Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

" ANDUNG MUDO "

Ilustrasi Gambar: https://id.pinterest.com Pernah dunsanak mendengar kisah tentang Anduang Mudo (Nenek Muda)? [1] . Tentang orang yang selalu punya alasan melihat sisi baik.  Sudilah kiranya  tuan-tuan membacanya, Dari Buya Hamka saya antarkan untuk sanak saudara. Mudah - mudahan jadi sedikit "pelepas dahaga" di saat puasa. Kata Buya Allahuyarham,.  pernah ada hikayat orang - orang tua dulu, 30 tahun sebelum tahun 1956. Tentang Anduang Mudo, Anduang Mudo ialah seorang dukun beranak. Banyak  perempuan beranak yang ditolongnya dan kerap kali ia dipanggil untuk mengobati ibu dan anak kecil yang sakit. Sudah jadi kebiasaan orang orang dahulu. Ketika ia datang itu tentu diberi makan. Kadang makanan itu tidak cukup lengkapnya, ada kekurangan garam atau kelebihan. Maka meminta maaflah orang yang berobat itu kepadanya. "Maafkanlah Anduang, gulai kurang garam, tergegas saja tadi membuatnya"  Dengan senyum dia menjawab "Tidak mengapa kurang garam, tidak ganjil li...

Sejarah Kota Padang (16): Sejarah Mentawai, Sedari Dulu, Riwayatmu Kini; Jauh di Mata, Dekat di Hati

Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com  _________________________ Peta 1909 Mentawai tidak jauh dari Kota Padang. Kepulauan yang terdiri dari empat pulau besar (Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan) yang parallel dengan Pantai Barat Sumatra yang didiami oleh penduduk Mentawai. Secara historis, Mentawai sudah sejak lama dikenal dan dikunjungi oleh orang-orang Eropa/Belanda, namun baru tahun 1864 dimasukkan sebagai yurisdiksi Belanda berdasarkan Staatsblad No. 14 tanggal 10 Juli 1864. Kepulauan Mentawai ditingkatkan statusnya menjadi kabupaten pada tahun 1999 berdasarkan UU No. 49 Tahun 1999. Kabupaten ini beribukota di Tuapejat, sebelah utara dari pulau Sipora. Pada tahun 2010 Kabupaten Kepulauan Mentawai terdiri dari 10 kecamatan.

Sejarah Kota Padang (15): Mahasiswa Kedokteran Indonesia di Belanda (1918); 15 Jawa, 2 Minangkabau, 1 Batak (Total 22)

  Catatan oleh Agam van Minangkabau: Kami berterima kasih sekali kepada penulis yang telah mengungkapkan beberapa fakta penting dalam tulisan ke-15 ini. Salah satunya ialah perihal Ibrahim Datuk Tan Malaka. ______________________________ Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com _______________________________ Sebuah laporan pada tahun 1918, jumlah mahasiswa pribumi yang kuliah di bidang kedokteran di Belanda sebanyak 22 orang, diantaranya terdapat dua mahasiswa asal Minangkabau dan satu orang mahasiswa asal Batak. Jumlah mahasiswa terbanyak asal (pulau) Jawa sebanyak 15 orang. Mahasiswa lainnya berasal dari Minahasa, Ambon dan Manado (De Tijd: godsdienstig-staatkundig dagblad, 01-02-1919). Secara keseluruhan, jumlah mahasiswa Indonesia pada tahun 1818 sudah sangat banyak jika dibandingkan jumlah mahasiswa satu dasawarsa sebelumnya. Pada tahun 1908 jumlah mahasiswa Indonesia di Belanda yang semuanya tergabung dalam Himpunan Pelajar Indonesia sebanyak ...

