Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Nazir Dt.Pamuncak & Pergerakan Kebangsaan

Foto: ANRI Langgam.id  – Para siswa sekolah menengah hari itu dikumpulkan di Padang. Nazir Datuk Pamoentjak , aktivis Jong Sumatranen Bond yang didirikan pada 9 Desember 1917 di Batavia, datang ke Padang untuk berbicara di depan para anak muda tersebut. Mohammad Hatta yang kelak jadi proklamator dan wakil presiden pertama Republik Indonesia, ada di antara anak muda itu. Itulah pertemuan pertama Hatta dan Nazir, sebelum kelak mereka bersama-sama aktivis pergerakan kemerdekaan di Belanda. Abdullah Rivai dalam Buku ‘Student Indonesia di Eropa’ (2000) menulis, Mohammad Nazir Datuk Pamoentjak lahir di Salayo, Solok, pada 10 April 1897, atau tepat 122 tahun yang lalu dari hari ini, Rabu (10/4/2019). Mr. Mohammad Nazir Datuk Pamoentjak, namanya kemudian sering ditulis: Nazir Pamontjak, lebih tua lima tahun dari Bung Hatta yang lahir pada 1902. Ia juga lebih dahulu masuk ke dunia pergerakan kemerdekaan. Ia adalah mentor Hatta saat muda. Januari 1918, saat Nazir berceramah sebagai aktivis J...

Naning Nagari Tuo

  𝐒𝐄𝐉𝐀𝐑𝐀𝐇 𝐊𝐄𝐃𝐀𝐓𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐎𝐑𝐀𝐍𝐆 𝐌𝐈𝐍𝐀𝐍𝐆 𝐃𝐈 𝐍𝐀𝐍𝐈𝐍𝐆 𝐏𝐀𝐑𝐓 𝟏 Sejarah pembukaan kawasan di wilayah Naning mempunyai pelbagai versi daripada penduduk tempatan tetapi asas naratif yang dipertuturkan tidak jauh beza antara satu dengan lain. Setiap pihak mempunyai versi cerita yang sama di antara satu sama lain, kemungkinan pendekatan dalam jalan penceritaan itu agak berbeza (Mohd Shukry 2011:17). Asas kepada penceritaan masyarakat Naning adalah teromba yang berbunyi; Bertuan ke Minangkabau, Bertali ke Siak, Beraja di Johor, Berpengkalan ke Melaka, Beremak ke Naning, Berulur jumbai ke Tanah Jelebu. (Zainal 1982:45; Musa 1982:161)

Akar Tunggang Yang Terancam

  SKB 3 menteri jangan dilupakan ! "Dalam air keruh banyak yang menangguk, sehingga tercabutlah pohon sampai ke urat tunggangnya". "Akar Tunggang Yang Terancam" Dalam surat al-Nur ayat 31, Allah swt memerintahkan untuk memakai kerudung hingga menutupi dada dengan kalimat yang sangat jelas : وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ "..Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedada mereka.." dan melarang memperlihatkan aurat dengan ungkapan yang sangat terang: ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ "..dan janganlah menampakkan perhiasan mereka..."

"Tidak Semua Bisa Dikatakan Sudut Pandang"

Tak perlu bangga bila kita bisa menghimpun berbagai pandangan tanpa bisa mengetahui mana yang benar dan yang salah, mana yang akan dipakai dan mana yang akan ditinggalkan ! Berhati-hatilah dengan menempatkan perintah dan larangan syari'at hanya dalam kalimat "salah satu sudut pandang" karena itu bisa menjadi gugatan akan kebenarannya. Karena tidak semua yang disampaikan ulama tentang halal dan haram itu, mesti melalui proses ijtihad tapi ada yang menjadi suatu "kemestian" yang bisa difahami dengan nalar sederhana selagi masih waras. Disalin dari Kiriman FB Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa

Ghazwul Fikri

"Membiarkan Racun Pemikiran Disebarkan, Saudara-saudara Bertanggung Jawab Kelak di Hadapan Allah swt" Bila menutup aurat dengan memakai khimar (kerudung), dan memakai jilbab (baju menutup tubuh wanita dari kepala sampai ke kaki) hanya difahami sebagai tradisi dan pembeda antara wanita merdeka dan budak, maka kesimpulannya sudah terbaca yaitu: Karena budak sudah tidak ada lagi maka tak perlu lagi pakaian yang membedakan antara wanita merdeka dan budak. Jadi, menurut orang-orang ini "kerudung atau jilbab dalam istilah kita, tidak diperlukan lagi dan tak perlu dijadikan ia sebagai ukuran kesalehan seorang wanita". Walaupun saya ingin mengingatkan lagi tentang kejujuran dalam melihat suatu pandangan yaitu tentang "ukuran kesalehan". Sebenarnya itu kalimat yang tak tepat. Ulama tidak mengatakan ukuran kesalehan tapi "salah satu ukuran kesalehan". Dua pernyatan yang jauh berbeda bagi orang yang berakal !!! Baik, mari kita lanjutkan ! Kalau mereka ini m...

