Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Tengku Embung Badariah

Foto: FB Riff ben Dahl Beliau merupakan putri dari Tengku Alamuddin Shah bin Sultan Sultan Abdul Jalil Rahmad Shah, Yang Dipertuan Besar Negeri Siak, hasil perkawinan beliau dengan Daeng Tijah binti Daeng Pirani. Tengku Embung Badariah diperkirakan lahir pada tahun 1751 di Siantan, Kesultanan Sambas. Beliau menikah dengan Syed Osman Syahabuddin' Ali Ba' Alawi, Mufti Kesultanan Sambas. Konon mas kawinnya berupa sekeranjang/seraga mata lanun yang sering mengganggu jalur perdagangan Kerajaan Siak. Perkawinannya dengan Syed Osman diperkirakan terjadi pada tahun 1771. Dalam silsilah Raja-raja Siak Sri Indrapura, Pelalawan dan Tebing Tinggi mencatat bahwa turunan Tengku Embung Badariah dengan suaminya Syed Osman inilah yang menurunkan Raja-raja Siak dan Pelalawan serta menjadi penguasa Tebing Tinggi. Keturunan ini pula yang namanya hampir lengkap ditulis oleh para pencatat nasab keturunan Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Sarlingpa: Svarṇadvīpī Dharmakīrti

Foto: Andalas Tourism   Svarṇadvīpī Dharmakīrti 'Di dalam Buddha, Dharma, dan Sangha Aku pergi berlindung hingga tercapai pencerahan. Melalui buah mempraktikkan kedermawaan dan kesempurnaan lainnya, Semoga aku mencapai Kebuddhaaan demi kebahagiaan semua semua makhluk.' Nama lain beliau Sarliṅgpā Dharmakīrti atau pada catatan Cina disebut Chökyi Drakpa. Beliau adalah seorang pangeran dari Śrī-Vijayēndra-Rājā atau masiih bagian dalam silsilah Dinasti Syailendra. Nama awal beliau, Svarṇadvīpī, adalah julukan yg terkenal, menunjukkan darimana beliau dilahirkan. Swarnadwipa sekarang dikenal dengan Sumatera. Dalam catatan Cina, disebutkan beliau berasal pada sebuah sistem negara 'kadatuan', dimana sang 'datu' membawahi beberapa kerajaan. Dapat disimpulkan beliau adalah putera Sumatera yang hidup di zaman Sriwijaya.

Apa kabar Rahayu?

Ilustrasi Gambar: kekunoan soal ini kami punya pantunnya : 'kalau menebang si kayu jati papan di jawa dibelah belah' 'kalaulah hidup tiada berbudi umpama pokok tiada berbuah' maksudnya : kerajaan jawa diibaratkan sebatang pohon yang tidak berguna kemudian ditebang. S angat disayangkan, kerajaan Jawa yang sudah runtuh dan hilang wibawanya itu kemudian dibelah belah. Disalin dari kiriman FB Riff ben Dahl

Persilangan budaya Melayu Bugis

Gambar: Wikipedia Kerajaan Riau-Lingga. (1784-1911). Kesultanan Riau-Lingga merupakan sebuah Kerajaan yang dikenal dengan sebutan 'bunda tanah melayu'. Kerajaan ini berpusat di Pulau Lingga, Kepulauan Riau. Pada awalnya Riau-Lingga merupakan bagian dari Kesultanan Malaka kemudian Kesultanan Johor-Riau dan kemudian Kesultanan Siak Sri Indrapura. Berdasarkan Tuhfat al-Nafis, Sultan Lingga merupakan kelanjutan daripada Kesultanan Johor-Riau. Wilayahnya mencakup Kepulauan Riau, Johor, Singapura dan sebagian kawasan pesisir Indragiri dan Jambi. Kesultanan Riau-Lingga diakui keberadaannya oleh Inggris dan Belanda. Pada 10 November 1784, Kawasan Kepulauan Riau diserahkan oleh Sultan Siak, Sultan Yahya Abdul Jalil Muzaffar Syah yang masih dalam perwalian kepada VOC. Isi perjanjian ini tidak diakui oleh Sultan Mahmud, penguasa Johor dan Pahang ini juga menuntut hak keatas kawasan itu. Bintan adalah tanah kelahirannya, sebagaimana nenek moyangnya yang menjadi Sultan dan berkuasa...

Perang 100 tahun: Sriwijaya VS Medang

Gambar: Guru Pendidikan Perang Seratus Tahun dikenal oleh para sejarawan sejak awal abad kesembilan belas untuk menggambarkan konflik panjang antara kerajaan Prancis dan Inggris pada sekitar abad ke 14. Namun di Nusantara ada juga konflik serupa yang tidak kalah serunya antara Kerajaan Sriwijaya di Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaya dan Kerajaan Medang di Pulau Jawa. Dua faktor terletak pada asal mula konflik: pertama, status kepemilikan Bhumi Mataram beserta sejumlah situs bangunan suci di atasnya. Candi Borobudur dan Candi Sewu adalah dua Candi Buddha terbesar yang pernah ada, sebagaimana diketahui Kerajaan Sriwijaya adalah pelindung Agama Buddha. Meskipun milik raja-raja Sailendra, dinasti yang memerintah Kerajaan Sriwijaya, namun ia tetap menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Medang, dan raja-raja Sailendra menginginkan kepemilikan independen. Kedua, posisi pulau Jawa dan sejumlah pelabuhannya di pesisir utara yang strategis sebagai kontrol monopoli Jalur Rempah, sebuah komodi...

10 Fakta Penting yang Perlu Diketahui tentang Gaza

Sumber Foto: Tirto   1. Gaza adalah "penjara terbuka" Gaza layaknya kamp para tahanan yang menyerupai penjara terbuka tanpa jeruji. 1,7 rakyat Palestina dipaksa hidup berdesak-desakan pada wilayah yang hanya seluas 140 mil persegi. Gaza sendiri adalah salah satu kota terpadat di dunia. . 2. Gaza adalah medan tempur tak seimbang Perang antara pejuang Palestina dengan militer Israel tidak pernah seimbang. Dalam pertempuran besar terakhir 2008, rakyat Palestina meninggal, termasuk lebih dari 300 anak-anak, Israel hanya berjumlah 3 orang.

Penaklukkan Sumbawa oleh Majapahit

Ilustrasi Gambar: travel kompas Pembunuhan Jayanegara di tahun 1328M mengakibatkan krisis di Majapahit dilakukan oleh seorang Dharmaputra. kecurigaan Majapahit mengarah ke timur, satu- satunya daerah di Jawa yang menolak tunduk kepada Majapahit. , selain itu Keluarga Arya Wiraraja memiliki sejarah panjang tidak akur dengan Majapahit. Hal ini berlanjut dengan penaklukkan Sadeng dan Keta di ujung timur pulau jawa pada tahun 1331M. Ketika itu yang menjadi mahapatih adalah Arya Tadah, Ia menjanjikan kepada Gajah Mada, sepulang dari penaklukkan Sadeng dia akan diangkat menjadi Patih, bukan Mahapatih. Pada saat itu, Gajah Mada sendiri telah menjadi patih Daha. Alangkah kecewanya Gajah Mada, karena Kembar mendahuluinya mengepung Sadeng. Untuk menghindari sengketa antara Gajah Mada dan Kembar, Ratu Tribhuana Tunggadewi bersama Adityawarman datang sendiri ke Sadeng membawa Pasukan inti Majapahit. Kemenangan atas Sadeng tercatat atas nama Sang Rani sendiri. Semua yang berpartisipasi dalam pen...

Hubungan historis antara Jawa (Majapahit) dengan Luwu

  Gambar: Youtube Sejumlah lokasi di pulau Sulawesi seperti Selayar, Makassar, Bantaeng, Banggai, Buton dan juga Luwuk turut disebut sebut dalam Kakawin Negarakertagama. Namun bukan berarti seluruh daerah yang disebut itu ditaklukkan kemudian diperintah langsung oleh Kerajaan Jawa (Majapahit). Lokasi Keberadaan Pulau Selayar yang strategis krena terletak di lepas pantai sebelah selatan pulau Sulawesi, mengontrol arus keluar masuk lalu lintas dari dan ke Teluk Bone. Selain itu letaknya tepat di tengah tengah perlintasan jalur rempah menjadikan pulau ini sebagai pulau transit dari Jawa ke Maluku begitu juga sebaliknya. Siapa saja yang bisa mengontrol pulau tersebut otomatis mengontrol perdagangan rempah rempah. Selama kurang lebih 200 tahun sejarahnya, Majapahit tidak melulu menggunakan kekuatan militer untuk menguasai negara negara tetangganya. Di Pulau Selayar terdapat bukti keberadaan Majapahit berupa meriam cetbang dan sebuah desa bernama Majapahit. Dari sini sejumlah...

