Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

Lirik Lagu Minangkabau & 9 Jenis Roh Manusia

  Gambar: e-ir Ciloteh Tanpa Suara #157 | Saat saya duduk bercerita dengan sahabat saya Muhammad Ikbal terdengar lantunan lagu minang di radio yang melantunkan lagu “ Minangkabau ”. Kemudian Muhammad Ikbal langsung berseru ”Mendengar Lagu Minangkabau ini mengingatkan saya kepada datuk saya, yang berkisah ada hubungannya dengan 9 jenis roh yang terdapat dalam tubuh manusia“. Lirik lagu “ minangkabau, tanah nan den cinto, pusako bundo, nan dahulunyo ” mengambarkan manusia yang diciptakan oleh Allah SWT dari tanah yang kemudian ditiupkan Roh (nyawa) kedalamnya dan lahir ke dunia melalui rahim seorang perempuan (bundo). Kemudian lirik lagu “rumah gadang” gambaran tubuh (jasad) manusia yang paling indah diciptakan oleh Allah yang mempunya 9 roh didalamnya “nan sambilan ruang” dengan perlu dijaga dari godaan hawa nafsu di luar tubuhnya “ rangkiang baririk, dihalamannyo. "

GUNDIK BELANDA DI ACEH

  Pict: Lintas Babel FB Jhon Lee | Catatan mengenai wanita Aceh yang dijadikan Gundik oleh para Perwira Belanda tercatat dalam buku Karya Zentgraf yang berjudul " De Atjeh", dalam bukunya ia mencatat, bahwa ketika hubungan Sosial Belanda dan Pribumi Aceh kian meningkat seiring ekspedisi Belanda yang menjangkau pedalaman untuk menumpas para Pejuang, para Perwira Belanda banyak menjadikan wanita Aceh sebagai Gundiknya. Menariknya, dalam buku tersebut juga dikisahkan mengenai tujuan mereka menjadikan wanita Aceh sebagai Gundiknya, adapun tujuannya salah satunya adalah "Mempelajari Bahasa dan Budaya Aceh" sementara tujuan puncak dari Praktek Pergundikan.

Lokasi Habil Dibunuh

  Pict: Masjid Sri Bengkal Rabbanians | Al-Imam Ibnu Jarir meriwayatkan dengan sanadnya, As-Suddi menyebutkan dari beberapa orang sahabat diantaranya Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas bahwa Nabi Adam memiliki anak laki-laki yang diselingi anak perempuan setiap kehamilan Hawa. Ketika Habil ingin menikahi saudari Qabil dan dia lebih tua dari Habil sementara saudari Qabil adalah seorang wanita rupawan, maka Qabil ingin bertukar dengan saudaranya itu, sedangkan Nabi Adam memerintahkan Habil untuk menikahi saudari Qabil. Diriwayatkan bahwa Habil dibunuh Qabil dengan cara dipukul kepalanya dengan besi hingga tewas. Ada pula yang meriwayatkan bahwa Qabil membunuhnya dengan tombak yang ia lemparkan ke kepala Habil ketika ia sedang tidur. Dan yang lain mengatakan Qabil mencekik Habil dengan cekikan yang sangat kuat dan menggigitnya sebagaimana yang dilakukan hewan buas hingga Habil tewas seketika. Allahu a’lam. Redaksi Al-Qur’an tidak menceritakan bagaimana detil pembunuhan, oleh karena itu hen...

Undang-Undang Nan Salapan

  OLEH : Puti Reno Raudha Thaib Tuanku Gadih Pagaruyuang Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat Mantagisme |  Dalam mengatur ketertiban kehidupan masyarakat, Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sabatang telah menyusun suatu perundang-undangan guna memeriksa tiap-tiap bentuk pelanggaran atau kejahatan yang dilakukan seseorang  yang disebut dengan  Undang-Undang Nan Duo Puluah . Sedangkan Undang-undang Nan Salapan merupakan bahagian dari Undang-Undang nan duopuluah. Bahagian lainnya adalah Undang-Undang Nan Duo Baleh. Undang-undang Nan Salapan memuat keterangan tentang jenis kejahatan, tertuju kepada fiil. Sedangkan Undang-undang nan Duobaleh tertuju pada cemo (citraan) dan tuduh. Setiap pasal kejahatan mengandung dua jenis kejahatan yang hampir sama tetapi ukuran atau takarannya berbeda, seperti berikut; Dago dagi mambari malu, Sumbang salah laku parangai, Samun saka tagak di bateh, Umbuak umbai budi marangkak, Curi maliang taluak dindiang, Upeh racun ...