"Bercermin Diri"

  Disalin dari kiriman FB Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa Kita lecehkan orang, kemudian kita katakan kepadanya, "sabar sajalah ! hina dan mulia tidak dari cacian dan sanjungan manusia melainkan dari Allah swt". Kita cap dan tantang orang dengan "tidak menggunakan akal", "taqlid", "kemana saja (selama ini)", dan lainnya, kemudian ketika dia menjawab, kita katakan kepadanya, "jangan menghujat, jangan memvonis dan jangan berlagak menjadi tuhan".

Natal yang Matrilineal

Ilustrasi Gambar: idntimes   Welcome to Natal. Negeri Pesisir di Kabupaten Mandailing Natal. Bertetangga dengan Tanah Minang, maka beberapa hari berada di Natal seperti berada di Minangkabau. Bahasanya sama, hanya dialek terdengar seperti Mandailing. Natal menganut sistem budaya matriarki. Kami datang untuk menemani Kumari Siregar dan Bim Harahap mengikuti acara adat pernikahan mereka secara budaya Natal, daerah asal Bim. Perjalanan dari Medan berjarak 577 km, memakan waktu lebih kurang 16 jam, menaiki gunung, melewati lembah untuk sampai ke daerah pantai. Jalannya, cukup aduhai hingga Gustina Hasan ampon-ampon. Acara adat untuk pernikahan di Natal bisa memakan waktu seminggu. Prosesinya cukup panjang. Dimulai dari bermufakat, menjamu makan orang tua, dan prosesi pernikahan. Ada kegiatan di tempat laki-laki, juga di rumah perempuan.

JEJAK ISLAM DI RURA SILINDUNG.

  JEJAK ISLAM DI RURA SILINDUNG. Gambar Ilustrasi: riyanthi sianturi Disalin dari kiriman FB David di FBG Warisan Nusantara Official Dibawa oleh Marga Siopat Pisoran Tahun 1775. Tokoh Yang Pertama Kali Memeluk Islam Di Silindung Adalah Tuan Syekh Muhammad Qadri Hutagalung. Beliau Adalah Seorang Pedagang Yang Sering Melanglang Buana Ke Berbagai Tempat Untuk Berdagang, Mulai Dari Deli, Barus, Hingga Tanah Minang Ketika tahun 1775, beliau berislam di Barus bersama istrinya Br Hutapea. Setelah berislam beliau kembali ke Tarutung dan menyebarkan Syiar Islam disana. Beliau dikenal sebagai tokoh Tariqah Naqsabandiyah . Beliau pergi berhaji di awal tahun 1800an.

Garis Waktu Wangsa Sailendra

Ilustrasi Gambar: Pinterest Sriwijaya (Wangsa Sailendra/Wangsa Malayu) Perjalanan sejarah Kemaharajaan Melayu Sriwijaya per/tahun mulai dr abad Ke 6 Masehi (650-1088) Sampai abad ke 14 M. 1.Dari awal kemunculannya di Sumatra / Suwarnadvipa 2.Kebangkitanya sebagai kerajaan maritim yang awalnya bercorak Budhist di Asia Tenggara. 3.Hingga terpecahnya imperium ini dipenghujung abad ke-14. 4. Islam ( Polytheisme To Monoteisme ) Srivijaya = Melayu 5. Srivijaya Relationship with Khalifah Muawiyyah bin Abi Sufyan and Khalifah Umar ibn Abd Azis ( 720-722 M / Abad Ke 7 M ) [Klik DISINI ] --- 1) 500 M - 650 M Dapunta Hyang (Sri Jayanasa/Jayanaga) diperkirakan mendirikan kedatuan Sriwijaya pada tahun ini. Cikal-bakalnya berada di Sumatra/Suwarnadvipa, antara kawasan Komering, Pasemah, Pagar Alam, Minanga atau Musi . 2) 669 M Sri Jayanasa menikah dengan Dewi Sobakancana, putri dari Maharaja Linggawarman, penguasa terakhir kerajaan Tarumanagara di Jawa Barat (Tatar Sunda). Tak lama kemudian, sang M...

