Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

‘POETOES ESA’ oleh Djamaloedin Tamin

Sekalipoen  doenia dirasa kian hari bertambah kaloet dan sempit, lantaran kesengsaraan dan kemelaratan itoe telah menindas seoemoemnja Ra’ijat diini doenia; tetapi melihat keadaannja Ra’ijat jang telah sadar dari kemanoesiaannja, boekanlah kekaloetan dan kesengsaraan itoe akan menjebabkan Ra’ijat itoe tiada bisa bergerak mendjapai kemerdikaannja, malahan kemelaratan dan kesengsaraÓ“n Ra’ijat telah memaksa Ra’ijat itoe bergerak keras jang mana menerbitkan keberanian jang loear biasa. Menoeroet perasaÓ“n manoesia, tentoe tidak boleh djadi Ra’ijat itoe akan moendoer dari kalangan pergerakkan membela Ra’ijat melarat. Sekalipoen tindisan 2  itoe bertambah djoega.

Tabib Ahmad Muchtar

[caption id="" align="aligncenter" width="369"] Picture: https://www.cakrawala.co [/caption] “ Mendapat gelar Dr. Dalam ‘ilmoe tabib di Sekolah Tinggi di Amsterdam,  t. Dr. Mochtar , asal dari Bondjol, Soematera Barat. (Nieuwe Rott. Crt.) .” *** Laporan majalah  Pandji   Poestaka , No. 24 dan 31, Tahoen V, 25 Maart 1927: 410 [Kronik]) tentang kesuksesan seorang putra Minangkabau asal Bonjol dalam meraih gelar doktor di bidang ilmu kedokteran di Universiteit van Amsterdam. Nama lengkap anak Bonjol tersebut adalah Achmad Mochtar. Judul disertasinya adalah  Onderzoekingen omtrent eenige leptospiren-stammen  (101 halaman; ilustrasi) yang diterbitkan oleh Universiteits-Boekhandel yang beralamat di Brimburgwal 11 Amsterdam. Dr. Achmad Mochtar mempertahankan disertasinya pada hari Kamis 10 Februari 1927 pukul 4 sore.

Menantu Jepang

[caption id="attachment_9726" align="alignright" width="294"] Gambar: https://niadilova.wordpress.com [/caption] Salmyah Madjid Usman dan Hasril Chaniago (Eds.),  Memoar Siti Aminah Madjid Usman – Hiroko Osada: Kisah Hidup dan Perjuangan Seorang Putri Bangsawan Jepang untuk Kemerdekaan Indonesia.  Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2017, xxiv + 382 hlm, ISBN 978-979-461-904-9 Buku ini adalah sebuah dokumen yang berharga tentang sejarah pendudukan Jepang di Indonesia. Hiroko Osada alias Siti Aminah Madjid Usman, pengisah dan salah satu tokoh sentral dalam buku ini adalah seorang saksi mata penjajahan Jepang di Indonesia yang masih hidup. Beliau selamat dari keganasan Perang Dunia II dan kini tinggal di Jepang dalam usia 104 tahun. Bersama suaminya, Abdoel Madjid Usman, yang sudah lebih dulu meninggal, Hiroko telah menjadi salah seorang pengeritik keras aksi kekejaman penjajahan Jepang di Indonesia. Zaman pendudukan Jepang yang cukup singkat di Indone...

Perjalanan Bung Hatta menuju KMB

Catatan : Konteks foto ini adalah: New Delhi, India, 8 Agustus 1949, yaitu ketika Bung Hatta berjumpa dengan Pandit Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India, pertemuan dua sahabat setelah 24 tahun sebelumnya kedua sahabat itu untuk pertama kalinya bertemu di Brussel dalam Kongres Anti Penjajahan yang diadakan oleh para mahasiswa/intelektual dari negara-negara terjajah. Sebagaimana dilaporkan oleh  Madjalah   Merdeka  No.35, Tahun ke II, 27 Agustus 1949 halaman 3 dan 4, Bung Hatta bertemu dengan Nehru dalam persinggahannya di New Delhi dalam perjalanan menuju Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag. Rute penerbangan Bung Hatta dan rombongan adalah sebagai berikut: Bung Hatta dan rombongan meninggalkan Bandara Kemayoran Jakarta pada tanggal 6 Agustus pagi, dilepas oleh publik dan para pembesar dengan rasa haru. Di antara yang melepas “antara lain terlihat pula konsol djenderal Amerika, Perantjis dan India. Banyak djuga keluarga Bung Hatta, teman 2 nja, dan handai taulan jang datang untuk...