Tutup Saja Jalan Lembah Anai, Ada Jalur Lain Sejak Zaman Belanda Penulis: Khairul Jasmi | Kamis, 14/05/2026 | 15:42 WIB Langgam.id – Seenaknya ngomong tutup. Jangan asal melontong saja ya ndak? Tapi, begini, siapa bisa menjamin Lembah Anai bebas bencana galodo? Titik terendahnya sampai Silaing Bawah, Padang Panjang, itu tinggi. Jika ditegakkan benang, satu kilometer tingginya. Bagaimana kalau waduk? Melontong juga sepertinya. Apapun jalur itu layak ditutup, kalau mau. Kalau tidak, mari kita “nikmati” saja segenap masalahnya. Kawan saya lulusan Belanda, S2 pula, punya catatan. Novelia Musda namanya, menulis di Harian Singgalang 17 Desember 2025 dengan judul “ Alternatif untuk Zaman Kini – Jalan Kayu Tanam ke Tambangan Sudah Ada Sejak Zaman Lampau ” . Biar panjang tulisan saya ini, dikutipkan saja mana yang perlu. Sebagai berikut: Jalur lama itu bukan dongeng. Satu jalur historis dari pesisir barat Sumatera ke pedalaman Minangkabau adalah dari Kayu Tanam ke Tambangan, ...
Berkaum, bersuku, berbangsa