Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Bahder Djohan (Bag.II)

Menjadi Dokter dan Turut Menyempurnakan Bahasa Indonesia Setelah menjadi dokter, Bahder Djohan diterima bekerja sebagai pegawai pemerintah dan ditempatkan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP), Centrale BurgerlijkeZiekenhuis (CBZ). CBZ sekarang lebih dikenal dengan nama Rurnah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Selama bekerja di rumah sakit itu,ia menjumpai kenyataan bahwa bagaimana pun tinggi pendidikan kaum pribumi, nilainya di kalangan orang Belanda hanya setengah dari orang Belanda. Hal ini terbukti dari gaji yang diterimanya per bulan hanya 250 gulden, sementara teman sekelasnya yang orang Belanda menerima gaji 500 gulden per bulan. Perlakuan diskriminatif ini secara langsung semakin memperteguh semangat Bahder Djohan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Bahder Djohan termasuk salah satu aktivis Vereeniging van Indonesische Geneeskundigen (VIG) dan sejak 1929 terpilih menjadi sekretaris yang dijabatnya hingga 1939. Melalui organisasi itu,ia menuntut pers...

|| CERITA KETABAHAN ANAK GAZA ||

Sumber Gambar: https://www.facebook.com “Saat mataku terkena tembakan, aku hilang kesadaran dan jatuh ke tanah. Ketika aku terbangun, aku sudah berada di Rumah Sakit Eropa. Aku hanya bisa melihat dengan mata kiri, sementara mata kananku diperban. Kepalaku juga sangatlah sakit ketika itu.” “Selama empat hari pertama di rumah sakit, aku masih mengalami syok dan tak berbicara pada siapa pun. Beberapa hari kemudian, bengkak di sekitar mataku mulai berkurang, namun aku tidak bisa mel ihat apa pun…”

Akhir Peristiwa P.R.R.I

" KAMI PULANG " BAPAK M.NATSIR BERSAMA ROMBONGAN TURUN DARI HUTAN, SEPTEMBER 1961 karya:   H.M.S. DT TANKABASARAN   d\a M.S TK SULEMAN Disalin dari: http://akhsani90.blogspot.com Bismillahirrahmanirrahim  Setelah ± 2 tahun P.R.R.I sesudah proklamasi Republik Persatuan Indonesia (RPI) bulan januari 1960, bapak M.Natsir mengambil tempat di negeri Sitalang, ujung utara Kecamatan Lubuk Basung, Kab.Agam, beliau ditempatkan oleh pimpinan Masyumi Ranting Sitalang ditengah hutan Bukik Bulek, antara Sitalang dengan Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan.           Kesetiaan keluarga Masyumi yang diawali dengan ketaatan kepada pemimpin untuk tidak membuka mulut dan bersedia untuk bersikap tidak tahu, menjadi jaminan. Hanya beberapa orang saja yang ditugasi berulang keatas Bukik Bulek, Syair st. Ma’ruf (ketua), Tuanku Maruhun, Abd. Aziz (Ansih) Jabar Dt. Marajo, dan M.Syarif kesemuanya orang parimbo.    ...

Pernyataan Pers FPI-GNPF-U PA 212

Asifa: Gadis 8 Tahun Kashmir yg Diperkosa di Kuil Hindu

Sumber Gambar: https://www.facebook.com Masih ingat peristiwa memilukan yang menimpa bocah perempuan malang berusia 8 tahun dari keluarga muslim yang terjadi di wilayah Kashmir yang dikuasai kaum pagan India? Namanya Asifa. Gadis kecil muslimah itu diculik gerombolan teroris Hindu India, tubuhnya disekap di sebuah kuil Hindu, kemudian diperkosa beramai-ramai selama berhari-hari secara bergantian sebelum akhirnya dibunuh dengan cara dic ekik dan dihantam kepalanya dengan batu. Apa yang telah umat Islam lakukan untuk membela nyawa dan kehormatannya? Tidak ada.. Hanya sebatas kecaman dan doa, tidak lebih, itu pun dari mereka yang masih peduli dengan nasib tragis saudaranya.

Bahder Djohan (Bag.I)

Sumber Gambar: https://id.diversity.id Mei 9, 2019 | Ahmad Gabriel Pada 30 April – 2 Mei 1926, para pemimpin organisasi pemuda sepakat menyelenggarakan “Kerapatan Besar Pemuda” yang kemudian dikenal dengan nama Kongres Pemuda I di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh hampir seluruh organisasi pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Studeerende Minahasaers, Jong Bataks Bond, dan Pemuda Kaum Theosofi. Dalam Kongres Pemuda I ini, Bahder Djohan sebagai salah satu Pengurus Besar JSB menyampaikan pidatonya yang berjudul, “De Positive van de Vrouw in de Indonesische Samenleving” (“Kedudukan Kaum Wanita dalam Masyarakat Indonesia”). Pada awal pidatonya, Bahder Djohan mengatakan bahwa pemecahan persoalan wanita di negeri ini sama pentingnya dengan pelaksanaan dari sekian banyak cita-cita politik dan ekonomi.