Jurnalis Malaysia: "Bebaskan Pak Zaim Saidi"

"Pak Zaim adalah orang baik yang dipenjara secara tidak adil. Dia adalah pemimpin dalam berbagi pengetahuan tentang kebebasan dan pelayanan bagi komunitasnya. Saya di sini membagikan kisahnya karena dia HARUS DIBEBASKAN! Pada tanggal 2 Februari 2021 di Depok Indonesia, Polisi tiba di rumah Pak Zaim dan menangkapnya. Alasan penangkapannya tidak begitu jelas, tapi ada kaitannya dengan Pasar Muamalah yang dia selenggarakan. Selama 10 tahun terakhir, ia telah mendirikan lebih dari 25 pasar di seluruh Indonesia di mana orang dapat berdagang mengikuti praktik yang sama dengan pasar pada masa Rasul (saw). Perdagangan halal sepenuhnya bebas dari korupsi. Bebas riba!

Pesan Nyiak Rais Yatim

Portal Parlimen Malaysia Disalin dari kiriman FB Tun Rais Yatim PADA hari ini jarang sekali kita menghayati Bahasa Melayu, kedudukan budaya dan warisan kita. Sedangkan Per.160 Perlembagaan Tanah Air mengutamakan soal siapa Bangsa Melayu itu dari sudut bahasa, Islam dan budaya (adat). Dalam alam pendidikan hal kaitan Budi dalam pengertian budaya tinggi tidak dipedulikan. Bahasa kita dah cacamerba macam sekerat belut sekerat ular . Mat Remoit dan penagih dadah orang kita yg juara. Tenaga intelek kita semacam pupus tapi bilangan profesor bertambah lipat ganda. Beratus thesis Ph.D siap tiap tahun. Banyak mana yang diterjemahkan kepad inovasi bangsa? Hebat cerdik pandai kita masing-masing kini hingga sanggup kata tanah air tak pernah dijajah orang. Tolonglah melangkah biar setapak demi setapak, tinggi biar seranting demi seranting.

Keris Minang

Ilustrasi Gambar: nashbary gallery Disalin dari kiriman FB Irwan Effendi di FBG Ranah Minang Maso Saisuak & Maso Kini Karih bahulu sibintang timua Bacalak salimpo alam Padang panghulu lah tamusahua Jauah jo dakek inyo lah paham Basinganga sabalun paneh Kileknyo mangalimantang Bagi pangulu sagalo kameh Apopun urusan pantang manupang Karih bapantang diantak an Karih mancamuak sendirinyo Sapandai pandai urang mailakkan Dibaliak pulau kanai juo

Diplomasi Ala The Great Oldman

Ilustrasi Foto: blog ayrooms Disalin dari kiriman FB Rabbani Bekam   MASYHUDUL HAQ Dalam Konferensi Meja Bundar, dalam suasana rehat. Semua orang terganggu. Karena ruagan penus asap. Asap itu beraroma rempah rempah terbakar. Mata orang tertuju kepada gaek berjanggut yang berdiri di pojok ruangan sedang merokok. Rokok blotot yang merupakan campuran tembakau, cengkeh, lada. Delegasi Amerika Serikat datang mendekati pria gaek itu yang tampak tidak terganggu tatkala dipandangi. Kemudian beberapa orang dari Belanda, Australis, Swedia ikut nimbrung. Liat pria gaek itu merokok di ruang para diplomat. “ Apakah tuan tidak punya rasa hormat? “ Kata delegasi Belanda. Pria gaek itu hanya tersenyum dan dia hembuskan asap rokok itu ke udara menyerupai hurup O. “ Apa maksud tuan dengan rasa hormat ?" Katanya. “ Asapnya, aromanya. Itu menyengat, Mengganggu kami semua.” “ Tahukah tuan. Aroma itu berasal dari tembakau Deli, Cengkeh dari Sulawesi, Lada dari Lampung. Ketiga komoditas itulah yang me...

