Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Panglima Awang

Sumber Gambar: https://www.facebook.com PANGLIMA AWANG (MANUSIA PERTAMA BERDARAH MINANG YANG MENGELILINGI DUNIA MELALUI LAUT PADA TAHUN 1521) Menurut laporan yang ditulis oleh Antonio Pigafetta , yang mencatat perjalanan Ferdinand Magellan . Panglima Awang sebenarnya berasal dari Sumatera (orang Minangkabau) dan ini dicatat dalam tambo Minangkabau meskipun tidak disebut sebagai Panglima Awang. Menurut temuan baru-baru ini Panglima Awang , bukannya hanya sebuah misteri belaka. Setelah Magellan terbunuh di Mactan Sibu Philippines , ia berlayar melalui kapal dagang Brunei dan bukan kembali ke Spanyol, karena kapten yang mengambil ahli posisi dari Magellan sangat benci kepada Panglima Awang, karena beliau menjadi orang kepercayaan oleh Magellan semasa hidupnya.

KETERANGAN RESMI TENTANG BLT NAGARI PASIA LAWEH

Sumber Gambar: https://www.facebook.com Oleh: Zul Arfin Ingin tahu hal ikhwal [Bantuan Langsung Tunai] BLT dan Bantuan Covid -19 di Nagari Pasia Laweh ? Kami siap jelaskan. Jika masyarakat datang ke langsung ke kantor, bukan di medsos [Media Sosial] atau tempat lain yg tidak bisa dipertanggung jawabannya, bisa menimbulkan fitnah dapat merusak keutuhan nagari. Kami ulangi siapakah yang bertanggungjawab dengan Data BLT, secara peraturan perundang-undangan? untuk Nagari Pasia Laweh adalah WALINAGARI PASIA LAWEH. Jika anda tergolong dibawah ini belum dapat diberikan BLT. 1. Aparatur Sipil Negara ( ASN). 2. Anggota TNI -Polri 3. Pensiunan TNI-Polri, Sipil dan penerima Pensiunan Janda. 4. Penerima PKH Aktif data 2016 dan 2018. 5. Penerima Aktif Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yaitu beras telur setiap bulan di BRILink. 6. Tenaga Honor Teregistrasi Pemerintah, seperti : a. Pegawai kantor camat b. Pegawai puskesmas . c. Guru SD, SMP, SMA. d. Op...

Sejarah Kota Padang (6): Surat Kabar Sumatra Courant di Padang; Orang Mandailing dan Angkola Ikut Berlangganan

Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com ___________________________________________________  Jacobus Anthonie Meessen pada tahun 1867 dan 1870 telah memberi kontribusi besar untuk pengetahuan tentang Kota Padang melalui kegiatan fotografi. Kegiatan serupa juga telah dilakukan perusahaan Woodbury en Page (Walter B. Woodbury dan James Page). Edisi terakhir Sumatra Courant (1900) Tentang Kota Padang sebelumnya hanya bersumber dari surat kabar-surat kabar yang terbit di Belanda, seperti di Amsterdam, Haarlem, Rotterdam dan Leyden. Namun intensitas berita tentang Kota Padang hanya terbatas dan muncul tidak menentu. Surat kabar-surat kabar yang terbit di Hindia Belanda semakin intens mengenai situasi dan kondisi local termasuk di Kota Padang. Surat kabar di Hindia Belanda tersebut antara lain Het Bataviaasch Advertentieblad dan De Java Bode di Batavia; De Locomotief di Semarang dan Het Soerabaijasch Handelsblad di Surabaya. Kota Padang terus tumbuh dan...