Kekejian Hindu India

Gambar diambil dari kiriman Facebook: Ryu Khen Pada hari Kamis 27 Februari 2020

Sekilas Tambo: Cuplikan kisah Luhak dan Dua Datuk

Sumber Gambar: https://id.wikipedia.org Kami sarankan untuk membaca catatan kaki, uraian pada tulisan ini berpegang pada salah satu versi riwayat dalam sejarah Minangkabau. Tulisan ini condong membesarkan satu pihak dan menjadikan pihak lain sebagai antagonis. Disarankan bagi pembaca untuk memperdalam pengetahuan di bidang Adat & Syari'at. Sebagian isi dari tulisan ini dikutip dari buku Tambo dan Silsilah Adat Alam Minangkabau yang ditulis oleh B. Datuak Nagari Basa (1962) beserta kutipan dari tulisan-tulisan dan cerita para orang tua Tambo Minang yang asli, pada zaman kolonial Belanda, dipinjam dan tidak dikembalikan kepada pemilik asli (para Tuan Laras). Menurut tambo yang asli, tanah air kita ini dulunya semua kepulauan di Nusantara tidak terpisah-pisah seperti sekarang ini, melainkan menyatu dengan Semananjung Malaysia hingga benua Asia. Terpisahnya menjadi kepulauan nusantara seperti sekarang ini diakibatkan oleh banjir besar Nabi Nuh, AS. Tanah y...

Siapakah Dato' Naning?

Disalin dari: http://pusaka-naning.blogspot.com            Pastinya ramai diantara yang kita keliru siapakah sebenar Dato' Naning. Di zaman persekolahan kita pernah belajar dalam buku teks sejarah tingkatan 2 dalam bab bertajuk pejuang negara dimana kita menganggap Dato' Naning atau Dato' Dol Said merupakan orang yang sama. Jika itu yang kita fahami maka hari ini anda akan didedahkan dengan kisah sebenar. 

NANING NAGARI NAN TUO

Sumber Gambar: http://pusaka-naning.blogspot.com Disalin dari kiriman Kembara Tanah Baso Sejak zaman-berzaman lagi, masyarakat Melayu merupakan sebuah bangsa yang mempunyai sistem kosmologi yang sempurna dalam konteks ekologi m ereka sehinggakan bangsa Melayu mampu membentuk peradabannya yang tersendiri. Kisah permulaan raja-raja dan pemerintahan kesultanan Melayu sering kali dikaitkan dengan unsur-unsur mistik, mitos, lagenda, sejarah serta kesasteraan yang indah. Terdapat pelbagai versi kisah lagenda bangsa Melayu bagaimana terjadinya sesebuah negara atau pemimpin berdasarkan peristiwa-peristiwa tertentu yang dianggap menjadi sebuah perihal penting dalam pensejarahan hikayat Melayu. 

Sekilas Aneuk Jamee

Suku Aneuk Jamee adalah sebuah suku di Indonesia yang tersebar di sepanjang pesisir barat - selatan Aceh mulai dari kabupaten Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh B arat Daya, Aceh Barat dan Simeulue. Suku ini merupakan keturunan perantau Minangkabau yang bermigrasi ke Aceh dan telah berakulturasi dengan Suku Aceh. Usul Bahasa Secara usul bahasanya, nama "Aneuk Jamee" berasal dari Bahasa Aceh yang secara harfiah berarti "anak tamu". Sejarah Sejak berabad-abad lalu, pesisir barat Sumatra telah menjadi rantau tradisional bagi orang Minangkabau. Migrasi orang Minang ke pesisir barat Aceh telah berlangsung sejak abad ke-16, di mana ketika itu banyak dari saudagar Minang yang berdagang dengan Kesultanan Aceh. Selain berdagang banyak pula dari masyarakat Minang yang memperdalam ilmu agama ke Aceh. Salah satunya ialah Syeikh Burhanuddin Ulakan, seorang ulama yang berasal dari Ulakan, Pariaman, Sumatra Barat. Syekh Burhanuddin pernah menim...

Kisah kanak-kanak Gaza

Sumber: https://www.facebook.com || TELADAN HEBAT DARI ANAK GAZA || Kanak-kanak super di Gaza sangat bisa dijadikan panutan. Salah satu contohnya adalah kanak-kanak 12 tahun bernama Anas, yang kisahnya akan diulas dalam kabar Palestina hari ini. Cuaca di luar terasa dingin dan angin cukup kencang, namun Anas tetap membuat dirinya sibuk. Kanak-kanak itu harus menyiapkan minuman untuk orang-orang di daerah pelabuhan Kota Gaza. Di musim panas, ia menjual jus buah dan es krim, sementara di musim dingin ia menjual; teh, kopi , dan sahlab (minuman tradisional Timur Tengah).