"𝑵𝒂𝒋𝒊𝒔𝒏𝒚𝒂" 𝑨𝒏𝒋𝒊𝒏𝒈 𝑫𝒂𝒍𝒂𝒎 𝑨𝒈𝒂𝒎𝒂 𝑯𝒊𝒏𝒅

Rabbanians | Tidak hanya Islam, Hindu ternyata juga melarang mememlihara anjing dan emamsukkannya didalam rumah karena ketidaksucian dan kebersihannya. Dalam Śrīmad-Bhāgavatam disebutkan: जीवा: श्रेष्ठा ह्यजीवानां तत: प्राणभृत: शुभे । त: सचित्ता: प्रवरास्ततश्चेन्द्रियवृत्तय: ॥ २८ ॥ "Makhluk hidup lebih unggul dibandingkan benda mati, wahai ibu yang terberkati, dan di antara makhluk hidup, mereka yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan lebih baik. Hewan yang memiliki kesadaran lebih baik dari itu, dan lebih baik lagi adalah mereka yang sudah memiliki kemampuan indra, seperti bisa merasakan, melihat, atau mendengar." (Śrīmad-Bhāgavatam 3.29.28) Mengenai ayat ini, maka diberikan penejalsan sebagai berikut: Dalam ajaran Veda, anjing dianggap sebagai makhluk yang tidak bersih, sehingga tidak boleh masuk ke dalam rumah orang yang terhormat. Biasanya, anjing dilatih untuk tetap berada di luar rumah. Namun, kepala keluarga yang baik akan tetap memberi makanan prasāda...

𝑺𝒆𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝑼𝒍𝒂𝒎𝒂 𝑴𝒆𝒏𝒖𝒕𝒖𝒑𝒊 𝑨𝒊𝒃 𝑾𝒂𝒏𝒊𝒕𝒂

Rabbanians | Dulu, ada seorang ulama dan ahli hadits yang bernama Ahmad bin Mahdi bin Rustam. Dia tidak hanya terkenal sebagai perawi hadits yang terpercaya, tetapi juga dikenal karena kekayaannya yang melimpah. Dikisahkan, dia pernah menafkahi para ulama di zamannya dengan jumlah mencapai 300 ribu dirham. Pada suatu hari, seorang perempuan mendatangi ulama tersebut, dengan keadaan sangat putus asa. Perempuan itu mengaku telah diperkosa dan mengandung sebagai akibatnya. Dalam kebingungannya, ia mengklaim kepada orang-orang bahwa Ahmad bin Mahdi adalah suaminya, memintanya untuk tidak membuka aibnya. Sang ulama, mendengarkan cerita itu, terdiam. Beberapa hari kemudian, kepala desa dan para tetangga datang untuk mengucapkan selamat atas kehamilan wanita tersebut. Sang ulama menyambut mereka dengan rasa gembira dan mengirimkan dua dinar sebagai nafkah untuk wanita itu setiap bulan. Pemberian ini terus berlanjut hingga anak tersebut berusia dua tahun, namun sayangnya, anak itu meninggal du...

