Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

H. Iskandar Zulqarnain XLI - Damsyik

Ilustration Pic: Quora Kisah sebelumnya klik DISINI FB Mahamada al Mahadaya - Kata Shahibul Hikayat maka berapa bagai kata nasihat di katakan anak raja Thibus itu di persembahkan maka Sultan Iskandar pun bertanya pada Nabi Khidir, maka kata Nabi Khidir “Lepaskanlah oleh Sultan bahawa akan puteri itu, telah teguhlah dalam agama yang sebenarnya”. Maka dikabulkan Sultan Iskandarlah sembahnya itu maka sabda Sultan Iskandar “Hai kekasihku, jangan puteri katakan pada panglima yang membawa puteri kemari itu dan pada segala orang yang sertanya itu akan puteri sudah masuk pada agama Islam اسلام yang sebenarnya itu”. Maka sembah puteri itu “Ya syah alam, inilah sungguhnya akal yang sempurna harus di pakai” maka di suruhnyalah oleh Sultan Iskandar anak raja Thibus itu berhadir dengan segala tenteranya. Maka berhadirlah segala mereka itu yang tersebut itu dalam berapa hari jua maka berjalanlah anak raja Thibus bersama-sama dengan segala yang tersebut itu. Maka tatkala hampirlah anak raja Thibus k...

H. Iskandar Zulqarnain XL - Akhir

Ilustrasi Gambar: Muslim.Or FB Mahamada al Mahadaya - Kata yang empunya hikayat ini, maka tatkala sudahlah Sultan Iskandar menaklukkan Negeri Shur, maka berkehendaklah Sultan Iskandar akan mendatangi Negeri Damsyik kerana itu tahta Kerajaan Syam. Kata Shahibul Hikayat, rahmat Allah atasnya, bahawa nanti yang pecah daripada perang Sultan Iskandar berhimpunlah di Negeri Damsyik itu pada isteri Raja Thibus iaitu namanya Nurani. Adapun akan isteri raja Thibus itu ada beranak seorang perempuan, terlalu amat elok rupanya, dan amat cerdik lagi amat taranya, lagi tahu pada ilmu perempuan, lagi elok rupanya seperti bulan purnama. Tiada ada sebagainya dalam negeri itu dan tiada tawanya pada masa itu. Sebermula anak raja Thibus bernama Puteri Nuran, dan pada budi bicara pun ia akal tiada lagi lebih daripadanya pada sekelian sifatnya pada masa itu. Raja Thibus pun dahulu hendak memberikan anaknya itu akan raja Darinus raja Negeri Parsi pada tahun yang disuruh lalu itu sebab kerana perang itu juga...

H. Iskandar Zulqarnain LIX* - Garam

Ilustrasi Gambar: dunia santri *59 FB Mahamada al Mahadaya - Maka berjalanlah baginda sekira-kira dua puluh (20) hari lamanya, berjalan kepada padang yang maha luas itu, rumputnya pun banyak pada padang itu. Maka datanglah kepada dua puluh (20) hari, lalu bertemulah segala tentera itu dengan bumi yang amat jahat, di padang itu tiada ada barang sepohon kayu dan tiada ada rumput, di padang itu sekira-kira empat puluh (40) hari jauhnya. Maka datanglah kepada empat puluh hari (40) maka segala tentera itu bertemulah dengan bumi yang hijau warnanya dan banyak air di dalamnya dan banyak rumput dan kayu kayuan dan buah buahan dan baunya seperti cendana. Maka Sultan Iskandar pun berjalanlah sekeliannya pada bumi itu sepuluh (10) hari lamanya, maka pada hari yang kesebelas, maka dilihat oleh mereka itu suatu bukit terlalu amat tinggi di saput awan. Tatkala di lihat Nabi Allah bukit itu, maka sekeliannya berkhemah lalu berhentilah Sultan Iskandar di sana. Maka di lihat baginda akan peri tinggi b...

