Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Pasa Batingkek

[caption id="attachment_924" align="aligncenter" width="700"] Gambar: http://indonesia-zaman-doeloe.blogspot.co.id [/caption] Pasa Batingkek, demikian orang Agam mengenalnya. Terletak di puncak Bukik Kandang Kabau dan dahulunya ialah pasar serikat di Luhak Agam. Belanda menatanya dengan membuat bangunan beratap tak berdinding yang dikenal dengan nama Los Galuang kemudian pada tahun 1972 ditukar dengan bangunan permanen bertingkat tiga atau ada juga yang menyebutnya bertingkat dua. Pasar yang sebelumnya merupakan pasar rakyat dan diadakan dua kali sepekan (Rabu dan Sabtu) perlahan-lahan mengalami transformasi.

Yang Mulia Pemimpin Revolusi dapat Dimakzulkan

[caption id="" align="aligncenter" width="238"] Soekarno & D.N. Aidit[/caption] Deklarasi Keadilan & Kebenaran IKAHI dan PERSAHI: PRESIDEN SOEKARNO dapat diberhentikan dengan tidak hormat DEKLARASI Keadilan dan Kebenaran jang ditjetuskan oleh Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) dan Perhimpunan Sardjana Hakim Indonesia (PERSAHI) baru 2  ini menjatakan perlunja dengan segera diadakan pemeriksaan menurut hukum terhadap Presiden Soekarno demi tegaknja kepastian hukum. Dinjatakan bahwa ketentuan 2  Instruksi Presiden/Pangti/ABRI/KOGAM No. Inst. 09/KOGAM/5/66 jo. Instruksi Presiden/Pangti/ABRI/KOTI/no. 22/KOTI/65, dapat diperlakukan terhadap Presiden Soekarno.

Tarikh SMAN 1 Bukit Tinggi

[caption id="" align="aligncenter" width="1000"] Picture: http://sekolah.data.kemdikbud.go.id [/caption] SEJARAH  RINGKAS SMA I LANDBOUW BUKITTINGGI Disalin dari blog:  https://lizenhs.wordpress.com Kata Pengantar Para Sahabat bembaca Bukik Ranah Ilmu, apakan anda alumni SMA 1 Landbouw? ataupun bukan, dimanapun berada tidak masalah.  Tapi bagi anda, apakah anda hanya sekolah satu bulan atau apakah anda sekolah satu kwartal atau satu semester di SMA I Landbow, dengan kata lain nama anda pernah tercatat pada buku daftar induk kesiswaan SMA I Landbouw Bukittinggi.  Bagi anda yang sekolah di SMA BIRUGO dan/atau di SMA III baik juga dibaca. Inilah SEJARAH  RINGKAS SMA I LANDBOUW BUKITTINGGI. Tulisan ini adalah untuk mengingatkan/mengenang tentang tempat anda pernah sekolah dulu, sekarang mungkin sudah menjadi Inyiak atau Nenek, pejabat, pimpinan suatu perusahaan atau yayasan pendidikan. Tulisan ini saya (lizen) ambil (kutip) dari buku Lintas Limapuluh Tahun SM...

Tugu Polwan

TUGU POLWAN Polwan (Polisi Wanita) itu lahir di Bukittinggi, tugu ini diresmikan tanggal 27 april 1993 oleh kapolri jendral Pol.Barusman, terletak di Jl.Jendral Sudirman di persimpangan jalan stasiun. Polwan lahir 01 September 1948 merupakan perwujudan cita-cita ibu Kartini selanjutnya penggerak untuk lahirnya Kowad, Kowal dan Wara. Setelah Indonesia merdeka timbul gagasan dan organisasi wanita .dan W anita I slam mengajukan permohonan kepada Pemerintah untuk mengikut sertakan wanita dalam dalam Pendidikan kepolisian, Hal tersebut diajukan karena kurang pantas seorang laki-laki bukan muhrim memeriksa badan wanita dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan wanita.

