Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Sejarah Kota Padang (24): Pers Pribumi Bermula di Kota Padang; Dja Endar Moeda, Raja Persuratkabaran di Sumatera

Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com _________________________ Hari ini, tanggal 3 Mei diperingati sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day 2017). Tahun ini yang menjadi tuan rumah adalah Indonesia.   Peringatan Kebebasan Pers sedunia ini dari tanggal 1-4 Mei dipusatkan di JCC, Senayan, Jakarta. Jumlah delegasi yang hadir hampir 1.000 insan pers dari lebih 100 negara. Surat kabar 'Pertja Barat' di Kota Padang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa tahun 1993 menetapkan 3 Mei sebagai hari untuk memeringati prinsip dasar kemerdekaan pers. Sejak itu, 3 Mei diperingati. Kebebasan pers di Indonesia dimulai tanggal 23 September 1999 sehubungan dengan pengesahan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers yang didalamnya mencabut wewenang pemerintah untuk menyensor dan membredel pers. Pers pribumi (baca: Pers Indonesia) dimulai di Kota Padang (1897). Ini bermula ketika kali pertama orang pribumi menjabat sebagai editor surat kabar. Pers inte...

Sejarah Kota Padang (23): PRRI, ‘Pertarungan Pemimpin Republik Indonesia’; Soekarno vs Hatta, Nasution vs Lubis

  Catatan oleh Agam van Minangkabau: Sebenarnya semenjak tulisan pertama sudah terasa subjektifitas kedaerahan pengarang. Namun kami yakin bagi para pembaca yang sudah memiliki referensi sejarah dapat mengenali beberapa kejanggalan dan ketimpangan informasi yang terdapat pada tulisan ini. Namun dari pada itu, juga ditemukannya fakta-fakta sejarah yang menarik dan bagi kami sendiri terbilang baru. Sekali lagi, diperlukan kearifan dan kebijaksanaan pengarang dalam membaca tulisan-tulisan ini Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com _________________________ Soekarno dan Hatta ( Java-bode, 16-09-1957) Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) vs [Pemerintah Pusat] Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) [1] adalah sepenggal kisah buruk dalam perjalanan RI. PRRI boleh jadi mungkin tidak sungguh-sungguh ingin berperang secara revolusioner, karena bukan itu tujuannya. [2] NKRI juga boleh jadi mungkin tidak sungguh-sungguh ingin menye...

Ular dan Orang Minang di Palembang

Sumber Gambar: https://www.indonesia-tourism.com Tulisan ini disalin dari situs: https://www.nu.or.id   Diterbitkan pada hari Selasa tanggal 25 Mei 2005 Pukul. 16.26 Walaupun transportasi antar pulau di Nusantara saat itu masih sangat tergantung pada kapal laut, namun kegigihan para pengurus PBNU untuk turba (turun ke bawah) ke berbagai daerah dalam upaya mengembangkan NU di sana tetap gigih. Perjalanan juah dan melelahkan ditempuh dengan semangat dan dihayati penuh keikhlasan, karena semuanya diniati sebagai ibadah. Salah satu daerah yang sering dikunjungi pimpinan PBNU adalah Palembang Sumatera Selatan.  Tahun 1934 NU sudah berdiri di daerah ini, kemudian pada tahun 1940 para pengurus PBNU sudah mulai aktif membangun NU daerah ini, antara lain yang pernah ke sana adalah Kiai Wahab Hasbullah, Kiai Mahfudz Shiddiq, Kiai Wahid Hasyim, belum lagi tokoh muda seperti Djamaluddin Malik, Zaenal Arifin termasuk Idham Cholid. Dengan demikian perkembangan NU...

Tarikh/2. Tarikh Minangkabau/1. Literatur Minangkabau

 Silahkan klik pada judul tulisan untuk menuju ke artikel dimaksud. Asal Usul Nenek Moyang Minangkabau  - Unand Perang Badar Minangkabau oleh Yulfian Azrial Alang Alang (Layang Layang) Kampar; Antara Melayu & Minangkabau Tulisan ini disalin dari situs www. wacana.co dipublish pada tanggal 20 April 2017 dan ditulis oleh  Yuppan . Situs tersebut pada saat sekarang sudah tidak dapat diakses. Minang Tak Hanya Aliran Darah Minang Melawan Syari'at Raja-raja Minang di Nusantara  - Afandri Adya Mengapa Raja Minangkabau yang Melantik depati Rencong Talang : Ctt Aulia Tasman Marga Nasution Mengenal Sulthan Alam Bagagar Shah Hari Rayo Anam Nagari Piobang dalam Barih Balabeh Raja Baginda al Minangkabawy Datuk Mahkota Sulthan Pagaruyung Kerajaan Melayu Muda Dharmasraya Sultan Nan Salapan 1636  - Alfa Noranda Tambo Sutan Nan Salapan  - Poco Poco Sumpah Sakti Bukit Marapalam & Tambo Sutan Nan Salapan  - Saiful Guci Sistem Pemerintahan Minangkabau Kuno  -...

