Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Terkait Penghancuran Jembatan KA di Lembah Anai

  Majalah Elipsis | JEMBATAN kereta api yang membelah jalan nasional Padang–Padang Panjang di kawasan Lembah Anai bukan sekadar rangka besi tua yang melintang di atas aliran sungai. Ia adalah peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada awal abad ke-20 dengan Kerja Rodi, oleh tangan-tangan pribumi yang banyak di antaranya meregang nyawa. Rel dan jembatan itu berdiri di kawasan yang kini ditetapkan sebagai cagar alam dan hutan lindung, sebuah lanskap yang menyimpan lapisan sejarah, penderitaan, sekaligus kemajuan transportasi di Sumatera Barat. Sejak masa kolonial, Lembah Anai dikenal dunia melalui jalur kereta api pegunungan yang menghubungkan Padang dengan Padang Panjang dan Sawahlunto. Jalur ini bukan jalur biasa. Ia merupakan bagian tak terpisahkan dari jaringan rel Sawahlunto–Teluk Bayur (dulu Emmahaven), yang kemudian hari dicatat UNESCO sebagai Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, sebuah Situs Warisan Dunia. Nilainya tidak dapat diukur dengan uang, sebab yang melek...

Sang Pembuat Batu Malin Kundang

FB Rafles Semende | Ternyata Batu Malin Kundang Dibuat Oleh Prof. Dr. Ibenzani Usman & Dasril Bayras pada tahun 1980-an. Yang pembuatanya untuk menarik wisatawan dan sebagai pengingat pesan moral cerita Malin Kundang, yaitu larangan durhaka kepada orang tua. Nah, saat ini banyak yang belum tahu kalau batu tersebut adalah buatan tangan manusia, namun kita akan kulik tentang Prof. Dr. Ibenzani Usman siapakah dia? Dia adalah seorang ahli seni rupa, pendidik, dan juga komponis Indonesia. Dirinya juga guru besar seni rupa Universitas Negeri Padang (UNP) dan memiliki andil dalam pengembangan institusi seni rupa di Padang, dirinya telah banyak berkarya dalam hal seni rupa. Ibenzani dikenang lewat lagu-lagu ciptaannya meliputi lagu seriosa Indonesia, lagu Minang, dan mars. Di antara lagu gubahannya yakni "Desaku", "Lintuah", serta mars Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Padang Kota Tercinta. Di bidang seni rupa, Tugu Padang Area yang merupakan m...

Pembatasan Jangkauan Internet di Aceh

FB Bangsa Aceh 19.12.25 | Sejumlah akun media sosial yang aktif mempublikasi kondisi banjir dan daerah terisolir di wilayah tengah Aceh diduga mengalami pembatasan jangkauan atau shadowban . Dugaan ini disampaikan Relawan Pemuda Gayo, Satria Darmawan, menyusul anjloknya interaksi akun-akun tersebut setelah sejumlah unggahan kondisi lapangan sempat viral. Menurut Satria, penurunan signifikan jumlah tayangan, komentar, dan like mulai dirasakan di hari kelima bencana. Padahal, sejak hari pertama para relawan konsisten mempublikasikan kondisi lapangan.  “Awalnya kami sempat viral, lalu jumlah like-nya menurun drastis, komentar juga. Kami curiga ada shadowban, tapi tidak tahu siapa otoritasnya,” kata Satria. Akun yang diduga terdampak antara lain Explore Gayo, Gayo Today, Kebergayo dan beberapa akun dengan jumlah pengikut yang lumayan besar.  Fenomena serupa, menurut Satria, juga dialami sejumlah akun milik influencer yang mengangkat isu banjir Aceh, dan media nasional di mana beb...

Bukittinggi dibawah Agresi Belanda 1948

  MENGENANG 77 TAHUN SERANGAN BELANDA KE KOTA BUKITTINGGI Baca tulisan sebelumnya: Tentang Hari Bela Negara | Baca Juga: Mengenang Bukittinggi Diserang 19 Desember 1948 Dt. Rajo Sampono | Pada masa Perang Kemerdekaan, Bukittinggi dijuluki sebagai “Ibu Kota Kedua Republik Indonesia" Selama beberapa bulan Pada tahun 1947 Wakil Presiden RI berkedudukan di kota ini [Berkantro di Istana Bung Hatta sekarabng]. Dari Bukittinggi, Wakil Presiden [yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri] memimpin dan menggendalikan pemerintahan dan perjuangan untuk seluruh Sumatera dan Indonesia. Pada saat Belanda melancarkan agresi militer kedua, Bukittinggi merupakan kota penting kedua di wilayah Republik Indonesia. Di kota ini berkedudukan Komisariat Pemerintah Pusat untuk Sumatera (Kompempus) di bawah pimpinan Mr. Teuku Muhammad Hasan dan Markas Besar Komando Sumatera (MBKS) di bawah pimpinan Panglima Tentara dan Teritorium Sumatera (PTTS) Kolonel Hidayat yang mengantikan Jenderal Mayor Soeharyo H...