Syech Tahir Mohammad Djalaloeddin

Sumber Gambar: https://www.mamhtroso.com MAMHTROSO.COM -- Sekembalinya ke tanah Minang, Syekh Tahir Jalaluddin Al-Azhari dihadapkan pada perseteruan antara kelompok tua yang masih memegang tradisi dan ritual nenek moyang dengan kelompok muda yang berpikir pembaharu. Syekh Tahir yang merupakan bagian dari kelompok muda mendapatkan pertentangan. Ia dianggap tidak sesuai dengan tradisi karena memulaikan puasa dengan memakai ilmu hisab dan ilmu falak, bukan rukyah seperti ulama terdahulu.  Namun, ia tetap memantapkan pendiriannya dengan tetap memperdalam ilmu falak dan astronomi. Syekh Tahir kemudian memilih mengembara ke beberapa wilayah di tanah melayu. seperti Minangkabau, Riau hingga wilayah Singapura dan Kelantan. Beberapa jejak perjalanannya diantaranya, ia menginjakkan kakinya di Singapura pada 20 Mei 1888, di Kesultanan Riau pada 1892 dan di Penang, Malaya pada 1899.

Gigih Bersekolah di Minangkabau

Sumber Gambar: https://id.pinterest.com “ Pasar Derma jang diadakan oléh Bestuur Studiefonds Minangkabau di Fort de Kock , bersamaan dengan patjoean koeda, ada berhasil baik; pendapatan malam pertama dan kedoea soedah sampai berdjoemlah f 3363,41 (Sin. Sum) ”. *** Laporan majalah Pandji Poestaka No 49, Tahoen V, 21 Juni 1927, hlm. 824 [rubrik Kroniek ] , merujuk kepada harian Sinar Sumatra , tentang kegiatan pasar derma yang diadakan oleh Studiefonds Minangkabau (Yayasan Beasiswa Minangkabau) di Fort de Kock (Bukitingggi). Kegiatan seperti ini hampir setiap tahun diadakan oleh Studiefonds Minangkabau sejak berdirinya pada tahun 1920. Dana yang berhasil dikumpulkan dimasukkan ke dalam kas yayasan ini yang coba ditambah setiap tahunnya melalui kegiatan serupa.

Pemimpin Lebay

Sumber Gambar: https://www.facebook.com Setiap muslim yang diberikan amanah jabatan oleh Allah swt, berkewajiban menjalankan tuntunan Allah SWT terhadap dirinya dan rakyat yang dipimpinnya. Keberhasilannya bukanlah suatu keistimewaan tapi kegagalannya adalah suatu kecacatan. Maka berhentilah menjadikan kewajiban sebagai bahan pencitraan demi mengejar jabatan.

Surat dari IKM ke Yayasan Putri Indonesia

Kpd. Yth : 1.Yayasan Putri Indonesia 2.Kalista Iskandar Di Tempat Assalammualaikum Wr.Wb. Sehubungan dengan ajang PPI yg dilaksanakan baru-baru ini, kami atas nama Bundo Kanduang DPP Ikatan Keluarga Minangkabau [IKM] menyatakan keberatannya atas berita yang baru-bari ini sedang viral atas pernyataan Yayasan Putri Indonesia [YPI] dan Kalista Iskandar yang mengaku sebagai utusan dari Sumbar. Ada beberapa hal keberatan kami terhadap peserta yg mengatas namakan Sumbar, dapat kami sampaikan sebagai berikut: 1. Bahwa Kalista dan Yayasan PI telah mengatas namakan utusan Sumbar tanpa izin dari Pemprov Sumbar secara resmi. 2. Orang Minangkabau mempunyai filosofi "Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" [ABS-SBK] yang menunjukan bahwa Minang adalah Islam ,dan mempunyai adat dan budaya sesuai Ajaran Islam, kami merasa Kalista tidak mewakili perempuan Minang, masih banyak perempuan Minang yang bisa mewakili ajang Nasional. 2. Kami dari Ormas Minangkaba...

Perihal Terowongan di Batavia

Sumber Gambar: https://www.facebook.com Bukan terowongan antara rumah ibadah yang diperlukan tapi terowongan pembuangan sampah kecurigaan dan kebencian yang telah berkarat dalam hati banyak penguasa terhadap umat Islam. Kalau tidak segera disingkirkan, aroma busuknya akan semakin memualkan dan virusnya akan menyebarkan penyakit perusak jaringan syaraf anak bangsa. _______________ Disalin dari kiriman facebook: Buya Gusrizal Gazahar Pada hari Sabtu 14 Rajab 1441/ 08 Feberuari 2020
Pemekaran Agam untuk Bisa Sama Sejahtera redaksi bakaba Jumat 20 Desember 2019 20:25 Melalui Komisi 2 DPR-RI Bidang Pemerintahan Dalam Negeri, diharapkan dukungan untuk terwujudnya keinginan masyarakat untuk memekarkan Kabupaten Agam. Pertemuan Tokoh Nagari untuk pemekaran agam – bakaba.co bakaba.co | Agam | Gagasan dan keinginan menjadikan Agam dua kabupaten sudah digulirkan sejak tahun 2007. Sudah 12 tahun diperjuangkan, belum juga terwujud. Tetapi harapan tidak pupus, perjuangan patut diteruskan ketika peluang semakin terbuka. Keinginan untuk memekarkan Kabupaten Agam yang dilontarkan niniak mamak dan tokoh-tokoh masyarakat dimaksud untuk bisa sama-sama sejahtera. Selain demi percepatan pembangunan, kemajuan ekonomi masyarakat dan pelaksanaan pelayanan publik yang cepat, mudah dan biaya rendah.

