Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Hubungan Minangkabau dengan Pattani

  Singkap hubungan PATTANI dengan MINANGKABAU dari sisi sub.budaya Linguistik/bahasa nan berakar dari ADAT BUDAYA nan lah tertanam yang di bawa dek masyrakat MINANGKABAU ke TANAH SIAM/SUKOTHAI di maso kerajaan2 dulu ( di sakitar abad 5 M ) ! HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA MELAYU PATTANI DENGAN BAHASA MINANGKABAU

Sejarah Kota Padang (53): Mohamad Rasad Maharadja Soetan; Ayah Soetan Sjahrir dan Pionir Pers Perempuan Siti Rohana Koedoes

Catatan oleh Agam van Minangkabau: Walau mengambil judul dua bersaudara dari Koto Gadang namun seperti tulisan-tulisan terdahulu, penulis tetap konsisten mengedepankan kedaerahannya. Tampaknya penulis mengalami kesulitan dalam menghubungkan Rohana Kudus dengan orang kampungnya kecuali St. Sjahrir yang dapat kita lihat pada tulisan-tulisan terdahulu. Dibutuhkan kearifan pembaca dalam membaca tulisan ini. Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com _____________________________________ Mohamad Rasad gelar Maharadja Soetan bukanlah orang biasa, tetapi pegawai pemerintah dan orang tua yang luar biasa. Mohamad Rasad lahir di Fort de Kock tahun 1866 dan meninggal di Medan tahun 1929. Selama masa hidup, Mohamad Rasad memilki dua anak yang luar biasa: Soetan Sjahrir dan Siti Rohana. Kedua anak Mohammad Rasad ini tergolong yang luar biasa: Soetan Sjahrir adalah Perdana Menteri RI yang pertama dan Siti Rohana adalah perintis pers perempuan Indonesia. Anak Mohamad...

Kita akan dipertemukan dengan apa yang kita cari

  Seseorang bilang kepada Buya Hamka “Buya, Pelacur di Arab itu memakai cadar dan hijab”  Lalu Buya Hamka menjawab, “Oh ya? Saya barusan dari Los Angeles dan New York, Masya Allah, ternyata disana tidak ada pelacur,” jawab Buya

Sejarah Kota Padang (52): Ekspedisi Awal Belanda ke Pagaruyung (1684), Cina di Angkola 1690; Negeri Sembilan en Selangor

  Catatan oleh Agam van Minangkabau: Setiap penulis membahas Minangkabau pra Kolonial atau mulai masuk ke wilayah kebudayaan maka akan segera muncul narasi dan hipotesis yang jauh panggang dari api. Referensi Pribumi Minangkabau yang digunakan boleh dikata tidak ada dan pemahaman penulis tentang sejarah, ada, dan budaya Minangkabau dapat dikata tidak ada pula. Sehingga ketika penulis memulai narasinya dalam tulisan ini akan tampak kontradiksi. Setidaknya hal ini menjadi pelajaran bagi sejarawan yang akan melakukan penulisan sejarah agar memahami betul-betul sejarah beserta adat dan budaya dari objek yang akan ditulis. Diperlukan kearifan pembaca dalam membaca tulisan ini Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com  ______________________________ Informasi tentang pedalaman Sumatra pada masa lampau sangat minim, meski keberadaan penduduk di Ranah Minangkabau dan Tanah Batak sudah diketahui sejak lama. Seiring dengan perubahan kebijakan VOC (dari kontak perda...

