Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

USTADZ JENDERAL BESAR SOEDIRMAN

Foto: 99.co Ustadz Shaleh dari karang Nongko | Negara ini Merdeka karena Jihad Fi Sabilillah Ada sebuah kenyataan dibalik seorang Panglima Besar Pertama, Jendral Soedirman yang selama ini seolah ditutup-tutupi, kalau tidak mau dibilang diusahakan untuk dihilangkan. Namun, sepandai pandainya tupai melompat, suatu waktu pasti terpeleset juga. Selama ini yang kita kenal hanya JENDRAL SOEDIRMAN saja, sementara USTADZ SOEDIRMAN dilupakan, atau malah mungkin sengaja dihilangkan? Kita diajarkan di sekolah bahwa Jendral Soedirman berperang dengan TAKTIK GERILYA, tapi mengapa seruan JIHAD FI SABILILLAH JENDRAL SOEDIRMAN dihilangkan dari pelajaran sekolah? Panglima Besar Jendral Soedirman, Pejuang kemerdekaan yang mengobarkan semangat jihad, perlawanan terhadap kezaliman, membekali dirinya dengan pemahaman dan pengetahuan agama yang dalam, sebelum terjun dalam dunia militer untuk seterusnya aktif dalam aksi-aksi perlawanan dalam mempertahankan kemerdekaan negeri. Mengawali karir militernya seba...

Syeikhul Islam Perak Syeikh Muhammad Saleh al-Minankabawi ( 1848 - 1933 )

Foto: wikipedia Syeikh Muhammad Saleh Bin Abdullah @ Muhammad Thaiyib dilahirkan pada tahun 1848 di Kampung Tungkar, Luak Tanah Datar, Minangkabau, Sumatera, Indonesia. Syeikh Muhammad Saleh berangkat ke Mekah pada umur 6 tahun dan memperoleh pendidikan agama dari bapanya, Syeikh Muhammad Thaiyib (atau Syeikh Abdullah), yang merupakan seorang Syeikh Haji di Mekah. Beliau juga berkesempatan belajar dengan ulama'-ulama' besar Mekah yang terkenal, iaitu : 1. Syeikh Muhammad Thaiyib @ Syeikh Abdullah - Ayahnya 2. Syeikh Saiyid Ahmad Bin Zaini Dahlan 3. Syeikh Abu Bakar Syatha 4. Syeikh Muhammad Bin Sulaiman Hasbullah al-Makki 5. Syeikh Abdul Hamid asy-Syarwani 6. Syeikh Saiyid Umar Ba Junaid 7. Syeikh Saiyid Muhammad Said Babshail 8. Syeikh Saiyid Abdullah Zawawi 9. Syeikh Wan Ahmad al-Fathani 10. Syeikh Muhammad Nur al-Fathani 11. Syeikh Muhammad Jamil al-Minankabawi

AFAMOSA HASIL RUNTUHAN BATU ISTANA DAN MASJID?

Gambar: The Star Ketika ini, kerap berlegar mengenai isu pembinaan kota A'Famosa berasal daripada runtuhan masjid, makam dan istana Melaka. Maka, saya suka menjelaskan beberapa hal dan fakta: 1. Menurut, Munsyi Abdullah (1849),Tembok kota Melaka yg dibina daripada batu telah dihancurkan British sekitar tahun 1820an. Ia dihancurkan kerana British risau kekebalan tembok itu jika dikuasai musuh kelak. 2. Sebahagian pakar sejarah memberikan pandangan bahawa kewujudan tembok kota Melaka sebenarnya dibina pada zaman kesultanan Melaka lagi. Pihak portugis hanya membina gerbang yg baharu dan gereja di atas bukit. 3. Hal ini terbukti, terdapat kesan2 takik di jata yg berada di depan dan belakang gerbang mempunyai ukiran seakan-akan keris yg disilang tarakol (sejenis pistol Melayu). Dan sangat mustahil sebuah kota yg ampuh dan kebal mampu disiapkan kurang setahun walaupun dikerah seluruh orang Melaka membinanya. Melaka ditakhluk sekitar Ogos 1511 dan serangan balas dibuat sekitar awal 1513.

