Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Kerambit

Foto: bukalapak Disalin dari FB Tumanggung Djimat Joyonegoro tentang kerambit si kecil yang mematikan Kerambit merupakan jenis senjata asli Minangkabau, termasuk senjata khas andalan yang sangat berbahaya. Dalam aksen Minangkabau disebut “kurambik”. Pada masa dahulu, permainan senjata kerambit di Minangkabau hanya diwarisi oleh para Datuk atau kalangan Raja, tidak sembarang orang menguasai permainan yang dianggap rahasia dan hanya untuk kalangan tertentu saja. [1] Dalam klasifikasi senjata genggam paling berbahaya, kerambit sebagai senjata mematikan menempati urutan kedua setelah pistol. Sabetan senjata kerambit bila mengenai tubuh lawan, dari luar memang tampak seperti luka sayatan kecil, namun pada bagian dalam tubuh bisa menimbulkan akibat yang sangat fatal karena urat-urat putus. Dan apabila mengenai perut, maka usus terpotong atau tercabik-cabik didalam.

ASAL USUL NAMA “INDERA KAYANGAN”

  Foto: Wikimedia Disalin dari kiriman FB Seri Cendikiawan ASAL USUL NAMA “INDERA KAYANGAN” Perlis Indera Kayangan - satu nama yang kita biasa dengar semasa belajar subjek Kajian Tempatan mahupun Geografi semasa dibangku sekolah dahulu namun tahukah anda sejak bilakah nama Indera Kayangan itu wujud?. “Indera Kayangan” sebenarnya telah wujud jauh sebelum wujudnya negeri Perlis yang "merdeka". Perlis merupakan negeri yang berada di bawah pemerintahan Kerajaan Kedah Tua dan juga Kesultanan Kedah sehinggalah Kedah terpaksa melepaskan Perlis secara “paksa” selepas Perang Kedah-Siam 1821 yang turut dikenali juga sebagai Perang Musuh Bisik. Selepas tewas dalam perang ini, Siam telah membahagikan wilayah Kedah kepada 4 wilayah pentadbiran iaitu Setul, Perlis, Kubang Pasu dan Kedah. Semasa dibawah pengaruh Siam ini, Perlis telah ditadbir oleh Raja Long Krok atau Seri Paduka Maharaja Lela kemudian diganti oleh Husin Jamaluilail yang kemudiannya akan menjadi Raja Perlis yang pertama.

SEJARAH SINGKAT KESULTANAN KUALUH - LEIDONG

  Gambar: viamichilin SEJARAH SINGKAT KESULTANAN KUALUH - LEIDONG Raja-raja Asahan, Bilah, Kota Pinang, Kualuh dan Panai mempunyai hubungan keluarga. Menurut cerita, Batara Sinomba dari Minangkabau menikah dengan adiknya sendiri (mungkin maksudnya satu marga, yaitu Nasution). [1] Batara Sinomba dan istrinya diusir dan sampai di Tapanuli Selatan. Suami istri tersebut menetap di Pinang Awan , dekat Sungai Barumun. Batara Sinomba dirajakan di Air Merah. Mereka kemudian mempunyai dua putra dan seorang putri yang bernama Siti Onggu. Batara Sinomba menikah lagi dan istri mudanya berkeinginan agar putranya ditunjuk sebagai pengganti ayahnya. Oleh karena itu, istri kedua berusaha mengusir putra Batara Sinomba dari istri pertama. Usahanya berhasil. Dua putra Batara Sinomba dari istri pertama dendam dan menemui rombongan Sultan Aceh yang kebetulan lewat di situ.

Makam Dua Pencetus Nama Indonesia

  Disalin dari kiriman FB Ikrar DUA PENCETUS (PEMBUAT) NAMA 'INDONESIA' Ini adalah makam dari JAMES RICHARDSON LOGAN dan gurunya, GEORGE SAMUEL WINDSOR EARL yang berada di kompleks pemakaman tua Protestan (old Protestant Cemetery) di jalan Northam (Northam Road) George Town, Pulau Penang , Malaysia . George Samuel Windsor Earl, seorang etnolog ( peneliti budaya sejarah manusia dan suku bangsa ) lahir 10 Februari 1832 di Hampstead, Middlesex, Inggris adalah juga seorang pelaut / navigator Inggris yang pada tahun 1850 menulis buku "On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations" Di dalam artikel itu beliau mengatakan bahwa telah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia ( Indian Archipelago ) atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khasnya, karena nama Hindia tidaklah sesuai dan sering bercampur dengan penyebutan India.

Tugas panghulu dalam nagari

Gambar: Sari Bundo Disalin dari kiriman FB Irwan Efendi Tugas panghulu dalam nagari, nan tasabuik dalam papatah : Manuruik alua nan luruih Manampuah jalan nan pasa Alua luruih barih tarantang Jalan pasa labuahnyo golong Indak manyimpang kiri jo kanan Luruih manantang barih adat

Kampung Baru, Kuala Lumpur, tahun 1910.

  Kelihatan di dalam foto berusia 110 tahun ini para pemimpin keturunan Minangkabau Kuala Lumpur bergambar di hadapan Sulaiman Club, Kampung Baru. 1. Datuk Khatib Koyan (Usahawan juga Penghulu Setapak dan Gombak). 2. Haji Utsman Abdullah (Kadi pertama Kuala Lumpur). 3. Syeikh Muhammad Salleh bin Muhammad Taib (Hakim di Kerajaan Riau-Lingga/Mufti Perak ke-3). 4. Haji Muhammad Taib bin Haji Abdul Samad (Usahawan). 5. Abdul Rahman Munshi bin Haji Usman (Ahli Bahasa dan Guru).

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...

Menara Jam Seremban

  Disalin dari kiriman FB Syafwan Yusof Menara Jam Seremban Mercu tanda Seremban masa lalu Menara Jam Seremban adalah merupakan salah satu menara jam yang terbesar di Malaysia ketika itu. Menara jam ini dibina oleh Majlis Perbandaran Seremban pada awal tahun 1981 bersempena dengan pembangunan Terminal Bas Seremban yang baru. Kedudukannya atas titik pertemuan Jalan Sungai Ujong dan Jalan Tuanku Munawir berhadapan muara Sungai Ujong adalah amat strategik bagi memberitahu orang ramai disinilah Bandar Seremban.

SIAPA BATARA SINOMBA?

Disalin dari kiriman FB Aal Piliang SIAPA BATARA SINOMBA? Sebagian kerajaan-kerajaan Melayu di Sumatera Timur yakni Kota Pinang, Panai, Bilah, Kualuh, dan Asahan menyebutkan leluhur raja-raja mereka adalah Batara Sinomba. Siapa Batara Sinomba? Menurut sebagian riwayat, beliau merupakan putra dari Sultan Alamsyah Syarifuddin dari Kerajaan Pagaruyung, Minangkabau. Silsilahnya sebagai berikut:

Beberapa kesaksian masa PRRI tatkala Soekarno menginvasi Sumbar

Keterangan foto:  Operasi penumpasan PRRI di Sumatera Barat Thn. 1958. Dari kiri kekanan; Letkol Sabirin Mochtar, Komandan Resimen Team Pertempuran dua Brawijaya (RTP 2 Brawijaya), ditengah; Kolonel Achmad Yani (Komandan Operasi 17 Agustus, kemudian jd MenPangad) dan dibelakang yg memakai topi baret, Mayor Sarwo Edhie Wibowo (kemudian jd Dan RPKAD) - FB Buyuang Palala Sebuah foto dapat bercerita banyak hal, demikianlah nan kami dapati tatkala foto seorang jenderal bersama anak buahnya dikirim pada sebuah grup fecebook yang berlatar penumpasan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Foto tersebut akhirnya memancing beragam tanggapan, dan bagi orang tua-tua yang menjalani masa-masa pahit tersebut, kembali mengemuka kenangan lama mereka. Seperti engku Man Muharisman "Sepertinya A. Yani tidak serius ikut operasi dan kemudian diganti. Yani tahu.." sebuah pendapat yang sengaja digantung dan kemudian ditanggapi oleh engku Man Muharisman "Mungkin sekali karena ia se...

