Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Paderi: Jika salah dalam mengambil sumber penulisan sejarah

Harimau Nan Salapan yg tak pernah diketahui orang Minang dan Indonesia FB Cover Minang Indo | Berjudi, menyabung ayam, mengadu balam (burung puyuh), meminum arak, merupakan beberapa di antara penyakit masyarakat (pekat) yang membudaya di Ranah Minangkabau di permulaan abad ke sembilan belas. Tradisi ini lumrah dilakukan kaum adat ketika itu sehingga terjadilah pertentangan berkepanjangan antara kaum adat dengan kaum ulama yang mengharamkan perbuatan tak bernilai syariat itu. Semua perbuatan tersebut dilakukan segelintir kaum adat sebagai kegiatan perintang-rintang hati, permainan, untuk melalai-lalaikan waktu. Parahnya semua permainan itu punya taruhan, yang kalah harus membayar kepada yang menang. Tak urung keributan terjadi, bunuh membunuh, hingga rebutan perempuan. Kondisi ini lambat laun merusak tatanan masyarakat Minangkabau. Kondisi yang tidak sehat itu menjadi perhatian serius kaum ulama. Berbagai pendekatan sudah dilakukan namun tidak mangkus. Hingga di tahun 1802 pulanglah ti...

Tatkala Sejarah Minangkabau Ditulis Ulang Penjajah

  Tulisan ini sepenuhnya mengambil sumber dari Penjajah (Barat/Orientalis) yang memiliki misi menulis ulang sejarah umat Islam agar dapat digunakan untuk melemahkan Islam dimasa depan. Penggunaan sumber Penjajah sebagai salah satu sumber penulisan sejarah di Indonesia sudah banyak dikritisi oleh para sarjana Indonesia, para pemuja dan pengagum Barat serta orang-orang yang beranggapan semua yang datang dari Barat ialah Ilmiah/ Scientific kerap bersikap Taklid buta terhadap sumber Barat. Bias pribadi dan kolonial sangat kentara dalam setiap tulisan para sarjana penjajah yang memandang rendah peradaban penduduk di negeri yang mereka jajah. Serta kebencian mereka terhadap Islam yang sempat mengancam negeri mereka dimasa kejayaan Daulah Usmaniyah (barat menyebutnya dengan sebutan Ottoman) FB Aspal Ujunk | Untuk memperluas wilayah Agam dan Tanah Datar. Namun, penetrasi Islam ke Dataran Tinggi Padang pasti sangat terbatas hingga masa Padri, berdasarkan catatan Tuan  E. Netscher dal...

Kisah Soekarno di Padang Jopang

  Foto: Dari kiri ke kanan: Syaikh Abbas Abdullah, Ir. Soekarno, Syaikh Mustafa Abdullah.  Sumber: darulfunun. or. id Oleh: Roni Patihan Alumni LIPIA Jakarta, pimpinan Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh, Sumatera Barat Siapa ulama Minang Kabau yang sangat dihormati Ir. Soekarno? Salah satunya adalah Syaikh Abbas Abdullah, pendiri pondok pesantren Darul Funun El Abbasiyah Padang Japang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Syaikh Abbas Abdullah bersama kakaknya Syaikh Mustafa Abdullah adalah murid Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, ulama Nusantara yang menjadi imam dan khatib di Masjidil Haram Makkah Al Mukarramah, yang menjadi salah satu titik sumbu lahirnya ulama -- ulama Nusantara periode abad yang lalu. Bung Karno memang banyak bergaul, bersahabat, berdiskusi dan sama -- sama berjuang dengan tokoh -- tokoh Minang Kabau. Di awal -- awal kemerdekaan, Bung Karno sering terlibat diskusi, dan kadang -- kadang cukup sengit, dengan Bung Hatta, Sutan Sjahrir, ...

SOEKARNO DI SUMATERA BARAT TAHUN 1942

  SOEKARNO DI SUMATERA BARAT TAHUN 1942 “Sejarah Peci Nasional” Ciloteh Sejarah - Tepat jam 10.45 telepon gengam saya berdering, saya lihat sekilas ada foto bapak mantan Sekda Yendri Tomas, terdengar suara “Hallo, Pak Saiful ,masih ingat dengan suara saya? Kemudian saya berpura-pura lupa karena akhir-akhir ini banyak yang menelpon ujung-ujungnya menawarkan kerjasama penjualan mobil. “Maaf pak saya, telah strok sejak Maret 2025, mungkin lupa dengan suara yang menelpon ini! Jawab saya sambil memastikan siapa tokoh yang menelpon saya. Kemudian terdengar balasan “Saya Yendri Tomas, mantan Sekda. Tadi saya menelpon Lina Medona menanyakan jika ada menyimpan sejarah tentang Soekarno di Sumatera Barat tahun 1952 untuk membuat sebuah tulisan oleh teman saya, tetapi Lina Medona memberi nomor Saiful, kemungkinan ada menyimpan dokumen tentang Soerkarno ditahun 1952 ini “ Jawab Pak Yendri Tomas. Pertanyaan seperti ini adalah salah satu obat bagi saya dalam rangka pemulihan stroke, karena da...

Perihal Suku dalam Nagari, Penghulu, dan Maknanya

  KENAPA DALAM LIMBAGO NAGARI BERBEDA: ADO BA KAAMPEK SUKU, BAPUCUAK BULEK DAN BARAJO” Ciloteh Keminangkabauan - " Assalamualaikum wr.wb.. Mamak, Saiful Guci Dt.Rajo Sampono, batanyo ciek kenapo tiok-tiok nagari struktur limbago adat nyo berbeda, di satu nagari hanyo sampai Datuak ka ompek suku,di lain nagari ado sampai ka Datuak pucuak, di lain nagari juo ado ado barajo? “ Tanya Rusanto (Irus) Dt.Rajo Dirajo dalam kotak percakapan. [Assalamu'alaikum Wr. Wb, Mamak Saiful Guci Dt. Rajo Sampono, perkenankan kami bertanya: kenapa pada tiap-tiap nagari memiliki struktur limbago adat yang berbeda-beda. Di satu nagari hanya sampai Datuk dari Empat Suku, di nagari yang lain ada yang sampai ke Datuk Pucuk, di nagari yang lain pula ada yang memiliki raja?] Kemudian saya bertanya balik :“ Dimaa nagari asal Datuak dan apo suku serta apo kedudukan dalam nagari? ” tanya saya [Dimana nagari asal Datuk dan apa suku serta apa kedudukan Datuk dalam nagari?] Dan tak berapa lama dijawab “ Am...