Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

TRaktat Painan 1662

Ilustrasi gambar: Kota Painan FB Minangkabau -  Traktat Painan merupakan perjanjian yang dibuat oleh penghulu atau penguasa beberapa kota di pesisir barat Minangkabau dengan wakil-wakil VOC. Pada tahun 1662, traktat ini ditanda-tangani di sebuah pulau tak berpenghuni dekat Batang Kapeh. Tahun 1663, traktat ini kemudian dikukuhkan lagi di Batavia. Penghulu pesisir yang ikut menanda-tangani traktat ini adalah Sultan Mansyur Syah (putra Raja Indrapura) yang merupakan perwakilan dari para penguasa di bagian selatan pantai barat Minangkabau dan Datuk Rangkayo Kaciak yang merupakan perwakilan dari Khalifah Bandar (penguasa Tiku) dan juga mewakili para penghulu dari Padang. [1]

Kaum TUBBA' = Suku TUBBAK = Suku TOBA.

Ilustrasi Gambar: wikipedia Dari FB Sutan Bandaro Sati Teori lama asal kata TOBA begini : Kata TO berakar dari kata TAO. 'Tao' artinya tepian danau atau perairan dekat tepian seperti Tao Balige, Tao Muara, Tao Silalahi. Sedang nama danaunya pada masa itu adalah 'Lawut Tawar'. Orang Toba jaman dulu kalau ditanya "Mau pergi kemana.?" Maka jawabnya: "Au mau ke TAO bah..." Selalu ada tambahan kata 'Bah'. Lama-lama akhirnya negeri mereka oleh orang luar dinamakan TAOBAH dan akhirnya disebut TOBA, maknanya adalah 'orang dari Negeri Toba'. Kata 'Toba' akhirnya dipakai juga untuk nama danau, menggantikan sebutan tradisional 'Lawut Tawar'.

Siti Sahara Lubis dari Mandahiliang

FB Sorik Marapi News -  Ternyata Mandailing Juga Punya Sejarah Srikandi Pendidikan Diawal Abad 20 Bernama Siti Sahara Lubis. Siti Sahara Lubis lahir di Muara Sipongi tahun 1896. Ia adalah anak sulung dari Raja Amir Hasan Lubis. Seorang Hoofdjaksa (Jaksa Kepala) yang pernah bertugas di Muara Sipongi dan Panyabungan pada masa kolonial. Tahun 1903, atas kemauan sendiri, ia masuk sekolah di Panyabungan bersama empat orang anak perempuan Mandailing lainnya. Salah seorang di antara teman sekolahnya adalah anak seorang kepala kuria yang bernama Namora Namargolang (Putri yang Bergelang) dari Bagas Godang Panyabungan Tonga. Saat itu, baru lima orang anak perempuan saja yang masuk sekolah di wilayah Mandailing. Masyarakat umumnya masih mencibir, jika ada anak perempuan yang bersekolah. Maka dari itu, cuma keturunan amtenar dan kepala kuria yang bisa masuk sekolah. Saat sekolah, ia tinggal menumpang di rumah salah seorang saudaranya yang bekerja menjadi Mantri Polisi Padang/Pariaman. Namanya ...

Perspektif Belanda terhadap Kemerdekaan Indonesia

Foto: Tirto   Pidato Ratu Wilhelmina & Belanda yang Tak Rela Indonesia Merdeka Pada 7 Desember 1942, Ratu Wilhelmina berpidato dalam bahasa Inggris. Kala itu negerinya, Belanda, tengah diduduki NAZI Jerman dan semua aparatus negara mengungsi ke London. Belanda mendirikan pemerintahan pelarian di kota itu. Di pidato tersebut, sang ratu memuji rakyat tanah jajahan Hindia (ia bahkan menyebutnya 'Indonesia') atas perannya dalam mempertahankan diri dari serbuan Jepang. Ia juga melontarkan janji manis berupa bentuk pemerintahan baru bagi negeri-negeri jajahan setelah Perang Dunia II berakhir. Tiga tahun kemudian PD II benar-benar berakhir dan situasi politik global sudah sangat berubah. Hanya beberapa minggu setelah PD II berakhir, kegelisahan pasca perang segera mencuat di Belanda. Muncul kekhawatiran yang luar biasa tentang bagaimana mengatasi perekonomian yang porak poranda akibat perang.

Yahudi Di Bumi Serambi Mekkah.

