Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

TEMPO MENJAWAB FAKTA, DENGAN OPINI

  Baca tulisan sebelumnya DISINI FB Truth Speaker | Saya mendapat pemberitahuan dari fesbuk , bahwa Postingan saya telah Dihapus, karna setelah Diperiksa Fact Ceker adalah Bohong (Hoax). Disana Tempo dan penulisnya, Artika Rachmi Farmita, dalam artikel Cek Fakta tanggal 11 Januari 2026 berjudul "Keliru: Tsunami Aceh 2004 Bagian dari Uji Coba Nuklir Amerika Serikat". (Saya bahkan tidak menyebut Amerika Serikat atau Negara mana. Karna Point saya adalah Elit, dan itu bisa siapa saja. Sangatlah konyol Tempo ini, menyebut orang lain Hoax, justru mereka sendiri sedang Membuat Hoax Baru.. ckckck) --------------------------------------------------- Mereka mengklaim telah "membatalkan" narasi bahwa tsunami Aceh 2004 melibatkan uji coba nuklir bawah laut AS. Mereka menyebut klaim itu Bohong, Opini, dan tak berdasar. Tapi mari kita balik sekarang, Apa yang Tempo sajikan dan mereka sebut Fakta, justru adalah OPINI TULEN. Sementara narasi yang mereka serang didukung BUKTI-BUK...

Satu Pintu di Istana

  Pertanyaannya siapa yang menugaskan? Kalau tuan perhatikan belakangan ini, ada satu perasaan aneh yang semakin sering muncul setiap melihat Paduka Raja di TV. Bukan soal pidatonya, bukan soal gaya bicaranya, tapi soal auranya, macam jauh sahaja. Serupa orang yang tinggal di ruangan ber-AC, namun tak pernah merasakan panasnya matahari. Pada hal diluar, rakyat sedang dibakar bermacam ragam masalah. Apabila ditarik benang merahnya, ada satu nama yang selalu muncul di sekitar Paduka Raja. Lengket, kemana-mana menempel, mengatur siapa yang boleh dekat dan siapa yang tidak. Mengatur jadwal, mengatur tamu, mengatur alur. Nama orang itu Tuan Menteri Muda. Ini bukan perkara benci atau suka dengan orangnya, ini soal peran, fungsi, dan posisi. Karena di dunia kekuasaan, yang berbahaya itu bukan hanya orang jahat. Orang yang berbahaya itu ialah orang yang memegang pintu. Coba tuan bayangkan sahaja, tuan punya rumah, tapi semua yang hendak masuk ke rumah tuan mesti melalui hulubalang. Apakah...

Kisah Haji Hasan Mustapa dan Jejak Snouck Hurgronje di Tanah Sunda Seri.4

  SAHABAT HAJI ABDUL GHAFFAR Kisah Haji Hasan Mustapa dan Jejak Snouck Hurgronje di Tanah Sunda Oleh M. Basyir Zubair SERI 4: PUJANGGA, POLEMIK, DAN WARISAN (1902–1930) Menulis 10.000 Bait, Dituduh Sesat, dan Wafat dalam Sunyi BAGIAN I Pujangga Besar yang Menulis dalam Sunyi FB Mohammad Basyir's | Tahun 1895. Hasan Mustapa sudah empat puluh tiga tahun. Sudah terlalu banyak yang ia lihat, terlalu banyak yang ia alami. Aceh telah meninggalkan luka yang tidak sembuh. Bandung memberinya posisi, tetapi juga beban yang semakin berat setiap hari. Di tengah semua itu, di tengah tugas sebagai penghulu, di tengah diplomasi dengan pemerintah kolonial, di tengah menjadi saksi dari permainan kekuasaan yang tidak pernah ia minta, ada satu hal yang membuat Hasan tetap merasa hidup: Menulis. Bukan menulis laporan resmi. Bukan menulis surat untuk Snouck atau pejabat kolonial. Tetapi menulis puisi. Menulis dalam bahasa Sunda, bahasa ibu yang terasa paling jujur di lidahnya, bahasa yang membawa kena...