Bismillah; di Masa Jahiliyah

Rabbanians |  Bila kita baca kisah Perjanjian Hudaibiyah, pasti akan terjumpa berkenaan isu perkataan bismillah, apabila wakil Quraisy Suhail bin Amr telah membantah ketika Rasulullah s.a.w memerintahkan Ali bin Abi Talib untuk menulis بسم الله الرحمن الرحيم pada awal text perjanjian tu, kerana dia tidak pernah dengar atau tahu tentang perkataan itu sebelum ini. Sebaliknya dia meminta untuk ditulis Bismik Allāhumma بسمك اللهم dan Rasulullah s.a.w kemudiannya bersetuju. Dari episod kecil ini kita boleh faham bahawa frasa بسم الله الرحمن الرحيم tidak digunakan oleh orang Arab pada zaman sebelum Islam. Kebelakangan ini beberapa bukti fizikal dalam bentuk ukiran dalam tulisan Paleo-Arabic(tulisan Arab pra Islam) telah menguatkan kisah yang dicatatkan ini. Terjemahan kandungan tulisan-tulisan yang dijumpai di sekitar Tabuk dan Ta'if itu adalah seperti berikut : 1. Bismik Rabbanā(dengan nama tuhan kami) saya Ḥanẓalah ibn ʻAbd ʻAmr, saya menyeru agar bertaqwa kepada Allah(أوصي ببر الله )...

Tulisan Alam Malaikat

  Aksara Mal'Achim (tulisan malaikat) adalah jenis skrip huruf yang dikembangkan oleh kaum mistikus Yahudi dalam praktik ghaib mereka. Tak ayal aksara ini ditiru oleh orang-orang Islam dengan sebutan "Tulisan Alam Malaikat". Pembahasannya disini: https://youtu.be/zOdRcDR2qyE _________ DONASI https://kitabisa.com/rabbaniansid Dukung channel ini untuk dapat terus berbagi!

FAKTA TENTANG BUAH KHULDI DAN BENTUKNYA

  Rabbanians | Buah yang dimakan oleh Nabi Adam Alaihis Salam memang disebut-sebut di dalam Al-Quran sebagai Buah Khuldi. Silahkan baca QS. Thaha ayat 120. فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ ٱلشَّيْطَٰنُ قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ Artinya: Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?" Namun yang perlu digaris-bawahi, penamaan pohon terlarang itu ternyata bukan datang dari Allah SWT. Yang menamakannya justru iblis. Dalam hal ini setan sedang membujuk-rayu Nabi Adam dan istrinya agar keduanya mau memakan buah terlarang itu. Maka disebutkan nama pohon itu dengan nama buatan iblis, yaitu Pohon Khuldi. Maknanya [Menurut Iblis] adalah Pohon Keabadian. Maksudnya bahwa siapa yang memakan buah dari pohon itu, dia akan hidup abadi dan kekal selama-lamanya.

Framing Menggauli Binatang oleh Pembenci Islam

  𝑯𝑨𝑫𝑰𝑻𝑺: 𝑴𝑬𝑵𝑮𝑮𝑨𝑼𝑳𝑰 𝑩𝑰𝑵𝑨𝑻𝑨𝑵𝑮 𝑮𝑨 𝑨𝑷𝑨-𝑨𝑷𝑨 𝑫𝑨𝑳𝑨𝑴 𝑰𝑺𝑳𝑨𝑴? Rabbanians | Ini merupakan sebuah hadits yang sering diframing di tiktok oleh para pendengki Islam dan kaum Terjemahan. Hadits ini berbunyi sebagai berikut: وَقَدْ رَوَى سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي رُزَيْنٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ مَنْ أَتَى بَهِيمَةً فَلَا حَدَّ عَلَيْهِ حَدَّثَنَا بِذَلِكَ مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ الْحَدِيثِ الْأَوَّلِ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَقَ Artinya: Dan Sufyan Ats Tsauri, telah meriwayatkan dari 'Ashim dari Abu Ruzain dari Ibnu Abbas bahwa ia pernah berkata: Barangsiapa menggauli binatang maka tidak ada hukuman atasnya . Telah menceritakan dengan hadits itu kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Sufyan Ats ...

Dasar Negara RI: Pancasila, Islam, atau Sosial Ekonomi?