Tarikh/2. Tarikh Minangkabau/5.Budaya\Keris Minangkabau

  Ilustrasi Gambar: visual heritage Klik pada judul untuk menuju tulisan: Keris Minang Keris Pusaka Minangkabau: Suatu Kajian Fungsi, Unsur Visual & Makna Kosmologi Minangkabau dan Keris Pusaka Minangkabau Permasalahan Keris Visualisasi Keris Tipologi Keris Minangkabau Tipologi Keris Minangkabau & Fungsinya Lima Keris yang Melegenda di Indonesia  

Minangkabau Selayang Pandang

Ilustrasi gambar: wikwand Disalin dari kiriman FB Muhammad Hatta Ertugul di Grup Salingka Alam Minangkabau Suku [1] Minangkabau atau Minang adalah kelompok etnik [2] Nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau. Wilayah penganut kebudayaannya meliputi Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, bagian selatan Sumatera Utara, barat daya Aceh, dan juga Negeri Sembilan di Malaysia. Dalam percakapan awam, orang Minang seringkali disamakan sebagai orang Padang, merujuk kepada nama ibukota propinsi Sumatera Barat yaitu kota Padang. Adat istiadat Minang sangat khas, yang dicirikan dengan sistem kekeluargaan melalui jalur perempuan atau matrilineal, walaupun budayanya juga sangat kuat diwarnai ajaran agama Islam. Saat ini masyarakat Minang merupakan masyarakat penganut matrilineal terbesar di dunia. Selain itu, etnik ini juga telah menerapkan sistem proto-demokrasi sejak masa pra-Hindu [3] dengan adanya kerapatan adat untuk menentukan hal-ha...

Perihal Raja Brunei

Surat kabar resmi Kerajaan Brunei yang bernama "Pelita Brunei", tanggal 4 Maret 1964. Dalam tulisan yang berjudul "Asal Usul Kita dengan Kebudayaan Tersendiri", dikatakan bahwa raja pertama Brunei, Awang Alak Betatar berasal dari Minangkabau. Surat Kabar Resmi Kerajaan Brunei tersebut juga menyebutkan bahwa Awang Alak Betatar berasal dari Minangkabau dalam tulisan berjudul "Asal Usul Raja Brunei", tanggal 12 Februari 1972.

Perihal Orang Raub di Pahang

Picture: wikwand SEJARAH ORANG RAUB, ASAL ISTANA PAGARUYONG, SUMATERA (ada yg menetap diPahang, Selangor dan Perak) SEJARAH EMAS DIRAUB Bingkisan Sejarah Raub Bilakah nama " RAUB " mula muncul ? Kawasan yang bernama " Raub " di Pahang adalah salah satu daripada tempat di Pahang yang kaya dengan bijih timah dan bijih emas sejak zaman dahulu lagi. Daerah Raub dahulunya tidak terdiri sendiri tetapi adalah sebahagian jajahan Lipis atau Hulu Pahang yang luas dan subur. Berdasarkan cerita orang tua-tua dahulu asal-usul nama daerah istimewa ini berpunca daripada perbuatan orang Melayu yang "meraub" atau mengaut emas dari tebing sungai dengan begitu mudah sekali dengan hanya menggunakan tangan kosong kerana banyaknya kandungan emas yang terbenam di bumi Raub. Ketika itu salah satu tapak yang mengandungi banyak sekali emas ialah di kawasan Padang di kaki bukit Rumah Rehat Raub yang dahulunya kawasan berair dan menjadi laluan angkatan bergajah para peniaga dari Hul...

ASAL USUL NAMA SERI MENANTI, BANDAR DIRAJA NEGERI SEMBILAN

Gambar: reseachgate   Disalin dari kiriman Aal Piliang pada grup Pembela Adat & Syarak Alam Minangkabau Di daerah Kuala Pilah terletak bandar diraja Negeri Sembilan, Seri Menanti , jaraknya dari bandar Seremban kira-kira 30 kilometer. Seri Menanti pada masa dahulu termasuk di dalam Luak Johol. Menurut cerita, Seri Menanti asalnya nama sebatang sungai. Hulu sungai tersebut terletak di gunung yang memisahkan daerah Rembau daripada daerah Kuala Pilah. Kawasan berhampiran sungai itu telah didatangi satu rombongan dari Minangkabau. Rombongan itu diketuai oleh Datuk Putih daripada Suku Seri Lemak. Mereka datang ke Tanah Melayu untuk mencari penghidupan baru. Datuk Putih adalah seorang bomoh besar yang juga pawang negeri di Sungai Layang. Setelah melalui beberapa perkampungan, akhirnya Datuk Putih menemui tempat yang dirasakan amat sesuai untuk mendirikan sebuah perkampungan. Ahli-ahli rombongannya bersetuju dengan cadangannya itu. Mereka bermuafakat membuka kawasan baru itu untuk ber...