Cap Tuanku Raja Keumala

Foto: Marjinal Tuanku Raja Keumala   (Tuanku Raja Musa) adalah anak dari Tuanku Hasyim Bangta Muda dan Teungku Cut Nyak Puan. Ayahnya, Tuanku Hasyim Bangta Muda adalah panglima perang Kesultanan Aceh Darussalam. Tuanku Raja Keumala lahir di Kuta Keumala, Keumala Dalam, Pedir pada 01 Ramadhan 1297 H/ 1877 Masehi, beberapa tahun setelah meletusnya Perang Aceh-Belanda, Maret 1873. Karena ia lahir di Kuta Keumala, maka beliau dilakab dengan Tuanku Raja Keumala, juga saudari perempuannya, Teungku Ratna Keumala. Beliau adalah keluarga (kerabat) Sultan, seorang yang ‘alim (Ulama), dan satrawan. Ia juga pernah menuntut ilmu agama di Makkah selama kurang lebih 4 tahun, dan pulang ke Aceh mendirikan Madrasah Al-Khairiyyah. Tuanku Raja Keumala juga melahirkan banyak karya dalam berbagai disiplin keilmuan, terutama dalam bentu nazam atau syair. Beberapa naskah asli tulisan tangan beliau saat ini dapat ditemukan dalam koleksi Museum Aceh, Pedir Museum dan koleksi al-marhum Teungku M. Yunus Jami...

Pantun Buya Hamka

Foto: Republika   Marilah Kita Renungkan Sejenak Pantun Buya Hamka. Kain basahan dibawa mandi, Setelah mandi dibawa pulang, Amal ibadah dibawa mati, Harta yang banyak diambil orang, Kayu ara di tepi laut, Jatuh sebiji dimakan ikan, Kalau datang malaikat maut, Ke mana nyawa (nak) disembunyikan,

Bintang Daud di Balai Adat Batang Tabik Nagari Sei Kamuyang

  Ilustrasi Gambar: sumbar today Mengejutkan, Ternyata Bintang Daud ada pada Balai Adat di Batang Tabik Nagari Sei Kamuyang [Klik DISINI ] Carito Luhak Nan Bungsu – Kemarin, saya singah pada sebuah Balai Adat Koto Baru dekat Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Bungo Satangkai yang berada di dekat pemandian Batang Tabik Nagari Sei Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, saya terkejut terlihat jelas di pintu masuk dan didalam ada lambang Bintang Daud dan dikiri-kanan pintu masuk ada sekumtum bunga , menurut orang disekitar balai tersebut bangunan ini telah ada sejak akhir abad ke-18 karena pernah melihat tulisan tahun 1800. Kalau kita mendengar atau melihat nama bintang nabi daud atau bintang david (Kristen), yang terlintas di benak kebanyakan orang saat ini mungkin adalah Yahudi atau Zionis Israel, karena Faktanya, simbol bintang tersebut saat ini memang dikenal sebagai salah satu representasi Israel yang notabene adalah negara Yahudi Israel. Simbol Bintang David yang telah ...

Hikayat Para Penjajah

Ilustrasi gamnbar: wikwand Orang ini, di tanah Belanda sana dianggap pahlawan. Dia dulu dibuatkan patung, disanjung2. Namanya adalah Jan Pieterszoon Coen, alias J.P. Coen. Kalian kenal dengan dia? Tidak kenal? Aduh, ayo baca sejarahnya. Orang ini jahat sekali. Dia menaklukkan Jayakarta (Batavia/Jakarta), dia juga yg menghabisi Kepulauan Banda. Lihat foto yg diposting ini, adalah foto patung J.P. Coen di Belanda. Tahun lalu, patung ini dijaga ketat oleh aparat, karena pendemo meminta patung tsb dirobohkan. Pendemo yg akhirnya menyadari betapa jahatnya si Coen ini. J.P. Coen ini penjahat. Tahun 1621, saat menaklukkan Kepulauan Banda, penduduk setempat dihabisi. Dia membawa 1.600 lebih serdadu, 13 kapal, lantas membumihanguskan kepulauan Banda. Tapi apa yg dia dapat atas peristiwa itu? Dia malah dipuja-puji oleh rakyat Belanda, dianggap berhasil menaklukkan musuh. Tapi dia penjahat! Tahun2 itu banyak penduduk Indonesia yg dijadikan budak. Nasib, tahun2 itu J.P. Coen malah dianggap hero. D...

Negeri Sembilan Nan Dahulu

Ilustrasi Gambar: Merah Putih Oleh kerana ada yang buat lawak bahawa Nilai sebenarnya dalam Selangor, meh sini aku nak ajar sejarah sikit. Negeri Sembilan dapat nama sebenarnya dari sembilan negeri (atau luak) yang bersekutu. Sembilan negeri tersebut adalah Jelai, Jelebu, Johol, Klang, Naning, Rembau, Segamat, Sungai Ujong dan Ulu Pahang.

SOROTAN PERISTIWA SULALATUS SALATIN DONGENGAN?

  Ilustrasi Gambar: Go West MANUSKRIP Sulalatus Salatin atau Sejarah Melayu yang diiktiraf sebagai Warisan Dunia UNESCO sudah mencecah 32 salinan di seluruh dunia, tetapi penerimaan karya agung itu di tanah air khususnya generasi muda masih mencetuskan persoalan. Penghayatan terhadap sejarah bangsa Melayu di negara ini berlandaskan Sulalatus Salatin kurang diberi penekanan dalam membentuk kefahaman terhadap bangsa. Tidak hairanlah pengetahuan generasi muda terhad kepada tokoh tertentu seperti Parameswara, Hang Tuah, Tun Ali, Sultan Mahmud dan Puteri Hang Li Po saja. Tidak mustahil ada yang menganggap sebahagian peristiwa yang disorot dalam naskhah itu tidak lebih daripada dongeng tanpa mengetahui nilai yang terkandung pada episod berkenaan. Kebimbangan itu pernah disuarakan oleh Penyelidik Utama Fakulti Sastera dan Sains Sosial (FSSS), Universiti Malaya (UM), Prof Datuk Dr Abdullah Zakaria Ghazali termasuk ketika membentangkan kertas kerjanya Kearifan Melayu Sejagat, Sepanjang Zama...

SEJARAH BAHASA MELAYU

Ilustrasi Gambar: Indonesia Online Asal usul orang-orang Melayu amat kabur kerana sejarah kuno Asia Tenggara masih belum diselidiki dengan mendalam. Bagaimanapun, istilah "Melayu" adalah sangat baru dan timbul buat pertama kali dalam tulisan Cina antara tahun 644 dan 645 Masihi. Tulisan itu menyebut orang Mo-lo-yeu, letaknya kerajaan Mo-lo-yeu: di Jambi-Sumatera Bukti konkrit yang pertama tentang bentuk dan sifat bahasa Melayu hanya terdapat sejak tahun 683, dengan terjumpanya empat buah batu bersurat: 1) DI Kedukan Bukit, Palembang, Indonesia, pada 683 Masihi 2) DI Talang Tuwo, Palembang, Indonesia, pada 684 Masihi 3) DI Kota Kapur, Pulau Bangka, Indonesia, pada 686 Masihi 4) DI Karang Brahi, Kabupaten Merangin Indonesia, di daerah hulu Jambi pada 686 Masihi. Ada yang berpendapat bahasa Melayu berasal dari Asia Tengah, ada juga yang berpendapat bahasa Melayu sudah lama wujud di Kepulauan Melayu.

