KETIKA HIJAB ADALAH BENTUK "PEMBERONTAKAN" TERHADAP NEGARA! 

IG Sudut Gelap | Selamat Hari Hijab Sedunia! Tapi sebelum kita merayakannya dengan postingan OOTD [Outfit Of The Day], mari kita menoleh sejenak ke belakang, ke masa di mana selembar kain di kepala bisa membuatmu kehilangan masa depan pendidikan.

Di era 80-an, memakai hijab di sekolah negeri itu taruhannya nyawa dan karier. Rezim Orde Baru saat itu sangat paranoid terhadap gerakan Islam. Akibatnya? Murid perempuan yang berhijab dicap sebagai pengikut kelompok radikal. Triwulandari di Jember hingga delapan siswi di SMAN 3 Bandung jadi saksi bisu betapa represifnya aturan seragam saat itu.[1]

Bayangkan, sekolah yang seharusnya jadi tempat menuntut ilmu malah jadi tempat untuk memaksa siswi melepas keyakinannya. Munculnya SK 052 tahun 1982 adalah salah satu bukti sejarah bagaimana birokrasi digunakan untuk memojokkan hak asasi perempuan.

Namun, sejarah membuktikan: Keyakinan tak bisa dipenjara. Lewat perjuangan panjang dan gelombang protes yang masif, akhirnya di tahun 1991, pemerintah menyerah dan membolehkan hijab masuk sekolah.

World Hijab Day bagi kita di Indonesia adalah tentang menghargai keberanian para pendahulu kita yang tetap teguh berdiri meski diancam dikeluarkan dari sekolah. Mari jaga kebebasan ini dengan saling menghargai pilihan setiap perempuan.

Kalian punya cerita dari ibu atau keluarga yang mengalami masa-masa sulit memakai hijab di era 80-an atau awal 90-an? Atau menurut kalian, tantangan apa yang paling berat bagi perempuan berhijab di masa sekarang?

Hijab adalah identitas, pilihan, dan kemerdekaan.

============

Catatan Kaki oleh Admin:

[1] Triwulandari ialah Murid SMAN 1 Jember yang dikeluarkan dari sekolahnya pada tahun 1982 karena menolak melepaskan jilbab. Pada 16 Mei tahun 1991, larangan menggunaan Hijab resmi dicabut oleh pemerintah saat itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar