat-cepat claim logo ni kononnya merekalah bumiputera di Palestin. Yang kita pulak pergi iktiraf dah kenapa, aduh...... Macam contoh logo Keris di claim oleh keturunan Tionghua atau keturunan raja Chola sebagai lambang kekuatan bangsa diorang dan letak logo tu di bendera pertubuhan mereka, di bendera parti, di rumah mereka dan sebagainya. Pastu ada Melayu jahil iktiraf dan marah pula melayu lain pakai lo...

Sejarah Pulau Pinang - Malaysia

 Disalin dari FB Aldyansyah Chaniago 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝘀𝗮𝘀 𝗣𝘂𝗹𝗮𝘂 𝗣𝗶𝗻𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗮𝗹𝗮𝘆𝘀𝗶𝗮 𝗔𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗲𝗹𝗮𝘆𝘂 𝗠𝗜𝗡𝗔𝗡𝗚. 𝘋𝘢𝘵𝘶𝘬 𝘑𝘢𝘯𝘯𝘢𝘵𝘰𝘯,𝘋𝘢𝘵𝘶𝘬 𝘐𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘪𝘢𝘪𝘵𝘶 𝘕𝘢𝘬𝘩𝘰𝘥𝘢 𝘉𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘕𝘢𝘬𝘩𝘰𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘋𝘢𝘳𝘪 𝘗𝘢𝘨𝘢𝘳𝘶𝘺𝘶𝘯𝘨 𝘋𝘢𝘳𝘶𝘭 𝘘𝘢𝘳𝘢𝘳 𝘔𝘪𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘣𝘢𝘶. Sejarah Pembukaan Pulau Pinang ,Pulau Mutiara bukan dilakukan oleh Francis Light sebaliknya adalah al-Marhum Tuan Haji Mohammed Saleh atau dikenali sebagai Nakhoda Intan Ibnu Al-marhum Nam Tunku Patis Batang. Nakhoda Intan yang berasal dari Kampung Buadi Payakumbuh, Sumatera Barat (Minangkabau), telah membuka Pelabuhan Batu Uban dan membina penempatan di kawasan berkenaan pada 1734 setelah mendapat perkenan Sultan Kedah, Sultan Muhammad Jiwa Zainal Abidin Muazzam Shah II. Malah pada tahun yang sama, Dua saudara Datuk Nakhoda Intan iaitu Nakhoda Bayan dan Nakhoda kecil juga telah datang ke negeri ini dan masing masing membuka penempatan di Bayan Lepas serta ...

𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗙𝗮𝗻𝘀𝘂𝗿 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗿𝘂𝘀,, 𝗞𝗲𝘀𝘂𝗹𝘁𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗠𝗶𝗻𝗮𝗻𝗴 𝗜𝗻𝗱𝗿𝗮𝗽𝘂𝗿𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗼𝗺𝗶𝗻𝗮𝘀𝗶 𝗔𝗰𝗲𝗵.

Disalin dari FB Aldiyansyah Chaniago 𝘚𝘦𝘳𝘪𝘣𝘶 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘗𝘦𝘴𝘪𝘴𝘪𝘳 𝘉𝘢𝘳𝘢𝘵 𝘚𝘶𝘮𝘢𝘵𝘦𝘳𝘢. kerajaan-kerajaan pantai di kawasan ini tak lebih hanya sebagai vassal kerajaan di pedalaman atau kota dagang kerajaan seberang lautan. Tak salah jika kemudian mereka menjadi rebutan kerajaan-kerajaan besar, mulai dari Sriwijaya, Pagaruyung Darul Qarar, hingga Kesultanan Aceh Darussalam. Kejadian ini terus berlangsung selama seribu tahun sejak kemunculan Kerajaan Fansur di abad ke-9 hingga kekuasaan kompeni Belanda. Kerajaan Fansur dan Komunitas Tamil di Sumatera Tak banyak kajian yang membahas mengenai kemunculan Fansur (asal kata dari Bahasa Melayu : pancur). Dua buku karya Claude Guillot yang berjudul Lobu Tua Sejarah Awal Barus dan Barus Seribu Tahun yang Lalu, mungkin bisa menjadi rujukan kita untuk mengetahui eksistensi kota pelabuhan ini. Berdasarkan Prasati Lobu Tua yang bertarikh 1088, disebutkan bahwa sekumpulan orang Tamil dari India telah bermukim di pesisir barat Sumate...

" 𝗠𝗼𝗵𝗮𝗺𝗮𝗱 𝗘𝘂𝗻𝗼𝘀 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵"

Disalin dari kiriman FB Aldiyansyah Chaniago 𝘉𝘢𝘱𝘢𝘬 𝘑𝘶𝘳𝘯𝘢𝘭𝘪𝘴𝘮𝘦 𝘔𝘦𝘭𝘢𝘺𝘶, 𝘔𝘦𝘭𝘢𝘺𝘶 𝘗𝘦𝘳𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘏𝘢𝘬𝘪𝘮 𝘗𝘦𝘳𝘥𝘢𝘮𝘢𝘪𝘢𝘯, 𝘗𝘦𝘭𝘰𝘱𝘰𝘳 𝘔𝘦𝘭𝘢𝘺𝘶 𝘛𝘦𝘳𝘬𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢, & 𝘗𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘒𝘦𝘴𝘢𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘒𝘦𝘣𝘢𝘯𝘨𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘔𝘦𝘭𝘢𝘺𝘶 𝘚𝘪𝘯𝘨𝘢𝘱𝘶𝘳𝘢 " Eunos Abdullah merupakan Anak Seorang Pasangan pedagang Minangkabaw Sumatra Barat yang Cukup Berpengaruh di Singapura". Dia merupakan salah seorang Melayu pertama yang menjadi Hakim Perdamaian pada tahun 1922,Pelopor Melayu Terkemuka di Singapura, Mendirikan Kampung Melayu & Mendirikan Pertubuhan Kebangsaan Melayu Singapura (PKMS). Ada pepatah Melayu populer yang mengatakan: Ketika seekor harimau mati, ia meninggalkan belangnya. Ketika seorang pria meninggal, dia meninggalkan namanya. Mungkin ada yang bertanya tentang asal usul nama Eunos saat bepergian di kereta Mass Rapid Transit (MRT) antara stasiun Kembangan dan Paya Lebar di sepanjang jalur Timur Barat? Namanya d...

Ketika Pasai mengalahkan Jawa

Disalin dari kiriman FB AL Fatah Ketika Kerajaan Islam Pasai Menaklukkan Kerajaan Jawa - Hindu Majapahit Para ahli sejarah mungkin akan menolak pernyataan ini, karena dalam sejarah tidak pernah terjadi sebuah Kerajaan Islam di Acheh menaklukkan Kerajaan Jawa-Hindu Majapahit yang terkenal kemegahan dan kebesarannya itu. Bahkan dalam sejarah, sebagaimana disebutkan ”Kronika Pasai”, bahwa Kerajaan Majapahitlah, dibawah Mahapatih Gadjah Mada yang telah menaklukkan Kerajaan Pasai. Namun jika kita lebih teliti dan jeli, maka akan terungkap sebuah sejarah yang selama ini ditutupi dengan rapi oleh para penjajah dan antek-anteknya untuk mengecilkan peran Kerajaan Kerajaan Islam di Acheh dalam proses Islamisasi di Nusantara.

Adruja Wijayamala Singa

Ilustrasi gambar: Sejarah Bangsa Melayu yang Hilang Disalin dari kiriman FB FBG Al Jiwi Tiga Perempuan Bertuah terkenal di Alam Melayu. Jika Acheh berbangga dengan laksamananya yang bernama Laksamana Malahayati yang memimpin 2000 tentera melawan Peringgi (Portugis). Dan jika pulau Jawa berbangga dengan Ratu Kalinyamat yang menyahut permintaan dan membantu Kesultanan Johor menghantar 4000 tentera dan 40 buah djong perang menyerang Peringgi ,kita juga boleh berbangga dengan pahlawan Perempuan Bertuah Tanah Melayu yang bernama Adruja Wijayamala Singa. Ianya bermula pada tahun 1317masihi dan berasal dari Grahi sebuah negeri kota yang terletak di utara Semenanjung Tanah Melayu. Baginda merupakan puteri kesayangan kepada Raja Sang Tawal atau Sultan Muhammad (1267-1335), Maharaja Grahi yang ketiga. Tahun kelahiran dan nama bonda puteri Melayu ini tidak diketahui. Adruja dilahirkan dan membesar di Kota Grahi, iaitu ibu kota kerajaan Grahi. Adruja mempunyai empat orang saudara kandung, iaitu d...