Bahasa Menentukan Bangsa

Ilustrasi gambar: https://www.facebook.com MELAYU Pagi Hari Raya kedua ni nak cakap tentang bangsa. Siapakah kita bangsa Melayu? Hamka mentakrifkan Melayu sebagai setiap orang yang berbahasa Melayu. Ertinya orang yang berfikir, merasa, menangis dan ketawa, tidur dan bangun dalam bahasa Melayu. Cuba hayati betul-betul takrifan Melayu oleh Hamka ini. Maksudnya kalau kita sudah tidak berbangga dengan bahasa kita sendiri maka kita sudah tiada jiwa bangsa Melayu lagi. Hanya luaran sahaja nampak macam Melayu tetapi dalaman sudah bukan Melayu. Inilah yang saya kata Melayu kelongsong.

Syi'ah di Indonesia

Sumber Gambar: http://selintassejarahsyiah.blogspot.com LEMBAGA PENDIDIKAN SYI’AH DI INDONESIA STIFI SADRA, Sekolah Tinggi SYI'AH di Jakarta. Berkedok dengan nama : ”SEKOLAH TINGGI FILSAFAT ISLAM" Sekolah Tinggi Filsafat Islam di Indonesia yang fokus pada pengkajian filsafat Islam & Ilmu Alqur’an – Tafsir. Sistem pembelajaran di dasarkan pada perpaduan antara nilai-nilai tekstual (alqur’an & Assunah) dengan pendekatan rasional yang bersumber dari khazanah ilmiah Islam klasik & kontemporer. (Padahal isinya adalah Kurikulum Pendidikan Liberal dan ajaran Sesat Syi’ah) Beberapa dosen di Sekolah ini di antaranya: Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara,   Prof Dr. Abdul Hadi MM,   Dr. Haidar Bagir (Mizan),   Dr Umar Shahab,   Dr. Muhsin Labib,   Dr. Zainal Abidin Bagir (Center for Religious and Cross-Cultural Studies/CRCS),   Dr Donny Gahral Adaian,   Prof. Dr Rosikhon Anwar (Guru Besar Ilmu Al-Quran UIN Sunan Gunung Djati Ba...

Alam Melayu/1.Aceh/2.Sejarah

 klik pada judul untuk menuju tulisan dimaksud: Janji Seorang Politikus KISAH NURUDDIN AL-RANIRI DI NEGERI ACEH INILAH PERATURAN BENTARA PIDIE   Diplomasi Gagal Aceh-Istanbul Sulthan Ali Ri'ayat Shah II, Raja Ke-9 Aceh Puteri Kamaliah, Kesayangan Sulthan Iskandar Muda Awal Masuknya Komunis di Aceh Tragedi Semenyeh-2 Tragedi Semenyeh-1 Perjuangan Tengku Chik Di Tiro Perjuangan Sulthan Setelah Ditangkap Nama, pangkat, jabatan dalam ketentaraan Kesultanan Aceh Qanun Meukuta Alam Hasan Tiro & GAM Revolusi Desember '45 di Aceh Hikayat Raja Raja Pasai SELAMATKAN SITUS MAKAM ULAMA DAN PARA RAJA KESULTANAN ACEH Surat Raja Aceh kepada Sulthan Turki Usmani ACEH DAN MINANGKABAU. Batu-batu nisan Aceh dari abad ke-11 Hijriah (ke-17 Masehi).  Pocut Meurah Intan (1833-1937): Wanita dari Aceh yang Terlupakan

Kenapa Komunis masih Shalat?

Sumber Gambar: https://historytalkblog.wordpress.com REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pada 15 Mei 1963, Prof DR Hamka (Buya Hamka) menjawab pertanyaan dari pembaca majalah Gema Islam tentang paham komunis. Pembaca menanyakan apakah benar paham komunis itu tidak mengakui adanya tuhan. Tetapi, pembaca itu heran karena masih ada orang komunis yang mengerjakan shalat. Mendapat pertanyaan itu, Buya Hamka menegaskan bahwa paham komunis adalah suatu paham yang tidak mengakui adanya tuhan (atheis). Mereka menganggap tuhan itu adalah ciptaan manusia saja. "Dalam term mereka disebutlah bahwa agama itu hanya suatu lapisan atas saja dari pada kehidupan manusia, yang ditentukan oleh lapisan bawah yaitu sosial ekonomi. Tegasnya, Tuhan bagi paham komunis adalah suatu yang ditentukan oleh perut belaka," tulis Buya Hamka.