Tambo Nagari Kurai

Foto:  http://visualheritageblognasbahry.blogspot.co.id Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.  Untuak nan alun panah mandanga/mambaco/mangatahui, tarutamo nan mudo-mudo, ambo sampaikan di bawah ko tambo Kurai Limo Jorong Bukittinggi, tamasuak sistem pamarintahan manuruik adaik Kurai Limo Jorong "saisuak".  Nan namono tambo memang indak bisa dibuktikan, tapi mudah-mudahan ado gunono, tarutamo untuak Pemda/DPRD TK.II Bukittinggi tantangan susunan pamarintahan nagari, sabagai bahan partimbangan untuak baliak ka pamarintahan nagari manuruik sistem adaik Kurai Limo Jorong.  Tulisan ko ambo susun basumber dari buku/ketikan nan panah ambo dapek dari kakak/mamak/urang tuo-tuo di kampuang. Jadi kalau ado nan takurang-talabiah, ambo manyusun jari nan sapuluah, sabaleh jo kapalo, maminta maaf talabiah dahulu ka inyiak/nenek, mamak/etek, uda/uni nan labiah manguasoi/tahu tantangan Kurai Limo Jorong ko.  Ka nan mudo-mudo ambo manyarankan s...

Monumen Tentara Pelajar

Foto:  http://karupuakkuah.blogspot.co.id MONUMEN TENTARA PELAJAR Terletak dikompleks SMU Negeri 2 Bukittinggi dibangun untuk mengenang Perjuangan Tentara P elajar yang telah gugur dalam Agresi B elanda ke II. Setelah Indonesia merdeka maka Belanda (NICA) berusaha datang lagi ke Indonesia dengan cara membonceng dengan tentara sekutu . Belanda berusaha menjajah kembali di Indonesia. Masing-masing daerah di Sumatera Barat ini melakukan perlawanan kepada Belanda ada 17 orang tokoh pejuang yang gugur saat itu, nama-nama tersebut tertulis diatas batu pualam.Monumen ini diresmikan tanggal 17 Agustus 1985.

Monumen Pendidikan Opsir

Foto:  http://karupuakkuah.blogspot.co.id MONUMEN PENDIDIKAN OPSIR Monumen ini dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Sumatera Tengah tergabung dalam Pendidikan Opsir Devisi IX Ban te ng. Sumatera tengah Civis Pacem Pasa Bellum . Munumen ini berdasarkan semangat dan tekad menentang penjajahan oleh para pejuang Kemerdekaaan RI Sumatera Tengah. Dengan maksud menjadikan tonggak sejarah dalam rangka pewarisan semangat, jiwa dan nilai juang 1945.

Monumen Dr. Achmad Muchtar

Foto:  http://nulis.co.id MONUMEN Dr.ACHMAD MUCHTAR Terletak dihalaman depan Rumah sakit Dr.Achmad Muchtar Bukittinggi di jalan Dr.A.Rivai. Monumen ini di bangun untuk mengenang jasa dari Dr. Ahmad Muchtar seorang dokter berasal dari Nagari Bonjol yang merupakan tamatan Universitas Boekandel Amsterdam Negeri Belanda. Lahir pada tahun 1992 di Nagari Bonjol, dan menamatkan studi kedokteran di STOVIA pada tahun 1916. Kemudian beliau mengambil 2 tahun penempatan wajib di salah satu klinik Panyabungan di Sumatera Utara. Dr. Ahmad Muchtar menyelesaikan studinya di Negeri Belanda pada tahun 1927. Pada tahun 1937 beliau  bergabung dengan fasilitas penelitian Biomedik The Central Medical Laboratory yang pada tahun 1939 namanya diubah menjadi Institut Eijkman.

Kebun Binatang Kinantan

Foto: KITLV Belanda Pada tahun 1900 Pemerintah Kolonial Belanda membuat sebuah taman bunga di pucak Bukit Malambuang, taman itu dinamai dengan Kebun Bunga Strom (Strom Park). Nama kebun ini dinisbatkan kepada Asisten Residen Agam yang sekaligus orang yang merancang kebun bunga ini, namanya ialah Str o m Gravenzande n. [1] Sebelum dijadikan kebun bunga, pucak bukit ini merupakan pandam pekuburan (tanah pemakaman) penduduk Nagari Kurai. Selain sebagai tempat pemakaman puncak bukit ini juga berfungsi sebagai tanah lapang (tempat anak nagari bermain-main), dan tempat mengembalakan ternak bagi Orang Keling (Orang India). Sempat dibuat sebuah lapangan tenis di puncak bukit tersebut dengan nama Lapangan Tenis Baan. [2] Pada tanggal 3 Juli 1929 Strom Park (Taman Strom) dikembangkan menjadi Kebun Binatang dengan nama resmi Fort de Kocksche Dieren Park (Kebun Binatang Bukittinggi). Pengembangan ini merupakan usaha dari para pemuka Belanda yang ada di Bukittinggi ketika itu. Mereka ia...

Tugu Kemerdekaan RI

Foto:  https://ordinarymanjournal.wordpress.com TUGU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA Tugu ini dibangun untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Tugu ini dibangun oleh Pangdam III/17 Agustus, lokasinya di Taman Panorama, berhadapan dengan Museum T ridaya Eka Dharma.

Taman Panorama

Taman Panorama & Ngarai Sianok sekitar th.1970-80an Taman Panorama dan Lubang Jepang, itulah nama resminya sekarang. Taman ini terletak di atas tebing Ngarai Sianok di Kota Bukittinggi. Di seberang taman terdapat Nagari Koto Gadang yang legendaris itu, kini telah dibuat sebuah janjang (tangga) dari dasar ngarai hingga ke puncak yang diberi nama Janjang Koto Gadang.

Monumen Tuanku Imam Bonjol

Foto:  https://www.flickr.com MONUMEN TUANKU IMAM BONJOL Monumen ini dibangun untuk memperingati perjuangan Tuanku Imam Bonjol.Tuanku Imam Bonjol berasal dari Bonjol yang sangat taat memeluk agama islam. Pengikut Tuanku Imam Bonjol bernama Kaum Paderi. Kaum Paderi sangat menentang sifat Kaum Adat yang suka meminum minuman keras, berjudi, mabuk-mabukan serta menyabung ayam, berkelahi dan merampok. Pada tahun 1831-1837 terjadilah perang  Padri yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol melawan Kaum Adat. Karena kaum adat lemah maka mereka meminta bantuan kepada Belanda, namun kaum Paderi menang bahkan perlawanan sampai ke Bukittinggi. Tuanku Imam dibantu oleh Haji Sumanik, Haji Piobang, Haji Miskin dan lain-lain.

Tugu Perang Kamang

Foto: nagarikamang.wordpress.com Tugu ini dibangun dan diusahakan oleh Panitia Pusat ,Hari Peringatan Sumatera Barat menentang Penjajahan Belanda. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Jendral A.H.Nasution 15 Juni 1963. Perlawanan Rakyat Menentang Kolonialisme Belanda tersebut terjadi 19 Juni 1908.

Tugu Pahlawan Tak Dikenal

Foto:  https://www.thearoengbinangproject.com Tugu ini dibangun untuk mengenang perlawanan rakyat dalam menentang colonial belanda tanggal 5 Juni 1908. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Jendral A.H.Nasution pada tanggal 15 Juni 1965. Konstruksi bangunan tugu diciptakan oleh seorang seniman bernama Hoerijah Adam (1936-1971) yang meninggal akibat kecelakaan pesawat merpati.

Monumen Bung Hatta

MONUMEN BUNG HATTA Dibangun didepan Istana Bung Hatta terbuat dari perunggu berwarnakan kekuning-kuningan .Beliau lahir 12 agustus 1902 di Bukittinggi. Ayah beliau H.Mohd.Jamil merupakan putera dari ulama besar dari Batu Ampa (Syech Batu Ampa) Limo Puluah Koto. Ibu beliau bernama Saleha dari Nagari Kurai. Bung Hatta adalah tokoh Proklamator yang sangat gigih berjuang untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia.

RUMAH ADAT NAN BAANJUANG

Pada tahun 1935 pemerintah Kolonial Belanda di Agam Tua yang ketika itu dipimpin oleh Controleur Mr. Mandellar serta Nutzman sebagai Kepala Kebun Binatang Bukittinggi, memutuskan untuk melakukan penambambahan sarana di kebun binatang yaitu berupa membangun sebuah Rumah Gadang dengan langgam Koto Piliang di dalam kawasan Kebun Binatang Bukittinggi (Fort de Kocksche Dieren Park). Peletakan batu pertamanya dilakukan pada tanggal 1 Juli 1935. Rumah ini memiliki ukuran 36,5 x 10 m 2 (luas 2.798 m2) dengan 7 (tujuh) buah gonjong, 9 (sembilan) ruang, berjeniskan Gajah Maharam dengan anjuangan pada kiri dan kanan. Kemudian pada tahun 1955/1956 dibuatlah dua buah rangkiang yakni Si Bayau Bayau dan Si Tinjau Lauik serta satu buah Rumah Tabuah.