Maklumat MUI Sumbar ttg Natal dan Perayaan Agama Lain

MUI Sumatera Barat: "Mengucapkan Selamat Natal, Mengikuti Natal Bersama, Memakai Atribut Agama Lain adalah Haram bagi Kaum Muslimin". ============================= MAKLUMAT MUI SUMBAR Nomor: 001/MUI-SB/XII/2019 بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و من والاه Dewan Pimpinan Majelis Ulama (MUI) Provinsi Sumatera Barat menyampaikan maklumat kepada Kaum Muslimin dan Muslimat serta seluruh lapisan masyarakat, sebagai berikut : 1. Toleransi dalam ajaran Islam merupakan bagian dari petunjuk Allah S.W.T dalam hubungan dengan umat lain. (QS. al-Mumtahanah 60 : 8-9). [1] 2. Konsep toleransi dalam Islam adalah membiarkan umat lain beribadah sesuai dengan keyakinan mereka bukan melibatkan diri dalam kegiatan ibadah mereka atau memakai simbol-simbol yang menjadi bagian dari ibadah mereka atau mengikuti ciri khas mereka sebagai umat berdasarkan firman Allah S.W.T dalam (QS. al-Kafirun 109 : 1-6) [2] dan hadits Rasulullah S.A.W: "Siapa yang meny...

MUI Sumbar: Ucapan Selamat Natal HARAM

Ilustrasi Gambar: Pelajaran Covesia.com   - Ucapan selamat Natal selalu menjadi polemik jika sudah mendekati hari Natal yang jatuh pada 25 Desember tiap tahunnya. Apalagi di kalangan umat Islam, sampai saat ini masih menjadi perbedaan pendapat antar ulama. [1]   Namun demikian, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat berpendapat ucapan Natal itu hukumnya haram bagi pemeluk agama Islam. Hal itu karena berkaitan dengan akidah yang bersangkutan dan bukan termasuk poin toleransi.  "Sebelum kita bicara hukum ada catatan yang perlu kita ingatkan, siapa yang memasukkan ucapan itu sebahagian toleransi, itu tidak benar," ungkap Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa saat dihubungi Covesia.com, Senin (20/12/2021).  Beliau menambahkan jangan memasukkan itu sebagai poin toleransi sebagai umat beragama. Tak ada landasan memasukkan ucapan sebagai item toleransi. "Orang yang memasukkan ucapan selamat hari raya untuk umat tertentu, hanya ingin memperkeruh...

PERANG NANING

Ilustrasi: Pusaka Naning Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan Perang Naning ialah satu benda peperangan yang berlaku pada tahun 1831 antara penduduk Naning yang diketuai oleh Dato' Dol Said dengan pasukan tentera British di Naning (kini sebahagian daripada daerah Alor Gajah, Melaka). Pada tahun 1829, pemerintah British di Melaka memaksa Naning membayar cukai tanaman sebanyak 1/10 daripada hasil perolehan. Ini dikatakan berpunca daripada kejahilan dan kesilapan Gabenor Fullerton dan Lewis, Penguasa Tanah di Melaka pada masa itu, tentang taraf Naning dan bentuk cukai yang sebenarnya wujud pada masa itu. Dato' Dol Said tokoh perjuangan Naning, yang ketika itu menjadi Penghulu Naning membantah perintah membayar cukai tersebut. Berikutan itu, pada tahun 1831, satu pasukan seramai 150 orang askar Sepoi dengan dua laras meriam telah dihantar oleh Inggeris untuk menyerang Naning bagi menghapuskan Dato' Dol Said dan pengikutnya.

Sejarah Laksamana Raja Di Laut

Ilustrasi: Twitter Siapa Datuk Lasamana Raja Dilaut? Disalin dari kiriman FBG Melayu Merindu Laksamana merupakan gelar sekaligus titah dari Kerajaan Siak untuk menjaga di pesisir pantai Selat Malaka. Konon Datuk/Encik Ibrahim disebut-sebut Datuk Laksamana Raja Di Laut I yang berkuasa pada tahun 1767 M-1807 M. Ada empat datuk yang memerintah di Bukit Batu, tiga penerusnya adalah Datuk Khamis, Datuk Abdullah Shaleh dan Datuk Ali Akbar. Mereka digelari Datuk Laksamana II sampai IV. Rumah Datuk Laksamana Dilaut IV, Laksamana Ali Akbar terletak Di Desa Sukajadi, sekitar 35 kilometer dari Kota Sungai Pakning, Bengkalis - Riau. Rumah peninggalan Laksamanan berbentuk panggung. Sekilas terlihat seperti rumah adat/ rumah tradisi di Riau. Berbentuk panggung dengan motif-motif melayu dibeberapa ornamen bangunannya. Banyak kisah-kisah mistis yang diungkapkan oleh warga setempat, terutama harimau jadi-jadian, buaya penunggu dan lain-lain. Ini terkait sumpah selama 100 tahun yang keramat. Nilai misti...

