Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Sejarah Kota Padang (35): Mohamad Sjafei, Tokoh Pendidikan di Sumatera Barat; Soetan Goenoeng Moelia, Guru Bergelar Doktor

Disalin dari blog:  http://poestahadepok.blogspot.com _____________________ Mohamad Sjafei dan Soetan Goenoeng Moelia dua tokoh pendidikan Indonesia satu generasi: lahir tahun 1896 dan meninggal 1966. Mohamad Sjafei lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, Soetan Goenoeng Moelia lahir di Padang Sidempuan, Tapanuli. Masa hidup keduanya sama-sama 70 tahun. Mereka berdua sama-sama aktif di bidang pendidikan, sama-sama pernah studi di Belanda dan sama-sama bergelar Doktor. Keduanya juga sama-sama mantan Menteri Pendidikan. Soetan Goenoeng Moelia dan Mohamad Sjafei (foto W ikipedia) Soetan Goenoeng Moelia adalah Menteri Pendidikan yang kedua menggantikan Menteri Pendidikan yang pertama, Ki Hadjar Dewantara. Soetan Goenoeng Moelia lalu digantikan Mohamad Sjafei sebagai Menteri Pendidikan yang ketiga. Mohamad Sjafei adalah pendiri INS (Indonesisch-Nederlandse School) Kajoetanam (1926). Mohamad Sjafei mendapat gelar Doctor Honoris Causa dari IKIP Padang (1968). Soetan Go...

Selamat Merayakan Aidil Adha 10 Dzulhijjah 1441

Sejarah Kota Padang (34): Aboe Bakar Djaar, Wali Kota Padang Pertama; Ahli Hukum Pribumi Pertama di Kota Padang

    Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com _____________________________   Aboe Bakar Djaar, kisahnya kurang diketahui karena tidak ada yang pernah menulisnya. Padahal Aboe Bakar Djaar adalah Wali Kota Padang Pertama. Aboe Bakar Djaar menjadi wali kota di Kota Padang segera setelah Indonesia Merdeka. Padahal orang pertama segera setelah merdeka adalah orang Indonesia yang paling kapabel dan sesuai saat itu untuk memimpin Kota Padang. Aboe Bakar Djaar adalah bagian dari sejumlah orang-orang Indonesia terbaik yang memulai negara Indonesia, yakni negara Indonesia yang sekarang. Aboe Bakar Djaar di Kota Padang ternyata tidak sendiri. Masih banyak nama-nama orang Indonesia pertama di kota lainnya yang memulai negara tidak terinformasikan dengan baik (lengkap dan akurat), seperti Mr. Loeat Siregar (wali kota Medan pertama), Dr. Radjamin Nasoetion (wali kota Surabaya pertama), Mr. Abdoel Abbas Siregar (residen Lampung pertama) dan lainnya.

Sejarah Kota Padang (33): Edward Douwes Dekker di Kota Padang; Controleur Natal, Dibuang di Tengah Bangsanya Sendiri

Catatan oleh Agam van Minangkabau:  Seri ke-33 ini juga tidak berhubungan dengan Sejarah Kota Padang namun menurut hemat kami baik untuk tambahan informasi bagi pembaca sekalian.  Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com ______________________________ Edward Douwes Dekker atau Multatuli pada tahun 1843 dipecat dari jabatannya sebagai Controleur di Afdeeling Natal lalu ditelantarkan (dibuang) di Kota Padang. Edward Douwes Dekker yang dalam status dibuang tidak diizinkan bertemu dengan istri yang tinggal di Kota Batavia. Selama hampir setahun, Edward Douwes Dekker terlunta-lunta di Kota Padang, di tengah-tengah bangsanya sendiri. Sangat tragis dan itu terjadi di era kolonial Belanda.   Het vrije volk, 28-03-1956 Afdeeling Natal, Residentie Air Bangies, Province Sumatra’s Westkust. Pada tahun 1846 Residentie Air Bangies dihapus, lalu afdeeling Natal dimasukkan ke Residentie Tapanoeli menyusul afdeeling Mandailing en Angkola yang dimasuk...