Pasar Serikat Agam Tuo [IV]

Pasar Ateh Bukittinggi Dulunya Koto Rang Agam Kamis, 02 November 2017 - 11:56:18 WIB Pasar Ateh Tempo Dulu (ist) Laporan: Kasra Scorpi Pasar Atas atau Pasa Ateh Bukitting kembali terbakar Senin (30/10) untuk ketiga kalinya, sekitar 800 petak toko dan kios ludes dengan kerugian mencapai triliunan rupiah. Pasar yang merupakan sentra ekonomi masyarakat Luhak Agam ini sejak be r diri merupakan pasar ritel dengan sistem dagang konvensional berciri khas, diwarnai "ago maago" antar penjual dan pembeli, di sekitar pertokoannya berjualan pedagang kaki lima dengan aneka barang dagangan berupa kuliner, produk kerajinan dan produk industri.

Kamus (Kecil) Bahasa Negeri Sembilan

Sumber Gambar: https://www.facebook.com Untuk waghih2 yg dah lupo Bahaso kampung elok simpan dlm satu fail khas. Kamus ni tak ado jual di pasaran. Haahaaa. . KAMUS NOGORI A. Angka- Suhu badan seperti hendak demam Aka-aka - Dipermain-mainkan. B. Baeh- Baling Bajau- Tidak tinggal setempatBaju prat- Baju T Banga - Bau busuk yang mengisi ruang. Baning - Degil yang teramat sangat Bayang - Tak stabil, nak tumbang . Bega - Degil yang amat sangat Bengot - Herot, senget Bentong - Kecik tak mau besar-besar. Biaweh- Jambu batu Biak- Lecah, lopak air Bincau- Kecoh sambil marah Bincut- Benjol kecil Bidik - Baling, lempar, locut. Binga- Pekak Binjek - Jamah atau cubit sikit makanan untuk merasa. Sobinjek - secubit.

Komunis Haram = Komunis Fobia

Sumber Gambar: https://www.portal-islam.id TULISAN BUYA HAMKA TTG ZAMAN KETIKA PKI MASIH BERKUASA Nasional Redaksi ANNAS Indonesia 24 Februari 2018 06:30 Disalin dari: https://www.annasindonesia.com TULISAN BUYA HAMKA TTG ZAMAN KETIKA PKI MASIH BERKUASA Mari Kita Segarkan Kembali Ingatan  =============================== Mari kita segarkan kembali ingatan kita, bahwa menegakkan kebenaran itu selalu penuh tantangan .  Belum tentu yang tampak diikuti secara gegap gempita dengan segala kebesarannya adalah hal yang benar.  Ulama sejati tidak boleh mundur menyuarakan kebenaran sekalipun kesesatan tampak bagai gelombang besar di hadapannya. Pada tanggal 17 Agustus 1958, dengan suara yang gegap gempita, Presiden Soekarno telah mencela dengan sangat keras Muktamar (Konferensi) para Alim Ulama Indonesia yang berlangsung di Palembang tahun 1957.  Berteriaklah Presiden bahwa konferensi itu adalah “komunis phobia” dan suatu pe...

Kisah Heroik Aksi Kamikaze Lettu Udara Soewondo Hancurkan 60 Ranpur PRRI

Disalin dari : https://bangka.tribunnews.com   Jumat, 3 November 2017 14:20   Dispenau Para Pilot P-51 Mustang AURI BANGKAPOS.COM-- Salah satu peristiwa pemberontakan terhadap pemerintah sah RI yang hingga saat ini menjadi seperti trauma sejarah karena butuh pengorbanan besar untuk mengatasinya adalah pemberontakan yang dilancarkan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI ) tahun 1958. Trauma yang ditimbulkan dari perseteruan yang bersifat menghancurkan itu adalah hilangnya putera-putera terbaik bangsa yang seharusnya saling bahu-membahu untuk membangun negara. Apalagi penumpasan terhadap PRRI oleh Pemerintah Pusat RI sesungguhnya merupakan perang saudara karena yang berseteru adalah sesama bangsa dan warga RI sehingga hasil dari perseteruan bersenjata itu hanya kerugian belaka. Pemicu berdirinya PRRI di Sumatera yang ingin memisahkan diri dari Pemerintah RI adalah Mr Sjaf...

PRRI & Permesta Hancur Dibuat RPKAD Karena Ingin Makar, Agen Intelijen Amerika (CIA) Kalang Kabut

Disalin dari: https://jambi.tribunnews.com   Jumat, 8 Februari 2019 18:16   Pasukan RPKAD dalam pertempuran melawan Permesta. (Moh Habib Asyhad) TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia pernah harus berjuang membunuh teman sendiri yang akan mendirikan negara dengan paham di luar Pancasila. Kala itu tidak hanya satu gerakan, penjaga keutuhan NKRI, kala itu belum bernama Tentara Nasional Indonesia (TNI) mesti berjuang hidup mati menjaga keutuhan bangsa. Tahun 1958 hingga 1961 pemerintah Indonesia dipusingkan dengan berbagai urusan mengancam kedaulatan negara baik dari dalam maupun luar negeri. Belum juga selesai urusan merebut Irian Barat dari tangan 'Kompeni' Belanda, republik juga harus berjibaku menghadapi pemberontakan cukup serius dari Perdjuangan Rakjat Semesta dan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (Permesta & PRRI).

Gara-gara Serangan Kilat APRI, Pasukan PRRI Kocar-kacir dan Gagal Laksanakan Perintah CIA

Ade Sulaeman - Sabtu, 17 Maret 2018 | 12:00 WIB Ade Sulaeman Serbuan pasukan APRI di Sumatera untuk menumpas PRRI Intisari-Online.com - Pada tahun 1956 akibat kemelut ekonomi dan stabilitas politik yang masih labil mulai muncul rasa tidak puas di berbagai daerah seperti Sumatera dan Sulawesi. Suara dari daerah itu umumnya mengeluhkan roda pembangunan yang hanya berpusat di Jawa dan belum bisa dirasakan di berbagai daerah khususnya wilayah Indonesia Tengah dan Timur. Rasa tidak puas yang disampaikan ke pemerintah pusat di Jakarta itu karena dianggap tidak mendapat tanggapan yang memuaskan lalu mulai memunculkan opsi untuk mengambil alih pemerintahan setempat demi menggali potensi daerah secara maksimal. Oleh pemerintah pusat, opsi itu jelas dipandang upaya untuk memisahkan diri karena tanda-tandanya sudah kelihatan. Di kawasan Sumatera mulai muncul sejumlah dewan yang dimotori oleh para...

Kemenangan "Tentara Sukarno" di Hari Lebaran

Kolonel Ahmad Yani sukses memimpin penumpasan PRRI di Sumatera Barat. Tidak lama setelah operasi berhasil digelar, hari raya lebaran pun tiba. Oleh Martin Sitompul   Disalin dari: https://historia.id   Beberapa anggota pasukan Operasi 17 Agustus berpose sebelum melaksanakan tugas. (Perpusnas RI). FEBRUARI 1958, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dimaklumatkan di Bukittinggi, Sumatera Barat. Beberapa saat usai pengumuman itu, Presiden Sukarno segera memanggil Kolonel Ahmad Yani ke Istana Negara. Sebuah tugas militer penting dilontarkan: operasi militer menumpas PRRI, sekaligus meminta Yani untuk memimpin pendaratan pasukan TNI di Padang. ...

Pemberontakkan PRRI, Peperangan Berdarah yang Berakhir dengan Pengampunan Demi Utuhnya NKRI

Disalin dari: https://intisari.grid.id Moh Habib Asyhad - Minggu, 13 Agustus 2017 | 17:30 WIB Gambar: Moh Habib Asyhad, Tentara PRRI   Intisari-Online.com -  Salah satu peristiwa pemberontakan terhadap pemerintah Republik Indonesia yang hingga saat ini  menjadi seperti trauma sejarah adalah pemberontakan yang dilancarkan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Pemberontakan ini terjadi pada 1958. Trauma yang ditimbulkan dari perseteruan hancur-hancuran ini adalah hilangnya putera-putera terbaik bangsa yang seharusnya saling bahu-membahu membangun negara. Lebih lagi, penumpasan terhadap PRRI oleh Pemerintah Pusat RI sesungguhnya merupakan perang saudara karena yang berseteru adalah sesama warga negara Indonesia sehingga hasil dari perseteruan bersenjata itu hanya kerugian belaka. ...

Pesawat CIA dalam PRRI/Permesta

Maskapai penerbangan di Taiwan mendukung pemberontakan. Pilotnya tertangkap, keterlibatan CIA dalam PRRI/Permesta terungkap. Oleh Hendri F. Isnaeni     Disalin dari: https://historia.id     Pesawat A-26 Invaders milik CAT dalam operasi PRRI/Permesta. (dc3dakotahunter.com). Pada 12 Maret 1958, Lenan Kolonel Sukendro, kepala intelijen Angkatan Darat, menunjukkan kepada para wartawan bukti -bukti pesawat DC-4 yang menjatuhkan senjata bagi pemberontak PRRI/Permesta. Pesawat lain yang mengangkut persenjataan mendarat di Manado. Pemerintah pusat mengetahui nama pilot dan nomor pesawat itu. Foto-foto pesawat yang mendrop senjata itu dipamerkan di Departemen Penerangan. “Dia juga menuduh –dengan tepat– para pemberontak telah membe...

Aksi TNI Habisi Makar PRRI/Permesta Bikin Militer Amerika Kalang Kabut. Ini Kisah di Baliknya!