JATUHNYA KERAJAAN ISLAM MANILA & PERANG KASTILLA 1578 JIHAD PERAJURIT KERAJAAN MELAYU BRUNEI

Ilustrasi : Wikipedia JATUHNYA KERAJAAN ISLAM MANILA & PERANG KASTILLA 1578 JIHAD PERAJURIT KERAJAAN MELAYU BRUNEI Disalin dari FB Eddy Wzwan Islam pernah bertapak di kawasan MANILA sebelum ditawan oleh penjajah SEPANYOL. Bahkan nama MANILA itu sendiri dikatakan berasal daripada perkataan ARAB iaitu 'FI AMANILLAH' "في امنيلله" yang bermaksud "Dalam perlindungan ALLAH". Namun begitu pada satu lagi pendapat menyatakan bahawa MANILA berasal daripada bahasa'Tagalog' iaitu 'May-Nilad' iaitu sejenis pokok kecil yang berbunga. Kerajaan Islam Manila dikatakan telah wujud sejak tahun 710 Hijrah bersamaan 1310 Masehi dengan penemuan batu nisan Raja pertama MANILA iaitu RAJA AHMAD TIMHAR. Penjajah SEPANYOL telah mula masuk ke MANILA semasa pemerintahan Sultan Manila yang ke 14 iaitu SULTAN SULAIMAN atau SULYMAN. Kekalahan Sultan Sulaiman itu telah menyebabkan SULTAN BRUNEI menghantar bantuan ketenteraan kepada Manila. Ini mung kin kerana hubungan a...

𝗠𝗼𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗡𝗮𝘁𝘀𝗶𝗿: Salah seorang ulama yang dipenjarakan Soekarno

Ilustrasi: Biografi Singkat Tokoh Disalin dari kiriman FB Aldianyansyah Chaniago 𝘜𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘛𝘦𝘳𝘬𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘐𝘴𝘭𝘢𝘮,𝘚𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘚𝘢𝘵𝘶 𝘜𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘔𝘪𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘋𝘪 𝘗𝘦𝘯𝘫𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘚o𝘦𝘬𝘢𝘳𝘯𝘰 Mohammad Natsir adalah Ulama Terkemuka, tokoh intelektual, Pejuang Kemerdekaan Indonesia, sekaligus negarawan , Pencetus Proklamasi Republik Indonesia, & Pejuang Islam Di Dasar Negara. Mohammad Natsir merupakan pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi (Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia) dan tokoh Islam terkemuka Indonesia. Di dalam negeri, ia pernah menjabat menteri dan Perdana Menteri Indonesia, sedangkan di kancah internasional, ia pernah menjabat sebagai presiden Liga Muslim Dunia (World Muslim League) dan ketua Dewan Masjid se-Dunia. Natsir banyak menulis tentang pemikiran Islam. Ia aktif menulis di majalah-majalah Islam setelah karya tulis pertamanya diterbitkan pada tahun 1929; hingga akhir hayatnya ia telah ...

𝘼𝙇- 𝙈𝙐𝙉𝙄𝙍: 𝗠𝗘𝗗𝗜𝗔 𝗜𝗦𝗟𝗔𝗠 𝗣𝗘𝗥𝗧𝗔𝗠𝗔 𝗧𝗘𝗥𝗧𝗨𝗔 𝗗𝗜 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔 𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗥𝗔𝗡𝗔𝗛 𝗠𝗜𝗡𝗔𝗡𝗚

Foto: Wikipedia Disalin dari kiriman FB Aldiyansyah Chaniago Sejak kapan media massa Islam muncul di nusantara? Media massa atau penerbitan yang menyuarakan aspirasi umat Islam dan berfungsi sebagai media dakwah pertama di Indonesia muncul pada 1911. Media Islam tertua di Tanah Air itu bernama majalah Al-Munir. Al-Munir adalah Majalah Media Islam Pertama Di Indonesia yang terbit Pertama di Ranah Minang Kota Padang Sumatera Barat. Diprakarsai langsung Oleh Ulama Asal Minang yaitu : Abdullah Ahmad pada awal April 1911, Al-Munir tercatat sebagai media massa Islam pertama di Indonesia.Keberadaanya terinspirasi dari majalah Al-Imam pimpinan Tahir Jalaluddin Al-Azhari ulama keturunan Minang di Singapura (1906–1909) murid dari pada Ulama Minang "Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi" di Makkah. Selain Abdullah Ahmad, beberapa nama seperti Abdul Karim Amrullah, Muhammad Thaib Umar, dan Sutan Muhammad Salim pernah tercatat di jajaran dewan redaksi.

𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗿 𝗞𝗵𝗮𝗿𝗶𝘀𝗺𝗮𝘁𝗶𝗸 𝗔𝘀𝗮𝗹 𝗠𝗜𝗡𝗔𝗡𝗚 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗥𝘂𝗷𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺, 𝗠𝗮𝗵𝗮 𝗚𝘂𝗿𝘂 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗮𝗿𝗮 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮.

Ilustrasi: wikipedia Disalin dari kiriman FB Aldiyansyah Chaniago 𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗿 𝗞𝗵𝗮𝗿𝗶𝘀𝗺𝗮𝘁𝗶𝗸 𝗔𝘀𝗮𝗹 𝗠𝗜𝗡𝗔𝗡𝗚 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗥𝘂𝗷𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺, 𝗠𝗮𝗵𝗮 𝗚𝘂𝗿𝘂 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗮𝗿𝗮 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮. 𝑺𝒚𝒂𝒊𝒌𝒉 𝑨𝒉𝒎𝒂𝒅 𝑲𝒉𝒂𝒕𝒊𝒃 𝑨𝒍-𝑴𝒊𝒏𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒃𝒂𝒘𝒊, 𝑺𝒚𝒂𝒊𝒌𝒉 𝑰𝒔𝒎𝒂𝒊𝒍 𝑨𝒍-𝑴𝒊𝒏𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒃𝒂𝒘𝒊, 𝑺𝒚𝒂𝒊𝒌𝒉 𝒀𝒂𝒔𝒊𝒏 𝒃𝒊𝒏 𝑰𝒔𝒂 𝑨𝒍𝑭𝒂𝒅𝒂𝒏𝒊 𝒂𝒍-𝑴𝒂𝒌𝒌𝒊. Ranah Minang sebagai bagian dari negeri Islam telah banyak melahirkan para ulama kharismatik yang dikagumi oleh dunia, karena memiliki banyak murid dari berbagai negeri. Selama ini, generasi muda Minangkabau hanya mengenal Buya Hamka sebagai ulama yang melenggendaris dari Ranah Minang. Namun sebenarnya, jauh sebelum Buya Hamka, telah lahir ulama-ulama asal Minangkabau yang memiliki pengaruh besar dan menjadi rujukan di dunia Islam. Tiga orang diantaranya adalah : 1. Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi al-Makki. Tokoh yang kerap dikenal sebagai S...

Asal Mula Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia

Ilustrasi: Republika   𝗕𝗔𝗛𝗔𝗦𝗔 (𝗠𝗘𝗟𝗔𝗬𝗨) 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔, 𝗕𝗔𝗛𝗔𝗦𝗔 𝗣𝗘𝗥𝗦𝗔𝗧𝗨𝗔𝗡. 𝘈𝘴𝘢𝘭 𝘔𝘶𝘭𝘢 𝘉𝘢𝘩𝘢𝘴𝘢 𝘔𝘢𝘭𝘢𝘺𝘶 & 𝘗𝘦𝘳𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘩𝘢𝘴𝘢 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢. Disalin dari kiriman FB Aldyansyah Chaniago 83 tahun lalu, di Jalan Kramat 106 Jakarta, telah terjadi peristiwa Sumpah Pemuda. Sebuah momen sarat makna bagi persatuan Indonesia. Dan untuk mengenang kejadian tersebut, pada kesempatan kali ini penulis akan mengangkat satu pokok yang cukup penting, yakni terbentuknya Bahasa Indonesia. Nama Bahasa Indonesia itu sendiri secara resmi disampaikan pada acara Kongres Pemuda II, atau yang lebih dikenal dengan Sumpah Pemuda. Dari tiga pokok isi sumpah tersebut, yakni berbangsa satu, bertanah air satu, dan berbahasa satu, penentuan bahasa persatuan-lah yang paling sulit. Ada beberapa alasan mengapa akhirnya Mohammad Yamin memilih Bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan Indonesia. Yang pertama dan paling utama adalah luasnya penggunaan ...

