Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Aruj dan Khairuddin Bersaudara dari Turki

Foto: Kaskus  Disalin dari kiriman FB Melawan Lupa BARBAROSA PAHLAWAN ISLAM YANG MENJADI PROPAGANDA JAHAT BARAT Anda yang gemar membaca komik Asterix dan anda yang pernah menonton film ‘Pirates of The Carribean’, tentu ingat karakter jahat ‘Barbarossa’ bukan? Sejak zaman pertengahan, aneka macam karya fiksi Eropa dan Amerika biasa menggunakan nama Barbarossa untuk menamai karakter seorang penjahat –biasanya seorang bajak laut jahat. Makna negatif Barbarossa terus dipropagandakan hingga zaman sekarang, meski di dalam setting-setting yang berbeda. Tak ada asap jika tak ada api, kebiasaan para penulis fiksi Eropa dan Amerika ini tentu ada sebabnya. The Barbarosa Brothers Pada abad ke-15 masehi, di Laut Mediterania ada dua bajak laut bersaudara yang disebut The Barbarossa Brothers. Kedua tokoh ini menjadi legenda dalam dunia ‘per-bajak-laut-an’ dan merupakan tokoh bahari yang sangat ditakuti orang-orang Eropa pada zamannya. Kebiasaannya ialah membajak barang-barang berharga yang diangk...

113 tahun Perjanjian Anglo-Siam, Aneksasi Thailand terhadap Kerajaan Patani

Ilustrasi Gambar: wikipedia  Disalin dari kiriman FB Berkelana Musafir 113 tahun Perjanjian Anglo-Siam, Aneksasi Thailand terhadap Kerajaan Patani Di Asia Tenggara, Patani merupakan Beberapa wilayah perbatasan Selatan Thailand yang mempunyai jejak kronologi sejarah yang tragis. Pemergian Inggris di tanah Malaya mewariskan konflik berpanjangan akibat tidak jeli dalam membahagikan wilayah. Garis sempadan antarabangsa yang kini terpakai di antara Malaysia dan Thailand telah dilukis oleh pihak Siam dan British menerusi Perjanjian British-Siam 1909, tanpa merujuk kepada sultan-sultan Melayu pada ketika itu, mengakibatkan berlakunya kesan sosio-demografi yang rata-ratanya dialami oleh majoriti penduduk Melayu di wilayah selatan Thailand iaitu Pattani, Yala dan Narathiwat. Sungai Golok yang sekangkang kera itu telah dijadikan sempadan negara di antara Malaya dan Siam, memisahkan masyarakat Melayu di Kelantan dengan bekas rakan senegara mereka di Yala, Pattani dan Narathiwat yang kini menj...

PANCASILAIS MUNAFIK

Oleh Prof. Dr Hamka Dua orang pentolan Orde Lama telah di hadapkan ke pengadilan subversif yaitu, Dr.Soebandrio dan Yusuf Muda Dalam, keduanya dijatuhkan vonis hukuman mati. Kita namai orang-orang ini “Pancasilais Munafik”. Bertahun-tahun lamanya dasar negara Pancasila itu dipermainkan diujung bibir dan telah dimuntahkan dari hati. Menjadi isi dari pidato untuk orang banyak, tetapi dilanggar dalam tindakan hidup sehari-hari, dipandang khianat orang lain yang dituduh tidak setia kepada Pancasila, dan orang yang tidak berdaya itu tidak diberi kesempatan membuktikan bahwa si penuduh itulah sebenarnya yang menjadikan Pancasila itu hanya permainan bibir. Sidang-sidang Mahmilub dan Mahkamah subversif telah menelanjangi kepalsuan yang bersimaharajalela bertahun-tahun lamanya. Menyebut Pancasila, padahal tidak lain daripada pencak-silat. Merekalah yang sebenarnya menghancur-leburkan Pancasila dalam tingkah-laku, dalam tindak-tanduk, di dalam sepak-terjang hidup sepanjang hari, dengan memakai k...