Penguatan Pemangku Adat Minangkabau

Buku yang merupakan modul ini diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2018 sebagai salah satu bahan dalam Kegiatan Penguatan Pemangku Adat Minangkabau. Isi Modul dibagi kepada beberapa tulisan [Klik untuk menuju tulisan] atau silahkan klik disini untuk mengunduh. Sekapur Sirih: Kata Pengantar & Sambutan Daftar Isi Pendahuluan Sejarah Adat Minangkabau: Pendahuluan Sejarah Adat Minangkabau:   Sebelum Islam Masuk Sejarah Adat Minangkabau:  Kedatangan Bangsa ‘Ad Sejarah Adat Minangkabau:  Kedatangan Bangsa Mee Nam dan Viet Sejarah Adat Minangkabau:  Kedatangan Bangsa Saba’ Sejarah Adat Minangkabau:  Dinasti Ptolemy Masuk Sejarah Adat Minangkabau:  Interaksi dengan Bangsa Tamil Sejarah Adat Minangkabau:  Islam Masuk, Menyebar dan Berkembang Sejarah Adat Minangkabau:  Lareh Berdiri Sejarah Adat Minangkabau: Minangkabau Tak Tertaklukan Sejarah Adat Minangkabau:  Sumpah Satia Bukik Marapalam...

Ngarai Sianok

Foto:  http://www.indonesia-tourism.com Sianok merupakan nama salah satu nagari yang terletak di dasar lembah (ngarai) tersebut, berasal dari dua suku kata yakni Si dan Anok yang memiliki makna Si Pendiam. Dimasa Belanda ngarai ini dinamai dengan nama Karbouwengat dimana pada masa itu ngarai ini ialah tempat mengembalakan kerbau oleh penduduk sekitar. Di dasar ngarai terdapat sebuah sungai yang bernama Batang Sianok, batang sendiri memiliki makna “sungai” dalam Bahasa Minangkabau. Ngarai ini memiliki ke dalaman sekitar 100 m dengan lebar 200 m dan membentang kurang lebih 15 km.

Universitas Bung Hatta

Universitas Bung Hatta terletak di Kota Padang yang merupakan salah satu universitas swasta ternama di Sumatera Barat

Universitas Negeri Padang

Universitas Negeri Padang yang pada masa dahulunya merupakan Intitut Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Andalas

Universitas Andalas yang berkampus di Bukit Limau Manis Padang memiliki beberapa jurusan seperti Jurusan Antropologi, Hukum, Teknik Sipil, Ilmu Sejarah, dan jurusan lain

Ikatan Aristek Indonesia

Ikatan Arsitek Indonesia merupakan perkumpulan para Arsitek di Indonesia

Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia

Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia merupakan perkumpulan ahli-ahli arkeologi di Indonesia

Masyarakat Sejarawan Indonesia

Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) merupakan perkumpulan sejarawan di Indonesia

Dinas Kebudayaan Prop. Sumbar

Dinas Kebudayaan Propinsi Sumatera Barat merupakan Satuan Organisasi Perangkat Daerah baru yang berdiri pada tahun 2017 ini.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Dalam hal ini Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

BPNB Padang

Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) beralamat di Belimbiang Kota Padang Menangani peninggalan tak benda (Intangible) dan juga berada di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

BPCB Batusangkar

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Batu Sangkar Wilayah Kerja Propinsi Sumatera Barat, Riau, & Riau Kepulauan Berada di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Taman Sabai nan Aluih

Foto Oleh Fery Febrizon Taman Sabai Nan Aluih Taman ini terletak diantara Pasa Batingkek dan Istana Bung Hatta, di taman inilah terletak Jam Gadang yang merupakan icon Kota Bukittinggi. Pada masa sekarang masyarakat Bukittinggi dan para pengunjung mengenal taman ini dengan nama Taman Jam Gadang. 

Anggota Parlemen Minangkabau 1938

Abdul Halim

Silahkan klik pada judul untuk menuju ke artikel: Kenang-kenangan Dr. Abdul Halim I Kenang-kenangan Dr. Abdul Halim II   Kenang-kenangan Dr. Abdul Halim III Kenang-kenangan Dr. Abdul Halim IV Kenang-kenangan Dr. Abdul Halim V Kenang-kenangan Dr. Abdul Halim VI Kenang-kenangan Dr. Abdul Halim VII Kenang-kenangan Dr. Abdul Halim VIII Kenang-kenangan Dr. Abdul Halim IX Kenang-kenangan Dr. Abdul Halim X Mengenang Perdana Menteri Dr. Abdul Halim Kunjungan Kerja PM Abdul Halim ke Palembang Mengenang Kabinet Halim Mengenang Kiprah Dr. Abdul Halim di RSCM Dr. Abdul Halim: Perdana Menteri yang Terlupakan

40. Rumah Kelahiran Bung Hatta

Rumah Kelahiran Bung Hatta ini merupakan rekonstruksi ulang dari bangunan lama yang sudah hancur. Pada tahun 1960an rumah ini dijual oleh keluarga[1] Bung Hatta kepada salah seorang saudagar bahan bangunan. Rumah lama tersebut kemudian ditukar dengan bangunan kedai bahan bangunan. Kemudian pada tahun 1995 muncul keinginan untuk merekonstruk kembali rumah lama tersebut. Yayasan Pendidikan Bung Hatta atas persetujuan dari keluarga Bung Hatta serta bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bukittinggi melakukan revitalisasi terhadap Rumah Keluarga Ibu Bung Hatta.

41. Lembaga Pemasyarakatan Bukittinggi

Lembaga Pemasyarakatan (LP) Bukittinggi merupakan salah satu bangunan atau komplek bangunan tertua di Bukit Tinggi (komplek bangunan tua lainnya ialah Komplek Benteng de Kock-1826 dan Komplek Militer-1860an), dibangun sekitar tahun 1864. Sebelum pembangunan tahun 1864, penjara ini sudah ada namun dengan kondisi seadanya, terbuat dari kayu dan digunakan untuk menahan Mujahid Paderi.  Pada tahun 1990an bangunan penjara ini tidak lagi difungsikan dan dipindahkan ke LP Biaro yang berjarak sekitar 8 Km dari pusat kota Bukittinggi.

Tokoh

Silahkan klik pada nama tokoh untuk menuju pada daftar tulisan mengenai tokoh dimaksud: Bung Hatta Buya Gusrizal Hajah Rangkayo Rasuna Said (H.R. Rasuna Said) Haji Agus Salim Bahder Djohan Usmar Ismail

Tarikh Bukit Tinggi

Silahkan klik pada judul untuk menuju ke artikel: Taman Sabai Nan Aluih Ngarai Sianok Kebun Bungan (Kebun Binatang Kinantan) Taman Panorama Tambo Nagari Kurai Tarikh SMA N 1 Bukit Tinggi Pasa Batingkek Pasar Derma 1921 Stasiun Kereta Api Bukit Tinggi Bung Hatta & Sang Bunda Tulisan ini disalin dari blog Engku Suryadi Sunuri. Silahkan scroll ke bagian akhir tulisan dan klik pada nam blog untuk menuju ke postingan asli. Bung Hatta menuju Konfrensi Meja Bundar Tulisan ini disalin dari blog Engku Suryadi Sunuri. Silahkan scroll ke bagian akhir tulisan dan klik pada nam blog untuk menuju ke postingan asli. Bung Hatta & Pekan Buku 1954 Tulisan ini disalin dari blog Engku Suryadi Sunuri. Silahkan scroll ke bagian akhir tulisan dan klik pada nam blog untuk menuju ke postingan asli. Bung Hatta Mundur Dari Perhimpunan Indonesia (PI) Tulisan ini disalin dari blog Engku Suryadi Sunuri. Silahkan scroll ke bagian akhir tulisan dan klik pada nam blog untuk menuju ke post...

26. Rumah Salon

Bangunan ini berada di Jalan M. Syafei, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang. Riwayat bangunan ini tidak diketahui dengan pasti. Rumah ini ter l etak di belakang rumah kayu sebelah kanan. Rumah tersebut mempunyai arsitektur kolonial dengan tembok ya n g tebal dan atap dari genteng tanah dan di bagian gable terdapat ventilasi dengan hiasan arc shouldere.

08. Masjid Jamiak Surau Gadang

Masjid Surau Gadang berada di Jalan H. Miskin, Kelurahan Campago Ipuh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Masjid Surau Gadang ini merupakan perkembangan dari Surau Awaluddin di kompleks makam Tuanku Kurai yang tidak difungsikan lagi.  Masjid Surau Gadang disebut juga Masjid Jami’ Pusat Mandiangin karena masjid tersebut merupakan masjid terbesar di Mandiangin. Masjid ini dibangun pada tahun 1830. Arsitektur masjid ini menyerupai Masjid Lima Kaum di Batusangkar dengan dua buah kubah khas  yang meimplementasikan arsitektur Minangkabau. 