Tentang Hari Bela Negara

  BERCERITA TENTANG DASAR HARI BELA NEGARA SETIAP TANGGAL 19 DESEMBER Ciloteh Sejarah | Asalamulaikum Engku Saiful Guci Dt. Rajo Sampono, perkenalkan engku, nama kami Yandra Habibilah asal Piladang, mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang jurusan TV dan Film. Yandra bersama teman kuliah: Fino, Aidil Akbar, Wahyumov dan Pardhan bermaksud berkunjung ke Lapau eSPe Kasiah Bundo apakah boleh engku?“ Tanya Yandra dalam kotak percakapan “Jika datang ke Lapau eSPe Kasiah Bundo harus membawa buku cetak atau dalam bentuk pdf dan tentukan topik percakapannya supaya kita berdiskusi tidak mengelantur kemana-mana “jawab saya. "Saya selalu mengikuti setiap status yang engku tulis di facebook, terutama tentang sejarah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), makanya kami ingin berdiskusi dengan engku di Lapau eSPe Kasiah Bundo memperdalam informasi tentang sejarah PDRI dan latar belakang penetapan hari Bela Negara, situasi Kota Bukittingi saat di bom Belanda, deklarasi PDR...

Sejarah Orang Nias di Padang

  Orang Padang Asli Minangkabau, dan Sejarah Kehadiran Orang Nias di Padang FB Cover Minang Indo | Masih sering terjadi salah kaprah dalam menyebut identitas “Orang Padang”. Sebagian orang luar Sumatera Barat mengira bahwa orang Padang adalah orang Nias atau etnis lain. Anggapan ini tentu keliru. Untuk meluruskannya, perlu dipahami siapa sebenarnya orang Padang, serta bagaimana asal-usul orang Nias bisa hadir di Padang. Orang Padang Adalah Minangkabau “Orang Padang” merujuk pada masyarakat Minangkabau yang berasal dari Kota Padang dan Sumatera Barat secara umum. Minangkabau memiliki budaya khas dengan sistem kekerabatan matrilineal, berbahasa Minang, dan mayoritas beragama Islam. Mereka terkenal dengan tradisi merantau, sehingga dikenal luas di seluruh Indonesia, terutama lewat Rumah Makan Padang. Padang hanyalah nama kota, tetapi karena popularitasnya, semua perantau Minang sering disebut “orang Padang”. Padahal bisa saja mereka berasal dari Bukittinggi, Solok, Tanah Datar, atau ...

Milad-55; Sejarah Penetapan Kota Payakumbuh

  SELAMAT BERULANG TAHUN KOTA PAYAKUMBUH KE-55 (Gagasan Pembentukan Kota Payakumbuh) Baca Juga: Kajian Yuridis Payakumbuh Berumur 193 Tahun Ciloteh-Sejarah | Dalam buku laporan Panitia desentralisasi Propinsi Sumatera Tengah dalam konperensi Presiden-Residen Sumatera Tengah pada tanggal 2 November 1948 bertempat di Kantor Gubernur Sumatera Tengah di Bukittinggi, yang disusun oleh Enda Marah, rapat sebelum terjadinya agresi Belanda II 19 Desember 1948. Panitia desentralisasi menerima usulan untuk pembentukan enam (6) Kota di Sumatera Barat , yaitu : 1. Kota Padang, luasnya Gemeente Padang yang lama ditambah Teluk Bayur. 2. Kota Bukittinggi, seluruh Nagari Kurai di tambah Gadut. 3. Kota Sawahlunto, luasnya sama dengan kota sekarang. 4. Kota Pajakombo, luasnya Koto Nan IV, Koto Nan Gadang dan ditambah Nagari Tiakar. 5. Kota Padang Pandjang, luasnya seluruh Nagari Gunuang ditambah Silaiang dan Bukit Surungan. 6. Kota Solok, luas nagari Solok. Dengan catatan apabila Solok menjadi tem...

Kematian Wabup Sangihe

  IG Balqis HUmaira | Polisi bilang ini kematian wajar. Masalahnya, dari awal sampai akhir, cerita ini gak pernah wajar. Nama orangnya Helmud Hontong. Wakil Bupati Kepulauan Sangihe. Bukan orang sembarangan. Bukan aktivis yang bisa dibilang “ya namanya juga ribut”. Dia pejabat resmi. Ada tanda tangan. Ada wewenang. Ada jabatan. Dan yang paling bikin masalah: dia berani nolak tambang emas. Tambang emas, loh. Bukan tambang pasir. Bukan tambang kecil-kecilan. Ini tambang emas di pulau kecil. Pulau Sangihe. Pulau yang secara hukum seharusnya gak boleh ditambang. Itu bukan pendapat LSM. Itu undang-undang. Ada aturannya jelas. Pulau kecil gak boleh dihajar tambang skala besar. Tapi di Indonesia, lo tau sendiri. Yang gak boleh sering kali tetap jalan. Yang ilegal sering kali dibikin “legal belakangan”. Masalahnya, Helmud gak mau main begitu. Dia gak teriak di jalan. Dia gak bikin konten. Dia gak cari panggung. Dia ngirim surat resmi ke Menteri ESDM. Tanggalnya jelas: 28 April 2021. Isiny...