Orang Champa Kini

  Gambar: Ibnu Rusdi Bayangkan suatu kumpulan masyarakat Islam yang terputus dari dunia Islam yang lain. Orang Champa suatu bangsa yang berkaitan dan berhubungan dengan bangsa Melayu di nusantara Alam Melayu. Taburan penduduk Cham wujud di Vietnam dan Kemboja. Malah sebenarnya kerajaan-kerajaan orang Chamlah yang berkuasa di wilayah-wilayah Vietnam, sebelum mereka ditolak ke selatan sehingga dihapuskan pada tahun 1835 bilamana kerajaan Champa terakhir dilenyapkan Vietnam. Yang berugama Islam mengaku sebagai orang Melayu, dan banyak bergaul dengan masyarakat Melayu terutama di Patani dan Kelantan, sehingga terdapat daerah di Kelantan yang mengambil nama Champa (Pengkalan Chepa)

Asal Usul Melayu Sarawak

Gambar: Kenali Serawak Datuk Merapati Jepang Asal Usul Melayu Sarawak dan Penempatan Kaum Dayak Kuno di Santubong. Menurut sejarah awal kaum Melayu Sarawak dikatakan berasal dari Keturunan Datuk Merapati Jepang dari Jawa pada kurun ke 15 masehi dan membina penempatan di Santubong .Pada tahun 1599 Kerajaan Brunei menjajah kawasan pesisiran pantai Sarawak dan berlakunya penghijrahan kaum melayu dari Brunei dan dikatakan melantik Sultan Tengah sebagai Sultan Pertama Sarawak dibawah kerajaan Brunei. Namun begitu Santubong pada masa ini bukan sebuah kerajaan melainkan hanya kawasan kuripan/jajahan kesultanan Brunei dari utara yang hanya terhad kepada kawasan pantai dan tidak dapat menembusi kawasan tengah yang dihuni suku suku asli Dayak sendiri. Pada masa lampau,Santubong pernah menjadi penempatan kuno kaum Dayak Iban sebelum berhijrah ke tengah Tampun Bejuah dan Kapuas.

Tradisi Bakajang

Foto: Siar Minang BAKAJANG TRADISI UNIK GUNUNG MALINTANG JUARA SATU PADA AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) AWARD 2021 Carito Luhak Nan Bungsu- Kemarin teman saya Akhmad Ansori dari Palembang mengucapkan selamat atas dianugerahi sebagai atraksi budaya terbaik I tingkat Nasional 2021 dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2021, atraksi budaya (Cultural Attraction) bakajang tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru , Kabupaten Lima PuluhKota dalam memeriahkan Hari Raya Idul Fitri atau menyambut bulan syawal. “ Selamat ya Limapuluh Kota menjadi terbaik I tingkat Nasional 2021 Ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2021 yang dilaksanakan di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan pada 30 November 2021, dan mohon kirimkan tulisan apa itu tradisi Bakajang “ tulis Akhmad Ansori dari Sekayu-Banyuasin Palembang. Ingatan saya kembali kepada tahun 1989-1996 karena pernah bertugas di Nagari Gunuang Malintang Kecamatan Pangkalan...

HUBUNGAN KEBUDAYAAN MELAYU, ANDIKO 44 DENGAN LUHAK LIMOPULUAH KOTO

Gambar: Riau Magz Carito Luhak Nan Bungsu – Dua orang mahasiswa dari Universitas Islam Riau (UIR) bernama Rahmat dan Antoni datang kerumah untuk berdiskusi tentang Hubungan Kebudayaan Melayu, Andiko 44 (Ampek Puluah Ampek) dengan Luhak Limo Puluah. Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan. Kapan Ras Melayu sampai ke Limo Puluah Koto ? Menurut Kern dan Heine Geldern, seperti yang dikutip Soekmono (1973), migrasi ras Mongoloid dari daratan Asia ke Nusantara telah berlangsung dalam dua gelombang besar. Gelombang pertama mulai pada masa neolitikum yang membawa budaya kapak bersegi terjadi sekitar 2000 tahun sebelum masehi yang oleh para ahli digolongkan sebagai kelompok Melayu Tua (Proto Melayu), sementara itu gelombang kedua muncul pada zaman logam yang membawa kebudayaan Dongson yang dimulai 500-300 tahun sebelum masehi yang datang dari daerah Tonkin yang pada masa itu menjadi pusat kebudayan perunggu di Asia Tenggara. Kelompok kedatangan kedua ini digolongkan sebagai kelompok Melayu Mud...