Disalin dari: https://batam.tribunnews.com   Selasa, 3 Juli 2018 14:42   Pasukan TNI saat penumpasan makar PRRI/Permesta di Sumatera dan Sulawesi (via intisarionline) via intisarionline   TRIBUNBATAM.ID -Tahun 1958 hingga 1961 pemerintah Indonesia dipusingkan dengan berbagai urusan mengancam kedaulatan negara baik dari dalam maupun luar negeri. Belum juga selesai urusan merebut Irian Barat dari tangan 'Kompeni' Belanda, republik juga harus berjibaku menghadapi pemberontakan cukup serius dari Perdjuangan Rakjat Semesta dan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (Permesta & PRRI ). Cukup serius karena pemberontakan ini berskala besar yang berpusat di pulau Sulawesi dan Sumatera. Lebih mengkhawatirkannya lagi Permesta dan PRRI gerakannya didukung oleh CIA Amerika Serikat melalui operasi terselubung mereka di tanah air.Pemerintah pusat lantas melihat perlunya tindakan militer untuk menumpas Permesta ...

111. Puisi Buya Natsir untuk Buya Hamka

Puisiku untuk Bilal Hamka Ditulis oleh M. Natsir tgl. 9 Mei 1959 di Nagari Sumpur Kudus,  selanjutnya dibacakan oleh Sjamsir Sjarif melalui Radio Revolusioner Republik Indonesia, Studio Banteng gelombang 58 dari ulu Batang Somi, Sumpur Kudus   Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/natsir.php Sumber Gambar: https://jejakislam.net Saudaraku Hamka, Lama, suaramu tak kudengar lagi Lama... Kadang-kadang, Di tengah-tengah si pongah mortir dan mitralyur , Dentuman bom dan meriam sahut-menyahut, Kudengar, tingkatan irama sajakmu itu, Yang pernah kau hadiahkan kepadaku, Entahlah, tak kunjung namamu bertemu di dalam Daftar . Tiba-tiba, Di tengah-tengah gemuruh ancaman dan gertakan, Rayuan umbuk dan umbai silih berganti, Melantang menyambar api kalimah hak dari mulutmu, Yang biasa bersenandung itu, Seakan tak terhiraukan olehmu bahaya mengancam.

110. PRRI DALAM DEKADE PERGOLAKAN DAERAH TAHUN 1950-an.

PRRI DALAM DEKADE PERGOLAKAN DAERAH  TAHUN 1950-an.   Oleh: Mestika Zed Pusat Kajian Sosial-Budaya & Ekonomi (PKSBE)  Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang. Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/historio.php       MENGKAJI ulang sejarah bangsa adalah perbuatan universal.  Bangsa-bangsa, menemukan kembali masa lampau mereka dan menuliskannya lagi sebagai ingatan bersama. Sejarah, sebagai proses hanya sekali terjadi , einmalig, tetapi sejarah sebagaimana ia dipahami, bukanlah pahatan batu nisan yang beku dan dingin. Ia terbuka untuk dikaji ulang. Semua ini bukan secara kebetulan dan bukan pula bersifat acak, melainkan suatu rangkaian percakapan (wacana) tanpa henti tentang pembelajaran sejarah , yaitu mengenai manusia dan kemanusiaan. Keteladanan nilai tentu tidak harus diikat pada masa lalu yang beku, sebab ia dapat berada pada masa depan, pada ide-ide yang membuka ruang imajinasi peradaban. ...

109. Sjafruddin Prawiranegara dalam Dua Zaman

Politics of Memory Sjafruddin Prawiranegara dalam Dua Zaman: PDRI dan PRRI    Oleh: Mestika Zed Pusat Kajian Sosial-Budaya & Ekonomi (PKSBE), Universitas Negeri Padang   Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/tokoh.php     SEJARAH memerlukan PERISTIWA. Peristiwa memerlukan tokoh. Dan tokoh harus tewas dalam peristiwa. Bagi yang tak tewas dalam peristiwa, nasibnya akan dipertimbangkan lewat sejarah. Masalahya sejarah yang mana?  Sejarah formal? Atau sejarah publik? Oleh karena politik yang mendefinisikan syarat-syarat menjadi tokoh pahlawan didasarkan pada ideologi, maka ia menjadi urusan politik ingatan (politics of memory) rejim yang berkuasa. Dalam konstruksi politik ingatan semacam itu, ada tokoh yang harus diingat dan diulang-ulang mengingatnya, bahkan dengan berbagai cara (buku, film, bangunan dan arsip), dan pada saat yang sama ada pula yang wajib dilupakan. Ada tokoh yang pada suatu zaman dielu...