Kalacakra, Buddha Vajrayana dan Kebatinan Jawa

gambar: bpad Aliran Vajrayana di Nusantara adalah cabang dari aliran Mahāyāna yang berasal dari India, kemudain dikembangkan di Sumatra pada zaman Kerajaan Sriwijaya. Dikisahkan Serlingpa Dharmakirti, seorang Pangeran daei SriVijayendra-Raja yang masih termasuk dalam silsilah Dinasti Syailendra, yang juga dikenal sebagai guru besar Buddhis di Sumatra pada abad ke-10. Bhikkhu Atisa asal India datang ke Sumatera untuk berguru dibawah telapak kakinya, belajar dan membawa ajaran ini ke negaranya. Atisha kemudian menjadi pendiri salah aliran utama di Tibet. Dalam aliran Vajrayana/Tantrayana, Kala adalah salah satu pelindung Dharma yang berkuasa atas Waktu (Roda Waktu atau Roda Dhamma). Adapun di Tibet juga dikenal kata Kalacakra, namun bukan sebagai penolak sial, melainkan utk ber-kultivasi secara spiritual, dan merupakan salah satu Sadhana tingkat tinggi dalam aliran Tantra.

Tanjungpura : Dari Sriwijaya hingga Majapahit

  gambar: equator Bukti tertua keberadaan kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia ditemukan di Pualau Borneo. Dalam sejarah nasional Indonesia disebutkan Kutai adalah kerajaan bercorak Hindu yang memiliki bukti sejarah tertua berupa prasasti Yupa. Kerajaan ini berdiri sekitar abad ke-4 dengan pusat pemerintahan terletak di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Nama Kerajaan ini diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti. Tercatat hanya ada tiga orang di Prasasti Yupa beraksara Pallawa dan dua orang dalam kitab Salasilah Raja dalam Negeri Kutai Kertanegara beraksara Arab Melayu. Kerajaan ini kemudian lenyap entah karena perang saudara, invasi dari kerajaan lain ataupun sebab lainnya. Adapun informasi lain yang menyebutkan daftar lebih dari 20 orang raja didapatkan dari ucapan meranyau seorang dukun dalam upacara adat belian.

SUMPAHAN KUASA DI SELAT MELAKA

  Ilustrasi gambar: indoprogress.com SUMPAHAN KUASA DI SELAT MELAKA Selepas Portugis menyerang Sultan Alaudin di Muar pada 1536, harapan konon ia akan menamatkan terus ancaman waris Kesultanan Melaka ke atas Melaka meleset. Ia bahkan mencambahkan pula kebangkitan lebih besar kerajaan Melayu-Islam yang lain. 1/19 Selain Johor yang dijinakkan Portugis, waris Kesultanan Melaka di Perak dan Pahang juga tidak lagi cuba menyerang Portugis di Melaka, sebaliknya mkenumpukan pembangunan kerajaan sendiri selepas itu. Maklumlah, Pahang diancam Siam, manakala Perak menghadapi ancaman Acheh. 2/19 Bercakap tentang Acheh, Sultan Acheh iaitu Sultan Ali Mughayat Shah sebaik menduduki takhta telah berjaya menguasai pasaran lada hitam dengan Gujerat dan China. Apabila anakandanya Sultan Alaudin menaiki takhta, Acheh melancarkan banyak serangan ke atas Portugis di Melaka. 3/19

Benteng Van Der Cappelen

Assalam mualaikum Selamat malam Untaian Kisah Di Balik Benteng Van Der Cappelen Penulis bpcbsumbar -December 5, 20190543 Merlina Agustina Orllanda S.S Sumatera adalah Svarnadvipa [1] of Gold Island. Ungkapan itu menunjukkan potensi yang dimiliki pulau di bagian barat Indonesia. Pulau Andalas ini kaya hasil pertanian, perkebunan dan pertambangan seperti emas. Hal itu menjadikan Sumatera sebagai ruang jajahan yang strategis bagi Belanda. [2] Salah satu daerah yang menjadi incaran Belanda adalah Sumatera Barat. Hal itu karena emas dan lada berhasil menarik Belanda untuk menguasai wilayah Sumatera Barat. Kemudian pada awal abad ke-18 Belanda menjadikan kopi sebagai komoditi ekspor yang paling berharga sehingga sejak tahun 1847 Belanda mulai memperkenalkan penanaman kopi paksa di daerah ini. Dari situ dilakukan berbagai upaya perbaikan pengumpulan dan pengangkutan tanaman perdagangan kopi. Untuk memuluskan langkah Belanda, maka para pemimpin lokal dijadikan sebagai agen kolonial yang berta...

Minang dari Kuantan

Ilustrasi Foto: mytrip123 Salam dari ambo berketurunan Minang dari Kuantan (generasi ke-4), nasab lurus dari ayah ambo. Moyang sebelah ayah datang dari Kanagorian Simandolak, Benai, Kuantan, awal abad ke-20 ke Kepulauan Natuna. Moyang dari sebelah nenek ambo ialah seorang pedagang yang dulu pernah menjadi ketua masyarakat Kampar-Kuantan di Pulau Midai, Kepulauan Natuna, sekitar tahun 1900-an. Kuantan dikenali sebagai "Rantau Nan Kurang Oso Duo Puluah". Pada mulanya, terdiri dari: - IV Koto di Atas: di bawah kekuasaan Datuk Patih. Berpusat di Lubuk Ambacang. Federasi ini terdiri dari: Sampurago, Lubuk Ambacang, Koto Tuo, dan Sungai Pinang.

ABS SBK di Rantau Singigi

Ilustrasi Gambar: Artikel Rumah 123 SEJARAH PENYUSUNAN ADAT YANG BERSANDIKAN SYARAK, DAN SYARAK BERSANDIKAN KITABULLAH, PENYUSUNAN KOTO-KOTO DAN PENYUSUNAN PEMERINTAHAN DI RANTAU SINGINGI A. LAHIRNYA SEBUTAN SUKU PILIANG NAN LIMO DAN SUKU MELAYU NAN OMPEK Setelah seluruh masyarakat disetiap Koto di Rantau Singingi ini memeluk agama Islam, sekitar tahun 1520 M datanglah amanah dari Raja Pagaruyung kepada SYAFI’I Datuk Bandaro ke – 3, dan MHD. ALI Datuk Jalo Suto untuk segera menyusun Adat yang Bersandikan Syarak, dan Syarak Bersandikan Kitabullah. Kemudian mereka berdua sepakat untuk memanggil dan mengumpulkan para pemimpin koto yang ada di Rantau Singingi yang pada dasarnya berasal dari dua suku induk yaitu PILIANG dan MELAYU, dan melaksanakan musyawarah di Koto Muaro Simpang. Mereka-mereka yang diundang itu adalah :

Tambo dan Silsilah Adat Minangkabau

Ilustrasi Gambar: Pesona Indonesia Undang Tariak Baleh Manuruik warih nan bajawek nan takarang dalan tarambo samaso niniak Suri Dirajo, undang simumbang jatuah, duo jo si lamo-lamo lah diluluahkan katanah lakang, tigo jo jo sigamak-gamak lah dihanyuikan kaaia hilia. Sampai kali dikali urek tunggang, dibucuik aka nan manjala, dibongka tunggua nan dibumi, habih bakeh sarato jajak, hilang didalam pamakaian, lipua dihati masyarakat, maso baraliah lah disitu. Lah lanyap undang nan tigo, timbua ganti tukarannyo, undang tarimo tariak baleh, kok palu babaleh palu, nan tikam babaleh jo tikam, hutang ameh baia jo ameh, hutang padi baia jo padi, hutang kato baia jo kato. Dari zaman Suri Dirajo babilang maso kamudian sampai ka Datuak Seri Maharajo nan Banego-nego tariak baleh taruih balaku.

Sako Tuhuak Parang

Ilustrasi Gambar: Super Advanture Pada awalnya, orang Minangkabau menempatkan Silat, atau Pencak Silat dan berbagai permainannya sebagai warisan tradisi yang disako-i (sako yang dipusaka-i) dari korong kampung dalam nagari mereka sendiri. Dari korong kampung inilah, seorang anak kemanakan mewarisi ilmu Silat/Pencak Silatnya. Warisan tersebut dalam adat dinamakan Sako Tuhuak Parang Korong Kampung. Sako Tuhuak Parang, adalah seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan fisikal beserta norma-norma adat yang mengatur segala sesuatu berkenaan dengan aktifitas dan kreatifitas membela, dan menjaga korong kampung, dari setiap ancaman bahaya luar dalam, lahir dan bathin. Sako Tuhuak Parang ini digunakan untuk mempertahankan diri, kaum, korong dan kampung dari setiap ancaman dan serangan yang datang baik dari luar atau dari dalam, agar korong kampung berserta warga kaumnya tetap aman dan selamat. Oleh karena itu Sako Tuhuak Parang adalah suatu kemuliaan dalam mempertahan kan hak, mempertahankan...