Gambar: tirto.id FB Sejarah Kesultanan Aceh Darussalam — Tak banyak yang tertarik meneliti keberadaan Yahudi di Indonesia. Namun, tidak demikian dengan Romi Zarman. Lebih dari 10 tahun ia meneliti jejak keberadaan mereka di Indonesia. Dalam buku Di Bawah Kuasa Antisemitisme, Orang Yahudi di Hindia Belanda (1861—1942) yang ditulisnya, Romi mencatat beberapa temuan terkait keberadaan orang Yahudi di Nusantara, khususnya di Aceh, Bumi Serambi Mekkah. Pada awal abad ke-10, seorang pedagang Yahudi dari Muscat (Oman) bernama Ishak Yahuda berlayar menuju Cina. Namun, ia dikabarkan tewas dirampok saat singgah untuk berdagang di Sriwijaya. Inilah kali pertama orang Yahudi menginjakan kaki di bumi Nusantara, meski hanya singgah. Karena berasal dari Timut Tengah, yang identik dengan Arab, oleh orang Tionghoa di Sriwijaya ia disebut ya Arabi. Saat itu, etnis Arab telah lebih dulu dikenal di Sumatera. Selain karena asal kedatangan dan bahasa, kemiripan corak fisik juga menjadi penyebab Yahudi itu...

SEPENGGAL KISAH PEMBANTAIAN WARGA GAYO LUES OLEH SERDADU MARSOSE

Foto: Babe Resensi Buku BABE - Syahdan tahun 60-an, Juriyah binti Sultan sering kali memperlihatkan parut luka di bagian lengan kiri kepada cucunya, Yusra Habib, yang kala itu masih anak-anak. Yusra diminta menempelkan telunjuk pada lengan Juriah untuk memastikan benda keras berupa selongsong peluru yang tertanam di balik kulitnya. Peluru itu milik Marsose, pasukan khusus kolonial Belanda yang diterjunkan dalam Perang Aceh masa lalu. Juriah 'mendapatkannya' saat Marsose menggempur Kampung Penosan, Gayo Lues, Aceh, membumihanguskan permukiman, membunuh 4.000 warganya. Pejuang setempat pun tak berdaya.

Salah Paham Terhadap Aceh

Gambar: celebrities FB Zuljaykar - Tulisan ini tak bermaksud untuk membuka kembali luka lama Aceh tetapi hanya untuk meluruskan sejarah yang ada. Kenapa harus Aceh? Pencarian saya tentang sejarah Aceh berawal dari kesalahpahaman teman saya di Kairo dengan mahasiswa Aceh yang juga teman saya di Kairo, bahwa mahasiswa Aceh di sana itu eksklusif, tertutup, dan suka membanggakan suku sendiri (contohnya seperti penyebutan masyarakat Aceh yang berubah menjadi rakyat Aceh). Seketika timbul pertanyaan di benak saya : Kenapa dengan orang Aceh? Ada apa dengan mereka? Apa sebabnya teman saya mengatakan seperti itu?. Lalu, saat saya meminta klarifikasi langsung dari salah satu teman saya yang menjadi mahasiswa Aceh di sana via Facebook, saya mendapatkan satu kesimpulan bahwa “Orang Aceh pernah punya pengalaman buruk di masa lalu dengan orang Jawa”. Dan saat itu saya baru teringat bahwa teman saya yang salah paham itu adalah orang Jawa.

SYAIR PERI TUAN RAFFLES PERGI KE MINANGKABAU

Gambar: kompas FB Minangkabau - Dalam beberapa catatan laporan penjelajah Eropa, ada kesan bahwa—setidaknya—hingga paruh abad ke-XVII, pedalaman Minangkabau yang terletak di dataran tinggi Sumatera Tengah ini merupakan lokasi yang masih sulit ditembus dengan jalan darat karena tenggelam di lekuk-lekuk pegunungan bukit Barisan. Hal ini terekam dalam catatan perjalanan Thomas Diaz, seorang mestizo berkebangsaan Portugis, yang diutus oleh gubernur Melaka, Cornelis van Quaalbergen untuk mengantarkan surat proposal perizinan dagang Belanda kepada raja Siripada Muda di Pagaruyung pada tahun 1684. Dalam catatannya, tergambar betapa ekstrem—sekaligus indah—nya kontur geografis Sumatera Tengah yang dilewati Diaz beserta rombongannya dari pesisir timur hingga ke pedalaman Minangkabau dengan memudiki sungai Siak melewati negeri Kampar. Diaz, termasuk orang Eropa—sekaligus Nashrani—pertama yang dengan modal percaya diri dan kemampuan diplomatik mampu menjejakkan kakinya ke jantung Minangkabau.