PADI ABUAN

Ilustrasi Gambar: https://commons.wikimedia.org Hak Pria atas hasil Pusaka Tinggi Rumah gadang milik anak-anak perempuan, anak lelaki tidak punya tempat dirumah ibunya kecuali ia anak tunggal/ t ongga babeleang istilahnyo. Pusaka tinggi diturunkan menurut garis ibu, dari Niniak [ibu dari buyut] turun ka Gaek, dari Gaek [buyut] turun ka uwo, dari uwo [nenek] turun ka mande, dari mande turun ka anak perempuan.. Kalau demikian naga-naganya, apakah anak lelaki tak punya hak untuk tidur di rumah ibunya? Ataukah anak lelaki tak punya hak untuk memanfaatkan hasil Pusaka Tinggi untuk menunjang hidupnya? Hmmm.. tak masuk akal bukan!! Mustahil adat Minangkabau sekejam itu terhadap anak laki-lakinya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Bilangan hari telah berganti Satu bulan telah pergi Ianya Ramadhan nan dikasihi Setahun lagi kita menanti Adalah persaian cobaan ini Entah bila akan berhenti Hati nan sabar ianya mengerti Hikmah didapat pelajaran diri

Sejarah Kota Padang (14): Orang Padang sama dengan Orang Minangkabau; Keliru, Orang Melayu disebut Orang Medan

Catatan oleh Agam van Minangkabau: Sekali lagi kami ucapkan terima kasih dan kagum kami dengan diungkapnya beberapa fakta sejarah. Termasuk asal muasal kenapa Minangkabau menjauh penyebutannya dari Melayu. Hal ini hendaknya menjadi pemikiran bagi orang Minangkabau dan Melayu lainnya. Dan sekali lagi kami berharap agar dalam setiap penulisan yang mengambil tema Minangkabau hendaknya menyertakan sumber-sumber pribumi Minangkabau. Disalin dari blog; http://poestahadepok.blogspot.com _________________________ Minangkabauers te Kotagedang, 1890 Padang adalah nama tempat, sebagaimana Tapanoeli dan Medan. Padang menjadi nama generik untuk seluruh wilayah Sumatra Barat yang sekarang. Ini bermula penyebutan wilayah rendah dan wilayah tinggi Padang dengan Padangsche Benelanden dan Padangsche Bovenlanden. Penamaan serupa ini juga pernah terjadi untuk penyebutan Langkat Benelanden dan Langkat Bovelanden. Asal usul (menurut berbagai versi): Minangkabau—Menang Kerbau atau Minan...

Sejarah Kota Padang (13): Ombilin dan WH de Greve; Batubara Terbaik Dunia Moda Transportasi Kereta Api dan Kapal Laut

Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com __________________________ Eksploitasi batubara di Ombilin, Residentie Padangsche Bovenlanden, Province Sumatra’s Westkust adalah sebuah lompatan kemajuan ekonomi. Ombilin tidak hanya menyimpan deposit batubara yang sangat banyak, juga kualitasnya berada di atas kualitas batubara monopoli Inggris selama ini. Biaya angkut yang besar karena medan yang berat antara Ombilin dan pelabuhan Kota Padang (yang berjarak 100 Km) dapat diimbangi oleh potensi ekonomi (pertanian) di sekitarnya. Makam Ir, WH de Greve di Doerian Gedanng, 1872 Tambang batubara Ombilin tidak hanya ‘mempercantik’wajah ekonomi di Province Sumatra’s Westkust, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi perkebunan di Jawa (kina dan teh) dan Sumatra’s Oostkust (tembakau dan karet), Batubara Ombilin juga menggandakan keunggulan efisiensi ekonomi pelayaran (domestic kepulauan) dan pelayaran internasional (ke Eropaa/Belanda) lebih-lebih terusan Suez dibuka pada ...