Iskandar Zulqarnain; Melihat Matahari Terbenam

Ilustrasi gambar: Alif FB Mahamada al Mahadaya - Lalu ia menurut jalan. Sehingga apabila ia sampai ke daerah matahari terbenam, ia mendapatinya terbenam di sebuah mata air yang hitam berlumpur, dan ia dapati di sisinya satu kaum. Kami berfirman " Wahai Dzulkarnain, pilihlah sama ada engkau hendak menyeksa mereka atau engkau bertindak secara baik ". Ia berkata " Adapun orang yang melakukan kezaliman, maka kami akan menyeksanya kemudian ia akan dikembalikan kepada tuhannya, lalu di azabkannya dengan azab seksa yang seburuk-buruknya". Adapun orang yang beriman serta beramal shaleh, maka baginya balasan yang sebaik-baiknya dan kami akan perintahkan kepadanya perintah-perintah kami yang tidak memberati. (Al Kahfi 85-88) Kata Shahibul Hikayat, maka turunlah Sultan Iskandar dari bukit itu, lima puluh hari baginda berhenti di tempat itu. Maka berjalanlah ia kepada tempat matahari masuk melalui padang dan bukit, kira-kira dua bulan lamanya, maka bertemulah dengan bumi yang...

Sistem Penanggalan Batak Kuno

  Ilustrasi Gambar: Tribun Medan Horas masude tumaradu koum sisolkot FB Suparhan Hasibuan - Kita sebagai warga Batak tidak boleh lepas dan melupakan sejarah. Batak memiliki peradaban yg tinggi. Dan kerajaan-kerajaan sebelum datangnya Islam maupun Nasrani. Salah satu kerajaan kuat setelah era Kerajaan Aru Barumun adalah DINASTY SISINGA MANGARAJA (SSM) dengan paham ideologi PARMALIM. Saya terinpirasi dengan galian sejarah oleh saudara TANAH ALAS. Bahwa SSM memiliki para datu-datu di sekitarnya. Dan saya pun melacak ilmu-ilmu apa saja yang ada di era Parmalim. Sewaktu di Jawa saya belajar ilmu Kejawen dan pernah melakukan ritual puasa mutih. Atau Pati Geni. Kejawen memiliki penaggalan Saka [1] yang 78 tahun berbeda dengan penaggalan mesehi. Tahun Saka dihitung dengan peredaran bulan dan memilki hari pasaran yaitu Kliwon, Legi, Paing, Pon, Wage. Dengan hari pasaran itu dikembangkan dengan adanya Primbon. Dan prediksi-prediksi. Orang Jawa tetap menjaganya hingga 3 presiden kita Sukar...

Oppu Namora Sende

  FB Suparhan Hasibuan - Makam Oppu Namora Sende terletak di LOBU BATARA GURU di Desa Parau Sorat pasar Matanggor Paluta. Yang menurunkan Marga Hasibuan, yang ada di paluta palas dan rokan hulu maupun labusel. Secara ulayat adalah exsistensi Marga Harahap. Namora artinya Orang Kaya, Sende artinya kain /pakaian atau boleh di singkat saudagar kain di janannya. Beliau turunan Raja Bonandolok (sibolga) yang berasal dari Huta Toruan Rura Silindung (Tarutung). Dengan panggilan hati pahulu-pahulu Aek Parsariran Batangtoru sampai ke Lobu Harahap di sekitar pargarutan dan palsabolas sekarang. Dan berhasil memperistri Boru Panggoaran, Si Sambilan Jogi Harahap. (Wanita yang memiliki kesempurnaan).

Estetika Di Dalam Hikayat Malim Deman

  Disalin dari laman Perpustakaan Nasional Majalah  : JUMANTARA,  Edisi  : Vol. 5 No. 2 - Oktober 2014 Abstrak  : Hikayat Malim Deman sebagai peninggalan kesusastraan Melayu Klasik amatlah berharga. Melalui pendekatan didaktis yang ditekankan pada aspek estetik yang terdapat di dalam naratif, didapati bahwa hikayat ini tidak sekadar berfaedah sebagai penglipur lara. Nilai-nilai yang diperoleh dari hasil pembacaan secara tekstual maupun kontekstual dari hikayat ini menunjukkan bahwa ajaran tentang kebijaksanaan, kesetiaan, ketakziman, kesadaran dan kerja keras merupakan nilai-nilai yang mampu memperkaya kehidupan rohaniah pembaca. Kata Kunci  : Kesusastraan Melayu; Hikayat Malin Deman;  Filsafat; Islam Pengarang  : Moh. Taufiqul Hakim Subyek  : Cerita Rakyat Melayu Hikayat 1. Pendahuluan  Dunia kesusastraan yang dikenal pada umumnya tak lepas dari unsur keindahan. Disadari atau tidak, aspek keindahan dalam karya sastra merupakan daya tari...