Sejarah Kota Padang (22): Eny Karim, Tokoh Berasal dari Tapanuli? Lika Liku Menelusuri Sejarah Masa Lampau

Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com _____________________________    Eny Karim adalah tokoh penting di Sumatera Barat maupun di Sumatera Utara. Namun, sejauh ini sangat sulit mendapatkan data dan informasi tentang Eny Karim. Informasi tentang Eny Karim yang ada di Wikipedia terbilang minim jika dibandingkan dengan kiprahnya. Adakah data dan informasi tentang Eny Karim terjadi missing link? Peran penting Eny Karim adalah pimpinan delegasi pemerintah (pusat) ke Kota Padang dalam upaya normalisasi di Sumatera Tengah (daerah) pada peristiwa PRRI (1957). Eny Karim (wikipedia_ Menelusuri data dan informasi tentang Eny Karim sangat melelahkan. Petunjuk bahwa Eny Karim berasal dari Tapanuli sudah saya temukan beberapa tahun yang lalu ketika menulis serial artikel Kota Medan. Petunjuk ini juga muncul ketika menulis serial artikel Kota Bandung. Lantas apakah dalam serial artikel Kota Padang ini dapat menambah keterangan siapa dan bagaimana Eny Karim? E...

Sejarah Kota Padang (21): Abdoel Hakim, Satu-Satunya Orang Pribumi yang Menjadi Wakil Wali Kota di Era Belanda (1931-1942)

Disalin dari: http://poestahadepok.blogspot.com _______________________   Jabatan wali kota (Burgemeester) sesungguhnya baru diadakan pada tahun1916 di Kota Batavia dan Kota Soerabaja. Kemudian menyusul di Kota Medan (1918) dan Kota Bandung (1920). Di Kota Padang sendiri jabatan wali kota kali pertama diadakan tahun 1928. Tidak semua kota di Hindia Belanda memiliki walikota. Fungsi pemerintahan di kota-kota lainnya dilaksanakan oleh Asisten Residen. Namun tidak semua wali kota didampingi oleh wakil wali kota (Loco Burgemeester). Dr. Abdoel Hakim (1949) Kota Padang diubah statusnya menjadi kota (gemeente) pada tanggal 1 April 1906 (Kota Medan pada tahun 1909). Suatu kota dibentuk menjadi gemeente karena hal khusus: kepadatan penduduk yang tinggi dan keragaman suku bangsa, dan yang lebih penting kota dinominasikan untuk mampu membiayai sendiri (dalam arti ekstensifikasi dan intensifikasi pajak). Untuk perencanaan dan pengawasan dibentuk dewan kota (gemeenteraad) yang ...

Alam Melayu/2. Minangkabau/9.Adat-Budaya/13.Pakaian Perempuan

  Klik pada judul untuk menuju tulisan: Baju Kurung ;  DISINI atau DISINI Busana Tradisional Sumatera Barat  - wikipedia Baju Adat Perempuan Minangkabau - tambominangkabau.com Pakaian Perempuan Minangkabau Pakaian Perempuan Minangkabau nan Sebenarnya Tentang Pakaian Selendang Perempuan Minangkabau  -  Kekuatan Perempuan Minang Lilik: Jilbab Perempuan Minang LILIK - Islam Kepulauan Perempuan Minang   Tentang Pakaian -  Kebaya nan Digemari Perempuan Minang   Ancaman yang belum disadari

Akhbar/9. Borjuis Moge

 Silahkan klik pada judul: Riders Borjuis: Jejak yang Penuh Keangkuhan HOG Chapter Siliwangi:1 Tersangka Baru 2 Tersangka Baru Bukti dari CCTV Moge Anasionalisme Indonesia, Kapitalisme, Arogansi (Agus 2015) Feodalisme Moge: Arogansi mereka di Ranah Minang Anggota TNI Mempertanyakan Kenapa Moge yang Dikendarai Pelaku tidak Dijasikan Barang Bukti - hantaran