Ciloteh Tanpa Suara-152 | Sejak kemarin tanggal 1 Oktober saya membaca sebuah buku . Buku yang terdiri dari 500 halaman ini sangat menarik untuk dibaca karena dihalaman pertamanya tertulis “Bahagialah Orang Yang Banyak Membaca” Buku Dasar Negara Republik Indonesia berisikan pendapat pribadi tidak kurang dari 100 orang anggota Konstituante [1] yang berbicara tentang dasar negara pada sidang konstituante pada 11 November hingga 6 Desember 1957. Saking sengitnya, kritik terkadang dilancarkan bukan pada gagasan, tetapi pribadi. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Konstituante hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 1955 dilantik pada 10 Nopember 1956 pada tahun 1957 berjumlah 514 orang. Umur mereka kurang dari tiga tahun, hanya sampai 2 Juni 1959 dan bubar setelah keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Persoalan tentang dasar negara tertumpu kepada yang telah dirumuskan oleh Komisi I dari Panitia Persiapan Konstituante, yaitu mengerucut pada tiga pilihan: 1. Negara Republik Indonesia Berdasa...

Bangsa Melayu bukan Suku

  FB Nurul Kejora Muhammad | "Adakah suku Melayu di Indonesia sama dengan suku Melayu di Malaysia ? JAWABAN: Di Malaysia tidak ada yang dinamakan suku Melayu. Di sini kami dipanggil Bangsa Melayu. Definisi Melayu di Malaysia dan Indonesia sangat berbeda. Di Indonesia, Suku Melayu adalah salah satu dari banyak suku-suku yang membentuk Bangsa Indonesia. Suku Melayu itu Melayu [merujuk kepada sebagian kecil puak Melayu di Indonesia, adapun puak lain didefenisikan sebagai suku yang berbeda], suku Jawa itu Jawa, suku Minang itu Minang. Tidak sama. Di Malaysia, Bangsa Melayu terdiri daripada suku Jawa, suku Banjar, suku Mandailing, suku Bugis, suku Melayu, suku Minang, Melayu Patani, Melayu Champa, Melayu Kedah, Melayu Pahang, Melayu Kelantan, Melayu Sarawak dan semua suku-suku yang mengamalkan cara hidup Melayu, berbahasa Melayu, mengamalkan adat istiadat Melayu dan beragama ISLAM.

Kisah Badang

  FB Sarah Zakaria | Kisah Badang dikatakan berlaku semasa zaman pemerintahan Paduka Seri Rana Wira Kerma ( 1386M-1399M ). Badang merupakan seorang pemuda miskin dan kurus yang berasal dari Sayong Pinang Johor hari ini. Apabila kedua ibu bapanya meninggal dunia, Badang telah menjadi hamba kepada Orang Kaya Nira Sura di Salung atau Saluang di Acheh sekarang. Tugas Badang ialah membersihkan tanah baharu untuk bertani. Sebagai seorang hamba, kerja Badang hanya dibayar dengan beberapa genggam beras sahaja untuk sehari. Itu tentu tidak mencukupi dengan kerja berat yang dilakukannya. Untuk mengalas perut, Badang memasang perangkap ikan di sungai pada setiap petang dan akan mengutip hasil pada keesokkan paginya.

Kenyataan Kehidupan; Filosofi dari The Matrix

  FB Ancient Order of Hermetic | Kalimat terkenal Morpheus dalam The Matrix tentang pil biru dan pil merah merupakan lambang pilihan yang jauh lebih dalam dan lebih mendalam yang dihadapi setiap individu dalam hidup—pilihan antara ketidak tahuan yang nyaman dan kebenaran yang sering kali meresahkan. Ketika Morpheus menawarkan Neo pilihan antara pil biru dan pil merah, ia tidak hanya menawarkan dua objek sederhana tetapi dua jalan hidup yang sangat berbeda. Kata-kata Morpheus tentang Pil Biru, Morpheus berkata kepada Neo: "Kau minum pil biru—ceritanya berakhir, kau bangun di tempat tidurmu dan percaya apa pun yang ingin kau percayai. Kau minum pil merah—kau tinggal di Negeri Ajaib, dan aku akan menunjukkan seberapa dalam lubang kelinci itu."

Nagari Ampang Gadang & Banjir Marapi

Pict: Spab kemdikbud [/caption] CTS 126: BERCERITA TENTANG NAGARI AMPANG GADANG DAN MITIGASI BENCANA BANJIR BANDANG DI KECAMATAN AMPEK ANGKEK, AGAM FB Saiful Guci Dt. Rajo Sampono | Sambil menyalami para pengunjung Pemandian Kasiah Bundo, kami menyapa sekelompok yang sedang memperhatikan anak-anaknya sedang mandi “Dari mana tuan & rangkayo sanak ambo datang ko?” sapa saya. “Kami dari Nagari Ampang Gadang , Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Pernah tuan pergi ke nagari kami “ ujar mereka. “Ada kawan facebook kami, namanya Marliyus Laili tinggal di Duri, katanya orang tempat penghasil tengkelak, apakah ada yang kenal ?” tanya saya.