BHADRAVARMAN - RAJA CHAMPA YANG ALIM

Foto: wikipedia Disalin dari kiriman FB Seri Cendikiawan BHADRAVARMAN - RAJA CHAMPA YANG ALIM Bhadravarman I merupakan Raja Champa Agung yang dikenang dengan cukup baik dalam sejarah orang-orang Champa selain daripada Raja Sambuvarman dan Che Bong Nga. Baginda telah memerintah Champa dari tahun 380-413 setelah mendapat takhta daripada Fan Fo yang dipercayai ayah ataupun datuknya. Setelah menaiki taktha pada tahun 380, baginda telah digelar sebagai Dharmamaharaja Seri Bhadravarman I. Baginda juga merupakan pemerintah Champa pertama yang memakai gelaran Varman yang merupakan gelaran yang cukup popular di istana Kemboja. Gelaran Varman ini dipercayai berasal daripada intitusi Raja-Raja Pallava. Semasa pemerintahan baginda, ajaran Hindu semakin berkembang pesat di Champa. Baginda juga telah mengarahkan pembinaan komplek candi My Son dan Tra Kieu untuk memperkukuhkan pengaruh Hindu dalam masyarakat. Komplek candi tersebut masih boleh dilihat sehingga sekarang walaupun beberapa kali musn...

Invasi Sriwijaya ke Jawa

Ilustrasi foto: Pineterst Disalin dari kiriman FB Alam Ardiyansyah INVASI KEDATUAN SRIWIJAYA KE PULAU JAWA DAN RAKYAN HAJI PANCAPANA PANAMKARAN (SAELENDRA VAMSATILAKA) ORANG PALEMBANG YG BERTAHTA DI BUMI JAWA...Pada thn 686 M Berangkatlah serombongan Armada militer kedatuan Sriwijaya yg dipimpin langsung oleh Dapunta Hyang Sri Jayanaga dari Pulau Bangka menuju Pulau Jawa (ini tertulis pada Prasasti Kota Kapur ) yang hendak menghukum Pulau Jawa karena tidak mau tunduk pada Kedatuan Sriwijaya yang berpusat di Palembang. Awalnya tujuan Armada tersebut berlabuh di Jawa Barat sekitar Jakarta karena hendak menyerang karajaan Taruma Negara yang berkedudukan di Bekasi. [1] Setelah berhasil menaklukan kerajaan Taruma Negara, Invasi kedatuan Sriwijaya berlanjut Kekerajaan Kalingga di Jawa Tengah, di Jateng (Wil batang) Dapunta Hyang Sri Jayanaga/ Dapunta Sailendra [2] membuat sebuah Prasasti yang dikenal Prasasti Sojomerto. Bukti bahwa Dapunta Saelendra adalah Dapunta Hyang Srijayanaga ia...

Kedah & Keturah

Gambar Ilustrasi: bahaiteachings Sekarang baru aku faham, kenapa manuskrip asal Sejarah Melayu berada dekat ""The British Library"" Kitab-kitab asal Sejarah Melayu, Peta Tanah Melayu yang terawal dalam sejarah, dan surat-surat Kesultanan Melayu kepada Kerajaan British. Semuanya masih kekal dan terjaga dalam bentuk asal di perpustakaan mereka. D an kenapa mereka tidak menyerahkan pada Malaysia, tentang kisah pertemuan 3 lautan, jika Kiraan Dari Tahun Tsunami dan perubahan air laut ada dataran yang tengelam dan ada yang lautan jadi daratan kedudukan Dia "°5tr8.5hkm" (kod ada di beri) Bermakna di Utara Malaysia memang ada bangsa terawal Dari Kuturunan Keturah [1] keturunan Nabi Ibrahim, jalur keturunan itu ada yang dari Champa dan Mongol sekarang sudah bercampur aduk dan mereka ini sekarang bertebaran di nusantara, [2] Indonesia dan Malaysia. bangsa ganas dan kejam yang teramat gagah ini sehingga dibayangkan di dalam hikayat – hikayat mereka (Yahudi) sebaga...

Sumpah Satie Bukik Marapalam - Kabut Senja

  Tulisan Inyiak Canduang di atas kertas segel tentang Sumpah Satie Bukik Marapalam Harus di akui sumber primer Negarakertagama memang tidak menulis Sunda sebagai daerah vasal kerajaan Majapahit. Namun uniknya kerajaan Majapahit ini menyebrangkan pasukanya dalam meneruskan Dwipantara Kertanegara dari Singasari melewati Sunda, menuju Minangkabau. [1] Balatentara Majapahit Bersama Adityawarman menggabungkan negri itu dalam naungan Sri Bathara [2] Majapahit dengan pembagian kekuasaan yang disepakati bersama para datuk nagari-[nagari di] Minangkabau. [3] Agaknya catatan sejarah ini yg mendasari M. Yamin memilih gabung dengan pihak sebrang untuk mengusir Belanda. [4] ....* SUMPAH SATI BUKIK MARAPALAM *... Pada bulan Sya’ban tahun 804 H (Maret tahun 1403 M) Yang Dipertuan Maharaja Diraja Minangkabau Tuanku Maharajo Sakti keturunan keempat Adityawarman bersama Pamuncak Adat Dt Bandaro Putiah di Sungai Tarab mengundang seluruh pemuka agama, pemuka adat dan ilmuwan umum di seluruh wi...