KEBERADAAN KULAH DAN MELAYU, 255 AH (868/869 CE)

Gambar: google user content FB زمزوري - Al-Jahiz iaitu Amr bin Bahr bin Mahboub al-Kinani (عمرو بن بحر بن محبوب الكناني) yang wafat sekitar 255 AH (868/869 CE) menulis berkenaan bangsa berkulit gelap dan cerah. Di dalam senarai bangsanya, ia menulis berkenaan keberadaan kerajaan Melayu Zabaj dan jajahannya yang meliputi dari terbit matahari sehingga tenggelam matahari. Melayu disebut Amulla iaitu bermaksud panas. Kota Melayu adalah Legor. Kulah dan Kemboja disebut bersama-sama Zabaj di Masin dan jajahannya dari kepulauan (termasuk Sumatera) sehingga ke Kabul dan pesisir-pesisir laut (negeri di pesisir laut). Dan dikatakan bahawa rakyat Zabaj dan negeri-negeri dalam naungannya lebih dari separuh orang di dalam dunia ini. Inilah bermaksud satu jajahan kuasa besar dunia. Ini bukan kerajaan Tang (Tangac) tapi kerajaan Zabaj.

ASMARA SANG PETUALANG

Gambar: DW FB mochamad Yani - Jumlah murid Kweekschool Bukittinggi angkatan 1907 ada 16 orang. Diantaranya terdapat Ibrahim dan Syarifah Nawawi, sebagai satu-satunya murid perempuan. Rupanya Ibra menaruh hati pada teman sekolahnya itu. Itulah sebabnya, saat kelulusan sekolah tahun 1913 diadakan rapat tetua adat Nagari Pandan Gadang limapuluh kota terjadi keributan. Dalam rapat itu Ibrahim dihadapkan dua pilihan Ibunya: menolak gelar atau kawin. Rupanya Ibrahim menolak dikawinkan dan memilih menerima gelar, sehingga namanya menjadi Ibrahim Datuk Tan Malaka. Tan lalu berangkat meneruskan studinya ke Rijkskweekschool, Haarlem, Negeri Belanda. Tan rajin menulis surat kepada Syarifah yang kemudian melanjutkan studinya ke Sekolah Guru di Salemba School. Rupanya cinta mereka bertepuk sebelah tangan. Syarifah tidak pernah membalas surat Tan, dan menerima lamaran Bupati Cianjur R.A.A Wiranatakoesoema pada tahun 1916.

TERKAIT MARAWA

gambar: kompasiana FB Saiful Guci - “Sepanjang jalan ke Politani terpasang “marawa” dengan tiga warna : hitam, merah dan kuning, tetapi penempatan warna merah dan kuning berbeda-beda ada yang merah di luar ada yang kuning di luar, mana yang benar pak Saiful ?” tanya Jufriwal. Kemudian saya jawab “ semua benar karena marawa adalah bendera triwarna di alam minangkabau terdiri tiga bagan vertikal yang menampilkan warna : hitam, merah dan kuning. Apabila warna hitam ada di pangkal tiang, kemudian merah di tengah dan kuning di pinggir itu menandakan marawa rang Luhak Tanah Datar dapat kita lihat susunan warna hitam-merah-kuning di Istana Basa Pagaruyung. Bila susunannya warna hitam, kuning ditengah dan merah di pinggirnya menandakan marawa rang Luhak Agam.

TRIBE TUBBAK = SUKU TUBBAK = SUKU TOBA.

Pict: Maritim FB Sutan Bandaro Sati - Adalah John Anderson, seorang Scotlandia menjadi tokoh penting yang menulis buku dan hingga kini menjadi rujukan utama pada saat menjelaskan aspek historis kawasan Pantai Timur Sumatra (Sumatra East Cost). Pada awalnya, buku itu adalah catatan harian Anderson selama enam bulan (1Januari-Juli 1823) perjalanannya yang kemudian diterbitkan dan diberi judul: Mission To The East Coast of Sumatra. Ia diutus oleh W. E. Philip, Gubernur Jenderal Inggris yang berkedudukan di Pulau Pinang dalam rangka misi politik ekonomi (politico-commercial mission). Surat Tugas atau Memorandum for Guidance ditandatangani pada 1 Januari 1823 yang tujuan utama misi itu yaitu: ‘commercial character’ dan ‘purely of a commercial nature’ di Pantai Timur Sumatera mulai dari Tamiang (Aceh) hingga Siak (Riau).