PERJALANAN HARDIMEN KOTO DAN FENOMENA PUSAT - DAERAH

  Foto: Kompasiana Oleh:  Hasril Chaniago Berbagai kajian sejarah, sosial, budaya dan antropologi - oleh para sarjana dalam negeri maupun asing - telah memberikan cap terhadap orang Minangkabau sebagai suku bangsa perantau. Banyak sekali buku yang membahas tentang aspek ini, sejak berabad-abad lalu hingga masa kini. Budaya merantau didasari konsep pengembangan diri, untuk mencapai kemajuan kehidupan dengan tiga cara utama: mencari ilmu, mencari piti, dan mencari pangkat atau status sosial yang lebih tinggi. Agar berhasil di rantau, orang Minang mempunyai cara dan daya adaptasi (penyesuaian diri) yang tergambar dari falsafah hidup mereka: "Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung". Sebaliknya di kampung halaman sendiri, mereka juga sangat terbuka menerima para pendatang. Bahkan mereka memberikan tempat istimewa untuk orang-orang dari luar. Maka lahirlah di Sumatera Barat nama-nama Kampuang Jao (untuk orang Jawa), Kampuang Cino (untuk orang Cina), Kampuang Nieh (untuk pend...

BAGAIMANA PENJAJAH BELANDA MEMPERLAKUKAN TUANKU IMAM BONJOL?

Ilustrasi Gambar: Human Rights  Oleh Hasril Chaniago Tiba-tiba saja saya ingin mengetahui (lagi) bagaimana penjajah Belanda memperlakukan tokoh-tokoh Indonesia yang angkat senjata melawan penjajah Belanda. Saya baca ulang buku "Perang Paderi" karya Muhamad Radjab yang diterbitkan Balai Pustaka tahun 1964. Satu-satunya buku yang mengisahkan Perang Paderi secara lengkap dan rinci sampai hitungan tanggal, hari bahkan sampai jam kejadiannya, dan mengisahkan setiap peristiwa secara detail. Perang Paderi adalah perang melawan penjajahan terbesar dan terlama yang terjadi di Nusantara (1803-1838) di mana Belanda harus mengeluarkan biaya yang sangat besar dan mengerahkan pasukan sampai 32.000 (lebih 40 batalion).

TAK SENGAJA

Ilustrasi Gambar: Hanum Bella oleh Hasril Chaniago Seorang petani penduduk satu desa di negeri Antah Berantah, sebut saja Dun, ditangkap polisi dengan sangkaan mencuri sapi [jawi] penduduk sedesa dengannya, sebut saja namanya Din. Setelah ditahan, Dun kemudian diadili. Hakim: Benarkan Saudara Dun telah mencuri jawi Saudara Din? Dun: Tidak benar, Tuan Hakim. Hakim: Tapi ada saksi yang melihat pada subuh itu Saudara membawa sapi Saudara Din, lalu menjualnya ke pasar ternak. Dun: Kalau itu benar, Tuan Hakim.

Verifikasi Hasril Chaniago terkait Webinar DIM

Hari Minggu (11/4) malam saya diundang menjadi.salah satu nara sumber dalam Webinar ttg Daerah Istimewa Minangkabau (DIM) yang diadakan Keluarga Mahasiswa Minang (KMM) Ciputat, Jakarta. Narasumber lain adalah Bapak Dr. Mochtar Naim (penggagas DIM), H. Guspardi Gaus (anggota DPR asal Dapil Sumbar I/Komisi II), dan Arya Fernandes (anak muda awak/peneliti CSIS, dengan moderator Nirwansyah.   Presentasi, pernyataan atau pendapat saya dalam Webinar tersebut kemudian berkembang ke berbagai media sosial, dan ditanggapi beragam. Di antaranya juga menjadi diskusi di WAG "DIM-TOKOH MINANGKABAU" dan saya baru dimasukkan dalam WAG tersebut.

FARID PRAWIRANEGARA DAN KETELADANAN PEMIMPIN MASA LALU

Foto: historia.id * Cerita perintang-rintang puasa Oleh: Hasril Chaniago     Kami berasal dari keluarga Masyumi . Uwo (nenek dari pihak ibu) saya benama Ramayana, kalau bercerita tentang Mohammad Natsir dan Sjafruddin Prawiranegara , sungguh bersemangat. Tahun 1955 Uwo pernah pergi ke Bukittinggi naik kereta api dari Payakumbuh hanya untuk mendengar Pak Natsir yang dijadwalkan berpidato di Lapangan Atas Ngarai.    Tapi Uwo dan kawan-kawan beliau tak benar-benar sampai di Atas Ngarai, sampai di simpang Tembok, jelang RS Achmad Mochtar sekarang, tidak bisa lagi jalan saking ramainya. Akhirnya digelar saja tikar dan makan nasi bungkus yang dibawa di pinggir jalan. Walaupun tak sempat melihat sang pujaan, M. Natsir, tapi mereka puas sudah berusaha berpartisipasi dengan datang ke lokasi kampanye Masyumi itu.

