Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

NISAN ISTIMEWA DARI ALUE DEAH TENGOH

FB Jun Mastra - Mengapa kita sebut istimewa? Karena ini satu satunya nisan dengan ornamen dan bingkai kaligrafi seperti ini demikian pula pada bentuk puncak serta ornamen nisan pada bagian pinggangnya. Bentuk arsitektural dan pola bingkai kaligrafinya tidak secara umum digunakan tapi istimewa, model ini juga tidak ditulis dan tidak digambarkan dalam sketsa sketsa tulisan para ahli nisan Aceh di masa lalu, tidak dimasukan dalam deretan sketsa metamorfosa nisan Aceh dari masa ke masa yang digambarkan oleh para pendahulu. Pada frame lingkaran dibagi menjadi empat bagian yang masing masing bagiannya dipahatkan kalimah tauhid. Pada frame persegi pajang dibawah dan diatas lingkaran juga dipahatkan kalimah tauhid. Hal menarik lainya adalah pada bagian bawah batang nisan ada frame unik yang menurut pandangan mata saya menyerupai abstraksi Kapal Jung atau juga abstraksi dari sebuah bahtera dimana dilengkapi dengan bagian bawah kapal, lobang-lobang pendayung, lobang-lobang meriam, lobang-...

𝐊𝐚𝐣𝐢𝐚𝐧 𝐒𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐊𝐨𝐢𝐧 𝐓𝐞𝐥𝐮𝐤 𝐒𝐚𝐦𝐚𝐰𝐢

𝐎𝐥𝐞𝐡: Arya Purbaya , Irfan M Nur , Tgk Malikulssaleh Al-Alubi FB Teluk Samawi - Pada paruh kedua abad ke-18, Aceh masih menjadi negara yang cukup kuat, yang berperan sebagai salah satu pemain kunci jalur perdagangan dunia di Selat Malaka dan Pantai Barat Sumatera. Armada Laut Aceh masih sangat dihormati oleh semua koloni dagang, termasuk kolonial Eropa. Sultan sebagai pemegang kedaulatan tertinggi telah mengeluarkan peraturan yang tegas mengenai perdagangan, baik ekspor maupun impor, untuk hampir semua jenis perdagangan. Kebijakan sultan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat perekonomian negara. Namun, beberapa pemimpin lokal, khususnya pemimpin dari Tiga Sagi Aceh (Sagi XXII, Sagi XXV, dan Sagi XXVI) keberatan dengan peraturan ketat sultan tersebut. Kebijakan ekonomi negara itu memicu pemberontakan yang pelopori oleh Tuanku Panglima Po Lim Muda Perkasa Sagi XXII melawan sultan. Pada masa pemerintahan Sultan 'Alauddin Muhammad Syah (𝘮𝘦𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵a𝘩 1781–1795), pasukan p...

Kaligrafi Arab; Do'a Bapa Kami

Ilustrasi Gambar: DISINI Kaligrafi Abana sudah mulai menyebar di mall-mall dan pusat perbelanjaan Jakarta, harap tingkatkan kesadaran dan ketelitian sudara-saudara dan tetangga-tetangga kita. Doa umat kristiani yang dibahasa Arabkan dan dibuat Kaligrafi. Sudah banyak dijadikan sablon kaos di Jogja. Tingkatkan kewaspadaan kita, ini kalimat kaligrafinya;

Kekejaman Komunis Di Malaya 1945

Ilustrasi Gambar: Ibnu Hasyim Darah berkocak ditikam komunis FB Modh Hakimi - “SAYA melihat sendiri darah ibu dan adik bongsu berusia dua tahun berkocak di dalam kolam ikan ketika mereka ditikam bertubi-tubi oleh komunis. “Ketika itu, saya yang berusia 14 tahun terbaring hanya dua kaki dari ibu, Temun Manang dan adik sambil menunggu giliran ditikam lembing komunis,” kata Tik Sulong. Tik, 89, adalah adik kepada pengarah filem veteran, Allahyarham Datuk Jamil Sulong iaitu anak Sulong Mohammmad yang dilantik sebagai Naib Penghulu Parit Sulong, Johor menggantikan mentuanya Sulong Gantang yang meninggal dunia pada 1935. Tidak sekadar melihat ibunya dibunuh, wanita itu turut melihat empat lagi ahli keluarganya dibunuh kejam komunis dalam kejadian sekitar 6 pagi, 10 Jun 1945. “Walaupun 74 tahun sudah berlalu, peristiwa berdarah itu masih segar dalam ingatan. Rumah kami dibakar dan selain ibu dan adik, saya turut kehilangan dua anak saudara yang masih kecil serta abang ipar yang mati terbakar...