Kenapa Penghulu di Minangkabau dipanggil "Datuak"

Foto: republika Disalin dari kiriman FB Muhammad Jamil Jamil KENAPA PENGHULU DISEBUT NINIK MAMAK DI MINANGKABAU..? Oleh: Muhammad Jamil Labai Sampono Dalam Tambo Adat Minangkabau” yang ditulis Ibrahim Dt Singgano diceritakan awal berdirinya penghulu di Minangkabau,”, Setelah selesai Balairung di Nagari Pariangan dan Padang Panjang, maka tidak lama setelah itu bermusyawarahlah mereka yang dipimpin oleh tiga tokoh besar pendiri adat Minangkabau, yakni, Sri Maharajo Dirajo, Dt. Suri Dirajo dan Cati Bilang Pandai. Dari hasil keputusan itu ialah di ambil salah satu kesepakatan untuk memilih salah seorang yang akan diangkat menjadi pimpinan atau ketua bagi mereka. Orang yang akan dipilih itu nanti akan menjadi pimpinan mereka. Ketua inilah nanti akan menjadi penghulu bagi kaum mereka saat itu. Usulan ini datang dari Sri Maharajo Dirajo, dengan tujuan orang ini tidak hanya sebagai ketua atau penghulu, tapi Kusuik nan akan manyalasaikan, dan karuah nan akan manjaniahkan , setiap persoalan y...

𝗗𝗜𝗟𝗘𝗠𝗔 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗬𝗨 𝗣𝗘𝗦𝗜𝗦𝗜𝗥 TIMUR 𝗦𝗨𝗠𝗔𝗧𝗘𝗥𝗔

  Ilustrasi gambar: Jantung Melayu 𝗗𝗜𝗟𝗘𝗠𝗔 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗬𝗨 𝗣𝗘𝗦𝗜𝗦𝗜𝗥 TIMUR 𝗦𝗨𝗠𝗔𝗧𝗘𝗥𝗔. 𝘋𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘤𝘦𝘳𝘢𝘣𝘶𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘈𝘬𝘢𝘳 𝘚𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘶𝘭𝘵𝘶𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘥𝘢𝘺𝘢 𝘢𝘴𝘭𝘪𝘯𝘺𝘢.. Disalin dari kiriman FB Aldiyansyah Chaniago Selain Malaysia, pesisir timur Sumatra juga merupakan wilayah konsentrasi puak Melayu yang cukup besar. Dan masyarakat disinipun, juga sedang mengalami disorientasi jati diri serta stagnasi (kalau tidak bisa dibilang kemunduran) dalam pencapaian hidupnya. Bahkan dilema yang mereka hadapi, jauh terperosok dibandingkan dengan kaum Melayu di Malaysia. Sejak dulu masyarakat Melayu Pesisir Timur telah dimanjakan oleh alam mereka yang subur. Di wilayah ini jenis tanaman apa saja, terutama yang laku di pasaran dunia, dengan mudah tumbuh dan berkembang. Kondisi alam yang bersahabat, sedikit banyak telah berpengaruh terhadap sikap dan gaya hidup masyarakatnya. Tidaklah salah kalau pada akhir abad ke-19 dan awal abad lalu, pemerin...

Kerajaan Awal di Tanah Semenanjung

Disalin dari kiriman blog Sejarah Malaysiaku 1. Gangga Negara (Kurun-2 hingga Kurun-11)  Gangga Negara dipercayai merupakan kerajaan Melayu Hindu yang hilang dan ada disebut dalam Sejarah Melayu yang kini merangkumi Beruas, Dinding dan Manjung yang pada masa kini terletak di negeri Perak, Malaysia serta Raja Gangga Shah Johan sebagai salah seorang rajanya. Para penyelidik mempercayai bahawa kerajaan ini berpusat di Beruas dan ia runtuh selepas serangan oleh Raja Rajendra Chola I dari Coromandel, India Selatan di antara tahun 1025 dan 1026. Menurut sebuah lagi catatan sejarah Melayu, Hikayat Merong Mahawangsa yang juga dikenali sebagai Hikayat Kedah, Gangga Negara mungkin telah diasaskan oleh anak Merong Mahawangsa, Raja Ganjil Sarjuna dari Kedah, yang dikatakan sebagai keturunan Iskandar Agung atau keluarga diraja Khmer tidak lewat dari abad ke-2. Jabatan Muzium Negara telah mengkaji kerajaan Gangga Negara dari pelbagai sudut termasuk tradisi lisan yang terdapat di negeri Perak. Mu...