MOVIE REVIEW: The Strategist (2007)

Picture: Negeri Malaka -Tengku Syafiq MOVIE REVIEW: The Strategist (2007) KISAH EPIK PEPERANGAN PORTUGIS DENGAN EMPAYAR GERGASI MELAKA (Malacca Empire) Mesti ramai orang Malaysia yang tidak pernah tonton filem arahan Noam Murro ini. Pengarah berbangsa yahud1 kelahiran Jerus4l3m ini popular dengan movie box officenya, 300: Rise of an Empire yang diterbitkan pada 2014. Diterbitkan pada 2007, filem ini tidak mendapat sambutan hangat di negara-negara Asia. Namun, filem ini amat menarik untuk kita belajar dan selami sejarah melayu Melaka.

Hikayat: MENTERI KANCIL SEDANG COPID

  Ilustrasi Gambar: nymag.com KANCIL SEDANG COPID oleh: Hasril Chaniago   Menurut sahibul hikayat, di Negeri Antah Berantah dalam hutan rimba - tentu saja menggunakan hukum rimba - sedang ramai dan menjadi perbincangan di "ranah maya" bahwa sang Raja Rimba sedang terjangkit "Penyakit Demam Busuk". Apa saja yang jadi bagian dari Raja Rimba semuanya dikatakan busuk, bau badan, bau nafas, dan termasuk pikiran Tuanku juga disebut "busuk" (entah bagaimana pula cara mengetahui pikiran sedang busuk, serba tak jelas pula). Gunjingan "Raja Busuk" mulanya hanya berkembang dan menyebar di kalangan istana dan penghuni ranah maya melalui Jejaring Perhubungan di Negeri Rimba, itu saja. Selanjutnya berkembang ke lingkungan dekat alias Ring Satu Sang Raja. Lama-lama akhirnya sampai juga kepada raja sendiri.

Djohari Kahar, Pembelajar Seumur Hidup

Foto: Wikipedia IN MEMORIAM Djohari Kahar, Pembelajar Seumur Hidup Oleh Hasril Chaniago Sudah cukup lama saya tidak mengunjungi Pak Djohari – lengkapnya H. Djohari Kahar Dt. Bagindo, S.H., M.Si. – tokoh pendidik, politisi, dan sesepuh masyarakat Sumatera Barat yang sangat menonjol di zamannya. Beliau satu-satunya sosok yang pernah menjabat Ketua DPRD Sumatera Barat selama dua periode (1977-1982 & 1982-1987). Saya cukup dekat berinteraksi dengan beliau, terutama ketika bersama Khairul Jasmi menulis biografi Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa, Gubernur Sumbar yang pertama dan ayahanda Pak Djohari. Demikian pula ketika mengumpulkan bahan serta penelitian untuk menulis buku Sejarah Kepolisian RI di Sumatera Barat/Tengah, kami juga banyak mendapat bahan arsip dan dokumentasi dari beliau. Seperti abangnya, Prof. Adrin Kahar, Pak Djohari adalah seorang arsiparis dan pendokumentasi pribadi yang telaten. Banyak dokumen serta foto-foto lama ayahanda dan pribadi beliau tersimpan dengan rapi. Sala...