Sejarah Kota Padang (32): Soepoetro Brotodihardjo, Gubernur Sumatera Barat 1965-1967; Wali Kota Tegal

Catatan dari Agam van Minangkabau: Kami tidak memuat tulisan bagian 30 & 31 karena tidak memiliki hubungan dengan Sejarah Kota Padang ataupun Sumatera Barat. Silahkan klik tautan di bawah untuk melihat kedua tulisan dimaksud   Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com __________________________   Soepoetro Brotodihardjo pernah menjabat Gubernur Sumatera Barat yang berkedudukan di Kota Padang selama tiga tahun dari 1965 hingga 1967. Soepoetro Brotodihardjo menggantikan Gubernur Sumatera Barat pertama Kaharudin Datuk Rangkayo Basa (1958-1965), berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 191 Tahun 1965 yang ditetapkan di Djakarta 23 Djuni 1965 oleh Soekarno. Dalam keputusan ini, Soepoetro Brotodihardjo mendjabat djuga sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakjat Daerah Gotong Rojong tingkat I Sumatera Barat. Gubernur Sumatera Barat dalam Wikipedia Pasca kemerdekaaan RI Sumatra terdiri dari tiga provinsi: Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan...

Sejarah Kota Padang (29): Sejarah Kesusasteraan Indonesia di Kota Padang; Willem Iskander, Sastrawan Pejuang

Catatan dari Agam van Minangkabau: Sama dengan seri sebelumnya, tulisan yang satu ini juga tidak berhubungan langsung dengan Kota Padang atau Minangkabau. Beberapa kesimpulan terlalu cepat diambil terutama pada bagian akhir mengenai kemungkinan pengaruh dua sastrawan asal Tapanuli yang agaknya merupakan kampung a sal si penulis. Sebaiknya diteliti lebih lanjut dari berbagai sumber, sebagai pembanding kami tautkan salah satu rujukan yakni mengenai berita dari Minangkabau pada tahun 1932 yakni mengenai penolakan guru-guru terhadap kebijakan Belanda yang membuat buku pelajaran berbahasa Minangkabau. silahkan di klik disini . Sebagai tambahan informasi bagi penulis; dunia sastra juga merupakan dunia orang Minangkabau dan tidak hanya Minang namun Melayupun demikian. Sastra sudah menjadi nafas kehidupan karena tiap hari akan selalu ada sahaja pepatah-petitih yang keluar dari lisan orang Minangkabau (pada masa dahulu). Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com ______...

Curaian Yus Dt. parpatiah

 Silahkan Klik Pada judul untuk menuju tulisan: Pitaruah Ayah I Pitaruah Ayah II Pitaruah Ayah: Calon Pangulu-Muqaddimah Pitaruah Ayah: Calon Pangulu-Curaian Kepribadian Minang I – Muqaddimah Kepribadian Minang II – Muqaddimah Kepribadian Minang III – Tarikh Kepribadian Minang IV – Makna Tambo Kepribadian Minang V – Pertanyaan Kritis Kepribadian Minang VI – Orang Minang Mengutamakan Rasa Kepribadian Minang VII – Minang Bukan Keturunan Kepribadian Minang VIII – Keutamaan Perempuan Minang Kepribadian Minang IX – Peranan Laki-laki Minang Kepribadian Minang X – Ikatan Minang dan Rantau    

Sejarah Kota Padang (28): Volksraad dan Mangaradja Soangkoepon; Sumatra, Pintu Gerbang Indonesia, Bukan Pintu Belakang

Catatan oleh Agam van Minangkabau: Tulisan yang satu ini tidak langsung berhubungan dengan sejarha Kota Padang ataupun Minangkabau. Perlu kearifan pembaca dalam menikmati setiap untaian kata.  Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com __________________________ Mangaradja Soangkoepon protes keras. Mangaradja Soangkoepon melakukan protes keras karena punya alasan yang kuat untuk menyatakan secara terbuka bahwa Sumatra adalah ‘pintu gerbang Indonesia’ dan bukan pintu belakang. Statement ini dikemukakan   Mangaradja Soangkoepon di parlemen pusat (Volksraad) tahun 1931 untuk menyindir pemerintah Hindia Belanda dan anggota Volksraad yang berasal dari Jawa yang membangun Indonesia hanya terkonsentrasi di Jawa dan mengabaikan pulau-pulau besar lainnya. Volksraad, 1930 Protes Mangaradja Soangkoepon muncul seiring dengan semakin seringnya istilah ‘orang seberang’ untuk memperkuat eksklusivitas mainstream pembangunan berada di Jawa, dan luar Jawa seb...