INFORMASI LANGKA DARI SYEKH YASIN AL-FADANI

Ilustrasi Gambar: Pinterest Kajian filologi selalu menarik perhatian. Bukan hanya karena mengulik benda atau teks masa lalu, tapi informasi yang disuguhkan pun tergolong langka. Salah satunya catatan Syekh Muhammad Yasin al-Fadani (1916-1990) ini. Di dalamnya banyak informasi berharga yang mungkin tidak banyak diketahui. Tulisan di kertas bergaris dengan pensil ini menyeratkan beberapa nama tokoh besar asal Indonesia. Ulama-ulama ini berkontribusi dalam keilmuan Islam baik di Tanah Suci maupun Tanah Air. Di antara nama yang tidak banyak diketahui ialah:

Hikayat Tanah Semenanjung Melayu

Ilustrasi Gambar: Wikipedia Hikayat Tanah2 Besar Melayu Asal usul bangsa Melayu Sebermula maka adalah kedudukan tanah-tanah besar Melayu atau yang dinamai dalam bahasa Inggeris Malayan Peninsula itu iaitu sebelah utaranya sampai kepada Pulau Hujung Salang dan di sebelah tenggaranya sampai kepada Hujung Tanjung Rumina atau Tanjung Penyusuk maka adalah tanah besar itu di bahagikan antara dua puluh satu (21) bahagian jajahan iaitu: Jajahan-jajahan sebelah barat Kedah, Jajahan Inggeris di Melaka, Muar, Seberang Perai, Selangor, Perak, Barat Johor Jajahan-jajahan sebelah timur Johor, Kelantan, Pahang, Patani, Terengganu, Pulau-pulau Kemaman dan sebagainya, Singgora Jajahan-jajahan sebelah Hulu, Sungai Ujung, Jelai, Rembau, Jelebu, Johol, Jempol, Seri Menanti, Segamat.

Macam Pangulu Nan Ampek

  Macam Penghulu Nan Ampek Dilihat dari segi sifat dan tingkah laku (perangai) yang dimiliki oleh seorang penghulu di Minangkabau di bagi atas 4 macam yaitu : 1. Penghulu Seorang penghulu / ninik mamak harus memiliki sifat dan tingkah laku serta kepribadian sesuai dengan sifat dan tingkah laku sebagaimana yang diinginkan oleh adat. Tipe penghulu yang ideal yang diinginkan oleh adat adalah penghulu yang mempunyai sifat-sifat kesempurnaan. Penghulu yang seperti ini diungkapkan dalam ketentuan adat yang berbunyi:

Sifat Penghulu Nan Ampek

Ilustrasi Gambar: Suduik Minang Sifat Penghulu Nan Ampek Seorang penghulu/ niniak mamak sebagai pemimpin dalam lingkungan kaum suku, korong kampuang dan Nagari di Minangkabau harus mempunyai beberapa persyaratan khusus berupa sifat-sifat yang baik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Dalam petuah adat Minangkabau seorang penguhulu / ninik mamak harus memiliki 4 sifat utama yang merujuk kepada sifat kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW, yang disebut dengan Sifat penghulu nan ampek yaitu :

Masyhudul Haq The Grand Old Man

  Picture: Twitter Haji Agus Salim adalah seorang Diplomat Ulung asal Koto Gadang, Sumatera Barat. dia merupakan Tokoh Penting selama perjuangan Diplomasi untuk mendapatkan pengakuan dunia atas kemerdekaan Indonesia sekaligus mempertahankannya. Beliau lahir pada tanggal 8 Oktober tahun 1884, dengan nama Masyhudul Haq . Lahir dari keluarga yang bisa dikatakan cukup berada karena ayahnya, Soetan Mohammad Salim bekerja sebagai Jaksa Kepala di Pengadilan Tinggi Riau. Sejak kecil beliau selalu sering dipanggil oleh pembantu keluarga dan teman-temannya "Den Bagus". Ssehingga lama-kelamaan penamaan itu berubah menjadi Agus, dan kemudian di tambahkan Salim pada namanya. Nama Salim merujuk pada nama Ayahnya.

