Pict: kato kato KURANGI NAN RANDAH NAK SAMO TINGGI JO NAN TINGGI OLeh: Saiful Guci Dt. Rajo Sampono Ciloteh Tanpa Suara #33 | “Apa judul ciloteh hari ko pak Saiful Guci, karena mintak di foto dakek timbangan ini?" Tanya Junaidi Mungkin Junaidi belum mengetahu arti dari sebuah mamangan yang berbunyi “ Kurangi nan randah nak samo tinggi jo nan tinggi, tambah nan tinggi nak samo randahi jo nan randah ." (kurangi yang rendah agar sama tinggi dengan yang tinggi, tambah yang tinggi agar sama rendah dengan yang rendah). Apabila dengan logika bahasa biasa, tidak mungkin bisa dipahami arti mamangan itu karena terdapat ketidak serasian konstruksi makna kata yang membentuk mamangan itu. Menurut logika biasa, sesuatu yang berada dalam keadaan rendah tidak mungkin dikurangi lagi untuk bisa sama dengan yang tinggi. Demikian juga dengan penggalan kedua, sesuatu yang sudah berada dalam keadaan tinggi tidak mungkin lagi ditambah untuk bisa sama dengan yang rendah.
Berkaum, bersuku, berbangsa