Sejarah Kota Padang (50): Dahlan Abdullah, Sekretaris Sumatra Sepakat di Utrecht 1917; Seorang Guru yang Jadi Wali Kota Batavia

Catatan Oleh Agam van Minangkabau: Prediksi kami semenjak awal membaca rangkaian tulisan ini terbukti pada bagian akhir dari tulisan ke-50 ini. Subjektifitas penulis terkait kedaerahan (dalam hal ini tempat asal) sangat tinggi. Dan menurut kami bertentangan dengan isi beberapa tulisannya yang mencemooh sifat kedaerah salah satu organisasi yang hari lahirnya dtabalkan sebagai salah satu hari besar di Republik ini terkait pergerakan Nasional (padahal organisasi dimaksud bersifat kedaerahan). Hal ini sangat disayangkan, menghubung-hubungkan beberapa fakta, merangkainya, dan kemudian membuat hipotesis yang cenderung membesarkan satu golongan di tengah-tengah republik yang beragam (plural) ini. Kemudian tidak sinkronnya beberapa data yang telah kami kritisi dengan Catatan Kaki. Terlepas dari itu semua, para pembaca tentu memiliki pandangan dan penilaian tersendiri. Untuk itu diperlukan kearifan pembaca dalam menelaahnya. Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com ________...

Sejarah Kota Padang (49): Asal Usul Semen di Padang; Pabrik Semen Tertua Indonesia, Sedari Dulu Telah Turut Membangun Negeri

Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com _____________________________ PT Semen Padang (Perusahaan) didirikan pada tanggal 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM) yang merupakan pabrik semen pertama di Indonesia. Demikian tertulis dalam sejarah perusahaan PT Semen Padang. Pabrik ini hinggi kini masih bekerja dengan baik. Ini berarti pabrik semen di Padang sudah berumur lebih dari satu abad. Bataviaasch nieuwsblad, 13-09-1924 Portland dan Padang sama pentingnya di pelabuhan Rotterdam pada tahun 1850an. Kapal-kapal besar dari Padang dan Portland bongkar muat di Rotterdam. Selain Padang, kapal-kapal yang berlabuh di Rotterdam adalah kapal-kapal dari Batavia, Soerabaja, Samarang, Tjilatjap dan Panaroekan. Kapal dari Padang umumnya di pelabuhan Rotterdam umumnya menurunkan komoditi utama kopi. Dalam perkembangannya, di Padang muncul perusahaan Batubara yang berpusat di Ombilin. Produksi perusahaan batubara di O...

Islam Bali

  Islam di Bali merupakan agama minoritas yang dianut oleh 520.244 jiwa atau 13,37% dari 3.890.757 jiwa penduduk Bali. Konsentrasi terbesar umat Islam di Bali terdapat di Kota Denpasar dengan jumlah 200 ribu jiwa lebih. [1] Islam masuk ke Bali diperkirakan pada abad ke-13 dan 14 melalui Kerajaan Gelgel , tetapi tepatnya belum ada penelitian yang pasti. Penelitian tentang asal muasal Islam di Bali masih terhitung langka. Sangat sulit untuk mendapatkan sumber tertulis mengenai sejarah masuknya Islam ke pulau Bali pertama kali.

SEJARAH HUBUNGAN MINANGKABAU, KEDAH DAN PULAU PINANG (PENANG) MALAYSIA

  Menurut Profesor Dr. Ahmad Murad Merican, dosen Departemen Manajemen dan Humaniora, Universitas Teknologi Petronas, yang telah mempelajari sejarah perintis pulau Pinang (Penang) sejak akhir 1990-an, mengatakan:

PERIHAL CANDI MUARA TAKUS

  Dalam tulisan F.M. Schnitger, Ph.D   Bagaimana sebenarnya sejarah penemuan dari Candi Muara Takus itu sendiri? Di dalam catatan sejarah candi tersebut ditemukan oleh seorang bernama Yzerman, tepatnya pada tahun 1893. Pada saat itu ia berkelana di hutan-hutan yang ada di Sumatera. Sampai akhirnya ia tertegun ketika melihat sebuah gundukan tembok yang berlapis-lapis. Diduga gundukan tersebut adalah Candi Muara Takus sebagai peninggalan agama Budha yang ada di Koto Kampar. Pada pendapat lainnya, disebutkan bahwa candi yang awalnya cuma bekas gundukan tanah ini untuk pertama kalinya ditemukan pada tahun 1860 oleh seorang arkeolog yang bernama Cornet D. Groot.   Selanjutnya, pada tahun 1935, seorang arkeolog berkebangsaan Belanda bernama Dr. F.M. Schnitger datang langsung guna untuk meneliti keberadaan candi tersebut.    Candi Muara Takus memiliki banyak misteri. Candi campuran Hindu dan Budha ini bahkan dinyatakan oleh beberapa ahli sebagai pusat kerajaan Sriwijay...