Aidil Fitri Nan Nestapa

Ini merupakan raya kedua bersama COvid-19, itupun kalau wabah ini benar-benar ada. Setahun nan silam sebagian dari kita masih dapat bersabar dan percaya namun kini berbagai dusta yang mereka pertontonkan telah membuat muak banyak orang. Ke masjid dibatasi bahkan dilarang namun ke mall, cafe, tempat hiburan dan pelancongan, pasar, dan tempat-tempat yang memiliki nilai ekonomi diberi kelonggaran, atau bahkan kebebasan untuk didatangi.

Semoga Semua Kita Sehat dapam Ridha Allah SWT

Alhamdulillah. Gubernur Sumbar kembali mengeluarkan Surat Edaran tentang Penyelenggaraan Sholat Idul Fithri. Di dalamnya sudah termaktub agar Daerah Kab/Kota berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia setempat karena dalam Perda Sumbar No. 6 th. 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pertimbangan keagamaan dapat mengacu kepada fatwa atau maklumat MUI. Terima kasih Pak Gubernur. جزاك الله خيرا Saya berharap Kepala Daerah di Kab/Kota bisa mengambil kebijaksanaan dalam menyikapi kegelisahan umat. Kepada para ulama di daerah, saya himbau agar istiqamah dalam menegakkan syi'ar Islam tanpa megabaikan siatuasi real yg sedang berkembang. Semoga kita semua sehat dalam ridha Allah swt. آمين يا مجيب السائلين Selamat beridul fithri تقبل الله منا و منكم كل عام و أنتم بخير Disalin dari kiriman FB Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa

"Kelurusan yang Langka"

Setelah 30 malam umat Islam di negeri ini melakukan qiyam dalam suasana daerah masuk kategori orange, tak ada masalah dan durasi pelaksanaan bisa mencapai 2 jam. Tiba-tiba ibadah dua rakaat dengan khutbah maksimal setengah jam, dituntut oleh penguasa agar di rumah saja. Padahal sudah diusulkan agar diperbanyak tempat shalat, dengan prokes ketat, kalau perlu di setiap masjid dan mushalla diadakan dan dibentuk satgas. Bukankah dengan demikian jumlah jamaah tak akan berlebih dari jumlah umat melaksanakan tarawih di malam Ramadhan ?! Tapi entah apa yang menghuni isi hati para penguasa, tetap saja umat tak diizinkan untuk menjalankan ibadah mereka di rumah Allah SWT. Memang kelurusan berfikir saat ini merupakan suatu yang langka ???!!! Disalin dari kiriman FB Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa

"Nalar Saja, Sudah Sulit Menerima"

Andaikan di Kec. Junjuang Siriah Kab. Solok ada orang terpapar covid-19, akibatnya masyarakat di Talang Babungo dilarang shalat Aidil Fitri. Jarak antara dua daerah ini lebih 100an km walaupun masih dalam satu kabupaten (Solok). Andaikan di Bayang ada yang terpapar Covid-19, akibatnya masyarakat di Silaut dilarang shalat Aidil Fitri. Jarak antara kedua daerah itu berkisar 200an km walaupun masih dalam satu kabupaten (Pesisir Selatan). Saya hanya ingin merenungkan, apakah keputusan pelarangan shalat Aidil Fitri karena warna orange untuk kabupaten/kota sudah menggunakan nalar yang benar? Apakah tidak ada sedikitpun rasa takut di dalam hati karena menghalangi umat ini beribadah ???!!! Sumber: FB Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa

Terkait Takbir & Khutbah

Panduan terkait pelaksanaan Takbir Aidil Fitri: Takbir lebih diutamakan untuk dilaksanakan di masjid tempat kaum muslimin berada Untuk takbir keliling di luar rumah, cukup dilaksanakan pada saat keluar rumah menuju tempat pelaksanaan Shalat Aidil Fitri Terkait Pelaksanaan Khutbah Hari Raya: Agar para Khatib memasukkan do'a dan permohonan agar umat bangsa diselamatkan dari Covid-19 Diolah dari: Antara