Obituari Djohari Kahar: Intelektual Rendah Hati

Foto: Babe News Hariansinggalang.co.id 2021/09/13 08:06 Oleh Khairul Jasmi Rumah di jalan Palupuah no 9 Jati Padang itu, teduh. Saya duduk di ruang tamu. Di hadapan meja kecil dengan beberapa botol kue. Tak lama tuan rumah pun mancogok kembali, setelah tadi menghilang sebentar. Beliau Djohari Kahar . Tawanya berat. Senyumnya khas. Ia punya pandangan luas. Kami mulai berkisah tentang ayahnya, Brigjen Polisi Kaharuddin Dt Rangkayo Basa. Ayahnya Kapolda dan kemudian jadi gubernur Sumbar. Saya dan Hasril Chaniago menulis biografi Kaharuddin. Saya berkali-kali datang ke rumahnya. Kami kemudian akrab dengan tokoh Golkar dan pernah jadi ketua DPRD Sumbar. Usia makin tua tapi sekolah lanjut juga. Saya dengar Pak Djohari ambil S2.

SELAMAT JALAN DATUK AMIN

Sebuah tulisan obituari, mengenang tokoh pengusaha nasional asal Minang yang jaya di tahun 1990-an: H. Aminuzal Amin Dt. Rajo Batuah. Dimuat secara "badunsanak" bersama oleh Harian Umum "Haluan" dan " Singgalang " edisi Sabtu, 11 September 2021. IN MEMORIAM Selamat Jalan Datuk Amin Oleh Hasril Chaniago Pada era tahun 1990-an, hampir tidak ada orang Sumatera Barat yang tidak pernah mendengar nama H. Aminuzal Amin Dt. Rajo Batuah , akrab disebut Datuk Amin. Kalau ada pesawat jet pribadi mendarat di Bandara Tabing, hampir dipastikan “pesawat khusus” itu membawa Datuk Amin. Berpostur tinggi besar dan bertampang serius, tetapi isi perut tokoh ini kebanyakan adalah tawa. Bicara dengan mimik serius, banyak ucapannya yang membuat orang yang mendengarnya tertawa sampai terpingkal-pingkal. Itu cerita teman-teman Datuk Amin. Tapi kini tentu takkan ada lagi yang bisa mendengar cerita-cerita lawak dari Datuk Amin. Hari Jumat (10/9/2021) kemarin, sekitar pukul 10.25, H...

Ihwal Bangsa Melayu

Picture: Pusaka Madinah Iskandar Zulkarnain di sini kerap terkeliru dengan Alexander The Great dari Macedonia . Sebenarnya tiada siapa pun yang memanggil Alexander The Great sebagai Iskandar Zulkarnain kecuali sesetengah orang yang keliru. Terdapat dua teka-teki di sini. Teka-teki ini muncul apabila diketahui bahawa Tun Sri Lanang hanyalah seorang editor yang mengkompilasi, menyunting serta menyusun manuskrip-manuskrip purba yang telah ada lama sebelum itu. “… mengutuskan Seri Nara Wangsa Tun Bambang untuk memerintah Bendahara Paduka Raja Tun Muhammad@Mahmud (Tun Sri Lanang) pada hari Khamis, 12 Rabiul Awal 1021 bersamaan 13 Mei 1612 agar menyunting salinan Sejarah Melayu yang dibawa oleh Orang Kaya Sogoh dari Goa/Gowa.” Apakah yang terkandung di dalam manuskrip-manuskrip yang di bawa oleh Orang Kaya Sogoh? Teka-teki pertama adalah jika Iskandar Zulkarnain itu adalah Alexander The Great dari Macedon yang pernah menawan Parsi dan India, kemungkinan terdapat waris Melayu yang berasal ...

Si Padang Pelit korban Bullying di Kantor

Perpeloncoan (bullying) di Kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sumber Gambar: IG infolomba.indonesia Yang Terhormat Presiden Joko Widodo ,  Saya seorang Pria, berinisial MS, hanya ingin mencari nafkah di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI Pusat), saya hanya ingin bekerja dengan benar, menunaikan tugas dari pimpinan, lalu menerima gaji sebagai hak saya, dan membeli susu bagi anak semata wayang saya. Sepanjang 2012-2014, selama 2 tahun saya dibully dan dipaksa untuk membelikan makan bagi rekan kerja senior. Mereka bersama sama mengintimidasi yang membuat saya tak berdaya. Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh.