FB Bumi Pusaka | Madiun, 23 Oktober 2025 – Berdiri tegak di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Monumen Keganasan PKI Tahun 1948 bukanlah sekadar tugu peringatan, melainkan sebuah saksi bisu yang mengoyak hati, merekam detail kekejaman tak terperi yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam peristiwa berdarah di Madiun. Monumen ini adalah sebuah ratapan batu yang mengabadikan trauma nasional.
Patung dan Relief Penggambaran Kesadisan
Monumen Kresek dibangun untuk mengenang sekitar 1.920 jiwa yang tewas selama Pemberontakan PKI 1948. Aura kesedihan dan kengerian segera menyergap pengunjung begitu melihat patung dan relief di area utama.
Patung Musso dan Kiai Husen: Ikon utama monumen ini adalah patung yang menggambarkan dengan jelas kekejaman yang tak termaafkan. Patung tersebut menampilkan Musso, pemimpin PKI, dengan pedang terhunus siap memenggal kepala seorang lelaki tua. Lelaki tua itu adalah Kiai Husen, seorang ulama berpengaruh dan anggota DPRD Kabupaten Madiun, yang dibunuh secara kejam oleh kelompok pemberontak. Penggambaran detail ini mewakili pengkhianatan dan pembantaian tokoh masyarakat, ulama, TNI, dan Polri yang loyal kepada Republik Indonesia.
Relief Kekejaman yang Menggetarkan: Pada dinding monumen terukir relief yang menampilkan adegan-adegan memilukan. Relief ini bukan sekadar ukiran, melainkan narasi visual tentang metodologi pembantaian yang brutal:
Korban-korban diculik, diikat tangan dan kaki mereka, lalu diseret secara kejam.
Banyak korban dimasukkan ke dalam sumur-sumur maut, tempat mereka dibantai atau dikubur hidup-hidup. Salah satu contoh paling mengharukan adalah kisah para ulama di Soco yang, menurut cerita, sempat mengumandangkan azan terakhir sebelum dibunuh dan dimasukkan ke dalam sumur.
Di area monumen juga terdapat sumur yang telah ditutup, dulunya digunakan sebagai tempat pembuangan jenazah korban keganasan PKI.
Prasasti Nama dan Pengingat Tragedi
Di kompleks monumen, terdapat Prasasti Batu yang memuat 17 nama tokoh yang gugur dalam pertempuran melawan PKI di Desa Kresek, termasuk prajurit TNI. Namun, angka 17 ini hanyalah perwakilan dari tokoh yang ditemukan di lokasi tersebut, bukan total keseluruhan korban yang diperkirakan mencapai ribuan jiwa di Madiun dan sekitarnya.
Di lokasi ini juga terdapat patung simbolis anak-anak yang menuntut bela kepada pemerintah RI agar menumpas aksi PKI, melambangkan kepedihan dan harapan generasi yang kehilangan orang-orang tercinta.
Monumen Kresek berdiri sebagai peringatan keras bahwa perpecahan ideologi berbalut pemberontakan dapat memicu tragedi kemanusiaan yang mendalam. Ia adalah situs ziarah sejarah yang mengajak kita untuk merenungkan nilai persatuan, kesetiaan pada negara, dan kengerian kekejaman yang harus dicegah agar tidak terulang kembali.
Sumber:
Republika ID (republika.id/posts)
Monumen Kresek Madiun | Saksi Bisu Sadisnya PKI 1948, Ribuan Jiwa Jadi Korban!

Komentar
Posting Komentar