BUYA HAMKA, TARGET TEMBAK BELANDA

  Foto: Jejak Islam untuk bangsa Pikiran melayang dan membayang. Jiwa diri tak sekuat karang. "Satu saja yang menakutkan Dinda sekarang ini. Yaitu diri Kanda sendiri!" tabah Siti Raham tak pernah hilang. Buya Hamka mencari kekuatan ke istri tersayang. Spionase tak kenal tanggal merah. Kabar mata-mata telah sampai Tanah Bato membuat resah. "Lepaskanlah diri kemana yang akan aman. Anak-anak, Dinda bawa ke kampung kita," teguh Siti Raham. Lautan pengungsi saat agresi militer Belanda II membawa Siti Raham dan anak-anak melangkahkan kaki 1,5 kilo. Di sebuah rumah, di daerah di Guguk Malintang itu, Hamka penuh rencana. "Mungkin Kanda terus ke Rengat Indragiri. Kalau dapat meluputkan diri terus ke Singapura. Barangkali Kanda akan berjuang ke luar negeri. Kalau mungkin ke tanah Arab, ke Mesir dan lain-lain," desis Hamka berhembus ke telinga istrinya.

KABAR GEMPAR, HAMKA DISANGKA TEWAS

  Foto: wikipedia FB Hendra Sugiantoro - Tentara Belanda merangkak. Dari jarak dekat, Dahlan Ibrahim berhasil menembak. Sebelum itu, ia yang terkantuk-kantuk dikabari di atas tebing ada yang bergerak-gerak. Seluruh kawan bangun, menuju selokan tanpa berderak. Senyap, hari masih gelap. Wajah tak lagi lelap. Selokan di belakang kincir padi, 15 Januari 1949. Di tempat itu ada cerita, ada pula nestapa. Saat hari terang, di balik kincir padi, Chatib Sulaiman melihat jelas tentara Belanda. Suaranya menyalakan seluruh kepala. Seperti film perang, tembakan demi tembakan berdesing. "Layar peristiwa" setiap detik hanya Tuhan yang tahu. Ada sekitar delapan pejuang tewas. Mata Dahlan Ibrahim pun berkaca-kaca.

Kisah Nyai Jepang dan Praktek Protistusi di Aceh.

Foto: Kompas Penyumbang bahan Iskandar Norman. FB Teuku Malikul Hubil - Ketika Jepang masuk ke Aceh, mereka juga membawa ratusan perempuan dukungan, pemuas birahi para tentara dalam perang dunia kedua. Orang Aceh menyebut para perempuan itu sebagai Nyai Jepang, sementara orang Jepang sendiri menamainya Jugun Ianfu . Kisahnya hampir sama dengan tempat protistusi masa kolonial Belanda berkuasa di Aceh yang dibangun pensiunan tentara berkebangsaan Yahudi bernama Bolchover. Kisah tentang tempat pelacuran Bolchover ini bisa dibaca dalam buku Peutjoet . Buku yang ditulis oleh Tjoetje mantan pegawai Kolonial Belanda di Bestuurs Meulaboh, Aceh Barat, diterbitkan pada tahun 1972. Isi buku masih menggunakan ejaan lama yang belum disempurnakan.

Dharmasraya penerus Sriwijaya

Gambar: selasar FB Gaj Ahmada - Munculnya Kerajaan Melayu Besar di pulau Sumatera setelah runtuhnya kerajaan Sriwijaya oleh serangan Rajendra Chola I (the Chola raja Coromandel) pada tahun 1025 M. Dharmasraya adalah ibu kota dan juga nama kerajaan Buddha abad ke-11 berdasarkan sistem sungai Batanghari di Sumatera Barat dan Jambi modern, di pulau Sumatera, Indonesia. Kerajaan itu sendiri dapat diidentifikasi dengan nama ibu kotanya Dharmasraya atau dengan nama Bhumi Malayu atau Suvarnnabhumi menurut prasasti Padang Roco. Penyebutan nama Malayu menandakan bahwa kerajaan tersebut terletak di wilayah kerajaan Malayu yang sebelumnya lebih tua sebelum diserap ke dalam mandala Sriwijaya. akhir abad ke-7, sehingga menunjukkan bahwa Dharmasraya adalah penerus Malayu. Dharmasraya menjadi kerajaan merdeka setelah kejatuhan Sriwijaya pada tahun 1025. ️Formasi Setelah invasi oleh Rajendra Chola I raja Kerajaan Chola dari Koromandel, kekuasaan dinasti Sailendra atas pulau Sumatera dan Semenanju...