Mozai Minang

 Klik pada judul untuk menuju sumber tulisan:  Seputar Tambo Delapan Tambo Referensi Utama  Ringkasan Tambo Alam Minangkabau Versi Datoek Toeah Sutan Maharajo Dirajo dan Mitos Puti Bidodari dari Sarugo  Tambo Alam Minangkabau Dt. Sangguno Dirajo  Tambo dan Silsilah Adat Alam Minangkabau Tambo Sutan Nan Salapan Tambo Gado-Gado : Penggabungan 4 Sumber Seputar Kaba Kaba Anggun Nan Tongga  Kaba Cindua Mato  Kaba Gadih Basanai  Kaba Sutan Pangaduan  Kaba Tareh  Agam dan Sekitarnya Asal Usul Danau Maninjau, Legenda Bujang Sambilan  Asal Usul Suku Jambak di Tanjuang Alam Penduduk Awal Kurai V Jorong  Sejarah Nagari Koto Gadang Tambo Kurai V Jorong  Tanah Data dan Sekitarnya Nagari Sungayang dalam Tambo  Sungai Tarab dan Kerajaan Bunga Setangkai  Limo Puluah Koto dan Sekitarnya Legenda Terciptanya Lembah Harau Menhir d...

Tarikh/10. Birahi Soekarno/1.Sitti Oetari

 Klik pada judul untuk menuju ke tulisan: Siti Oetari - wikipedia Siti Oettari - Brilio.net Mengenal lebih dalam Sitti Oetari - okenews Mengenal Oetari isteri pertama Soekarno - Liputan6

Edaran Gub SUmbar ttg Puasa dikala Covid-19

Disalin dari kiriman facebook Jasman Rizal Diterbitkan pada 22 April 2020

Silat Minangkabau, dari Alam Melayu ke Luar Negeri

Gambar: https://www.facebook.com Jika dirujuk dari buku berjudul Filsafat dan Silsilah Aliran-Aliran Silat Minangkabau karangan Mid Djamal (1986), maka dapat diketahui bahwa para pendiri dari Silek (Silat) di Minangkabau adalah Sebagai berikut: (1) Datuak Suri Dirajo diperkirakan berdiri pada tahun 1119 [1] Masehi di daerah Pariangan, Padang panjang, Luhak Tanah Data. (2) Kambiang Utan (diperkirakan berasal dari Kamboja). (3) Harimau Campo (diperkirakan berasal dari daerah Champa). [2] (4) Kuciang Siam (diperkirakan datang dari Siam atau Thailand). [3] (5) Anjiang Mualim (diperkirakan datang dari Persia). Pada masa Datuak Suri Dirajo, silek Minangkabau pertama kali diramu dan tentu saja gerakan-gerakan beladiri dari pengawal yang empat orang tersebut turut mewarnai silek itu sendiri (menurut: Djamal, Mid. "Filsafat dan Silsilah Aliran-Aliran Silat Minangkabau". Penerbit CV. Tropic - Bukittinggi.1986).

Arti sebenar Melayu

Ilustrasi Gambar: http://nusanaga.blogspot.com Oleh: Ahmad Ihsan pada grup Kesultanan Alam Melayu pada 16 Mei 2020  Cuma mengingatkan.. arti sebenar Melayu yang digelapkan sejarah oleh Imperialis. Sumber Kedua Lebih Sahih daripada sumber sebelum. Perkataan Melayu asalnya ialah daripada perkataan Arab “al-Mala-u”. 'Al-Mala-u' juga disebut di banyak tempat dalam Al-Qur'anul Karim dan juga Hadis. Mengikut Kamus Bahasa Arab- Al-Mala-u bererti :

Pembantaian Keluarga Raja-raja Melayu - 1946

Sumber Gambar: https://id.wikipedia.org Inilah yang kaum pendatang mahukan Penghapusan total kesultanan Melayu. Apa yang berlaku kepada kerajaan kerajaan kesultanan Melayu di Sumatra tidak mustahil akan berulang kembali di Semenanjung Tanah Melayu. Sekarang ini kaum pendatang semakin kerap mencabar dan menghina Sultan Sultan Melayu dengan izin pemerintahan PH [1] sekarang ini. Kena ingat antara yg terlibat menghapuskan kesultanan Melayu di Sumatera ialah Partai Komunis Indonesia, Nasional Pelopor Indonesia 'Napindo', Pemuda Sosialis Indonesia 'Pesindo', Ku Tui Sin Tai (Barisan Harimau Liar) [2]