Hikayat Malim Leman dari Batak

  Ilustrasi Gambar: Moco Cerpen Legenda/turi2an(dongeng2) ""i"" Datuk tongku aji malim leman Haruaya parsilaungan banir parkolip2an (pemimpin tempat bernaung dan berlindung) -'----------------------------------- FB Suparhan Hasibuan - Di Negeri Barumuni yang disebut Kerajaan Haruaya yang makmur pasir sungainya mengandung emas tanahnya subur dgn padi yang melimpah. Hewan ternak yang gemuk-gemuk, kerbau, lembu, kambing, dan lain-lain. Hutannya penuh dengan kijang, rusa, bodat, dan lain-lain. Serta burung yang beraneka ragam, piccala batu, dan piccala gunung, attarias paspaskuring andalodo sandang garigit toktok baliung onggang alihi dan lain-lain sebagainya. Ikan sungainya beragam, haporas, sulum, gamak, garing, lelan tilan ihan mera iccor udang gala sikating haruting tikkalang baung dllsbg tak mungkin di sebut semuanya. Dari Bagas Godang, Putra Soripada (permaisuri) Siakkaan, diberi nama Aji Malim Leman. Sudah mengusai berbagai ilmu langka termasuk PIDORAS dan ...

Hikayat Malin Deman di Minangkabau

Ilustrasi gambar: Cerita Rakyat Riau  Kami akan menyajikan dua versi Hikayat Malin Deman 1. Versi Pertama Cerita Sato - Kisah Malim Deman merupakan cerita rakyat daerah  d i Minangkabau yang memiliki kemiripan cerita dengan  kisah  Jaka Tarub dari Jawa Tengah maupun Aryo Menak dari Jawa Timur.  Alkisah, Malim Deman adalah seorang pemuda yatim yang tinggal bersama ibu & mamaknya.  Setiap hari Malim Deman berkerja membantu mamaknya, mengerjakan sawah ladang milik ibunya di pinggir hutan. Bertetangga dengan Malim Deman sekeluarga, tinggallah seorang janda baik hati bernama Mandeh Rubiah.  Kebetulan rumah Mandeh Rubiah berdekatan dengan sawah milik Ibu Malim Deman.  Mereka sudah seperti keluarga.  Mandeh Rubiah biasa membawakan Malim Deman makanan saat Malim Deman menjaga tanaman padinya di malam hari.

Turi-turian Batak /Legenda Batak

  Ilustrasi Gambar: Obor Keadilan TURI PANDIKAR NA PITU FB Suparhan Hasibuan - Setelah runtuhnya Kerajaan Aru Barumun , seluruh prajurit mati dengan kesatria, kecuali Sepuh Toga Bolon yang tak bisa mati, pergi menyingkir ke perguruan Mossak di Silindung. Napa Barumun, Rokan Manjulu, Dolok Pasuman, Somarlidang telah di kuasai AGAM. Silindung menjadi tempat berkumpulnya sisa-sisa musuh Agam dari berbagai wilayah di Sumatra, sengaja di biarkan biar nantinya mudah untuk di taklukkan. Di perguruan Silindung benteng terakhir, dan diadakan kesepakatan bersama untuk mengangkat kepemimpinan. Seorang Boru Hutagalung meminta restu untuk meminjam keris pusaka, guna penabalan anaknya yang sudah disepakati banyak kalangan dan terbaik diangkat menjadi peminpin. Sesepuh Batara Toga Bolon setuju asal beliau mampu mencabut keris pursara tersebut. Yang sampai saat itu belum ada yang mampu mencabutnya.

Hikayat Oppu Martimus dan Si Doli

  Ilustrasi gambar: manis madu Legenda/turi-turian/dongeng batak ""9"" Datuk Tongku Aji Malim Leman Batang pangitean handor parsianggunan (Peminpin penyambung lidah rakyat) -----------------------------' FB Suparhan Hasibuan - Oppu Martimus orang sakti pembuka perkampungan yg disebut PAYA ROBA. Yang semula sungai dan rawanya dipenuhi ular dan buaya. Hingga tidak aman buat pemukiman. Namun beliu menahlukkannya den gan keahlian berkolaborasi dengan mengendalikan jin penguasa angker tersebut. Hingga negeri itu makin ramai oleh pendatang baru dan mengangkat beliau sebagai peminpin. seperti pepatah HAPORAS MANJALAKI AEK NALAN. Warga mencari kehidupan yang aman. Dengan kesaktiannya mampu membuat lubuk larangan, siapapun yang memakan ikan tersebut akan kembali hidup didalam perut. Yang bisa menyebabkan kematian kecuali di tabas/di obati oleh pembuat lubuk larangan tersebut. Oppu martimus mengendalikan ATTU AYOR /hantu air.

Masyarakat Karo dan Hindu

  Ilustrasi gambar: shopee FB Gahara - Dalam beberapa literatur tentang Karo, etimologi Karo berasal dari kata Haru. Kata Haru ini berasal dari nama kerajaan Haru yang berdiri sekitar abad 14 sampai abad 15 di daerah Sumatera Bagian Utara. Kemudian pengucapan kata Haru ini berubah menjadi Karo. Inilah diperkirakan awal terbentuknya nama Karo. Menurut Sangti (1976:130) dan Sinar (1991:1617), sebelum klen Karo-Karo, Ginting, Sembiring, Tarigan dan Perangin-Angin menjadi bagian dari masyarakat Karo sekarang, telah ada penduduk asli Karo pertama yakni klen Karo Sekali. Kedatangan kelompok klen Karo-Karo, Ginting, Sembiring, Tarigan dan Perangin-Angin, akhirnya membuat klen pada masyarakat Karo semakin bertambah. Klen Ginting misalnya adalah petualangan yang datang ke Tanah Karo melalui pegunungan Layo Lingga, Tongging dan akhirnya sampai di Dataran Tinggi Karo. Klen Tarigan adalah petualangan yang datang dari Simalungun dan Dairi. Perangin-angin adalah petualangan yang datang dari Ta...

Perihal Labuhan Deli

  Foto: FB Gahara FB Gahara - Keadaan ibukota Labuhan Deli yang semakin maju pada tahun 1870 dengan adanya lampu-lampu jalan dan jalan raya sampai ke Kampung baru (dekat Medan yang masuk wilayah Sukapiring). Labuhan Deli dulunya merupakan cikal bakal lahirnya Pelabuhan Belawan. Labuhan Deli dulunya merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Deli yang kesohor di kawasan Sumatera Timur. Bandar Labuhan Deli terletak di tepi Sungai Deli. Di sebelah Utara mengalir Sungai Belawan. Konon kawasan Labuhan Deli berdiri di abad ke VII Masehi. Hal ini ditandai dengan penemuan arkeologi berupa uang logam di Labuhan Deli yang bertarikh 800 Masehi. Ternyata sejak abad ke-VII Masehi, kawasan Labuhan Deli merupakan pusat perdagangan para pedagang dari Cina dan India. Malah pada jaman purba, Labuhan Deli yang terletak di Pantai timur Sumatera sudah dihuni manusia. Fakta sejarah menyebutkan mereka datang dari Cina dan India. Sejak lama kedua bangsa ini telah melakukan hubungan dagang. Pada awalnya hubung...

Invasi Majapahit Ke Kerajaan-Kerajaan Di Pulau Sumatra

Ilustrasi Gambar: rctiplus History Of Cirebon - Tidak puas dengan penaklukan Negeri-negeri dipulau Jawa dan negeri-negeri di Timur pulau Jawa, Majapahit kemudian terus mengembangkan sayapnya ke wilayah barat Pulau Jawa, dengan mecoba melakukan Invasi ke Negeri-negeri yang ada di Pulau Sumatra. Sumber-sumber yang dijadikan rujukan mengenai peristiwa Invasi Majapahit ke berbagai kerajaan di Nusantara sejauh ini masih bersumber dari  tutur tinular  (cerita rakyat yang tak tertulis) serta naskah-naskah kelasik Nusantara, seperti kisah penaklukan Bali dan Lombok bersumber dari  babad gajahmada, Pararton, Negarakertagama, Penaklukan Sunda bersumber dari Naskah Kidung Sundayana, Pararaton dan lain sebagainya. Adapun naskah-naskah yang dijadikan sumber cerita mengenai Invasi Majapahit ke Pulau Sumatra diantaranya adalah Naskah Hikayat Raja-Raja Pasai, Tambo Minang dan Naskah Melayu Salatusalatin.  