Sejarah Kota Padang (5): Lukisan, Sketsa, Peta, Foto Kota Padang Tempo Doeloe; Mesin Waktu Kembali ke Masa Lampau

Catatan oleh Agam van Minangkabau Kita patut apresiasi sumber-sumber yang digunakan dalam tulisan ini. Sangat tidak mudah untuk mendapatkan, lebih payah lagi membacanya, dan kemudian membutuhkan banyak referensi untuk menginterpretasikannya. Kita dapat mengetahui perkembangan nama-nama tempat yang beberapa diantaranya pada masa kini telah berubah. Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com ___________________________________________________  Banyak sumber data untuk mengolah dan merekonstruksi sejarah kota-kota, termasuk sejarah Kota Padang. Yang paling umum digunakan adalah buku. Informasi dari buku menjadi terbatas karena data dan informasi telah mengalami reduksi (oleh penulisnya). [1] Untuk mengatasi masalah tersebut surat kabar, majalah dan publikasi statistik sangat berguna. Secara khusus, data dan informasi yang bersumber dari surat kabar sangat jarang digunakan penulis-penulis Indonesia masa kini, padahal data surat kabar bagaikan data ‘real time’ yang...

HARI MAKMEUGANG DLM UNDANG-UNDANG KERAJAAN ACEH

Ilustrasi gambar: https://www.liputan6.com Dalam Qanun Meukuta Alam, Qanun Undang-Undang negara Kerajaan Aceh Darussalam . Dalam Qanun Meukuta Alam itu disebutkan, sebulan sebalum datangnya Hari M akmeugang , dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Sulthan Aceh memerintahkan semua Uleebalang di Aceh untuk mendata seluruh fakir miskin, anak yatim, orang sakit (lumpuh), orang buta, dan orang tua (lansia) yang tak lagi mampu mencari nafkah. Semua data fakir miskin anak yatim, orang lumpuh dan orang buta harus sudah diterima oleh Sultan satu bulan sebelum Hari Makmeugang, baik hari Makmeugang menyambut puasa, maupun hari makmeugang Hari Raya Idul Fitri dan Hari Makmeugang Hari Raya Idul Adha.

Menangkal Penyelewengan Sejarah oleh Kaum Sekuler

Harimau nan Salapan dari Agam Tuo, Kian Dikaburkan redaksi bakaba Minggu 10 September 2017 23:24    Taktik Tuanku nan Renceh membuat Tuanku nan Tuo tidak bisa menghambat gerakan Harimau nan Salapan. Sebab, Tuanku Mansiangan nan Mudo adalah kemenakan dari Tuanku Mansiangan nan Tuo, yang adalah guru Tuanku nan Tuo, Tiger Illustration bakaba.co, – ‘ Harimau nan Salapan ‘, delapan orang ulama penting dari Agam Tuo di zaman pergerakan Perang Tuak dan ‘pemurnian Islam di Minangkabau’ dan perlawanan terhadap kolonial Belanda, semakin dikaburkan. [1] Salah satunya terbaca dalam tulisan/buku ‘Minangkabau Dalam Catatan Sejarah yang Tercecer’ yang ditulis Ampera Salim, Zulkifli (Citra Budaya, 2005).

SUKU PESISIR (PASISI), BATAK YANG BERBAHASA MELAYU MINANG

Ilustrasi Gambar: https://www.romadecade.org Sejarah Suku Pesisir ini berawal dari percampuran antara suku Batak Toba , Batak Mandailing , dan Batak Angkola yang sejak ratusan tahun lalu menetap di daerah Sibolga dan Tapanuli Tengah . Dalam perkembangannya, percampuran ketiga Suku Batak tersebut juga mengalami pembauran lagi dengan para imigran Minangkabau dan Melayu yang berasal dari Pesisir Timur Sumatra. Dari interaksi dan percampuran kelima suku tersebut, lahirl ah sekarang suku yang dikenal sebagai suku Pesisir. Pada awalnya, mereka berbicara dalam Bahasa Batak. Akan tetapi, setelah berabad-abad “bercampur” dengan Budaya Minang dan Melayu, bahasa merekapun berangsur-angsur berubah, dan kemudian disebut sebagai Bahasa Pesisir, seperti yang hari ini digunakan dalam komunikasi sehari-hari mereka.