Wirda Hanim & Batik Tanah Liek

Gambar: bundokanduang Berawal dari menyaksikan acara adat di kampungnya, daerah   Kenagarian Sumanik, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat , tahun 1993,   Hj. Wirda Hanim , bertekad untuk memproduksi kembali   Batik Tanah Liek , dikarenakan kain yang dipakai oleh para   Datuak   dan   Bundo Kanduang   tampak kusam dan sobek sana-sini karena lapuk. Bahkan pada saat mengenakannya pun sangat berhati-hati diakibatkan oleh tuanya kain tersebut. Hal ini ia ketahui setelah mencari informasi bahwa batik tanah liek tidak diproduksi lagi sejak 70 tahun lalu. Bermodalkan tekad yang kuat, bu Hj. Wirda Hanim, beniat untuk memperbaharui kain tersebut. Sedangkan beliau tidak memiliki ilmu membatik. Pada saat itu, beliau menemui guru batik di  Sekolah Menengah Seni Rupa  ( SMSR ) Kota Padang, yang kini menjadi  Sekolah Menengah Kejuruan  ( SMK ), dengan cara berkunjung langsung ke sekolah dan rumahnya, dengan harapan bisa bekerja sama. Te...

Kampar: Apologetika dalam Sejarah

Gambar Ilustrasi: rec.or.id Apologetika dalam Sejarah... Apologik awalnya berasal dari konsep percabangan ilmu Teologi Kristen. Semenjak Teologi Kristen dipelajari sejak zaman patriatik kita mengenal banyak Historiografi Kristen yang banyak memakai pendekatan Apologetika ini. Secara Ke ilmuan tulisan tulisan zaman Patriatik Agustinus dan Scolastik Thomas Aquinas dan generasinya ini cenderung kategorinya adalah Apologetik ini. Secara konseptual Apologetik itu adalah pembelaan. Secara ke ilmuwan kristolog melakukan analisis kisahnya memakai pendekatan pembelaan ini. Secara percabangan ke ilmuwan, Kristologi selalu memasukkan keahlian apologetik ini pada sarjana sarjana Kristologi. Apologetika juga berkembang sesuai dengan perkembangan Filsafat Ilmu pengetahuan. Sekarang kembali kita pada kasus Akunt akunt palsu dan berita berita palsu. Sebetulnya mereka termasuk aliran yang mencoba membuat rasional dengan pendekatan Apologatika itu. Dalam realita ke Ilmuan hari ini berpikir apologika di...

Minang Iya, Sumbar Bukan

Ilustrasi Gambar: Kata Sumbar Disalin dari kiriman FB: Oktafadri M Kiriman Asli di Bawah: Translesi Melayu : Tadi malam berbincang-bincang dengan kawan, disaat itu pula awak sempat bertanya perihal kampung asal orang tua perempuannya " Lubuak Jambi " [1] katanya. "Pribumi disana kawan rupanya?" "Iya.." jawabnya "Apa suku kawan?" "Chaniago.." jawabnya "Minangkabau kawan rupanya?"

Bahasa Melayu Banyak Dialeknya

Gambar Ilustrasi: Pinterest  Disalin dari kiriman FB Persyarikatan Melayu NAMA BAHASA YANG MEMECAH BELAH Oleh: Tengku Muhammad Dhani Iqbal Hamka, Naquib Al-Attas, Adian Husaini, juga James T. Collins, cukup “mengganggu” belakangan ini. Meniti para ahli itu membuat satu pemahaman bahwa nama bahasa “Indonesia” ini bukanlah pemersatu, tetapi pemecah belah. Sedari lahir, lingkungan saya mengatakan ini bahasa Melayu. Dan kalau saudara-saudara atau kerabat-kerabat saya dari Semenanjung, Malaysia, datang ke rumah, mereka bicara dengan bahasa yang sama dengan kami. Kalau di ruang-ruang privat, kami sepakat ini namanya bahasa Melayu. Tapi begitu ada acara di ruang-ruang publik, kedua belah pihak mengatakan hal berbeda. Begitu juga di sekolah-sekolah. Nama bahasa ini disebut dengan nama bahasa Indonesia. Orang-orang di lingkungan saya, yang tadi mengatakan ini bahasa Melayu, rupanya turut mengatakan ini bahasa Indonesia di lingkungan kerjanya, entah di sekolah-sekolahnya (pendidik/ustad/g...

Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan IV Koto - Bagian IX

  Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan IV Koto - Bagian IX Asal-Usul Raja dan Rakyat Luhak Rokan IV Koto  merupakan naskah tunggal ( codex unicus ) koleksi Museum Nasional yang bernomor kode MI.441, berukuran 22 x 18,5 cm dan terdiri atas 19-28 baris setiap halaman. Naskah terdiri dari 85 halaman dan ditulis dengan tinta hitam dengan menggunakan kertas bergaris. Huruf yang dipakai adalah huruf Latin berbahasa Melayu dengan ejaan Melayu Lama. Tulisannya masih baik dan terbaca tetapi kertasnya sudah berwarna cokelat. Naskah ini tercatat dalam  Katalogus Koleksi Naskah Melayu Museum Pusat Jakarta , 1972:215,  Yaarboek , 1933:247, dan  Notulen Maret , 1924. Naskah ini dibukukan kembali dengan judul  Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan  dan diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayan pada tahun 1996. Pengalihaksaraannya dilakukan oleh Dra. Putri Minerva Mutiara, sedangkan penyuntingannya oleh Drs. S. Amran Tasai, M.Hum. Berikut ini ialah isi kitabnya (bagia...

Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan IV Koto - Bagian VIII

 Disalin dari kiriman FB Ammar Syarif Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan IV Koto - Bagian VIII Asal-Usul Raja dan Rakyat Luhak Rokan IV Koto  merupakan naskah tunggal ( codex unicus ) koleksi Museum Nasional yang bernomor kode MI.441, berukuran 22 x 18,5 cm dan terdiri atas 19-28 baris setiap halaman. Naskah terdiri dari 85 halaman dan ditulis dengan tinta hitam dengan menggunakan kertas bergaris. Huruf yang dipakai adalah huruf Latin berbahasa Melayu dengan ejaan Melayu Lama. Tulisannya masih baik dan terbaca tetapi kertasnya sudah berwarna cokelat. Naskah ini tercatat dalam  Katalogus Koleksi Naskah Melayu Museum Pusat Jakarta , 1972:215,  Yaarboek , 1933:247, dan  Notulen Maret , 1924. Naskah ini dibukukan kembali dengan judul  Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan  dan diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayan pada tahun 1996. Pengalihaksaraannya dilakukan oleh Dra. Putri Minerva Mutiara, sedangkan penyuntingannya oleh Drs. S. Amran Tasai, M.Hum...

Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan IV Koto - Bagian VII

Disalin dari kiriman FB Ammar Syarif Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan IV Koto - Bagian VII Asal-Usul Raja dan Rakyat Luhak Rokan IV Koto  merupakan naskah tunggal ( codex unicus ) koleksi Museum Nasional yang bernomor kode MI.441, berukuran 22 x 18,5 cm dan terdiri atas 19-28 baris setiap halaman. Naskah terdiri dari 85 halaman dan ditulis dengan tinta hitam dengan menggunakan kertas bergaris. Huruf yang dipakai adalah huruf Latin berbahasa Melayu dengan ejaan Melayu Lama. Tulisannya masih baik dan terbaca tetapi kertasnya sudah berwarna cokelat. Naskah ini tercatat dalam  Katalogus Koleksi Naskah Melayu Museum Pusat Jakarta , 1972:215,  Yaarboek , 1933:247, dan  Notulen Maret , 1924. Naskah ini dibukukan kembali dengan judul  Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan  dan diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayan pada tahun 1996. Pengalihaksaraannya dilakukan oleh Dra. Putri Minerva Mutiara, sedangkan penyuntingannya oleh Drs. S. Amran Tasai, M.Hum. Beriku...

Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan IV Koto - Bagian VI

  Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan Ampek Koto - Bagian VI Asal-Usul Raja dan Rakyat Luhak Rokan Ampek Koto  merupakan naskah tunggal ( codex unicus ) koleksi Museum Nasional yang bernomor kode MI.441, berukuran 22 x 18,5 cm dan terdiri atas 19-28 baris setiap halaman. Naskah terdiri dari 85 halaman dan ditulis dengan tinta hitam dengan menggunakan kertas bergaris. Huruf yang dipakai adalah huruf Latin berbahasa Melayu dengan ejaan Melayu Lama. Tulisannya masih baik dan terbaca tetapi kertasnya sudah berwarna cokelat. Naskah ini tercatat dalam  Katalogus Koleksi Naskah Melayu Museum Pusat Jakarta , 1972:215,  Yaarboek , 1933:247, dan  Notulen Maret , 1924. Naskah ini dibukukan kembali dengan judul  Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan  dan diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayan pada tahun 1996. Pengalihaksaraannya dilakukan oleh Dra. Putri Minerva Mutiara, sedangkan penyuntingannya oleh Drs. S. Amran Tasai, M.Hum. Berikut ini ialah isi kitabnya ...

Surat Terbuka untuk uda ADE ARMANDO

Foto Ilustrasi: CNN Indonesia  Disalin dari kiriman FB Armen Cotto ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Teruntuk : Uda ADE Salam sejahtera Sebelumnya kami minta maaf kalau kami baru berkirim surat ke Uda, karena menurut kami hari ini situasi sudah mulai kondusif. Sudah 4 hari pasca Uda Kanai tumbuk beramai-ramai, belum ada tanda tanda serawa Uda bersua, kami dari kampung selalu menyimak situasi terkini. Maaf Uda Edo, kami tidak bisa mencalik Uda dirumah sakit. Kini pitih sarik Bana, apa lagi sawah kita satu satunya itu sudah tergadai sewaktu Uda merantau. Tidak ada lagi harta pusaka yang tersisa. Tapi sungguh pun seperti itu kami dari kampung selalu memantau keadaan Uda. Apalagi Ketika video Uda [kena tumbuk] beredar di sosmed. Uda menjadi bulan bulanan oleh massa, yakni kena Guguah, Kena Simbat, Kena Lapir, kena Tumbuk, kena simpang, dianju, serta berlambin Pula dijalan, itu karena bibir cilalat Uda juga yang salah, asa berkeleperan saja. Untung saja tidak geger otak, hanya lebam dan be...

Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan Ampek Koto - Bagian V

  Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan Ampek Koto - Bagian V Asal-Usul Raja dan Rakyat Luhak Rokan Ampek Koto  merupakan naskah tunggal ( codex unicus ) koleksi Museum Nasional yang bernomor kode MI.441, berukuran 22 x 18,5 cm dan terdiri atas 19-28 baris setiap halaman. Naskah terdiri dari 85 halaman dan ditulis dengan tinta hitam dengan menggunakan kertas bergaris. Huruf yang dipakai adalah huruf Latin berbahasa Melayu dengan ejaan Melayu Lama. Tulisannya masih baik dan terbaca tetapi kertasnya sudah berwarna cokelat. Naskah ini tercatat dalam  Katalogus Koleksi Naskah Melayu Museum Pusat Jakarta , 1972:215,  Yaarboek , 1933:247, dan  Notulen Maret , 1924. Naskah ini dibukukan kembali dengan judul  Asal-Usul Raja dan Rakyat Rokan  dan diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayan pada tahun 1996. Pengalihaksaraannya dilakukan oleh Dra. Putri Minerva Mutiara, sedangkan penyuntingannya oleh Drs. S. Amran Tasai, M.Hum. Berikut ini ialah isi kitabnya (...