Gambaran Rafles tentang Minangkabau

Gambar: Pinterest Sir Thomas Stamford Raffles Di Pedalaman Minangkabau: Kincir Air, Bercocoktanam dan Penggilingan Tebu Oleh: Haslizen Hoesin Pengantar Tulisan yang pembaca akan baca berikut ini adalah mengenai: Kincir Air,  Bercocoktanam dan Penggilingan Tebu, dikutip dari tulisan Sir Thomas Stamford Raffles  tentang perjalanan di pedalaman Ranah Minangkabau, berjudul “Memoir of the Life and Public Services of Sir Thomas Stamford Raffles by his Widow” Vol. I [edisi kedua] London: James Ducman 1835, hlm 401 -409, 413, 415 – 427, 432 – 433. Tulisan tersebut diterjemahkan oleh Tim Komunitas Bambu. Penyunting Dewi Anggraeni dengan judul “Thomas Stamford Raffles Menuju Sumber Peradaban Melayu”, halaman 196 – 211. Dibukukan dengan beberapa tulisan, judul “Sumatera Tempo Doeloe dari Marco Polo Sampai Tan Malaka”. November 2010. Kutipan mengenai Kincir Air, Bercocoktanam dan Penggilingan Tebu adalah untuk saling melengkapi tulisan “ Teknologi Tepat Guna: Menaikan Air Dengan Kin...

PAHLAWAN DATU LAPU-LAPU DARI FILIPINA

Gambar: londonpe FB Habidah Nordin - Seorang pahlawan Mindanao yang pertama, pahlawan ini merupakan seorang perwira hebat yang menentang penjajahan Sepanyol dan penyebaran agama Kristian pada awal abad ke-16. Pada bulan Mac 1521, seangkatan tiga buah kapal perang Sepanyol tiba di Cebu. Gerombolan perang Sepanyol ini disambut oleh pemerintah Cebu, Humabon atau Hamubon yang telah murtad. Mengikut sumber Sepanyol, Humabon dan beratus pengikutnya telah dipaksa dan berjaya dimurtadkan lalu dikristiankan. Humabon juga bersetuju menerima kehadiran Sepanyol. Ferdinand Magellan kemudian memaksa dengan kekerasan segala Datu-Datu Muslim yang berkuasa di pulau-pulau yang berhampiran menerima ajaran Kristian Katolik dan ketuanan Sepanyol.Para Datu ini juga dipaksa supaya segala kitab-kitab suci al-Quran dibakar, dan memadam nama-nama Islam serta mesti menerima Humabon sebagai ketua mereka.Tindakan dan kekerasan Sepanyol ini berjaya menakutkan sebahagian Datu di Cebu dan pulau-pulau berhampiran men...

Adityawarman; Another Version

Gambar: Historia FB Sejarah Sumatera dan Alas -  Maharaja Adityawarman meski memiliki pasukan ‘cap mau’, ketika menghadapi taktik pasukan Minangkabau Tigo Luhak, Penggalan peristiwa penting itu terjadi pada tahun 1346. ~~Dalam buku “Direktori Minangkabau’ yang ditulis Asbir Dt. Rajo Mangkuto, peristiwa penting itu dideskripsikan : Awal tahun 1346, Adityawarman dengan pasukannya menaklukkan **Kuntu dan Barumun. Sekembali dari medan perang dua daerah itu, pasukan Adityawarman menyeberangi Batang Sinamar di Sitangkai. Adityawarman yang berada di depan bersama rombongan kecil, disergap pasukan Minangkabau Tigo Luhak. Sementara pasukan Tigo Luhak yang lain menghadapi sisa pasukan Adityawarman. Setiap ada yang menyeberang dibunuh. Akhirnya pasukan Adityawarman yang tersisa menghentikan upaya menyeberang. “Adityawarman dan rombongan kecilnya yang ditangkap dibawa ke Bukit Atar, di daerah Padang Gantiang, Tanahdatar,” tulis Asbir Dt. Rajo Mangkuto.

SEJARAH NEGERI PAHANG.