Tak ada yang Sempurna

Ilustrasi Gambar: https://www.vectorstock.com Ustadz, istri dan anakmu kok begitu? Mungkin saja kita mendapat seorang ustadz sunnah yang alim dan dikenal teguh menjalankan sunnah, tapi istrinya atau anaknya ada musykilah . Misal, istrinya jilbabnya tidak syar'i, istrinya kerja di bank, istrinya suka foto-foto selfie, anaknya badung [nakal], anaknya suka ngomong jorok [bicara kotor] dan kasar, dll. Kita perlu sadari bahwa ustadz itu manusia biasa, tidak bisa memberikan hidayah taufik kepada manusia. Bahkan Nabi Nuh saja tidak bisa memastikan hidayah didapat oleh anak dan istrinya, Nabi Ibrahim tidak bisa memastikan hidayah didapat oleh ayahnya, Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam tidak bisa memastikan hidayah didapat oleh pamannya yang membelanya. Maka kita ber-husnuzhan mungkin sang Ustadz sudah berusaha membimbing namun belum sampai hidayah Allah pada keluarganya. Muhammad bin Manazil berkata: الْمُؤْمِنُ يَطْلُبُ مَعَاذِيرَ إِخْوَانِهِ ، وَالْمُنَافِقُ يَطْلُبُ عَث...

MAKLUMAT DAN TAUSHIYYAH Nomor: 006/MUI-SB/IV/2020

Disalin dari kiriman facebook Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa Diterbitkan pada 21 April 2020 Setiap ulama sebelum mengeluarkan suatu keputusan hukum syari'at, akan berusaha semaksimal mungkin mengkaji berbagai dalil. Dalil-dalil juz'iy dalam bentuk nushush (teks-teks wahyu) yang terkait, harus dihimpun dan dipadukan dengan dalil-dalil kulliy dalam bentuk maqashid. Kondisi aktual dengan tashawwur (deskripsi) yang utuh harus menjadi pertimbangan dalam menempatkan nazilah pada waqi' yang benar. Langkah-langkan di atas adalah sebagian proses yang harus ditempuh oleh ulama dalam merumuskan maklumat dan taushiyyah yang kami lahirkan. Akhirnya, menghadapai berbagai celaan dan fitnah yang dialamatkan kepada personal dan lembaga keulamaan, kami hanya bisa mengatakan seperti apa yang dikatakan Nabi Syu'aib as kepada umatnya : ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْه...

MAKLUMAT DAN TAUSHIYYAH Nomor: 006/MUI-SB/IV/2020

Disalin dari kiriman facebook Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa Diterbitkan pada 21 April 2020   Setiap ulama sebelum mengeluarkan suatu keputusan hukum syari'at, akan berusaha semaksimal mungkin mengkaji berbagai dalil. Dalil-dalil juz'iy dalam bentuk nushush (teks-teks wahyu) yang terkait, harus dihimpun dan dipadukan dengan dalil-dalil kulliy dalam bentuk maqashid. Kondisi aktual dengan tashawwur (deskripsi) yang utuh harus menjadi pertimbangan dalam menempatkan nazilah pada waqi' yang benar. Langkah-langkan di atas adalah sebagian proses yang harus ditempuh oleh ulama dalam merumuskan maklumat dan taushiyyah yang kami lahirkan.

Rohana Koedoes [3]

Sumber Gambar: https://nasional.okezone.com Kartini atau Rohana Ditulis oleh Asmanidar, Pemerhati sosial dan Perempuan Besok, kita akan memperingati hari Kartini. Hari tersebut merupakan tanggal lahir perempuan pada 21 April 1879, yang selama ini dijadikan sebagai titik tolak untuk inspirasi dan kekuatan moral bagi kaum perempuan di Indonesia. Lahirnya Raden Ajeng Kartini yang dijadikan sebagai srikandi Indonesia yang begitu dipuja. Sungguh luarbiasa, seorang Kartini melalui kumpulan surat-menyuratnya “Habis Gelap Terbitlah Terang” menjadi inspirasi dan ilham bagi jutaan perempuan Indonesia untuk dapat sejajar dengan kaum pria.  Namun dalam tulisan ini, saya ingin sedikit memberikan penyadaran bahwa kita harus mengakui sebuah pepatah, “ Tungau di seberang lautan nampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak ”. [1] Begitu mengagungkan Kartini, kita seakan lupa akan sebuah mutiara Ranah Minang sendiri. Dia Rohana Kudus, seorang srikandi Ranah Minang yang di ...