Invasi Majapahit ke Pagaruyung dan Pertarungan Dua Kerbau

  Ilustrasi Gambar: quora daera.sindo,news - Invasi Majapahit ke Pagaruyung terjadi pada tahun 1409. Dalam sebuah teks yang luar biasa versi Majapahit yang tersimpan di museum Jawa Timur, diceritakan tentang invasi penaklukkan ke Sumatera terutama ke Pagaruyung. Dimana dalam teks tersebut disebutkan Majapahit mengerahkan 500 kapal perang lengkap dengan patih dan hulubalang serta 200.000 prajurit dan seekor kerbau jantan raksasa sebesar gajah.  Bala tentara Majapahit tanpa halangan sampai di Jambi yang merupakan pintu masuk ke dataran tinggi Minangkabau, melalui sungai besar dan berair dalam yang ada di dataran rendah bagian timur Sumatera. Sesampai di Pariangan, para patih dan hulubalang Majapahit berunding dengan Patih Suatang (Datuk Perpatih Nan Sebatang) serta Patih Ketemanggungan (Datuk Katumanggungan), lalu muncul usulan dari Patih Majapahit untuk mengadu kerbau sebagai simbolisasi perang. Pemilik kerbau yang menang berarti memenangkan peperangan, begitu pula sebaliknya....

Syair Perahu

FB Umar Abdullah - Syair Perahu, syair berbahasa Melayu ciptaan Hamzah Fansuri yang hidup pada pertengahan kurun yang kedua Masehi ke XVI di Negeri Aceh Darussalam di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam, memerintah Aceh Darussalam dalam tahun 1606-1636 M. Hamzah Fansuri dilahirkan di Barus atau Panchor, Sumatera Utara. Pada tahun 1726, Francois Valentijn dalam bukunya Oud en Nieuw Oost-Indie (Hindia Timur Lama dan Baharu) pada bab mengenai Sumatera, menyebut Hamzah Fansuri sebagai seorang penyair yang dilahirkan di Fansur. Syair Perahu Inilah gerangan suatu madah mengarangkan syair terlalu indah, membetuli jalan tempat berpindah, di sanalah i'tikat diperbetuli sudah Wahai muda kenali dirimu, ialah perahu tamsil tubuhmu, tiadalah berapa lama hidupmu, ke akhirat jua kekal hidupmu Hai muda arif-budiman, hasilkan kemudi dengan pedoman, alat perahumu jua kerjakan, itulah jalan membetuli insan.

GUru Patimpus & Sisingamangaraja

Gambar: FB Ajan FB Ajan - NASKAH HAMPARAN PERAK ASLI BERTULISKAN HURUF KARO DAN SALINAN HURUF ARAB MELAYU MUSNAH DALAM REVOLUSI SOSIAL Diketahui dalam Revolusi Sosial Sumatera Timur tahun 1946, Raja-raja dan kaum Bangsawan MELAYU, KARO dan SIMALUNGUN serta segala sejarah yang terkait dengan mereka termasuk bangunan dan peninggalan lainnya dibumihanguskan. Naskah Hamparan Perak asli yang bertuliskan huruf surat Haru dan semua salinannya turut musnah dalam Revolusi sosial di Sumatera Timur tersebut. Kemudian ada pembuatan naskah Hamparan Perak baru, tampa ada bukti dari naskah Asli atau salinannya yang dibuat dalam situasi Trauma/Ketakutan akibat Revolusi Sosial yang mengerikan itu. Pembuatan naskah tersebut juga tampa dikompromikan lebih dulu dengan para keturunan dari dua kali pernikahan Gurupatimpus di Dataran Tinggi Karo.

Raja Sakranta dari Melayur

Ilustrasi gambar: wikipedia FB Seri Cendikiawan -  Raja Sankrata ( 1253M-1267M ) merupakan raja pertama Jawaka yang memeluk agama Islam dengan memakai gelaran Raja Aminuddin. Puteranya iaitu Sang Tawal juga beragama Islam dengan gelaran Raja Abdullah. Selepas kalah dalam perang dengan Sukhotai, mereka telah mendirikan sebuah Kerajaan di Bukit Panau Kelantan dimana Putera Sang Tawal iaitu Raja Bharubasha menjadi raja dengan gelaran Sultan Mahmud Shah. Baginda merupakan Raja Kelantan pertama yang memakai gelaran Sultan. Raja Bharubasha telah mengahwinkan anaknya iaitu Puteri Saadong II dengan pemerintah Champa yang bernama Che Bong Nga. Dalam buku Tanah Kala Sejarah Negeri Kelantan pula turut menyatakan mengenai pengislaman Raja Sankrata:

Hikmat Belinas Hakim dan muridnya.

Ilustrasi gambar: banua FB Mahamada al Mahadaya - Dan mereka bertanya kepadamu mengenai Dzawa Al Qaranayana (Dzulkarnain). Katakanlah "Aku akan bacakan kepada kamu sedikit tentang perihalnya". Sesungguhnya kami telah memberikan kepadanya kekuasaan memerintah di bumi, dan kami beri kepadanya jalan bagi menjayakan tiap-tiap sesuatu yang di perlukannya." (Al Kahfi 83-84) Kata Shahibul Hikayat, maka keesokkan harinya berbunyilah nafiri alamat akan raja berangkat, maka berangkatlah Sultan Iskandar dengan mereka itu mengikut jalan ke negeri Rumiah Al Kabiri, maka terdengar khabar pada segala isi negeri itu bahawa Sultan Iskandar hendak menyuruhkan segala hamba Allah Taa’ala kepada agama Islam dan meruntuhkan segala berhala dan merobohkan segala rumah api. Sebermula hakim Arasatathelas pun berkirim surat ke negeri Rumiah Al Kabiri, Belinas Hakim demikian bunyinya “Adapun Sultan Iskandar berangkat ini hendak menjalani bumi Allah Taa’ala dan menyuruhkan segala manusia membawa ag...

ASAL MULA ADAT DALIAN NA TOLU DI TAPSEL

  Ilustrasi gambar: akhirmh Reepost... ASAL MULA ADAT DALIAN NA TOLU. FB pak Dara Siregar - Masyarakat Tapanuli umumnya menganut sistem adat Dalian Na Tolu (DNT). Sebagai falsafah hidup dalam sosial kemasyarakatan. Namun banyak diantara masyarakat Tapanuli itu sendiri tidak tau lagi darimana dan bagaimana asal muasal datangnya Adat DNT tersebut. Ya, itu sesuatu yang wajar, karena kejadian dan kisahnya sudah berlangsung cukup lama. Disini saya akan coba menyampaikan sekilas asal mula adat DNT tersebut. Dulu masyarakat Padang Lawas/Tapsel m emilki kepercayaan/kenyakinan adanya sang pencipta Alam Semesta yaitu Oppu MULAJADI NABOLON. Dimana dalam ajarannya mengenal Dewa-dewa (Debata/Dibata) sebagai perantara Mulajadi Nabolon dengan manusia. Yakni :

Sisinga Mangaraja & Minangkabau

Ilustrasi Gambar: travel kompas FB Gahara - Dikatakan bahwa Singa Mangaraja memiliki bintik hitam atau lebih tepatnya seberkas kecil rambut hitam di lidah. Oleh karena itu tidak ada keraguan bahwa ini adalah Dari dialah Burton dan Ward pernah mendengar. Di sini tampaknya menjadi tradisi yang sangat jelas mengenai asal mula lembaga Singa Mangaraja dari Minangkabau. Seperti yang saya tunjukkan di atas, gagasan bahwa raja-raja adalah titisan Saiva mungkin telah mencapai Batak melalui perantara kerajaan Malayu, di mana Minangkabau hanyalah kelanjutannya. Memang benar bahwa raja-raja Melayu-Minangkabau beragama Buddha, tetapi Buddhisme Tantra mereka tentu saja tidak mengesampingkan gagasan Siwa. [1] Namun, tradisi kerajaan seperti Saiva hanya bisa berasal dari Minangkabau selama negara ini belum diislamkan. Secara umum diterima bahwa konversi Minangkabau ke agama Islam terjadi sekitar pertengahan abad keenam belas. [2] Kunjungan Singa Mangaraja yang pertama kepada Sultan Atche tidak mun...

KESULTHANAN JOHOR - RIAU KEMBALI BERSATU

Ilustrasi Gambar: twitter FB Seri Cendikiawan - Selepas kemangkatan Sultan Husin, puteranya Tengku Ali telah sedaya upaya cuba untuk menjadi Sultan bagi wilayah Singapura dan Johor namun tiada yang menghiraukannya. Para pembesar kerajaan Kesultanan Johor Lama semuanya taat setia kepada Sultan Mahmud Muzaffar Syah ( 1841-1857 ) yang bersemayam di Riau. Pengganti kepada Temenggung Abdul Rahman iaitu Temenggung Ibrahim juga terpaksa mengakui ketuanan Lingga untuk mengesahkan kedudukannya sebagai Temenggung. Bendahara Tun Ali dengan tegas tidak mahu mengiktiraf kedudukan Daeng Ibrahim sebagai Temenggung Johor selagi mana Daeng Ibrahim tidak mahu mengakui ketuanan Lingga. Oleh itu, mahu tidak mahu akhirnya pada tahun 1841, Temenggung Ibrahim terpaksa akur dengan kemahuan Bendahara itu. Walaupun telah menumpahkan setianya kepada Sultan Johor yang bersemayam di Lingga itu namun hakikat sebenar Temenggung Daeng Ibrahim merupakan anak emas kepada British.

Iskandar Zulqarnain & Kubah Nabi Sulaiman

Ilustrasi gambar: kalam.sindonews FB Mahamada al Mahadaya - Al kisah kata Shahibul Hikayat, maka berhadirlah Sultan Iskandar akan berjalan dalam tiga hari lagi, maka pada hari yang keempat, maka terkembanglah payung dan bertiup nafiri alamat dan dipalu oranglah gendang berangkat. Maka berangkatlah  Sultan  Iskandar dan Nabi Khidir dengan kaum Mayaka dan Tawayala dan Tarasa itu berjalan akan pengajar.  S etelah dua belas hari lamanya berjalan maka kata raja Radhayaha “Ya Nabi Allah, bumi inilah kesudahan negeri”. Maka kata Nabi Khidir 'Alaihi Salam “Tiadakah tuan hamba ketahui di luar ini adakah lagi negeri lain?”. Maka sahutnya “Tiadalah kami ketahui” maka berjalanlah pula mereka itu empat puluh hari lagi maka bertemu dengan bumi putih seperti kapur rupanya dan baunya harum. Shahdan di dalam tanah, di korek mereka itu airnya terlalu jernih dan sejuk daripada air amayana dan dan terputih daripada air susu. Maka ajaiblah segala kaum itu melihat dia, maka tiga hari  Su...

Kisah Sultan Iskandar dan Nabi Khidir

Ilustrasi Gambar: iluminasi Sultan Iskandar Zulqarnain di Rayu Iblis La'natullah FB Mahamada al Mahadaya - Al kisah kata Shahaba [shahibul] Al Hikayat setelah sudah kerajaan Sultan Iskandar maka berhimpunlah segala bala tentera yang amat banyak dengan kebesaran dan kemuliaan, maka jadi hebatlah Sultan Iskandar kerana harta beroleh dengan kemenangan. Maka dengan takdir Allah Taa’la adalah kepada suatu hari datanglah Abalayasa ابليس (Iblis) A’layaha Laa’nata Allah [La'natullah] kepadanya seperti kelakuan orang tuha [tua] dengan pakaian putih dan tongkat pada tangannya, berdiri di hadapan Sultan Iskandar serta katanya “Hai raja yang maha besar tiadalah mulianya bagi raja melainkan dahi raja sujud akan yang lain, daripada raja kerana raja telah mulialah di dalam alam ini”. Setelah Sultan Iskandar mendengar kata Iblis itu maka Sultan Iskandar pun menyuruh ia duduk serta di permulianya akan dia maka sabda Sultan Iskandar “Hai orang tuha apa ertinya yang katamu itu tiada daku ketahui...