Menyusuri Jejak Islam di Tanah Papua

Foto: Tropen Museum Oleh : Beggy Rizkiyansyah, Penggiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) Disalin dari Laman Republika (tautan ada diakhir tulisan) Gema Takbir mengumandangkan kebesaran Allah di nusantara ternyata meluas, bahkan hingga ke Papua. Lautan luas diterabas, ombak diterjang oleh muslim untuk menyiarkan Islam ke penjuru nusantara. Di bumi Papua, kita dapat merasakan kehadiran dakwah Islam, bahkan sejak lima ratus tahun yang lalu. Papua sendiri telah dikenal sejak lama. Pada masa Kerajaan Sriwijaya, Papua disebut  Janggi . Pelaut Portugis yang pernah singgah di  Papua  tahun 1526-1527 menyebutnya ‘Papua.’ Namun ada pula yang menyebutnya  Isla de Oro  (Island of Gold). Kemiripan fisik orang Papua dengan orang Afrika membuat pelaut Spanyol menyebutnya ‘Nieuw Guinea’, merujuk pada wilayah Guinea di Afrika Barat. Papua, mungkin juga berasal dari bahasa Melayu,  pua-pua , yang berarti keriting. Istilah ini dipakai oleh William Mardsen tahun 1812, dan terdap...

Asal Raja Melayu

Gambar: meganiinfo Disalin dari kiriman FB Babai Racdmal Asal raja Melayu Al kisah maka tersebutlah perkataan ada sebuah negeri di tanah Andalas, Palembang namanya, Demang Lebar Daun nama rajanya. Asalnya daripada anak cucu raja Syulan juga, Muara Tatang nama sungainya maka dahulu Muara Tatang itu ada sebuah sungai Melayu namanya. Dalam sungai itu ada sebuah Bukit Seguntang Maha Meru namanya maka ada dua orang perempuan balu di sana Wan Empuk dan Wan Malini nama keduanya berhuma di Bukit Seguntang itu terlalulah luas humanya itu syahdan terlalulah jadi padinya tiada dapat terkatakan lagi. Setelah terhampirlah masak padinya itu maka pada satu malam maka di lihatnya oleh Wan Empuk dan Wan Malini di rumahnya di atas Bukit Seguntang itu bernyala seperti api. Maka kata Wan Empuk dan Wan Malini “Cahaya apa gerangan itu bernyala takut pula serasa melihat dia” maka kata Wan Malini “Jangan kita kalau gemala naga besar itu”. Empuk dan Malini pun diamlah dengan takutnya lalu keduanya tidur. Setel...

Busana Diraja Wanita Melayu era Sriwijaya (Abad 7-13M)

Disalin dari kiriman FB Kisah Sejarah Melayu Busana Diraja Wanita Melayu era Sriwijaya ( Kurun 7-13) Sebelum Sriwijaya di Sememanjung Melayu terutama di bahagian Segenting Kra,Utara dan Pantai timur telah pun wujud sebuah kerajaan purba yang dikenali Langkasuka. Kerajaan ini mempunyai kebudayaan sama dengan kebudayaan Khmer. Langkasuka berasal mula dari pecahan Kedah Kuno. Umumya busana yang dipakai adalah kain sarung dengan cara berkemban tanpa baju.Perempuan di kawasan ini juga memakai kain sarung melilit dada dan selendang serta sarung yang melilit bahagian pinggang hingga ke bawah seperti dhoti.

FALSAFAH MELAYU: HIKAYAT HANG TUAH.

Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan Hikayat Hang Tuah (HHT) terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur yang dikendalikan oleh Kassim Ahmad. HHT sebuah karya epik yang berbentuk prosa yang mengandungi lebih daripada 500 halaman dengan lebih kurang 164,000 patah-perkataan. HHT ini telah dihasilkan pada akhir kurun ke-17. Karya ini juga disebut Valentijin Kitab Hantoewa menurut Francois Valentijin dalam karyanya Oud en Nieuw Oost-Indien (1728). Tambahnya lagi, karya ini biasanya dinamakan oleh Sarjana Melayu Sulatas-Salatin iaitu Sultan-Sultan Melaka. HHT merupakan sebuah epik kebangsaan. Epik ini telah menegemukakan watak Hang Tuah sebagai tokoh agung bagi bangsa Melayu dan sebagai lambang kemegahan dan kekuatan bangsa Melayu. Menurut Kassim Ahmad (1992: xvi) kebangunan, kebesaran dan kejatuhan Melaka berhubung rapat dengan tokoh Hang Tuah. Hal ini bermaksud, apabila Hang Tuah kecil Melaka baharu didirikan. Apabila Melaka besar beliau merupakan orang kanan bersama Bendahara, di dalam ...

SULTAN TAK TERKALAHKAN ITU BERNAMA SULTAN NUKU

ZFoto: Tirto ID Disalin dari kiriman FB Subarjo Ahmad   Sejarah Hidup Sultan Nuku dan Kekalahan VOC di Perang Tidore Sultan Nuku (1797-1805 Masehi) memimpin Kesultanan Tidore dan berulangkali mengalahkan VOC atau Belanda. tirto.id - Sejarah hidup Sultan Nuku (1797-1805 Masehi) amat heroik. Memimpin Kesultanan Tidore di Maluku Utara, ia berulangkali mengalahkan VOC atau Belanda. Sultan Nuku tak pernah kalah. Lahir pada 1738 dengan nama Muhammad Amiruddin di Soasiu, Tidore, Maluku Utara, Pangeran Nuku adalah pangeran putra kesayangan Sultan Muhammad Mashud Jamaluddin yang bertakhta sejak 1757. Tanggal 11 November 1781, Pangeran Nuku diangkat sebagai pemimpin oleh para pendukungnya di tanah pelarian, Halmahera bagian selatan, dengan gelar Sri Maha Tuan Sultan Amiruddin Syaifuddin Syah Kaicil Paparangan. Pangeran Nuku -yang seharusnya menjadi pewaris takhta yang sah- kala itu memang dalam pelarian akibat polemik internal yang terjadi di Kesultanan Tidore dan diperkeruh dengan campur ta...

SESAJEN DALAM BUDAYA JAWA

Gambar Ilustrasi: Pena Rakyat News  Disalin dari kiriman FB Dhemite Keluds SESAJEN DALAM BUDAYA JAWA Salam Rahayu.... Pemberian sesajen ini tidak ada kaitannya dengan memberi makan jin, danyang, setan atau sebangsanya. Tetapi sesajen dalam arti yang sebenarnya adalah menyajikan hasil bumi yang telah diolah oleh manusia atas kemurahan Tuhan Penguasa Kehidupan. Mengingatkan kita bahwa ini semua adalah milik Tuhan. Selama ini kita tidak turut memiliki namun hanya memanennya saja. Karena semuanya sudah ada ketika kita mulai diberi kehidupan. Saat ini orang beranggapan bahwa menyajikan sesajen adalah suatu kemusyrikan. Tapi sebenarnya ada suatu simbol atau siloka di dalam sesajen yang harus kita pelajari. Siloka, adalah penyampaian dalam bentuk pengandaian atau gambaran yang berbeda (aphorisma). Kearifan lokal yang disimbolkan dalam sesajen perlu dipelajari bukan disalahkan karena itu adalah kearifan budaya lokal yang diturunkan oleh leluhur kita. Padi, gabah, beras, nasi (tumpeng) : me...