Gambar: Pinterest FB Habidah Nordin - Merupakan sebuah negeri yang terbesar di Semenanjung Tanah Melayu.Pahang terletak di pantai timur Semenanjung dan bersempadan dengan Johor di sebelah selatan, Selangor dan Perak di sebelah barat dan Terengganu di sebelah utara.Manakala di sebelah timur adalah Laut Melayu Selatan. Menurut legenda Melayu, nama Pahang berasal daripada sebatang pokok ' mahang ' yang amat besar tumbuh di kuala Sungai Pahang dan Sungai Pahang Tua.Sumber lain menyebut ' Pahang ' dalam bahasa Melayu Khmer yang bermakna ' timah '.Pada masa dahulu, terdapat perlombongan bijih timah di Sungai Lembing.Daripada sumber Arab, China dan Portugis, nama Pahang memang disebut dalam penulisan awal tentang alam nusantara. Sebelum pemerintahan Kerajaan Kesultanan Melayu Melaka, Pahang sudah tersohor kerana kekayaan sumber alam seperti bijih timah, emas, besi dan hasil kayu-kayan.Dengan kekayaan ini, Pahang sering menjadi tumpuan dan rebutan kuasa-kuasa besar di ...

DEWAN DELAPAN, DELEGASI ACEH DI LUAR NEGRI

FB Melawan Lupa - Setelah penyerbuan Belanda yang tahun 1873 seluruhnya gagal. Pemerintah Hindia Belanda mempersiapkan kembali angkatan perangnya untuk melakukan penyerangan kedua. Selama persiapan tersebut, angkatan laut Belanda memblokade perairan pantai Aceh untuk menghalangi negara (kerajaan) Aceh berhubungan dengan dunia luar. Pihak Aceh pun tidak tinggal diam menghadapi keadaan ini. Di Penang dibuatlah pos muka di luar negeri yang lebih dikenal Dewan Delapan yang diketuai oleh Teuku Paya. Adapun fungsi Dewan Delapan adalah untuk mewakili kepentingan negara Aceh di luar negeri, mengusahakan dan mengangkut perbekalan perang dengan menembus blokade Belanda. Dewan Delapan yang terdiri dari 4 orang bangsawan Aceh, 2 orang Arab, dan 2 orang Keling kelahiran Penang aktif membicarakan perihal kondisi dalam negeri yang sedang berkecamuk perang. Dewan Delapanpun gencar mengabarkan Informasi-informasi tentang kondisi belahan dunia luar kepada kepada Pemerintah Kerajaan Aceh.

PADA 2023 MANDAILING GENAP BERUSIA 1000 TAHUN.

Gambar: Wiki edunitas Mandailing Bukan Batak. *********************** FB Sorik Marapi News - Adanya bukti sejarah dengan serangan Rajendra Cola dari India tahun 1023 M, antara lain ke Panai, Sumatera Timur,,, menunjukkan suatu ekspedisi militer untuk menaklukkan kerajaan di satu wilayah. * Bila menyelusuri jejak kerajaan Mandailing tidak bisa lepas dari kerajaan yang menguasai daerah lain, dimulai dari Portibi Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara sekarang,,, sampai ke daerah Pidoli di Panyabungan. * Berbarengan dengan itu muncullah sebutan Mandala Holing (pemukinan keling) cikal bakal dari Mandailing. Bertolak dari tahun 1023 sejak Mandala Holing dikenal di Pidoli, berarti Mandailing sudah berusia 999 tahun dan pada 2023 nanti genap 1000 tahun. Sesuatu yang luar biasa,,,! Mandailing jauh lebih tua ratusan tahun dari daerah lain di kawasan ini.

Candi Muara Takus dalam tulisan Dr. F.M. Schnitger.

Gambar: okezone FB Megat Kasemchai Bin Niran - Dr. F.M. Schnitger yang datang langsung guna meneliti keberadaan candi Muara Takus di tahun 1935, 1936, 1938, 1939, telah menulis laporannya dalam bukunya berjudul The Forgotten Kingdoms in Sumatra, yang berbahasa Inggris. Poin-poin penting tulisannya tentang Kampar dan Candi Muara Takus antara lain; (Salinan) 1. Penduduk tertua Moeara Takoes adalah keturunan Poetri Seri Doenia, yang datang bersama keluarganya dari Pariangan Padang Pandjang (Menangkabau). Kecantikannya menjadi sangat terkenal sehingga seorang penguasa Hindu melamar dia. Sang putri menerima lamarannya dengan syarat bahwa dia harus membangun istana untuknya. Ini yang dilakukan sang radja, dan sisa-sisa istana ini masih dapat dilihat di Moeara Takoes. Kemudian radja kembali ke negaranya sendiri untuk membuat persiapan pernikahan.