108. PRRI DI NAGARI ANDOLEH [5]

108. PRRI DI NAGARI ANDOLEH [5] Oleh: H. Si Am Dt. Soda Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/andalas.php   V. Tidak perlu meniru budaya kota Nagari Andoleh ibarat surga Dikelilingi bukit berhutan rimba Banyak Enau menghasilkan nira Sumber penghasilan kaum keluarga Contoh teladan wajib ditiru Ikuti kebiasaan orang dahulu Kalau menebang pohon kayu Harus seizin Datuk Pengulu Bila kayu banyak ditebang Hidup tak lagi merasa tenang Mirip suasana keadaan perang Setiap saat nyawa melayang

107. PRRI DI NAGARI ANDOLEH [4]

107. PRRI DI NAGARI ANDOLEH [4] Oleh: H. Si Am Dt. Soda Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/andalas.php Sumber Gambar: https://www.batamnews.co.id IV. Si Ampuah menjadi korban Jangan dianggap masalah remeh Kisah si Ampuah penduduk Andoleh Orang gila berkelakuan aneh Sering meminta disediakan teh Karena mengganggu penduduk kampung Si Ampuah diikat lalu dipasung Dia menjerit meraung raung Sering menangis duduk termenung Ini pelanggaran hak azasi Untuk bebas di atas bumi Tak boleh dirampas atau dikebiri Duhulu pernah telah terjadi Ketika nagari sedang terbakar Api menyala sangat besar Si Ampuah terkurung di dalam kamar Sangat susah lari menghindar

106. PRRI DI NAGARI ANDOLEH [3]

Oleh: H. Si Am Dt. Soda Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/andalas.php   Sumber Gambar: https://www.arah.com III. Nagari lain ikut membantu Begini adat orang Minang Kabau Kabar baik, datang dihimbau Kabar buruk membuat risau Sesama dunsanak silau-menyilau Mendengar berita malapetaka Tidak dipesan, tanpa diminta Datang bantuan sanak saudara Orang Tanjung datang pertama Nasi disiapkan berbungkus bungkus Dimasukkan karung maupun kardus Lalu diantarkan secara khusus Bantuan diberikan secara tulus

105. PRRI DI NAGARI ANDOLEH [2]

105. PRRI DI NAGARI ANDOLEH [2]  Oleh: H. Si Am Dt. Soda Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/andalas.php     II. Pesawat terbang membakar musnah Andoleh Beginilah strategi saat berperang Tentara Pusat tak berani datang Nagari Andoleh lalu dipanggang Dengan bom pesawat terbang Pesawat Mustang cocornya merah Terbang melayang sangat rendah Menembakkan mitraliur bagaikan muntah Peluru ditujukan ke segala arah Warisan pusaka datuk datuk Rumah godang beratap ijuk Berkayu Surian tak mungkin lapuk Kini hangus tiada berbentuk

104. PRRI di Nagari Andoleh [1]

200 rumah terbakar akibat Serangan Udara Oleh: H. si Am Dt. Soda Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/andalas.php     I. Pendahuluan    Kodak si Am tahun 1955, 3 tahun sebelum PRRI. Tiga orang warga sipil Si Am, Saribanun dan Amril Merasa perlu untuk tampil Mengisahkan peristiwa di ujung bedil Ujung bedil milik tentara Membuat hidup jadi sengsara Ketika terjadi Perang Saudara Nagari Andoleh menjadi bara Cerita disampaikan kepada penulis Dibuat syair kalimat puitis Kalau ragu tolong ditapis Supaya hilang fitnah iblis Ampun dan maaf kepada Pangulu Bila kalimat ada yang rancu Atau catatan mungkin keliru Karena peristiwa lama berlalu

Penangkapan Ulama di Minangkabau-1928

Sumber Gambar: https://www.mamhtroso.com “ Een gearresteerde Menangkabauer.    Op de vraag van den heer Abdul Firman Gelar Maharadja Soangkoepoen de Regeering bereid is mede te deelen welke de redenen zijn de arrestatie van den Menangkabauer Sjech Mohamad Tahir Djalaloeddin Al Azhard, en of er kans is op zijn spoedige invrijheidsstelling, heeft de regeering als volgt geantworord:    De Menangkabauer Sjech Mohamad Tahir Djalaloeddin al Azhard is 8 Maart jl. komende van Singapore, te Fort de Kock aangehouden, omdat hij reeds geruimen tijd te voeren door den resident van Sumatra’s Westkust voor interneering was voorgedragen, daar hij geacht werd te behooren tot de gevaarlijke P. K. I.-kern in dat gewest, voornamelijk indien zijn, dat hij met behulp van den godsdienst propaganda voor die partij zou hebben gemaakt.     Naar de rol, welke hij in deze beweging heeft vervuld, wordt intusschen een nader onderzoek ingesteld, hetwelk nog niet is ...

PRRI: Koreksi Daerah thd Pusat

PRRI, PROTES SI ANAK TIRI DAN CATATAN LUKA URANG AWAK January 10, 2014 by chaniagoxfiles Kita buat organisasi. Kita gertak Soekarno sampai kelak dia undang kita untuk membicarakan nasib bangsa ini.” —- (Kolonel Ahmad hussein, ketua dewan Banteng) Kota padang, 20 februari 1958, seorang laki laki berpakaian militer berpidato dengan berapi api di depan rapat umum di kota tersebut. Dengan lantangnya laki laki betubuh tegap ini berkata: “Apabila saudara-saudara tidak mendukung perjuangan PRRI, maka saat ini juga saudara-saudara boleh menangkap saya dan menyerahkan saya ke pemerintahan Soekarno…!!!” seraya mencopot dan membanting tanda pangkatnya ke tanah. Nampaklah sekali dia sangat gusar saat berpidato itu, wajahnya memerah karena menahan amarah di dalam dada. Rasa kesal, marah, kecewa bercampur aduk di dalam dirinya saat itu. Pemerintah pusat melalui Perdana menteri Ir. Djuanda menuduhnya sebagai seorang pemberontak dan memerintahkan KASAD untuk memecatnya dan tem...