Palanta Minang

Tautan pada judul akan mengarahkan tuan ke blog palantaminang.wordpress.com Silahkan klik pada judul untuk menuju tulisan dimaksud: About Minangkabau Ceramah Ulama Minangkabau Buya Hamka Falsafah Adat Minangkabau Lagu Minang (youtube) Alkawi Benigno Instrument Modern Kesenian Klasik Kucindam Minang Lagu Minang Klasik Lagu Pengaruh Moderenisasi Minang Populer Minangkabau Jazz Nuansa Minang di Jazz Indonesia Peminat dari Mancanegara Silek Minangkabau Tari Minang Video Dokumen Sejarah Minangkabau Tempo Doeloe (Video) Lintasan Sejarah Minangkabau MINANGKABAU DAN SISTIM KEKERABATAN MOTIF UKIRAN MINANGKABAU Norma Kehidupan Masyarakat Minangkabau Pagaruyuang (Istano Silinduang Bulan) BAB I. Istano Si Linduang Bulan BAB II. Yang Dipertuan Gadis BAB III. Rajo Tigo Selo BAB IV. Yang Di Pertuan Sultan Alam Muningsyah BAB V. Daulat Yang Dipertuan Sultan Alam Bagagar Syah, Raja Alam Pagaruyung Pedoman Adat Minangkabau BAB I. Sejarah ...

Sejarah Kota Padang (20): Sejarah Sepakbola Kota Padang, Ini Faktanya; Bermula di Plein van Rome

Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com ______________________________ Sepakbola bermula dari orang-orang Eropa. Itu yang ditemukan di berbagai kota seperti di Medan (1891), Batavia (1894), Soerabaja (1889), Semarang dan Bandoeng (1903). Ini berarti sepakbola kali pertama ditemukan di Medan. Meski demikian adanya, namun kompetisi sepakbola kali pertama dilaksanakan di Batavia (1904). Lapangan yang digunakan untuk sepakbola di Medan adalah Esplanade (aloon-aloon), di Batavia adalah Koningsplein (kini lapangan Monas) dan di Bandoeng adalah Pieters Park (kini taman Balai Kota). Sementara di Kota Padang adalah Plein van Rome (kini Lapangan Imam Bonjol). Plein van Rome, Alang Lawas Padang (1930) Salah satu klub yang berkompetisi di Batavia (Bataviasch Voetbal Bond) adalah Docter Djawa Voetbalclub. Klub ini pemainnya adalah mahasiswa Docter Djawa School/STOVIA. Secara teknis klub ini adalah klub orang-orang pribumi. Di Medan sudah ada klub orang-orang pribu...

Sejarah Kota Padang (19): Abdoel Moeis Jaga Jarak Sarikat Islam, Kritik Boedi Oetomo; Sumatranen Bond Didirikan

  Catatan oleh Agam van Minangkabau: Dari tulisan ini kita dapat beberapa fakta, diantaranya Indische Vereeniging yang kemudian menjadi Perhimpunan Indonesia didirikan oleh Anak Sumatera bernama Sutan Casajangan di Negeri Belanda. Jong Sumatera didirikan diinisiasi oleh Sorip Tagor. Kemudian transmigrasi orang Jawa ke Sumatera telah berlangsung semenjak masa Kolonial. Dan sikap Fanatik Kesukuan Jawa memang telah mendarah daging hingga kita jumpai di masa kini dan tampaknya akan terus berlanjut di masa depan. __________________________ Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com __________________________ Abdoel Moeis (1916) Abdoel Moeis lahir di Sungai Puar, Agam, 3 Juli 1883. Setelah tamat ELS, Abdoel Moeis melanjutkan pendidikan ke Batavia di STOVIA. Oleh karena tidak berhasil menyelesaikan pendidikannya, Abdoel Moeis memulai karir sebagai pegawai pemerintah di Bandoengsche Afdeelingsbank di Bandoeng. Kemudian pada tahun 1911 dipindahkan menjadi Mantri Lo...