Malin Deman versi Nordik

 [caption id="" align="alignnone" width="512"] Pict: story[/caption]

Mansur Dt Palimo Kayo, Sang Revolusionernya PERMI

  Diterbitkan di kumparan.com pada 5 September 2024 | 12.44 WIB Fikrul Hanif Sufyan - periset, pengajar sejarah, dan pernah menjadi dosen tamu dalam Visting Scholar di Faculty of Art University of Melbourne Australia Namanya tiba-tiba mencuat di pertengahan September 1935. Mulai dari Tjaja Sumatra, Sinar Sumatra, Sumatra post, Sumantra courant, Sumatra Bode , dan beberapa surat kabar lainnya membicarakan putra dari ulama modernis Minangkabau terkenal, Syekh Daud Rasjidi. Kisah perjalanan dari aktivis Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI) ini makin mengemuka, ketika Sumatra-bode pada 27 September 1935 menyematkan gelar, Sang Revolusioner dari Minangkabau untuk Mansur Daud Dt. Palimo Kayo.

Ukuran & Takaran di Minangkabau

Pict: lastdodo [/caption] CTS #130 : UKURAN TAKARAN TIMBANGAN URANG MINANGKABAU Bahasa Melayu klik DISINI Ciloteh Tanpa Suara | “ Mak Saiful naikan baliak tulisan tentang ukuran takaran maso dulu nan dipagunokan urang minangkabau untuak bisa ambo kutip tulisan tu “ tulis Hendri dalam kotak percakapan. Kalau ukuran jo takaran sarato timbangan akan bakaruik kaniang kamanakan milenial mambaconyo. Niniak awak dulu punyo caro unik menggunakan alat Ukuran Takaran dan Timbangan (UTT). Untuak ukuran hasil tani padi sawah dipagunokan ukuran barek tradisional: sukek, sumpik, katidiang. Kalau mambali padi alat ukuran barek dipagunokan Sukek atau Sukatan nan tabuek dari batuang (bambu), Katidiang dan Sumpik. Isi 1 Sukek adalah 2 liter dikampuang ambo dibaco litea. 1 Katidiang samo 20 sukek padi atau 40 liter padi dan ado pulo nan maukua jo Bangkiah. Isinyo samo jo barek sakatidiang padi yakni 20 sukek padi atau 40 liter padi. Dan bilo mampagunokan sumpik barek 1 sumpik samo jo 3...

Nagari Tuo; Maek

 CTS #115 : BERCERITA TENTANG NAGARI MAEK, NAGARI TERTUA DI LIMO PULUAH KOTO [1] Gambar: Winny Marlina [/caption] Ciloteh Tanpa Suara | Kemarin saya kedatangan tamu anak muda bernama Mutiara Fransiska asal dari Nagari Maek Kecamatan Bukik Barisan Kab. Lima Puluh Kota. Kami berciloteh bersuara dengannya. “Selamat buat ananda Mutiara Fransiska lulus Program Studi S2 Kajian Sejarah Universitas Andalas “ujar saya menyapa pertama kali saat datang kerumah. “Terimakasih engku, untuk itu kami bertambah semangat untuk mengkaji sejarah kampung kami, Maek sebagai Nagari Tertua “ Ujarnya. “Jika tiara mengkaji Maek berdasarkan Tambo tidak akan selesai penelitiannya, tetapi dikaji dengan arkelogis, linguistis, letak wilayah, kenapa Menhir itu ada di nagari Maek dan mengumpulkan uji karbon, mungkin bisa pendekatan melalui itu. Uji golongan darah kenapa di Nagari Maek banyak golongan dari A dan AB seperti ras Mongoloid atau tubuhnya pendek-pendek seperti Tiara ini perlu juga d...