31. Eks Bangunan BNI

Bangunan ini berada di Jalan a. Yani No. 128, Kelurahan Benteng Pasar Atas, Kecamatan Guguak Panjang. Adapun dengan ri wayat penggunaan tidak diketahui dengan pasti. Namun hampir dapat dipastikan bahwa fungsi awalnya ialah sebagai rumah tempat tinggal. Bangunan ini pernah berfungsi sebagai Kantor Bank BNI ‘46 Bukittinggi dan p ada saat sekarang dipergunakan sebagai rumah dinas Kepala Bank BNI 46 Bukittinggi .   Bangunan dengan gaya arsitektur khas kolonial ini terdiri dari 2 unit bangunan yang masing-masing memiliki pintu dan jendela lebar dan besar yang terbuat dari bahan kayu dan kaca. Dinding terbuat dari beton sehingga terkesan kokoh, atap genteng, lantai tegel, plaflon dan lesplang dari kayu. Bangunan ini berdenah bujur sangkar yang terdiri dari 2 kamar (sisi utara) dan ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan 2 kamar mandi.

01. Benteng de Kock

Benteng Fort de Kock demikian ia dikenal. Kalau kita terjemahkan ke dalam Bahasa Inggris maka akan menjadi Fort Fort de Kock.  Penamaan seperti ini masih bertahan hingga kini, baik di kalangan wisatawan dan terutama sekali oleh penduduk setempat. Benteng de Kock berada di Jalan Benteng, Kelurahan Benteng Pasar Atas, Kecamatan Guguak Panjang. Berada pada sebuah bukit yang bernama Bukit Jirek dan di seberangnya terdapat Bukit Malambuang tempat Kebun Binatang Kinantan berada. Kedua bukit ini dihubungkan oleh Jambatan Limpapeh yang dibuat pada tahun 1990an. Benteng ini dibangun pada tahun 1826 oleh Kapten Beur seorang perwira militer Belanda  sebagai salah satu basis kekuatan mereka dalam menanamkan pengaruhnya di Darek (Daratan Minangkabau). Perlawanan Mujahid Paderi yang sangat gigih menyebabkan kesulitan bagi Belanda sehingga benteng ini merupakan salah satu tumpuan pengharapan bagi Belanda dalam Kampanye Militer yang mereka kobarkan terhadap Rakyat Minangka...

UU No.5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan

Undang Undang No.5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan

20. Sekolah MULO (SMP N 3&4 Bukittinggi)

Bangunan SMP 3 dan 4 atau dahulu merupakan SMP 2 berada di Jalan Panorama, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang . Berdasarkan keterangan yang didapat dari kepala sekolah, bangunan sekolah ini merupakan Sekolah MULO (sekolah menengah) pada masa Kolonial Belanda. Hingga tahun 1945 bangunan ini masih difungsikan sebagai sekolah menengah oleh pemerintah Indonesia. Setelah sekolah menengah di tiadakan kemudian pada tahun berikutnya beralih fungsi sebagai tempat percetakan "Oeang Republik Indonesia (ORI)". 

42. Eks Akademi Perawat

Bangunan Eks. Akademi Perawat  berada di Jalan Veteran No. 96, Kelurahan Puhun Tembok, Kecamatan Guguak Panjang. Terletak di kawasan yang dikenal dengan nama Jirek. Bangunan pernah dipakai sebagai Akademi Perawat Bukittinggi. Kemungkinan bangunan ini dulunya merupakan bangunan kantor dan asramanya. Pada masa Bukittinggi masih menjadi ibu kota dari Kabupaten Agam, bangunan ini pernah difungsikan sebagai Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Agam sampai pada tahun 1994.

07. Makam Tuanku Syech Imam Jirek

Makam Tuanku Syech Imam Jirek terletak di Jalan Veteran, Kelurahan Kubu Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Syech Imam Jirek pada masa hidupnya pernah menjabat sebagai Kadhi di Bukittinggi pada masa dahulunya.  Riwayat hidup beliau  tidak diketahui dengan pasti. Nisan pada makam ini berbentuk menhir pipih di kedua ujung jiratnya. Jiratnya sudah diganti dengan porselin warna putih. Makam ini sudah ditembok keliling dan pondasinya terbuat dari batu bata. Bangunan makam berdenah bujur sangkar dengan ukuran 7,5 x 7,5 m (56.25 m²) .