Baju Zirah Sultan ke-16 Brunei

Gambar: https://www.facebook.com Set Penuh Baju Perang Orang Melayu (Sultan Husin Kamaluddin) Iaitu Sultan Brunei Ke-16 adalah antara yang terbaik di Dunia. Orang Melayu memang telah dikenali sebagai pakar kejuruteraan logam antara yang terbaik di dunia sejak tahun 788 sebelum masihi [SM] lagi. Hal ini telah dibuktikan melalui penemuan pusat peleburan besi purba berskala mega di Sungai Batu, Kedah. Selain pusat peleburan besi purba di Sungai Batu, juga ditemui pusat peleburan besi di Jeniang-Kedah tetapi dalam sekala lebih kecil. Malah Sungai Tembeling, Pahang pada abad ke-13 masihi adalah merupakan pusat pengeluaran senjatapi seperti meriam, rentaka dan lain-lain senjatapi. Selain daripada pakar membuat pelbagai jenis senjata, senjata api, kelengkapan, peralatan dan hiasan dari besi. Orang Melayu pada zaman dahulu juga adalah pakar pembuat sistem perlindungan diri atau armour dari logam. Hal ini dibuktikan melalui set penuh baju perang Sultan Husin Kamalu...

Sejarah Kota Padang (12): Sejarah Pecinan di Padang; Cina di Pedalaman Kali Pertama Dilaporkan di Angkola (1701)

  Catatan oleh Agam van Minangkabau; Penggambaran yang sangat baik dalam tulisan ini, terutama dengan menggunakan sumber-sumber kolonial yang cukup banyak disertai bukti dimana sumber itu berasal. Namun perlu diperhatikan terdapat beberapa kesalahan dalam tanggal suatu peristiwa serta hipotesis yang terlalu bebas oleh penulis. Sekali lagi kami sarankan agar sumber pribumi Minangkabau dijadikan sebagai bahan pembanding. Karena nuansa Belandasentris sangat terasa semenjak bagian pertama dari rangkaian tulisan ini. ___________________ Disalin dari blog: http://poestahadepok.blogspot.com  __________________ Hampir setiap kota ada pecinan (China Town), [1] termasuk di Kota Padang dan Kota Padang Sidempuan. Eksistensi orang-orang Cina di Kota Padang yang menjadi cikal bakal pecinan sudah ada sejak dari doeloe. Sebagaimana di kota-kota lain, orang-orang Cina di Padang awalnya berdatangan karena tujuan berdagang. Orang-orang Cina di Kota Padang bahkan lebih dahulu hadi...

PAO AN TUI (TENTARA BENTUKAN CHINA DI WILAYAH SUMATERA UTARA.

Sumber Gambar: https://www.facebook.com __________________________ ________________ Teror Pao An Tui di Medan. Di zaman revolusi, kebencian rasial melanda rakyat Sumatra Utara ketika sebagian orang Cina memutuskan berpihak kepada Belanda: Oleh: Martin Sitompul Teror Pao An Tui di Medan  Lim Seng (tengah bertopi pet) komandan Pao An Tui di Medan berbincang dengan Kapten V Been dari Tentara NICA Belanda. (Arsip Nasional Republik Indonesia).