Minangkabau Voetbal - 1936

Sumber Gambar: http://poestahadepok.blogspot.com “ MINANGKABAU TEAM             Tanggal 4 dan 5 Januari [1936] di Plein van Rome akan diadakan pertandingan antara:                                    MINANGKABAU TEAM – MILITAIRE XI S W K                                                           Idem        – YOUNG FELLOW              Minangkabau team ini jang tersoesoen dari spel...

103. PRRI di Nagari Sitalang [11]

Kisah anak nagari Sitalang yang berjuang membela PRRI Dikarang oleh: H. Bustanuddin, Abraham Ilyas, Noor Indones St. Sati Diedit html oleh: H. si Am Dt. Soda   Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/sitalang.php   Akibat kalah bertempur Sesudah PRRI kalah bertempur Adat Minang menjadi mundur Pangulu diam disuruh tidur Dilarang bicara, jangan mengatur Ibarat pasukan tentara APRI Saat mengalahkan pejuang PRRI Begitulah kota merusak nagari Mamak kehilangan harga diri Orang kota ada yang serakah Kini datang membuat masalah Bukit dan gunung semua dirambah Pohon dihutan ditebang rebah

102. PRRI di Nagari Sitalang [10]

Kisah anak nagari Sitalang yang berjuang membela PRRI Dikarang oleh: H. Bustanuddin, Abraham Ilyas, Noor Indones St. Sati Diedit html oleh: H. si Am Dt. Soda   Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/sitalang.php   Akibat kalah bertempur Sesudah PRRI kalah bertempur Adat Minang menjadi mundur Pangulu diam disuruh tidur Dilarang bicara, jangan mengatur Ibarat pasukan tentara APRI Saat mengalahkan pejuang PRRI Begitulah kota merusak nagari Mamak kehilangan harga diri Orang kota ada yang serakah Kini datang membuat masalah Bukit dan gunung semua dirambah Pohon dihutan ditebang rebah

101. PRRI di Nagari Sitalang [9]

Kisah anak nagari Sitalang yang berjuang membela PRRI Dikarang oleh: H. Bustanuddin, Abraham Ilyas, Noor Indones St. Sati Diedit html oleh: H. si Am Dt. Soda   Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/sitalang.php   Orang Ronda memiliki andil menjaga nagari Karena takut dijadikan sandera Penduduk kampung sembunyi di rimba Mungkin sehari atau dua Menunggu musuh pulang ke kota Tugas utama orang ronda Memukul Tontong tanda bahaya Memberi tahu sanak saudara Musuh datang membawa petaka Siasat berperang sejak dahulu Kebiasaan operasi para serdadu Mereka datang sewaktu waktu Tiada tanda pemberi tahu Dalam hening sunyi senyap Waktu malam sangat gelap Ronda berjaga harus siap Dilarang tidur walau sekejap

100. PRRI di Nagari Sitalang [8]

Kisah anak nagari Sitalang yang berjuang membela PRRI Dikarang oleh: H. Bustanuddin, Abraham Ilyas, Noor Indones St. Sati Diedit html oleh: H. si Am Dt. Soda   Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/sitalang.php   Sumber Gambar: http://akhsani90.blogspot.com Bantuan Masyarakat Saat terjadi pertempuran hebat Di nagari Kamang sebelah barat Kapten Bachtiar terluka berat Kakinya tertembak peluru granat Bachtiar ditandu berjalan kaki Di jalan setapak rimba yang sunyi Melewati batas banyak nagari Menuju Sitalang untuk diobati Karena kakinya terluka parah Kondisi Bachtiar sangat lemah Dia dipinjami sebuah rumah Milik Usman Datuk Batuah

99. PRRI di Nagari Sitalang [7]

Kisah anak nagari Sitalang yang berjuang membela PRRI Dikarang oleh: H. Bustanuddin, Abraham Ilyas, Noor Indones St. Sati Diedit html oleh: H. si Am Dt. Soda   Disalin dari: http://prri.nagari.or.id/sitalang.php   Sumber Gambar: https://books.google.co.id Dukun Paranormal ikut mendukung perjuangan Datuk Sati Durahman orang Sitalang Mendukung PRRI tidak kepalang Meski bukan tentara bersenapang Semangat Datuk perlu dikenang Tidak dipaksa, tidak disuruh Membantu perjuangan secara penuh Dilakukan masyarakat bersungguh sungguh Ketika Sitalang menghadapi musuh Anak nagari sangat percaya Datuk Sati pendekar ternama Sangat disegani banyak ilmunya Memberi keyakinan kepada warga