FB Turkinesia | Pada tahun 2003, tentara Rusia berhasil menangkap salah seorang pejuang Chechnya. Mereka menyik.sanya dengan siksaan yang sangat keji; mereka menghajarnya hingga merusak organ-organ vital tubuhnya. Tubuhnya bersimbah darah dan ia kehilangan salah satu kakinya.

Ketika jenderal Rusia menatap matanya, ia mendapati pejuang itu tetap sangat tenang. Jenderal itu pun berkata kepadanya: "Hai bajingan, bagaimana perasaanmu sekarang?"

Pejuang Chechnya itu menatapnya dan menjawab dengan ketenangan yang luar biasa:

"Demi siapa kau berperang? Kau berperang demi kelab malam, pelacur-pelacur Rusia, atau demi mencuci piring di Eropa. Namun, kami berpe.rang demi Allah, demi nilai-nilai yang abadi. Kau boleh melakukan apa saja yang kau mau terhadapku, tapi kau tidak akan pernah bisa merebut semangat (mentalku)."

Kemudian ia tertawa. Jenderal Rusia itu terkejut dengan jawabannya dan memutuskan untuk meninggalkannya bersama para prajurit agar mereka segera menghabisinya.

Namun, saat sang jenderal baru saja sampai di luar, ia mendengar suara tem.bakan. Ia segera kembali ke dalam dan mendapati bahwa pejuang (mujahid) Chechnya ini berhasil merebut sebuah pistol dan mengarahkannya ke seluruh prajurit. Dalam sekejap, ia hampir saja berhasil melarikan diri, namun sang jenderal Rusia berhasil mene.mbak dan membu..nuhnya.

Dialah orang yang ada di dalam foto ini, Saadiyev Tahir... salah satu dari sekian banyak pahlawan umat ini. Semoga Allah merahmatinya dan menempatkannya di surga-Nya yang luas.
________________________________________
Sumber: (Rijal al-Majd al-Da'i / Tokoh-Tokoh Kejayaan yang Hilang).
Saadiyev Tahir (sering dieja Takhir Saadiyev) adalah salah satu pejuang dalam Perang Chechnya Kedua. Kisahnya sering diceritakan dalam literatur sejarah Islam kontemporer sebagai simbol keteguhan iman dan keberanian di bawah tekanan fisik yang ekstrem.
Peristiwa ini terjadi di tengah Perang Chechnya Kedua (1999–2009).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar