Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

Sihir apalagi ini?

  Pict: westend61 Tiada nan dapat kami kata tatkala mendengar berita perihal tiket panggung salah satu kelompok band terkenal dari Negeri Ratu Elizabeth telah habis terjual. Harga tiket yang tak murah bukanlah penghalang untuk laku terjual. Kami tidak habis fikir, apa yang membuat kaum hedon ini memburu tiket tersebut, bahkan ada yang sampai kena tipu. Berbagai cerita dan video diedarkan di ranah maya terkait perjuangan untuk mendapatkan tiket panggung tersebut. Digambarkan betapa tinggi minat orang-orang untuk mendapatkan tiket itu dan hal tersebut dinilai merupakan hal yang biasa. Kami benar-benar tidak faham dengan kegilaan ini semua.

Mengenal Asal Mula Kata Santri

  Pesantren Pandenglang - Indonesia memiliki ciri khas dalam menghadirkan dakwah dan pendidikan Islam. Lembaga pesantren merupakan contohnya. Penamaan dengan kata pesantren cenderung diterima luas di Jawa. Adapun di Sumatra, lembaga yang sama bernama surau [1] atau meunasah (Aceh). Di ranah Melayu luar Indonesia, umpamanya Malaysia atau Kamboja, istilah pondok lebih akrab dijumpai. Sementara itu, masyarakat Filipina dan Singapura memakai istilah madrasah . Pondok dari kata funduq yang dalam bahasa Arab berarti ‘ asrama .’ Sementara itu, kata pesantren memiliki akar kata santri. Para ahli memiliki pendapat yang beragam tentang asal mula kata ini.

Sejarah Masuknya Agama Islam ke Kota Padang, Bermula dari Kisah Musafir Arab yang Terdampar

  Manuskrip yang mengisahkan sejarah agama Islam di Kota Padang. Foto: Harian Haluan HARIAN HALUAN  – Sumatera Barat (Sumbar), provinsi yang cukup identik dengan penduduknya yang beragama Islam. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 2021, Sumbar menempati peringkat ke-4 dengan persentase penduduk muslim terbanyak, yakni 97,6%. Hanya  Aceh, Gorontalo, dan Bengkulu yang melampaui Sumbar dalam hal ini. Diketahui, Ranah Minang yang dikenal dengan falsafah  Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah  itu memang telah mengalami sejarah panjang penyebaran agama Islam, termasuk ibu kotanya, Kota  Padang . Hal tersebut dibenarkan oleh seorang arkelog asal Sumbar lulusan Universitas Gadjahmada (UGM), Alfa Noranda. Kepada penulis, ia membagikan isi sebuah manuskrip yang telah ia alih aksarakan dan alih bahasakan. “Teks ini menceritakan sejarah agama Islam masuk ke Kota  Padang , ditulis oleh seorang khatib asal Koto Tangah,  Padang ...