Tata Cara Shalat Ied 1442

Jangan cemas, usah risau dan jangan biarkan ketakutan menguasai hati kita. Hari nan Fitri ini hanya datang sekali dalam setahun dan kini para fasiq dan munafiq melancarkan tipudaya mereka.  Semoga tata cara pelaksanaan Shalat Ied dibawah dapat menambah ketenangan hati kita semua. Tautan sumber terdapat di akhir tulisan. Berikut kami rangkum:

Sumpah Penghulu

Ilustrasi Gambar: republika *BAKATO BANA **BABUEK BAIAK ***MAHUKUM ADIA Dan pabilo seorang Panghulu malangga sumpah nan lah basabuik, mako : * KA ATEH INDAK BAPUCUAK ( yang artinyo, Habih Punah Sado Katurunannyo.) ** KA BAWAH INDAK BAUREK ( yang artinyo, Habih Sado Haratanyo.) *** DITANGAH DIGIRIAK KUMBANG ( yang artinyo, Badan sandiri yang menanggung Parasaian nan tak Putuih-putuih.) Amanah tugas pokok Panghulu :

Doa' Kita di Raya 1442 Ini

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم و الصلاة و السلام على سيدنا محمد و على آله و أصحابه أجمعين Ya Allah.. Engkau maha mengetahui seluruh perbuatan hamba-Mu lahir dan bathin. Tiada apapun yang tersembunyi dari-Mu.

RANGKAIAN PENDANGKALAN TERHADAP KEPATUHAN UMMAT ISLAM ATAS AJARAN AGAMANYA

Ilustrasi Gambar:  https://www.mcgilldaily.com Disalin dari kiriman Grup WA Padusi Minang Itsnin, 28 Ramadhan 1442 H/ 10 Mei 2021 ▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎ Dulu, saya punya teman karib, beragama Katholik. Dia lahir dari pernikahan campur: papanya seorang Muslim, sementara mamanya seorang Katholik. Beberapa kali saya belajar dan mengerjakan tugas di rumahnya dan disuguhi makanan, tapi keluarga itu selalu menyuguhi saya hanya makanan yang halal dikonsumsi seorang Muslim (meski saat itu saya belum berhijab). Ketika sahabat saya bertunangan, saya dan beberapa sahabat dekat diundang pada acara yang hanya dihadiri keluarga dekat. Saat tiba waktu makan, papanya sahabat saya mendekati kami "ayo makan, jangan takut, jangan kuatir, ada Om. Semua halal kok, gak ada babi, kan ada keluarga Om juga". Begitulah, mereka yang non Muslim sudah paham, jika sebuah acara dihadiri tamu-tamu Muslim, maka tak akan disajikan menu masakan daging babi. Bahkan teman saya yang asli keluarga Katholik saja, tak perna...

Nagari Rumbio

Gambar: Wikipedia   RUMBIO Rumbio terletak diantara wilayah Air Tiris dan Kampar. Secara singkat Kenegerian Rumbio pada awalnya hanya terdiri dari dua pulau, pulau ini disebut dengan Koto Tinggi yang mana Koto ini dihuni oleh masyarakat adat dari Suku Pitopang, petinggi dari suku ini adalah Datuok Nan Sakti. Sedangkan pulau yang lainnya di sebut dengan Koto Tibun yang mana koto ini dihuni oleh masyarakat adat dari Suku Domo, petinggi dari suku domo ini adalah Datuok Andiko. Rumbio dari zaman dahulu kala tidak mengalami perubahan nama sebagai identitas wilayahnya, beberapa pendapat menyebutkan asal usul penamaan Rumbio adalah :

Antara Melayu & DNA

  Ilustrasi Gambar: Pinterest Assalammualaikum warahmatullahi wabarokatuh Selamat Pagi yang indah dan semoga kita semua dilimpahi rahmatNya , sentiasa diberkati, dalam lindungan Allah swt selalu. Aamiin Ya Robbal Alamiin. SEJARAH yang jarang diketahui secara mendalam BANGSA MALA'yu terlindung. ~Wangian Yang Hilang Di Timur Jauh. BUKTI DNA INI TELAH MENGEJUTKAN SELURUH DUNIA........ Bangsa MALA'yu Deutro (atau Malai Muda), yang saat ini mendiami kepulauan Nusantara gugusan Tanah Melayu , juga mendapat sebutan Bani Jawi. Bani Jawi yang berasal dari kata Bani (Kaum/Kelompok) JiWi (Ji = satu; Wi = Widhi atau Tuhan). Jadi makna Bani Jawi (JiWi) adalah kaum yang meyakini adanya satu Tuhan. Keterangan mengenai Bani Jawi sebagai keturunan Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam, ditulis oleh sejarawan terkemuka Ibnu Athir dalam bukunya yang terkenal ‘Al`Kamil fi Al`Tarikh’.