Sejarah Kota Padang (27): Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan Mohamad Hatta di Belanda; Parada Harahap dan PPPKI

Catatan oleh Agam van Minangkabau:  Sebenarnya sudah jamak bagi para penulis yang menulis sejarah terkait tanah kelahirannya. Subjektifitas kedaerah demikian tinggi hingga lupa membandingkan dengan sumber-sumber lain. Diperlukan kearifan pembaca dalam membaca tulisan ini. Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com _______________________________ Sejarah Mohammad Hatta sudah ditulis seluruhnya. Namun masih ada catatan yang tercecer yang kiranya perlu diungkapkan. Ini soal organisasi-organisasi kebangsaan Indonesia. Organisasi-organisasi yang selalu berkaitan dengan tokoh-tokoh muda dari Pantai Barat Sumatra. Sebagaimana diketahui, organisasi pemuda (pelajar) di Belanda yang diberi nama baru tahun 1921 Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) diketuai oleh Mohammad Hatta adalah transformasi Indisch Vereeniging yang didirikan oleh Soetan Casajangan tahun 1908. Trio Revolusioner: Parada Harahap, Soekarno dan Moh. Hatta Perhimpunan Pelajar Indonesia adal...

Minangkabau Heritage

 Tautan pada judul akan mengarahkan tuan ke blog minangkabauheritage.blogspot.com Silahkan klik pada judul untuk menuju tulisan dimaksud:   Pepatah Minang dan artinya (1) Sumatera Barat Tempo Dulu (7) Sumatera Barat Tempo Dulu (5) Sumatera Barat Tempo Dulu (4) Sumatera Barat Tempo Dulu (3) Sumatera Barat Tempo Dulu (2) Buya Hamka: Ulama, Pejuang, Sastrawan Masa-masa sebelum terbentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (... Prinsip-prinsip Merantau bagi orang Minangkabau Makna Marawa di Minangkabau (Video) NAMA-NAMA SUKU (CLAN) DI MINANGKABAU ADU KERBAU UNTUK ASAL-USUL NAMA MINANGKABAU ITU BOHONG... BAHASA DAERAH ADALAH ASET BANGSA ABDUL MUIS, TOKOH SASTRAWAN PENDORONG BERDIRINYA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG MAKNA MARAWA DI MINANGKABAU PERJALANAN LELUHUR ORANG MINANGKABAU "BERDASARKAN TAMBO MINANGKABAU" Dharmasraya Beberapa Fakta Menarik Bukittinggi Keunikan Minangkabau "Silek Lanyah" Bersilat di sawah yang berlumpur. tak disangka , rumah adat minangkabau t...

Sejarah Kota Padang (26): Jong Sumatranen Bond Didirikan di Belanda (1917); Kongres Sumatranen Bond Pertama di Kota Padang

Catatan Kaki: http://poestahadepok.blogspot.com ____________________________ Jong Sumatranen Bond adalah nama pop perserikatan pemuda Sumatra. [1] Pada awal pendirian perserikatan pemuda Sumatra ini di Batavia hanya disebut Sumatranen Bond. Oleh karena pendiri, pengurus dan anggotanya adalah para pemuda (yang berkembang di kalangan mahasiswa dan pelajar) yang berasal dari (pulau) Sumatra maka nama publiknya ke permukaan disesuaikan dengan nama Jong Sumatranen Bond agar setara dengan Jong Java yang sudah lebih awal didirikan. De Sumatra post, 17-01-1918 Jong Sumatranen Bond adalah semacam sayap (pemuda) Sumatranen Bond, seperti halnya Jong Java sayap (pemuda) dari Boedi Oetomo. Dalam perkembangannya dua perserikatan pemuda ini muncul Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong Islamieten Bond dan sebagainya. Selain menggunakan terminologi (bahasa) Belanda ada (kalan) juga menggunakan terminology (bahasa) Melayu: jong=pemuda dan bond=sarikat.

Sejarah Kota Padang (25): Organisasi Sosial Pribumi Pertama di Kota Padang; ‘Medan Perdamaian’ Lebih Tua dari ‘Boedi Oetomo’

Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com _____________________________________ Organisasi sosial pribumi pertama di Indonesia, bukanlah ‘Boedi Oetomo’ (yang didirikan tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta). Organisasi sosial pribumi pertama di Indonesia justru dimulai pendiriannya di Kota Padang yang diberi nama ‘Medan Perdamaian’. Organisasi 'Medan Perdamaian' bersifat nasional (multi etnik) ini didirikan bahkan jauh sebelum adanya organisasi Boedi Oetomo yang bersifat kedaerahan (Jawa). Sumatra-courant: nieuws- en advertentieblad, 20-02-1900 Sebagaimana diketahui hari lahir organisasi Boedi Oetomo bahkan kemudian dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional: 20 Mei. Pada hari lahir Boedi Oetomo diperingati setiap tahun sebagai Hari Kebangkitan Nasional padahal kenyataannya lebih tepat sebagai Hari Kebangkitan Nasional di (pulau) Jawa. Memang Boedi Oetomo kemudian mengusung kebangkitan nasional, namun itu setelah organisasi-organisasi kebangkitan nasiona...