𝗠𝗨𝗞𝗢𝗠𝗨𝗞𝗢: 𝗥𝗔𝗡𝗧𝗔𝗨 𝗠𝗜𝗡𝗔𝗡𝗚𝗞𝗔𝗕𝗔𝗨 𝗗𝗜 𝗕𝗘𝗡𝗚𝗞𝗨𝗟𝗨

Gambar: garuda daily FB A'AL - Daerah Mukomuko termasuk wilayah rantau Minangkabau atau dalam tambo Minangkabau disebut “ombak nan badabua” (ombak yang berdebur), yakni daerah sepanjang pesisir pantai barat dari Padang hingga Bengkulu Selatan. Daerah ini pernah menjadi bagian wilayah Kerajaan Inderapura yang berkedudukan di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat hari ini. Sejak masa kolonial Inggris, Mukomuko dipisahkan menjadi bagian administratif Bengkulu, sebagaimana yang telah berlangsung setelah kemerdekaan Indonesia. Ada beberapa sumber yang menjelaskan mengenai kedatangan orang Minangkabau ke Mukomuko. Pertama, tulisan Sarwit Sarwono dkk. dalam bukunya “Sejarah dan Adat Istiadat Kabupaten Mukomuko”. Buku tersebut diterbitkan oleh Bapeda Kabupaten Mukomuko Tahun 2005. Sejarah kedatangan orang Minangkabau ke Mukomuko dikaitkan dalam memberikan nama asal usul nama Mukomuko. Masyarakat Mukomuko sebagaimana halnya masyarakat Rejang, Serawai, Pekal, dan Lebak ...

*UMATKU POLOS UMATKU MALANG: _Analisis Cerdas Betapa Dahsyatnya Politik_*

Ilustrasi Gambar: kompasiana Dr. Arief Munandar_ FB Radias Dilan - Salah satu kesalahan Umat Islam sejak dulu adalah polos, buta politik, bahkan alergi dan menarik diri dari politik. Ini adalah warisan konstruksi berpikir kolonial, di mana diset politik itu urusan orang kulit putih, bisnis itu urusan etnis Cina, sedangkan pribumi ya jadi petani, pegawai, atau buruh, padahal kebijakan yang mengatur arah kehidupan berbangsa dan bernegara ditentukan melalui mekanisme politik. Coba lihat betapa dahsyatnya permainan politik dan dampaknya. Dampak tersebut menjadi berkali lipat lebih luar biasa karena politik pasti berjalin-berkelindan dengan media. Pak Jokowi dalam waktu sangat singkat bisa naik dari Walikota Solo, jadi Gubernur DKI, lalu jadi Presiden. Hampir tidak ada yang mempersoalkan bahwa beliau tidak pernah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Walikota dan Gubernur dengan baik. Paralel dengan itu, seorang Ahok bisa melesat dari Bupati Belitung Timur menjadi Wagub DKI, dan kemudian j...

Sang Hedonis; Abu al-Hasan Ali ibn Nafi

Ilustrasi Gambar: Alif Seorang laki-laki menempuh perjalanan sejauh 2180 kilometer menyusuri Afrika Utara, dari Mesir sampai ke Tunisia! Di zaman belum ada pesawat, apa tujuannya pergi sejauh itu? Ternyata lelaki itu ingin melancong ke Cordoba, pusat peradaban dan intelektual Islam di Andalusia Laki-laki itu 'terusir' dari Baghdad, pusat pemerintahan Abbasiyah. Bukan karena melakukan kesalahan, tetapi disebabkan bakat cemerlangnya yang mengundang pengakuan para petinggi, namun menenggelamkan gurunya dalam perasaan iri. Orang-orang memanggilnya Ziryab (The Blackbird), sebab ia terkenal memiliki suara merdu seperti burung Blackbird. Ziryab bukan hanya piawai dalam musik, ia juga seorang sastrawan, ahli geografi, astronomi dan gastronomi. Namun kini Ziryab terpaksa pergi meninggalkan semua pencapaian di tanah kelahirannya sendiri