WILHELMINA, RATU BELANDA YANG TAK RELA INDONESIA MERDEKA

  Ratu Wilhelmina lahir 31 Agustus 1880 dan meninggal 28 November 1962 pada umur 82 tahun. Ia adalah Ratu Belanda sejak 1890 - 1948 dan menjadi Ibu Suri sejak 1948 - 1962. Ia memimpin Belanda selama lebih dari 50 tahun, lebih lama daripada penguasa monarki kerajaan Belanda lainnya. Masa kekuasannya menjadi saksi beberapa titik perubahan di Belanda dan sejarah dunia: Perang Dunia I dan Perang Dunia II, Krisis Ekonomi tahun 1933, dan juga kejatuhan Belanda sebagai penguasa kolonial. Perayaan ulang tahun Wilhelmina tak hanya dirayakan oleh keluarga, kolega, dan bangsanya. Sejarah mencatat, setiap 31 Agustus ulang tahunnya juga dirayakan di koloni-koloni Belanda di belahan dunia lain. Termasuk Hindia Belanda yang kini jadi Indonesia.

Nyiak Hatta by Edi Elmitos

  Nyiak Hatta Cipt. Edi Elmitos** Nyiak.. Puluhan tahun berlalu Semenjak kepergianmu Meninggalkan kami Nyiak.. Banyak Tauladan darimu Yang mestinya aku tiru Dalam kehidupan ini Pengabdianmu untuk negeri ini Agar anak cucumu hirup alam merdeka Terukir di sepanjang sejarah bangsaku Namamu.. jasamu.. kesederhanaanmu..

Sejarah Kota Padang (48): Semen Padang FC; Klub Profesional Legenda, The Last Mohichan Liga Galatama

 Catatan oleh Agam van Minangkabau: Tulisan no. 43 s/d  47 tidak kami sertakan karena tidak berhubungan langsung dengan Sejarah Padang ataupun Minangkabau. Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com __________________________________ Klub Profesional Semen Padang FC adalah klub profesional legenda di Indonesia. Semen Padang FC, satu-satunya klub profesional yang tetap konsisten sejak era Galatama. Namun sangat disayangkan, klub kebanggaan Kota Padang ini harus terdegradasi dari liga utama (Liga 1) ke liga kedua (Liga 2). Tidak hanya warga Kota Padang yang menangisinya, saya sendiri sangat kehilangan. Saya sendiri terus mengikuti perkembangan sepakbola Indonesia, sejak era perserikatan   dan tentu saja sejak awal kelahiran Liga (semi) Profesional Galatama. Logo Semen Padang FC (Since 1980) Sejak liga sepakbola utama (Galatama) digabung dengan kompetisi perserikatan pada tahun 1993 setiap ada kesempatan saya akan berusaha menontonnya di st...

Sejarah Kota Padang (42): Nama-Nama Jalan Tempo Doeloe di Kota Padang; Jalan Tertua Nipah laan, Djati laan dan Hospital weg (1879)

Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com __________________________ Kota Padang sudah lama terbentuk. Di Kota Padang terdapat sejumlah nama kampong yang sudah terhubung oleh jalan kota. Berdasarkan peta Kota Padang 1879 hanya ada tiga jalan yang secara teknis sudah memiliki nama, yakni: Nipah laan (Jalan Nipah), Djati laan (Jalan Djati) dan Hospital weg (Jalan Hospital/Rumah Sakit) . Ruas-ruas jalan lainnya belum diberi nama atau belum memiliki nama. Meski demikian, di ruas-ruas jalan tersebut teridentifikasi nama-nama kampung/area. Peta Kota Padang, 1879 Nama-nama kampung adalah: Kampong Berok,  Kampong Sablah,  Kampong Djawa dan  Kampong Oedjoeng Pandang. Nama-nama area adalah: Zeestrand,  Goeroeng,  Poelo Karam,  Pasar Ambatjang,  Pondok,  Pasar Gadang,  Alang Lawas,  Hiligoo,     Pingir Kollang,  Olo,  Belantong,  Kandang,  Dammar,  Poeroes dan  ...

Milad-118 Bung Hatta

Muhammad Athar, demikian nama yang diberikan tatkala beliau lahir. Kemudian beliau lebih dikenal dengan nama Mohammad Hatta. Lahir di Kampung Aua Tajungkang Bukittinggi pada tanggal 8 Jumadil Awal 1320 atau pada penanggalan Gregorian 12 Agustus 1902.

Sejarah Kota Padang (39): Asal Usul Nama Kota Padang, Mangacu pada Nama Gunung Padang; Kota Bermula Muaro Sungai Arau

  Catatan Kaki: Sekali lagi berharap penulis dapat menggunakan sumber-sumber pribumi Minangkabau dalam kepenulisannya. Subjektifitas penulis sangat tinggi dalam setiap seri tulisannya tentang Padang. Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com _____________________________ Padang adalah nama kota. Suatu kota yang sudah dikenal sejak lama. Nama Padang, sebagai suatu nama tempat sudah diberitakan dalam surat kabar tahun 1744 (lihat Amsterdamse courant, 11-02-1744). Sejak itu, nama Padang kerap muncul dan nama itu tidak pernah berubah hingga kini. P eta kun o, 1619 (buatan Portugis) Ada nama kota yang dapat ditelusuri dan ada juga nama kota yang sulit/tidak diketahui. Beberapa kota mengadopsi nama kampong lama, beberapa kota namanya diperkenalkan oleh orang Eropa/Belanda. Namun yang tetap menjadi pertanyaan kapan nama Padang diadopsi sebagai nama tempat utama (hoofdplaats) yang menjadi Kota Padang? Lantas, apa arti nama Padang, bagaimana asal-usulnya. Me...

Sejarah Kota Padang (38): Riwayat Banjir di Kota Padang, Dari Tsunami hingga Banjir Kanal (Banda Bakali)

  Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com ______________________________   Kota Padang, selain rawan gempa, sesungguhnya rawan banjir. Dampak gempa terbesar yang dialami Kota Padang akibat gempa adalah munculnya tsunami pada tahun 1797. Sedangkan banjir sendiri di Kota Padang dikhawatirkan dapat muncul kapan saja. Curah hujan yang tinggi dengan Kota Padang yang relatif datar, kapan saja bisa muncul banjir bandang dari hulu yang memiliki kemiringan yang tajam. Kota Padang memiliki riwayat banjir yang cukup panjang. Peta Kota Padang (kanal), 1929 Kota Padang pada tahun 2012 dan 2016 terjadi banjir besar: genangan air tinggi dan cakupan wilayah banjir sangat luas. Peristiwa itu begitu dekat, tapi sesungguhnya Kota Padang sendiri memiliki riwayat banjir yang cukup panjang. Kanalisasi (pembuatan kanal di Kota Padang) di era Belanda adalah upaya menangkal banjir. Namun mengapa banjir terus menghantui Kota Padang hingga kini?

Tarikh\5.Tokoh\6.Usmar Ismail

 Klik pada judul untuk menuju tulisan dimaksud: Usmar Ismail - Badan Bahasa Kemdikbud Usmar Ismail - wikipedia Usmar Ismail: Dimusuhi Rekan, Dikhianati Bangsa Sendiri - Tirto Kiprah Usmar Ismail Akan Selalu Dikenang - kompas Usmar Ismail dianggap Pantas Bergelar Pahlawan Nasional - Republika Usmar Ismail - Kumpulan Berita Tempo