Aturan setia Bugis Melayu II

Ilustrasi gambar: warisan budaya nusantara FB Mahamada al Mahadaya - Syahdan Datuk Bendahara pun sehari-harilah mengadap Raja Kecik itu berbicara minta jadikan dirinya raja. Akan hal aku adalah di belakang Raja Kecik itu apalah di bilangkan orang kerana aku dua beradik itu di belakang duduk tiada tahu apa kiranya. Aku dengarlah barang kata Datuk Bendahara dan perkataan Raja Kecik itu adalah kata Datuk Bendahara kepada Raja Kecik “Jikalau raja hendakkan yang sejatinya itu melainkan ayah inilah yang sejatinya pasak manah Johor tanah yang pejal. Lagi pun ayah yang tua adalah akan hal Raja Sulaiman itu apa daya kerana dia anak yang muda lagi pulak maknya orang kecik melainkan ayah inilah yang asal di dalam tanah Johor itu”. Maka dengan kebesaran Allah Sabahaanaha Wa Taa’ala serta dengan syafaat rasul Allah Shama berlaku di atas hambanya maka tiadalah berkenan kepada hati Raja Kecik itu akan perkataan Datuk Bendahara itu. Tiba-tiba kasih pula Raja Kecik akan abangku dengan aku semua adik b...

Aturan setia Bugis Melayu

Ilustrasi Gambar: warisan budaya nusantara FB Mahamada al Mahadaya - Ini surat salinan aturan setia Bugis dengan Melayu zaman Sultan Sulaiman dengan Kelana Perabu Jaya bermula bergelar Yang Di Pertuan Muda Sultan Ali Al Din Syah abana Upu Anatahaya. Fasal ini pada menyatakan daripada jalan akan memberi ingatan dan fikiran mudahan-mudahan mengambil faham di dalam hati supaya mudah memikirkan tabiat orang yang salah dan orang yang benar serta mengintai diri sendiri supaya jangan termasuk kepada yang khianat. Sudah habis ingatan serta ikhtiar yang di beri Allaha Taa’ala maka terkena juga apa lagi akal melainkan baharulah kita memulangkan kepada janji dengan takdir Allaha Taa’ala. Adalah kita ini seumpama orang yang berjalan apabila sesat di ujung jalan maka hendaklah kembali ke pangkal jalan. Jika tiada dapat ke pangkal hingga pertengahan jalan hendaklah juga di cari jalannya yang betul supaya jangan jauh amat sesatnya. Mudah-mudahan berdapat juga kepada fikiran yang telah faham di dalam...

Hikayat Semenanjung Melayu

Ilustrasi Gambar: Top Sumbar Fasal yang pertama Asal usul bangsa Melayu FB Mahamada al Mahadaya - Sebermula maka adalah kedudukan tanah-tanah besar Melayu atau yang di namai dalam bahasa Inggeris Malayan Peninsula itu iaitu sebelah utaranya sampai kepada Pulau Hujung Salang dan di sebelah tenggaranya sampai kepada Hujung Tanjung Rumina atau Tanjung Penyusuk maka adalah tanah besar itu dibahagikan antara dua puluh satu (21) bahagian jajahan iaitu: Jajahan-jajahan sebelah barat Kedah, Jajahan Inggeris di Melaka, Muar, Seberang Perai, Selangor, Perak, Barat Johor Jajahan-jajahan sebelah timur Johor, Kelantan, Pahang, Patani, Terengganu, Pulau-pulau Kemaman dan sebagainya, Singgora Jajahan-jajahan sebelah Hulu, Sungai Ujung, Jelai, Rembau, Jelebu, Johol, Jempol, Seri Menanti, Segamat. Maka adalah asal-asal orang yang mendiami tempat-tempat yang tersebut itu daripada Bangsa Jakun asalnya. Maka lebih dahulu daripada bangsa Jakun itu ada pula suatu bangsa lain yang duduk dalam tanah Melayu i...