Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Could it be Simpang Kangkuang?

[caption id="" align="aligncenter" width="320"] Picture: Ankasembilan.blogspot.co.id [/caption] No information about this picture, could it be at Simpang Kangkuang and this picture taken from Societeit direction. There are the rice field. ____________________ Tidak ada keterangan pada gambar, mungkinkah ini di Simpang Kangkuang? dan gambar ini diambil dari arah DPRD sekarang. Tengoklah disana masih ada lahan persawahan.

Three Boys

[caption id="" align="aligncenter" width="600"] Picture: Padang Indah Kemilau Tour & Travel [/caption] This three boys maybe has become father or grand father in present time. We can see the Jam Gadang and Jogja Hotel. And Looked there, in place now BNI Bank has a house or maybe a shop there. ________________________ Tiga orang anak-anak, mungkin pada masa sekarang sudah menjadi ayah atau bahkan kakek-kakek. Pada gambar ini dapat kita lihat Jam Gadang dan Hotel Jogja. Lihatlah sana, di tempat sekarang berdiri Bank BNI pada gambar tampak sebuah rumah atau sebuah kedai.

DPRD Crossroad II

[caption id="" align="aligncenter" width="1346"] Picture: Minagkabau Tempo Dulu [/caption] This picture show us clearly about the situation in front of Regional Assembly (DPRD) Crossroad. The picture in year 1900-1930. The road still empty, the park  still beauty, and the societeit is still there.. [caption id="" align="aligncenter" width="700"] Picture: Tropen Museum [/caption] Straatgezicht met sociëteit Belvédère in Fort de Kock || Straatgezicht with society Belvedere Fort de Kock. 1892-1922. On this second picture we can see the letter "C. NIEUWENHUIS. PADANG" in the pedestrian walk. Also we can see the beautiful park in the place Pahlawan Tak Dikenal Monument  in present time. Very neat and orderly in that time, Bukit Tinggi really beautiful if we can keep that. From the letter C. NIEUWENHUIS we found that he was a photographer with name Christiaan Benjamin Nieuwenhuis was born in Amsterdam on July 4, 1863 an...

Heritage Bereaved

[caption id="" align="aligncenter" width="1280"] PIture: Sir Andre Wirya [/caption] This show us the effect of earthquaqe at 2007/2009 in Bukit Tinggi. This building has shophouse in Pasa Ateh at Bukit Tinggi. [caption id="" align="aligncenter" width="1280"] Picture: Sir Andre Wirya [/caption] What can we do, the nature has own decision.   [caption id="" align="aligncenter" width="1280"] Piture: Sir Andre Wirya [/caption] We wish a few of us have recorded wit picture or anything else. ___________________________ Peningalan Bersejarah Berduka, gempa yang terjadi pada tahun 2007/2009 di Sumatera Barat telah memberikan dampak yang sangat signifikan bagi Peninggalan Bersejarah di Bukit Tinggi. Bangunan ini merupakan banguna ruko yang terletak di Pasa Ateh.

Boekenwinkel (Bookstore)

[caption id="" align="aligncenter" width="448"] Picture: Jefri Jefridel [/caption] This picture taken from front of Ramaya building at present time. That buildings in front there (beside the road to Kampuang Cino) is Bookstore in that time. Now this building has change with new. In this picture we can not see the gate beside Bookstore, the gate were welcoming us to Kampuang Cino (Chinatown) _________________________ Gambar ini diambil di hadapan Ramayana. Bangunan yang ada di hadapan itu ialah sebuah Toko Buku pada masanya, pada saat sekarang bangunan itu telah tiada, digantikan oleh bangunan baru. Pada gambar ini tampak gerbang masuk ke Kampuang Cino telah tiada.

Minangkabau Coin

 Picture: Nia Lovita [/caption] Coin of Minangkabau with no information about this picture. This coin write with arabic with Melayu Languange called Arab-Melayu. In this coin write with arabic the word "Minangkabau" _______________________ Koin Minangakabau, tidak ada keterangan pada gambar. Koin ini ditulis dengan menggunakan huruf Arab namun memakai bahasa Melayu, lazim dikenal dengan nama Arab Melayu. Pada coin ini tertulis kata "Minangkabau"

Oto

[caption id="" align="aligncenter" width="426"] Picture: Nia Lovita [/caption] Minangkabau people call car with "oto" from "auto" its differents with another Indonesians who called with "mobil". This called came from colonial era and we can find it in old novel were publised in colonial era. Here the proof for Minangkabau called "Oto". ____________ Masyarakat Minangkabau menyebut mobil dengan sebutan "oto". Panggilan ini berasal dari masa Kolonial Belanda dimana kata "oto" dapat kita temui pada novel-novel yang dikarang oleh orang Minang pada masa itu.

Jam Gadang & Pasa Batingkek

[caption id="" align="aligncenter" width="670"] Picture: Arman Jie [/caption] This picture have no year, we just conclude that this picture taken from Niagara Palaza building or Jasa Raharja building or maybe Eri Theatre building in present time. We can see the Jam Gadang and gonjong of Pasa Batingkek building. Also we can see the Goedang beside Janjang Goedang but with no gonjong. Seems at that time place around this place was another terminal for bus. People here called it Bus Kerajaan (Kingdom Bus) we havent found yet. _____________________________ Gambar ini tidak memiliki tahun, kami hanya dapat menyimpulkan kalau gambar ini diambil di dekat Niagara Plasa atau Gedung Jasa Raharja atau mungkin saja di depan bangunan bioskop Eri. Dari bawah sini kita dapat melihat Jam Gadang dan gonjong Pasa Batingkek. Dan juga kita masih dapat melihat Goedang yang terdapat disamping Janjang Goedang namun tiada memakai gonjong. Tampaknya pada masa itu sekitar tempat in...

Moehammad Attar

[caption id="" align="aligncenter" width="600"] Muhammat Attar [Picture: Sindonews.com ][/caption] Muhammad Attar was the name who gift to him when he was born, but people know him as Mohammad Hatta. He was born in Bukit Tinggi at August 12, 1902 with suku (clan) Jambak from Aua Tajungkang Bukit Tinggi. [caption id="" align="aligncenter" width="330"] Picture: Wikipedia [/caption] One of the highest leader with his friend Soekano, both them proclaim the Indonesia Independence at August 17, 1945. His grandfather from father side was Ulama in Minangkabau called Syech Batu Hampar in Luhak Limo Puluah Koto. He also has a techer who teach him about Islam when he was kid, he is Syech Moehammad Djamil Djambek have a surau in Kampuang Tangah Sawah. After continued his study in Netherlands, he spend his life in rantau. Back to Indonesia and become one of leader political party and political movement. A few time punished by colonial go...

Pasa Ateh

[caption id="" align="aligncenter" width="450"] Picture: Bukittinggi Tempoe Doeloe [/caption] Pasa Ateh with no year, we can see the merchants with their equipment like the big umbrella which made from bamboo. We dont yet where is this location ecatly happen, and we can see there still stand Banyan tree. Could it from before 1900? ________________________ Tidak kami temukan keterangan tahun pada gambar, gambar ini memperlihatkan keadaan Pasa Ateh. Tampak para pedagang beserta peralatannya, yang menarik minat kami ialah keberadaan Tuduang Gadang yang kini telah dapat kita katakan telah jarang dipakai oleh orang. Tuduang Gadang ini terbuat dari betung (bambu). Menarik perhatian kami tentang keberadaan pohon Beringin yang disana. Mungkinkah gambar ini berasal dari masa sebelum tahun 1900?

Janjang Gantuang, Pasa Bawah, Kawasan Persawahan

[caption id="" align="aligncenter" width="400"] Picture: Minangkabau Tempoe Doeloe [/caption] Janjang Gantuang (Pedestrian Bridge), Pasa Bawah, and The Rice Field in the present that place full with settlements. No year in this picture. ____________________ Janjang Gantuang, Pasa Bawah, dan Kawasan Persawahan. Pada masa sekarang, kawasan persawahan tersebut telah dipenuhi oleh pemukiman penduduk. Tidak ada keterangan tahun pada gambar.

Janjang Gudang

  [caption id="" align="aligncenter" width="700"] Picture: Tropen Museum [/caption]  This picture have a year 1895 [caption id="" align="aligncenter" width="700"] Picture: Tropen Museum[/caption] From This Picture we can see the Gudang (Warehouse) were the name become name of the stairs where build in left side of this Gudang. This picture have year 1900-1941 [caption id="" align="aligncenter" width="700"] PIcture: Tropen Museum [/caption] We think this picture just not to different from the secon picture . Just the angel of this picture from another way. [caption id="" align="aligncenter" width="604"] Picture: Bukittinggi Tempo Dulu [/caption] Janjang Gudang or in english is Stairs of Warehouse was located beside Jogja Hotel or near of from Colonial Jail. There is warehouse beside this stairs, used ti collect coffie from Minangkabau people in Luhak Agam at the co...