Bahaya Kefasihan Lidah Kaum Abdullah bin Ubay

Ilustrasi Gambar: Irtaqi.Net  Dianggap sangat berbahaya oleh Nabi: orang munafik yang pintar berbicara Orang munafik artinya orang yang secara lahiriyah mengaku Islam namun dalam hatinya membenci Islam dan ajaran Islam. Dari Abdullah bin Umar radhiallahu'anhu, Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: إن أخوفَ ما أخاف على أمّتي كلُّ منافقٍ عليمُ اللسانِ "Yang paling aku takutkan terhadap umatku adalah setiap orang munafik yang pintar berbicara" (HR. Ahmad [1/22], dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah [1013]).

Transmigrasi = Kolonisasi = Kolonialisme

Ilustrasi Gambar: Twitter   *Transmigrasi* Niccolò Machiavelli menuliskan dalam bukunya yang termasyur, The Prince, bahwa 'pemindahan penduduk adalah salah satu cara yang paling berhasil untuk menjajah negara lain'. Cara ini kurang dibenci daripada kita mengirim pasukan untuk menaklukkan dan menjaga daerah koloni dan mengeluarkan biaya yang lebih banyak.. Pemerintah kolonial Belanda merintis kebijakan pemindahan penduduk secara massal dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera pada pertengahan abad ke-19. Program ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan pulau Jawa dan memasok tenaga kerja yang diperlukan untuk pembukaan lahan perkebunan di pulau Sumatra. Program ini mencapai puncaknya di awal abad ke 20 dan perlahan memudar pada tahun-tahun terakhir masa penjajahan Belanda pada 1940-an.

MA Kabulkan Gugatan SKB 3 Menteri perihal Hijab

Ilustrasi Gambar: Langgam ID SUMBAR BERSUKA CITA; MA Perintahkan Mendikbud-Mendagri-Menag Cabut SKB Seragam Sekolah !  Oleh Ibnu Aqil D. Ghani  Alhamdulillah, Akhirnya  Mahkamah Agung (MA) memerintahkan pemerintah mencabut Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dan bagi masyarakat  Minangkabau kabar ini adalah kabar gembira. Seperti yang dirilis Gelora.com, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah yang Diselenggarakan Pemda pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung RI.

Masuk masjid tidak boleh pakai masker?

  Ilisutrasi gambar: News Detik Ada orang yang berkeyakinan demikian berdalil dengan ayat: وَمَن دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا "Siapa yang masuk ke sana, ia akan aman" (QS. Ali Imran: 97). Jadi menurut mereka, masuk masjid pasti otomatis aman. Dan mereka mengatakan mencegah wabah corona tidak perlu pakai masker, cukup yakin dengan doa. Pertama, ayat ini bicara tentang kota Makkah, bukan tentang masjid. Lengkapnya ayat: إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ (96) فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَّقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ  "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memas...

Makna Tuan di Simalungun

Ilustrasi Gambar: kemdikbud   Gelar "TUAN" adalah gelar kebangsawanan di Simalungun. Sdr. Alber Girsang membuat postingan untuk membuktikan bahwa gelar TUAN adalah gelar kebangsawanan Simalungun, bukan gelar yang boleh dipakai oleh rakyat kebanyakan. Lalu salahnya postingan itu dimana.? Kenapa orang batak Toba mengejek, menghina dan sinis.? Barbar sekali.! Padahal Raja-Raja dan Kerajaan-Kerajaan di Simalungun adalah fakta sejarah, memiliki bukti empiris yang berjejak nyata, contoh kecilnya saja, Raja Sang Naualuh Damanik yg digelari oleh Belanda dengan sebutan Raja Batak Beragama Islam, dan juga Tuan Rondahaim Saragih yang digelari oleh Belanda dg gelar yg fantastis, yakni "Napolen der Bataks."

Balaia Kapa Ka Lautan

Ilustrasi Gambar: fknm andalas Balaia kapa ka lautan Sarato jalo pukek harimau Curaian adat nan dipaparkan Banamo adat alam Minangkabau Pembagian anak kemenakan menurut adat