EMAS FIRAUN DI RUMAH SAKIT KU TEMUI

Ilustrasi Gambar: https://www.neweurope.eu Berawal pada tengah malam pukul 01:00 WIB dini hari pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2020, dengan keadaan setengah sadar aku di larikan ke salah satu rumah sakit di kota di Sumatera Timur. Dengan jarum infus dan obat suntikan, keadaan sakit mulai berkurang dan berangsur sedikit demi sedikit.  Pada esok pagi harinya, berbaring seorang pasien yang akan dioperasi dengan luka pada bagian kepalanya. Dengan adanya peraturan Covid 19 ini, tidak sembarangan pengunjung dapat melihat pasien yang akan dijenguk. Ketika pasien tetanggaku telah selesai dioperasi dan bius masih bereaksi datanglah salah seorang mengunjunginya. Yang mengakuinya sebagai teman atau rekan kerja.  Walau belum sempat berkenalan dengan pasien dan keluargnya ataupun yang sedang mengunjunginya, aku memulai membuka pembicaraan. "Saudaranya ya tuan? " sapaku. 

SUKU OCU, ANTARA MELAYU DAN MINANGKABAU.

Ilustrasi Gambar: https://www.pulsk.com Ada yang bilang suku Ocu berasal dari Sumatera Barat dan masih bagian dari suku Minangkabau, pendapat tersebut juga sej alan dengan yg dikatakan tambo tentang perpindahan Rombongan dari [Luhak] Limo Puluah Koto ke Kampar, Di perkuat juga dengan kemiripan budaya, adat istiadat, bahasa, struktur pemerintahan dan gaya bangunan [dimana] memiliki kemiripan dengan budaya [Minangkabau] di Sumatera Barat. Selain itu dalam menurut Tambo Minangkabau wilayah Kampar merupakan bagian dari wilayah Minangkabau.  Beberapa sumber juga menyebutkan kalau suku Ocu menganut sistem kekerabatan matrilineal seperti suku Minangkabau. Namun tidak ada satupun anak-anak keturunan Ocu yang mau disebut sebagai suku Minangkabau. Tapi apabila di tanya kepada orang Ocu sendiri dari mana asal nenek moyang mereka, tak didapati jawaban yang detil.

BATAK MANINGGORING

Ilustrasi Gambar: https://www.viva.co.id Peristiwa "Batak Maninggoring" tahun 1922 bermakna suku Mandailing menolak disebut Batak ataupun bagian dari Bangso Batak. Peristiwa Batak Maninggoring adalah penekanan kolonial kepada kuria-kuria di Mandailing. Para kuria dipaksa meneken surat pernyataan yang berisi bahwa Mandailing adalah sub-Batak. Tokoh2 Mandailing tak menerima perlakuan kolonial itu, lalu menggugat ke mahkamah di Batavia. Pada Konvensi Sejarah dan Budaya Negeri Perak Darul Ridzuan di Dewan Jubli, Politeknik Ungku Omar, Ipoh, Perak, Malaysia, 29 September 2001 lalu, sejarawan Malaysia Mohamed Azli Bin Mohamed Azizi mengatakan bahwa Mandailing bukan Batak.

Sekilas Tentang Alm Nazif Basir

Sumber Gambar: Erdison Uncu Selamat jalan Ayahanda semoga Seni Minang tetap berjaya ditanah air tercinta. Padang, sumbarsatu.com —Ranah Minangkabau be rduka. Salah seorang putra terbaiknya, Nazif Basir, suami penyanyi legendaris Elly Kasim, meninggal dunia, pukul 20.30 Jumat (1/5/2020) di Jakarta. Belum ada informasi dari pihak keluarga di mana akan dimakamkan. Nazif basir merupakan seorang sastrawan, budayawan, wartawan, serta salah seorang tokoh Minangkabau. Kabar meninggalnya salah seorang pendiri Harian Singgalang ini didapat dari konconya, Pemimpin Umum Harian Singgalang, H. Basril Djabar. “Telah berpulang ke Rahmatullah, Nazif Basir Sutan Pemanen, di Rumah Sakit Pertamina,” tulis Uda Bas, demikian ia akrab disapa. Nazif Basir lahir di Bukittinggi, 5 Juni 1934, meninggal dalam usia 85 tahun. Almarhum seorang senian, wartawan dan satrawan. Palimo Alang Bangkeh, salah satu cerbung karyanya yang terkenal itu. Nazif bersama istrinya, Elly Kasim, merup...