Kilang Saka

[caption id="" align="aligncenter" width="600"] Picture: Hendra Saputra [/caption] Saka in Minangkabau Language is mean Brown Sugar, its produced by local people like in Luhak Agam. This sugar made from cain were grinded use two clinders who moved by the cow. We can see on this picture, the cow and the masters and in another picture on the bottom that is two clynders. [caption id="" align="aligncenter" width="720"] Picture: Jumaidil Firdaus [/caption] Gambarnya pada masa kini:

Pasa Ateh from Jam Gadang

[caption id="" align="aligncenter" width="500"] Picture: Sumatera Barat Tempo Dulu dan Kini [/caption] Many comment said that this was Pasa Ateh and from another source we found that this condition in the Dutch Agression II in Bukit Tinggi. In the right side there has a stairs, that is Janjang Gudang and far in there was rice field where possibilities Kampuang Tangah Sawah. And the road there towards to Pasa Lereang. [caption id="" align="aligncenter" width="852"] Piture: Minangkabau Tempo Dulu [/caption] This second picture show us the situation before war (maybe), we add here the comment of this picture by Mr. Suftiman Bandaro Mudo : This photo is taken from the Pasa Ateh from above the Jam Gadang (Clock Tower).  Just try to watch behind The Bendi's there is Janjang Gudang (Warehouse Stairs) are being repaired or being cemented. While next to fence it is the location of its Market (Pasa Batingkek) currently enjoys. You...

Jam Gadang & Rumah Bagonjong

[caption id="" align="aligncenter" width="480"] Picture: Hendrizoni Nelfi [/caption] There is no year in this picture, maybe between 1970-1980's. This picture show us Jam Gadang and Sabai nan Aluih park in that time. Besides Jam Gadang has building (maybe Post Office), its different building with the coloniall time. ___________________ Tidak ada keterangan tahun pada gambar ini, kemungkinan ialah antara tahun 1970-1980an. Gambar ini memperlihatkan kepada kita Jam Gadang dan Taman Sabai nan Aluih. Dan juga masih kita dapati sebuah bangunan (kemungkinan Kantor Pos), bangunan ini merupakan bangunan yang berbeda dengan bangunan yang pernah kita lihat di foto yang berasal dari Zaman Kolonial.  

Centrum Hotel

[caption id="" align="aligncenter" width="400"] Picture: Wonderful Sumatera [/caption] Centrum Hotel in 1935, this hotel located in crossroad who known as Simpang (Crossroad) Stasiun. Named like that because, (if turn left) few meters afters that we fild find The Bukit Tinggi Train Station. This hotel was luxury hotel in Bukit Tinggi in that time. This complex building still there until now. [caption id="" align="aligncenter" width="314"] Picture: Bukittinggi Tempoe Doeloe [/caption] In this second picture we think that the picture has taken in the school area. No year in this picture. __________________ Hotel Centrum berdasarkan keterangan pada gambar ialah tahun 1939. Hotel ini terletak di persimpangan (simpang tiga) yang dikenal dengan nama Simpang Stasiun. Simpang ini dinamakan demikian karena (apabila kita belok kiri) maka sekitar 10 m kita akan tersua dengan Bangunan Stasiun Kereta Api Bukit Tinggi. Hotel ini merupakan...

Rumah Adat Nan Baanjuang Museum

[caption id="" align="aligncenter" width="960"] Picture: Macho Antiques [/caption] Rumah Adat Nan Baanjuang Museum with no year, there is park in front of that house. In this time front of that house has built a pool , before that there is Medan nan Bapaneh (Amphiteather). This house located in Kinantan Zoo. [caption id="" align="aligncenter" width="960"] PIcture: Macho Antiques [/caption] This picture show us  that they built a pool front Museum, but we have no year information about this picture. __________________ Gambar tanpa tahun ini merupakan gambar dari Museum Rumah Adat nan Baanjuang yang berada di dalam Kebun Binatang Kinantan. Tampak pada halaman muka masih berupa taman, sekarang pada taman telah dibangun sebuah kolam dan sebelum dibangun kolam disana terdapat Medan nan Bapaneh (Ampiteater). Pada gambar kedua kita lihat telah ada sebuah kolam di hadapan museum. Namun sayang kami tiada mendapat tanggal dan tahun d...

Bukit Tinggi from another Viewpoint

[caption id="" align="aligncenter" width="960"] Picture: Macho Antiques [/caption] No year in this picture, but we sure that this picture taken after 1959 because the Pahlawan Tak Dikenal Monument has built at 1959. This picture taken from Jam Gadang area. We can many things, first this picture has taken from another angel who never used before. Second, The Societeit building has been there. Third, we can see the house in the plae BNI Bank building. Forth, Belakang Balok Area has still a rice field area. _______________________ Tidak ada keterangan tahun pada gambar ini, tapi kami yakin kalau gambar ini diambil selepas tahun 1959 karena Tugu Pahlawan Tak Dikenal dibangun pada tahun 1959. Tampaknya gambar ini diambil dari kawasan Jam Gadang, dan membuat gambar ini tampak lebih menarik ialah sudut pandang yang dipakai dalam mengambil gambar ini belum pernah dipakai sebelumnya. Tampak pertautan antara dua gunung (Marapi & Singalang) pada latar belakang g...

Official announcement of Andalas University

[caption id="" align="aligncenter" width="643"] Picture: Muhamad Zukri [/caption] Official announcement of Andalas University on Bukit Tinggi, this announcement happen in Senior High Sechool N2 of Bukit Tinggi or in the colonial time was Kweek School (Kings School). This happen in September 13, 1956 (Syafar 08, 1376) with Vice Presiden Mohammad Hatta and Minister of Teaching, Education, and Culture Sarino Mangunpranoto. [caption id="" align="aligncenter" width="540"] Picture: Info Sumbar [/caption] ________________________________

Jam Gadang & Bemo

[caption id="" align="aligncenter" width="448"] Picture: Abdi Rasul [/caption] Jam Gadang in 1970, this picture taken from Pasa Batingkek front of Jam Gadang. We can see there in front of Pasa Batingkek was Bemo Parking Place. Bemo is one kind of Transportation Vehicle wich has been vanished in Indonesia. This is unic vehicle, have three wheel with bumper taper. There beside Jam Gadang we see a building, we dont know yet, The Pos Office or another office. Also we can see tupical architecture of Shop House front of Jam Gadang. In peresent time the typical. ____________________ Jam Gadang pada tahun 1970 an, gambar ini diambil dari atas Pasa Batingkek di hadapan Jam Gadang. Kita dapat saksikan di hadapan Pasa Batingkek ini terdapat tempat parkir Bemo. Bemo adalah salah satu jenis alat trasportasi di Indonesia yang telah punah. Alat transportasi yang satu ini sangat khas karena memiliki tiga roda dan bagian depannya yang lancip.

Jam Gadang from the back

[caption id="" align="aligncenter" width="266"] Picture: Abdi Rasul [/caption] This picture in 1939, taken from the behind Jam Gadang (Clock Tower). On this picture we can see the park with green grass. How beautiful isnt it.. _______________________ Gambar ini bertahunkan 1939, diambil dari arah belakang Jam Gadang. Pada gambar ini dapat kita lihat taman yang dihiasi rumput hijau. Walau gambar ini hitam-putih, kami yakin kalau warna dari rumput itu ialah hijau. Betapa cantiknya..

Aguang

[caption id="" align="aligncenter" width="640"] Picture: Kampuang Dalam [/caption] Aguang same like Gong in Java, this instrument is made from brass or bronze. Fungtions of this Aguang is for Inauguration of PanguluIu (And the celebration), Funeral Ritual, for weddings party, and etc. This instruments has own by noble family in each country in Minangkabau. ___________________ Aguang atau dapat kita padankan dengan Gong di Jawa terbuat dari kuningan dan perunggu. Aguang ini digunakan disaat pengangkatan seorang penghulu, upacara kematian, upacara pernikahan dan lain sebagainya. Aguang biasanya dimiliki oleh Keluarga Bangsawan pada setiap nagari di Minangkabau

Syech Muhammad Djamil Djambek

[caption id="" align="aligncenter" width="295"] Picture: Abdi Rasul [/caption] Syech Muhammad Djamil Djambek was one of reformator ulama in Minangkabau. He came from Kampuang Tangah Sawah in Bukit Tinggi. He son is Colonel Dahlan Djambek who lead Rebellion against Communist and Soekarno at the 1958-1961. That colonel died killed by Communist. Syech Djambek (usually called by people) is Mohammad Hatta teacher when he study at Surau. He one of three Ulama Leader from Youth Movement in Islamic Theology. ___________________ Syech Muhammad Djamil Djambek ialah salah seorang ulama pembaharu di Minangkabau. Beliau tinggal di Kampung Tangah Sawah di Bukit Tinggi. Salah seorang anaknya bernama Kolonel Dahlan Djambek yang memimpin Pemberontakan melawan Komunis dan Soekarno dalam masa 1958-1961. Kolonel kita ini syahid dibunuh oleh Komunis (OPR).

Sanitary Office

[caption id="" align="aligncenter" width="540"] Picture: Novery Azhar [/caption] The information about place and year, but this picture told us about the Sanitary Office in the colonial period. ______________________ Dinas Kebersihan dimasa Belanda, menggunakan pedati dalam bertugas.

Koto Tuo Mosque

[caption id="" align="aligncenter" width="337"] Picture: Sumatera Barat tempo Dulu dan Kini [/caption] Old mosque with Minangkabau architecture has become getting less. This is Koto Tuo Mosque in 1880 _______________________ Masjid Tua dengan langgam arsitektur Minangkabau sudah banyak berkurang di Minangkabau pada masa sekarang. Ini ialah gambar dari Masjid Koto Tuo pada tahun 1880

Gas Station with bicycle power

[caption id="" align="aligncenter" width="480"] PIcture: Sumatera Barat Tempo Dulu dan Kini [/caption] This is unic picture with no year and no detail, we just know that the name of bus comany was Gagak Hitam (Black Crow) with direction from Bukit Tinggi to Pakan Baru (Capital of Riau Province). Looked this gas station, they used the bicycle to run that machine. Are the machine has broken and not repaired yet? we dont know yet.. __________________________ Ini merupakan gambar yang unik dan tanpa adanya keterangan tahun serta detail gambar. Kami hanya mengetahui bahwa nama perusahaan dari bus ini ialah Gagak Hitam melayani jurusan Bukit Tinggi - Pakan Baru. Lihatlah pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar ini mereka menggunakan tenaga gerak yakni dengan memakai sepeda. Apakah karena mesinnya rusak dan belum diperbaiki? entahlah..

Janjang Gantuang

[caption id="" align="aligncenter" width="474"] Picture: Eliza Fondia [/caption] No year on this picture but we sure that this is Janjang Gantuang (Pedestrian Bridge) from Pasa Lereang. From this picture we can see the loods of Pasa Bawah and behind there was rice field. There is one stairs beside the beridge, in present time the stairs has no more. ____________________ Gamba ini tidak bertanggal ataupun tahun, tapi kami yakin kalau gambar ini ialah gambar dari Janjang Gantuang dari arah Pasa Lereang. Dari gambar ini masih tampak bangunan los di Pasa Bawah serta di belakangnya ialah bangunan persawahan. Tampak satu buah jenjang di samping jembatan, pada masa sekarang jenjang itu telah tiada.

Kapeh Panji Mosque

[caption id="" align="aligncenter" width="559"] Picture: Firmansyah Hadjar [/caption] Mosque Kapeh Panji in the past, sturdy, strong and charismatic distinctive, every mosque in Banuhampu has a special characteristic  course if no one in front of a purification ritual masjit there is a pool. There is no year on this picture. ____________________________ Masjid Kapeh Panji tempo dulu, kokoh, kuat dan kharismatik tersendiri, setiap masjid di Banuhampu punya ciri khas tentunya kalau tidak salah di depan masjid ada kolam tempat berwudhu,

Market in Bukit Tinggi

[caption id="" align="aligncenter" width="640"] Picture: Minangkabau Tempo Dulu II [/caption] The atmosphere at one of market in Bukit Tinggi in 1951, just looked to this picture, how traditional, we can find this atmosphere on present time.  ________________________ Suasana pada salah satu pasar di Bukit Tinggi pada tahun 1951. Lihatlah gambar ini, betapa tradisionalnya, kita takkan menjumpai suasan serupa ini pada masa sekarang.

Pedati in Bukit Tinggi

[caption id="" align="aligncenter" width="750"] PIcture: Minangkabau Tempo Dulu [/caption] Pedati on one street in Bukit Tinggi, there is no roof in the cart. Detail location is unknown and year 1930-1950. In one house he passed we can see one car parking in the front of the house. The car with four drum on the roof. _______________________ Pedati di sebuah jalan di Bukit Tinggi, tampak pedati ini tiada memiliki atap. Lokasi detail tidak diketahui namun foto ini memiliki tahun 1930-1950. Pada salah satu rumah yang dilewati oleh Tukang Pedati tampak sebuah mobil sedang parkir, di atas atap mobil tampak empat drum di atasnya.

Market Day in Bukit Tinggi

[caption id="" align="aligncenter" width="700"] PIcture: Minangkabau Tempo Dulu [/caption] This picture show us situation at market day in Bukit Tinggi in 1915-1940. There is shophouse building, maybe this picture taken in Pasa Ateh. [caption id="" align="aligncenter" width="700"] Picture: Tropen Museum [/caption] Matrassenverkoopster op de markt (pasar) te Fort de Kock, Sumatra || Saleswoman mattresses on the market (pasar) to Fort de Kock, Sumatra. ________________________________ Gambar Pertama menunjukkan keadaan pada Hari Pekan di Bukit Tinggi sekitar tahun 1915-1940. Tampak bangunan ruko, mungkin gambar ini diambil di Pasa Ateh Gambar kedua memperlihatkan para perempuan pedagang kasur dimasa itu. Dahulu kasur kapas merupakan barang mewah berlainan dengan sekarang yang sudah menjadi biasa bahkan terkadang payah lakunya. Zaman sekarang kasur springbedlah yang menjadi barang mewah.

Clock Tower in the day

[caption id="" align="aligncenter" width="700"] Picture: Minangkabau Tempo Dulu [/caption] The situation in Jam Gadang in cloudy day, we can see the two buildings beside of Jam Gadang. One of them stop two car in front of that building. This picture taken from Kampuang Cino (Chinatown). This picture have year 193o-1940. _____________________ Keadaan di Jam Gadang di hari yang berawan, tiada tampak Gunung Marapi karena ditutupi oleh awan. Pada foto ini masih dapat kita lihat dua buah bangunan di samping Jam Gadang, pada salah satu bangunan berhenti dua buah mobil. Tampaknya gambar ini diambil dari arah Kampuang Cino (di depan KFC sekarang), dan bertahunkan 1930-1940.

Chinatown Gate

[caption id="" align="aligncenter" width="520"] Picture: Minangkabau Tempo Dulu [/caption] This picture taken from front of Bung Hatta Palace to Kampuang Cino (Chinatown). This is situation in 1935-1940, we can see the gate before we entered the Chinatown. ____________________ Gambar ini diambil dari arah Istana Bung Hatta mengarah ke Kampuang Cino. Inilah keadaan pada masa 1935-1940, kita dapat melihat adanya gerbang sebelum memasuki kampung Cina

Sianok Canyon 1900-1910

[caption id="" align="aligncenter" width="478"] Picture: Minangkabau Tempo Dulu [/caption] Sianok Canyon atmosphere in 1900-1910, we can see the activity of the native Minangkabau on this river. The Pedati, the horse, and the river. ____________________ Suasana di Lembah Sianok sekitar tahun 1900-1910 (foto repro), dapat kita lihat bagaimana aktifitas penduduk Minangkabau di sana pada masa itu. Tampak pedati, kuda, dan sungai.  

Twilight in Jam Gadang

[caption id="" align="aligncenter" width="887"] Picture: Minangkabau Tempo Dulu [/caption] Twilight in Jam Gadang in 1990's, we can see there is water fountain in back of Jam Gadang. The Sabai nan Aluih Park is so beautiful in this time. ____________ Senja di Jam Gadang sekitar tahun 1990an, kita masih dapat melihat adanya air mancur di belakang Jam Gadang. Taman Sabai nan Aluih sungguh cantik sangat ketika itu.

Panorama Park & Sianok Canyon

[caption id="" align="aligncenter" width="476"] Picture: Minangkabau Tempo Dulu [/caption] Kids in Panorama Park with no year, from this picture we know that this picture has be styled. From this picture also we can see the Sianok Canyon ____________________ Kanak-kanak di Taman Panorama, namun tanpa ada keterangan tahunnya. Dari gambar ini dapat kita lihat bahwa taman ini telah ditata dengan baik. Dan dari gambar ini dapat pula kita lihat Ngarai Sianok.

Storm Park

[caption id="" align="aligncenter" width="700"] Picture: Minangkabau Tempo Dulu [/caption] Storm Park or on this day known as Kinantan Zoo, before become a zoo, there has ben flower garden. This is the picture of one Dutch (European) family were spend the day for vacation. This picture in 1900-1940. __________________ Storm Park atau sekarang lebih dikenal dengan Kebun Binatang Kinantan. Sebelum menjadi kebun binatang, dahulunya ialah sebuah taman bunga yang dibuat oleh Belanda untuk berekreasi dan melepas lelah. Pada gambar tampak satu keluarga Belanda sedang menghabiskan hari untuk berliburan. Gambar ini bertahunkan 1900-1940