Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Riwayat Singkat Angku Yus Dt. Parpatiah

Ig @rumahkayupustaka | Yusbir “Yus” Datuak Parpatiah (7 April 1939 – 28 Maret 2026) adalah budayawan Minangkabau. Ia terkenal dalam upaya pelestarian budaya Minangkabau lewat karyanya dalam bentuk kaset pada dekade 80-an hingga 90-an. Saat ini, ia mengedarkan rekamannya dalam format video yang tersedia dalam bentuk VCD. Yus Datuak Parpatiah terlahir dengan nama Yusbir dari pasangan Abdul Jalil dan Syafiyah di Nagari Sungai Batang, Agam, Sumatera Barat.   ------- Hari patang mantari turun, awan di barat merah sago, malam nan indak lamo lai. O... nak kanduang sibirang tulang, buah hati limpo bakuruang, ubek jariah palarai damam, sidingin tampa di kapalo. Kamari-mari molah duduak, ado rundiang ayah Sampaikan. Yusbir "Yus" Datuak Parpatiah (7 April 1939 – 28 Maret 2026)  adalah budayawan Minangkabau. Beliau terkenal dalam upaya pelestarian adat Minangkabau lewat karyanya dalam bentuk kaset rekaman pada dekade 80-an hingga 90-an. Saat ini, beliau mengedarkan rekamannya dalam form...

Angku Yus Dt. Parpatiah Berpulang

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. IG bukittinggipressclub | Telah berpulang ke Rahmatullah urang tuo, inyiak/angku kito, Maestro Minangkabau, Tokoh Adat Alam Minangkabau, Angku Yusbir Datuak Parapatiah, di Rumah Tuo Suku Sikumbang, Jorong Nagari, Kanagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu, 9 Syawal 1447 H/ 28 Maret 2026, pukul 16.30 WIB. Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah dan ditempatkan yang terbaik. Diampuni segala dosa-dosanya dan diterima amal ibadahnya. Aamiin Yaa Rabbal Aalamin. Insya Allah jenazah Almarhum akan dimakamkan di Sungai Batang, Almarhum dikebumikan besok Minggu pagi (29/3/2026) di Dekat Masjid Syekh Muhammad Amrullah, Jorong Nagari, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. ====== IG rundiang.id | Kepergian Angku Yus Datuak Parpatiah Guguak bukan sekadar duka, tapi adalah jeda sunyi dalam denyut kebudayaan Minangkabau. Gurindam, pituah, dan petatah-petitih yang ia waris...

Dukungan Palestina untuk Indonesia '45

  FB Postingan Teknologi & Strategi | Baca sejarah biar tidak seperti yang diusir oleh Aiman Witjaksono...Mohamed Ali Eltahe, Pahlawan dari Palestina yang Tak Pernah ke Indonesia, Rela Kuras Hartanya demi Kemerdekaan Republik Rabu, 11-03-2026 TSM-Banyak cara menuju kemerdekaan Indonesia, dari mengangkat senjata juga diplomasi di forum internasional. Soekarno dan Mohammad Hatta telah memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, namun perjuangan belum selesai masih butuh pengakuan dari dunia internasional. Indonesia membutuhkan dana besar untuk mengirim diplomat ke berbagai negara agar kemerdekaan diakui dunia sementara kas negara saat itu kosong. Di tengah kebuntuan para diplomat Indonesia di kawasan Timur Tengah, hadir sosok dermawan asal Palestina, bernama Muhammad Ali Taher. la bersimpati pada perjuangan Indonesia dan rela mencairkan seluruh tabungannya di bank demi membantu misi diplomatik tersebut. Bahkan ketika hendak dibuatkan tanda terima...

JURNALISME DAN GODAAN MENGHAKIMI

  Oleh Supriyanto Martosuwito FP Pepi Nugraha II | Sebagai jurnalis pensiunan, saya melihat pergeseran yang mengganggu: profesi yang dulu rendah hati dalam mencari kebenaran kini kerap berubah menjadi panggung penghakiman. Wartawan tidak lagi sekadar bertanya. Ia merasa berhak mengadili. Menuding. Memaksa. Di titik ini, saya kembali pada pertanyaan lama: Apakah ini membantu publik memahami? Apakah ini penting? Apakah ini berdampak? Pertanyaan itu relevan ketika kita menyaksikan wawancara yang makin konfrontatif, bahkan agresif. Sosok seperti Najwa Shihab dipuji karena keberaniannya. Namun keberanian dalam jurnalisme bukan soal menekan narasumber. Keberanian sejati adalah menahan diri — tidak tergoda merasa paling tahu, apalagi paling benar. Membawa dan memaksakan kebenarannya sendiri. Dalam "The Elements of Journalism", Bill Kovach dan Tom Rosenstiel menegaskan: jurnalisme adalah disiplin verifikasi, bukan panggung opini. Wartawan mencari kebenaran, bukan mengklaim telah m...

Marwah Datuk Yang Telah...

  IG Kutipan Awak | Di tengah kebanggaan orang Minangkabau terhadap adat dan gelar kehormatan, sebuah kritik tajam datang dari Djamari Chaniago. Menko Polkam itu menyuarakan kegelisahan yang selama ini mungkin hanya dibicarakan di ruang-ruang kecil, apakah gelar datuak masih benar-benar dijaga kehormatannya, atau sudah mulai kehilangan makna? Dalam sebuah forum di Sespim Lemdiklat Polri, ia menceritakan pengalaman yang cukup menggelitik sekaligus menohok. Tanpa pernah saling mengenal sebelumnya, seorang ketua adat tiba-tiba datang menawarkan dirinya untuk diangkat sebagai datuak. Sebuah kehormatan yang dalam adat Minangkabau seharusnya lahir dari proses panjang dan penuh pertimbangan. Djamari justru mempertanyakan logika di balik tawaran tersebut. Mengapa seseorang baru dianggap bagian dari Minangkabau setelah memiliki jabatan? Padahal, menurutnya, identitas Minang sudah ia sandang sejak lama bahkan sejak masa taruna dengan nama Chaniago yang melekat pada dirinya. Bagi Djamari, ge...

Bahasa Indonesia = Bahasa Melayu

  Vidio DISINI FB Nardi Linguistic Shorts | Kisah bagaimana bahasa 'Indonesia' menjadi bahasa Indonesia sebenarnya cukup gila. Jika Anda belum banyak memikirkannya, Anda mungkin berpikir seperti, "Tentu saja mereka memilih bahasa Indonesia, kan? Ini Indonesia!" Tapi jelas Indonesia tidak selalu ada, jadi tentu saja mereka tidak menyebutnya bahasa Indonesia sebelum itu. Indonesia adalah negara yang sangat beragam dengan ratusan bahasa dan kelompok etnis yang berbeda. Jadi, ketika Anda mencoba menyatukan semua orang ini menjadi satu bangsa, bagaimana Anda memutuskan bahasa apa yang akan digunakan sebagai bekas koloni Belanda ini? Mereka bisa saja melakukan apa yang telah dilakukan banyak negara dan hanya memilih bahasa penjajah, seperti yang dilakukan banyak negara Afrika dengan bahasa Prancis atau Inggris, bukan karena loyalitas kepada penjajah? Tetapi sebagai ketidaknyamanan bersama yang dapat menyatukan semua orang. Karena terkadang aneh jika hanya memilih salah s...