Minang Lamo

Tautan pada judul akan mengarahkan tuan ke blog minanglamo.blogspot.com Silahkan klik pada judul untuk menuju tulisan dimaksud:   Kronik PRRI (Bagian 2: Kegusaran Para Politisi) Kronik PRRI (Bagian 1: Keresahan Para Tentara)   Taman Pantai Padang (1880 - 1900) Rumah Sutan Hasyim Tuanku Tinggi di Lintau (1880) Gerakan Ulama Menentang Goeroe Ordinantie (1928) Catatan Seorang Ambtenaar (1932-1941) Takluknya Penguasa Rimba (1900-1907) Aksi Pak Masinis (1935) Barisan Sentot (1831-1834) Jemaah Haji (1884) Para Guru Ummat (1920-an) Para "Pemberontak" Itu (1958) Seputar Kabar Proklamasi di Ranah Minang (1945) Benteng van der Capellen (1824) Muaro Batang Arau (1895) Anak Taplau Si Komandan U-Boat NAZI (1917-1945) Diler Truk Jadul? (1900-1940) Awal Misi Zending di Padang (1820 - 1901) "Penemu" Pucuak Parancih (1798-1880) Pasar Kuda (1900-1940) Jejak VOC di Sumatra Barat (1659-1799) Saudagar Antar Bangsa (1900) Kelok Sembilan dan Matahari Bagi Sumbar (2013) Diaspora Rang Min...

Yani & Hussein

Gambar: https://www.facebook.com Diskusi Tokoh PRRI dengan Letjend Ahmad Yani 1 bulan sebelum dibunuh G30S PKI [Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia] Tahun 1965 JENDRAL AHMAD YANI MEMGUNDANG ex PRRI [Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia] LETKOL AHMAD HUSEIN KERUMAHNYA (status Tahanan Rumah) Perbincangan Kolonel Ahmad Yani dg Letkol Ahmad Husein sebelum detik-detik Kematian Pahlawan Revolusi Jendral Ahmad Yani ; ketika saya tak sungguh sungguh berperang bila persoalan bisa diselesaikan dengan jalan perundingan, selama 3 bulan bertugas di Padang saya dua kali memgirimkan Kurir untuk menyampaikan pesan pribadi kepada husein agar saya bertemu dan mencari penyelesaian tanpa harus berperang tetapi kedua kurir itu hilang dan tak kembali, barangkali ditembak sama anak-anak saudara husein ?

Sejarah Kota Padang (18): Ida Loemongga, Perempuan Indonesia Pertama Bergelar Ph.D (1931); Like Mother, Like Daughter

Disalin dari blog:  http://poestahadepok.blogspot.com  __________________________ Pada tanggal 22 Maret 1905 di Padang, pasangan Haroen Al Rasjid dan Alimatoe’ Saadiah sangat berbahagia. Putri pertama mereka lahir. Putri mereka yang cantik itu diberi nama Ida Loemongga. Keluarga muda ini kemudian pindah ke Sibolga, karena Haroen Al Rasjid yang dokter lulusan Docter Djawa School tahun 1902 ini dipindahkan dari Padang ke Sibolga. Setelah beberapa tahun di Tapanoeli dan masa dinas berakhir, Haroen Al Rasjid meminta pension dan akan membuka dokter praktek di Telok Betong, Lampong. Pada tahun 1918, Ida Loemongga diterima sebagai siswa di Prins Hendrik-school di Batavia.   Ida Loemongga, saat sidang terbuka di Amsterdam, 1932 Prins Hendrik-school sekolah paling elit di Batavia menerima pendaftaran murid baru (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 14-05-1918). Untuk afdeeling-B HBS (SMA jurusan IPA), dari ratusan siswa yang diterima dari ber...

Sejarah Kota Padang (17): Soetan Mohamad Salim Fort de Kock, Soetan Goenoeng Toea Padang Sidempoean; Like Father, Like Son

Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com ___________________ Kota Padang, ibukota Province Sumatra’s Westkust, yang teridiri dari tiga residentie: Padangsche Benelanden, Padangsche Bovenlanden dan Tapanoeli. Ibukota Residentie Padangsche Bovenlanden adalah Fort de Kock. Pada tahun 1875, Kota Padang Sidempuan sebagai ibukota Residentie Tapanoeli. Province Sumatra’s Westkust dibentuk tahun 1834 dan Residentie Tapanoeli baru dibentuk pada tahun 1845. Meski terbilang masih muda, Province Sumatra’s Westkust sudah memunculkan tokoh-tokoh pribumi yang berpengaruh (paling tidak di wilayah Pantai Barat Sumatra).