Hikayat Katik Sampono Rajo (Si Kati Muno)

Foto: bukittinggiminangkabau  Oleh:   Isma Darmayanti, SS, M.Hum Alam Minangkabau adalah sebutan untuk daerah yang didiami salah satu suku mayoritas yang terdapat di Provinsi Sumatera Barat, yaitu Suku Minangkabau. Suku Minangkabau mengambil garis keturunan dari garis ibu dan terkenal dengan falsafah hidupnya, yakni “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Berdasarkan hal tersebut, orang Minangkabau adalah penganut agama Islam yang taat.  Tanah Alam Minangkabau ini terletak di tengah-tengah Pulau Sumatera Bahagian Barat. Dalam Tambo dikatakan [batas-batasnya],  Sejak Sikilang Air Bangis sampai ke Durian Ditakuak Rajo (dalam wilayah provinsi Jambi); dari Ombak yang Berdebur (Pantai di Laut Padang Pariman) sampai Sialang Dilantak Basi, dan Dari Laut Yang Sadidiah (dalam Wilayah Provinsi Riau) lalu ke Sipisak Pisau Hanyut sampai ke Buaya Putih Dagu (dalam Wilayah Provinsi Jambi) .  Wilayah Minangkabau dibagi menjadi dua, yakni wilayah Darek dan wilaya...

KAMPUNG PADANG BALANG. PERKAMPUNGAN ORANG MINANGKABAU DI KUALA LUMPUR.

Ilustrasi gambar: viator.com Disalin dari kiriman FB Aal Piliang Kampung Padang Balang ialah kampung tertua yang masih wujud di Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia. Kampung ini mendapat namanya dari peneroka pertamanya yaitu Datuk Ampat Balang yang membuka kampung ini sekitar tahun 1840. Datuk Ampat Balang membawa masyarakat Minangkabau dari Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatra Barat, yang melarikan diri dari penjajahan Belanda sewaktu Perang Padri. Pada awalnya, Padang Balang terdiri dari berbagai penempatan suku Minangkabau di Gombak. Ia juga dikenali oleh orang Minangkabau sebagai Serambut atau Segambut. Versi lain mengatakan bahwa Kampung Padang Balang dan kawasan sekitarnya mula diteroka sekitar tahun 1840 oleh Tok Balang, Tok Sati, Tok Samang, dan Tok Jahan dari Minangkabau, Sumatra.

PERTEMBUNGAN IDEOLOGI ANTARA KAUM MUDA DAN KAUM TUA Di MALAYSIA

Foto: Mahir Al Hujjah Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan PERTEMBUNGAN IDEOLOGI ANTARA KAUM MUDA DAN KAUM TUA Di MALAYSIA March 8, 2018 Oleh : Ibrahim Majdi PENDAHULUAN Pertembungan Kaum Muda dan Kaum Tua adalah satu aspek yang penting dalam sejarah kebangkitan masyarakat Melayu Muslim di Tanah Melayu. Malah, William Roff telah memfokuskan satu bab khas mengenai konflik antara Kaum Muda dan Kaum Tua. Penulis merasakan perlu satu perbincangan mengenai asas dan ideologi kepada kedua-dua kumpulan ini. Aliran Tradisional dipanggil juga sebagai konservatif . Manakala aliran Islah pula juga dipanggil sebagai pembaharu, reformis dan Tajdid . Dua bentuk pemikiran inilah yang membentuk aliran pemikiran utama di kalangan masyarakat Melayu di Tanah Melayu pada era akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20. Satu perbincangan mengenai latar belakang perlu dikupas bagi lebih memahami dua bentuk aliran pemikiran agama Islam ini. SEJARAH Bagi membincangkan mengenai sejarah kumpulan pembaharu atau reformis ...

Minangkabau ialah Puak Melayu

MINANGKABAU ADALAH SUB-ETNIK MELAYU! Disalin dari kiriman FB Misykat Rahman Pertanyaan saya, apakah membuat seseorang menjadi Melayu? Kenapa Johor-Riau itu Melayu? Kenapa Palembang/Kelantan-Pattani/Kedah yang adat dan bahasanya 100% berbeza dengan Johor-Riau dianggap sebagai Melayu ? Menurut Lembaga Adat Melayu, seseorang itu dianggap sebagai Melayu jika: Berbahasa Melayu Bahasa Melayu memiliki banyak dialek. Ada Melayu Riau, Melayu Jambi, Melayu Sarawak dll. Lalu adakah Bahasa Minangkabau itu merupakan dialek Melayu ? Berdasarkan penelitian yang dijalankan di Universiti Malaya tahun 2015 dengan Jurnal berjudul "Contact of Dialect Clusters: The Malay Peninsula and Sumatra", Bahasa Minangkabau memiliki kesamaan kata hingga 93% dengan Bahasa Melayu Piawai/Standar berdasarkan Daftar 200 Kata Swadesh. Bahasa yang memiliki kemiripan diatas 80% dikategorikan sebagai dialek dan bukan bahasa yang tersendiri.