PASUKAN GAJAH MADA DIKALAHKAN KERAJAAN TAMIANG DI ACEH : HISTORIOGRAFI TRADISIONAL LUAR JAWA BERTUTUR

  Ilustrasi Gambar: Intisari FB Zuljayqar - Supomo mengingatkan bahwa gambaran agung Majapahit dalam sejarah Indonesia sebagaimana diinterpretasikan dari teks Nagarakrtagama karangan Prapanca sebenarnya berbeda dengan Majapahit dalam pandangan sebagian besar peduduk Jawa yang memiliki citra lain tentang Majapahit yang lebih kecil dan tidak agung sebagaimana yang ada dalam teks babad, cerita rakyat bahkan ketoprak (Supomo,1983:132). Supomo juga menyebut bahwa segelintir elit didikan Belanda hanya menggemakan kata-kata guru Belanda mereka yang senang sekali mengatakan luas wilayah kekuasaan Majapahit itu hampir sama dengan wilayah Hindia Belanda. (Lihat : Supomo, 1983 : "Citra Majapahit dalam Tulisan Jawa dan Indonesia Kemudian", in: Anthony Reid and David Marr. Dari Raja Ali Haji Hingga Hamka. Indonesia dan Masa Lalunya. Grafiti-Pers, cetakan I.) Wacana luar Jawa, khususnya dari dunia Melayu, diakui Soepomo, memiliki citranya tersendiri tentang Majapahit di Jawa. Dia men...

Tumbuak Lado

FB Sejarah Sumatera & Andalas   Tumbuk Lado, Simbol Keperkasaan Pria Melayu Tumbuk Lado atau yang juga dikenal Tumbuk Lada adalah salah satu senjata tradisional yang berasal dari Sumatera Barat. Namun demikian, Tumbuk Lado telah tersebar di masyarakat Melayu dan juga masyarakat Semenanjung Melayu. Tidak heran jika Tumbuk Lado ini memiliki kemiripan dengan senjata yang berasal dari daerah di semenanjung melayu lainnya, bahkan dengan negara tetangga, yaitu Malaysia. Tumbuk Lado adalah sejenis senjata tikam yang memiliki ukuran 27 – 29 cm dengan lebar sekitar 3.5 – 4cm. Senjata ini memiliki kesamaan dengan badik. Sebuah senjata tradisional milik masyarakat Bugis.

BARANGSIAPA YG MENANAM ANGIN, MAKA IA AKAN MENUAI BADAI.

Ilustrasi Gambar: Wikwand FB Seri Cendikiawan - Dalam Sejarah Melayu, keturunan Raja Melayu dikatakan daripada Iskandar Zulkarnain dari Macedonia. Macedonia yang dimaksudkan di sini ialah sebuah wilayah di Yunani atau Greek pada hari ini. Alexander The Great hakikatnya bukanlah Iskandar Zulkarinain kerana jelas Alexander bukanlah seorang yang beriman kepada Allah. Tetapi kita sering mengaitkan mereka sebagai orang yang sama. Ini berkemungkinan kerana nama yang hampir sama dan juga mempunyai sifat sebagai seorang pemimpin tentera. Alexander The Great sendiri memang terkenal sebagai seorang penakluk yang berjaya. Dikisahkan pada waktu dahulu, Sultan Iskandar Zulkarnain bersama dengan tenteranya telah bergerak meluaskan kuasanya hingga ke benua India. Di benua India itu, Raja Iskandar Zulkarnain telah berperang dengan Raja Kinda Hindi yang mempunyai wilayah yang luas. Diperkirakan separuh dari benua India itu merupakan wilayah yang dimiliki oleh Raja Kinda Hindi. Perang besar yang berlak...

H. Iskandar Zulqarnain XLIX - Gagak

Ilustrasi Gambar: Kompas FB Mahamada al Mahadaya - Hataya maka berhimpunlah sertanya daripada kaum tiga puluh ribu (30,000) hulubalang yang pilihan maka berkata Sultan Iskandar “Ya Nabi Allah, katakan pada raja Al Akhsam adakah seterunya hendak mendatangi negeri”. Maka sembah raja Al Akhsam “Ada sebuah negeri, kaum itu bernama Lalana mereka itulah seteru kami kerana banyak tenteranya tiada terhisabkan. Maka antara negeri kami dengan mereka itu dua (2) bulan perjalanan jauhnya. Ada suatu padang amat luas sepuluh (10) hari perjalanan itu tiada berair kerana itulah maka mereka itu tiada dapat mendatangi kami kemari”. Maka di katakan nabi pada Sultan Iskandar, maka sabda Sultan Iskandar kepada raja-raja dan orang besar-besar dan kepada tenteranya “Berhadirlah kamu sekelian, kita hendak mendatangi negeri kaum Lalana itu”. Maka berhadirlah segala tentera Sultan Iskandar, maka datanglah kepada empat hari (4) maka berangkatlah Sultan Iskandar dengan segala tenteranya. Maka Nabi Khidir dengan ...