Alam Melayu\Perihal Melayu

 Klik pada judul untuk menuju tulisan: Apa itu Melayu Istilah Melayu dalam Kronologi Sejarah Bahasa Melayu Kuno Arti Sebenar Melayu Wajah Tanah Melayu Tahun 1786 Benteng Laut Melayu di Selat Karimata Melayu Katolik Sumatera Dapunta Hyang Śrī Jayanāśa Warmadewa (682M-702M) Kampar: Antara Melayu & Minangkabau Pertumbuhan Menjadi Bahasa Resmi Surat Raja Melayu kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz Tradisi Menulis Bangsa Melayu

Rohana Koedoes [2]

Sumber Gambar: https://padangkita.com Wartawan Perempuan Pertama itu Diusulkan Jadi Pahlawan oleh : Maryulismax TAK banyak yang tahu siapa gerangan Rohana Kuddus. Menyebut namanya, di tingkat lokal (Sumbar-red), orang hanya tahu nama itu melekat sebagai nama jalan, nama gedung, nama usaha kripik balado di Kota Padang, dan sebagainya. Soal kiprahnya? Hanya segelintir yang tahu, itupun mungkin tidak persis detilnya. Ternyata, wanita penyandang nama Rohana Kuddus ini, betul-betul amazing (luar biasa) untuk eranya -dan juga mungkin untuk era sekarang-, bila melihat kiprah hidupnya. Lahir di Koto Gadang, Bukittinggi pada 20 Desember 1884, Rohana ternyata memang -meminjam istilah zaman sekarang- perempuan multidimensi. Kok? Anak sulung pasangan Moehammad Rasjad Maharadja Soetan dan Kiam ini, ternyata bukan hanya tercatat sebagai wartawan perempuan pertama Indonesia saja dengan mendirikan surat kabar Soenting Melajoe. Menjadi Pemred (pemimpin reda...

Rohana Koedoes[1]

Sumber Gambar: https://tirto.id Rohana Kuddus lahir di Koto Gadang, Bukit Tinggi pada tanggal 20 Desember 1884 dan meninggal dunia pada tanggal 17 Agustus 1972. Rohana Kuddus adalah anak pertama pasangan Moehammad Rasjad Maharadja Soetan dan Kiam. Rohana Kuddus adalah kakak tiri dari Sutan Syahrir. Perjuangan Rohana Kuddus dalam memajukan kaum wanita sangatlah nyata, tidak seperti wanita lain yang hanya berani bicara dan menulis tentang persamaan hak wanita dan perluasan kesempatan bagi kaum wanita tetapi menyerah dan menjadi korban (kalau tidak bisa dibilang pelestari) tradisi dan adat yang ditentangnya itu. Rohana Kuddus harus pergi dari kampung halamannya ke Medan untuk meneruskan perjuangannya bagi kaum wanita karena banyaknya ketidak setujuan orang sekampungnya akan tujuan perjuangannya. Selama mengungsi ke Lubuk Pakam dan Medan, Rohana Kuddus aktif mengajar dan menjadi pemimpin redaksi surat kabar Perempuan Bergerak. Tiga tahun kemudian, Rohana Kuddus pinda...

CORONA MEMANG KAMPRET DAN SEMUA YANG MEMANFAATKANNYA

Ilustrasi Gambar: https://inet.detik.com Saya faham saat ini pemerintah menangani Covid 19 dengan sangat “ringan”. Bukan tidak serius, karena ada pemahaman di kepala pejabat pemerintahan di pusat bahwa corona tidak mematikan. Maka keputusannya begini secara nasional. Ok, kita lihat saja apa yang akan terjadi. Mudah mudahan benar memang tidak mematikan. Lalu ada yang nanya, “keputusan begini” itu apa? Yaitu masyarakat di sarankan melakukan self isolation dengan kampanye namanya Stay At Home. Diawalnya, ditaati, namun 2 minggu kemudian, kok santai santai semua, masih banyak berliaran, masih banyak yang tertular, masih naik terus data setiap harinya, dan KAMI LAPAR PAK!!! Kok jadi ngak jelas gini semuanya? sampai kapan pak kami "ndekem"? LAPAR PAK !!!