Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

Tuah di Rantau Orang

Ilustrasi gambar: jagokata Hebatnya pesanan Imam as-Syafi'e tentang travel Merantaulah... Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Tinggalkanlah tanah air dan mengembaralah. Bermusafirlah, nescaya kamu akan mendapat ganti kepada orang yang telah kamu tinggalkan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. Aku melihat air menjadi rosak kerana diam tertahan. Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang. Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa. Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akan kena sasaran. Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam, tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang. Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang. Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.

Kriteria Memilih Pemimpin di Minangkabau

Ilustrasi Gambar: 123dok Assalamu'alaikum Wr. Wb FB Irwan Effendi -  Kriteria memilih pemimpin di Minangkabau, ada empat kriterianya. Ditamsilkan (diumpamakan) ke ayam dewasa yang bertanda dan berpembawaan punya karakter kharismatik. Yang pertama merah ranggahnya , kedua berkilat bulunya, keempat nyaring kukuknya, keempat di lesung tempat dia bermain. Sedangkan yang panjang susuah  tidak masuk pada penilaian, sebab hakikat susuah  dan taji adalah simbol kekerasan, lebih mengutamakan hati dan otak bukan hanya oto dan tulang empat bagian. 1. Kalau Ayam Barangah Merah Tandanya tidak berpenyakit, kalaulah hitam ranggahnya  ialah ayam gila yang berkokok-kokok sendiri. Kotorannya serupa kapur, hinggap bagarau , mata layu, bulu meramang, ekor terkulai, paruh ke tanah, cempedak muda kawannya. Maksudnya orang yang sehat zahir dan bathin, langkahnya anggun geraknya lepas, otak jernih dan jiwanya bersih, demikian maka akan selesai kepemimpinannya. Demikian pula cara berfikirny...

HUBUNGAN ANDIKO 44 DAN LUHAK 50 KOTO

  Ilustrasi Gambar: wikipedia Disalin dari kiriman FB Saiful Guci Ciloteh Sejarah – Kembali masuk dalam kotak percakapan facebook dari Ireng Noviardi Suku Pitopang Kemanakan Dt.Sibijayo Nagari Pangkalan yang menanyakan tentang : 1. Dalam catatan atau buku yang ada pada pak Saiful , Kapan waktu adanya andiko 44 , apakah di zaman awal Aditiawarman atau di zaman Kerajaan Pagaruyuang ? 2. Apa itu Andiko 44 ? 3. Apa hubungan Luhak 50 Koto dengan Andiko 44 ? 4. Dalam menyelesaikan perkara yang ada di Kampar V Koto, ada disitu peran Dt.Sibijayo membawa perkara ke Payakumbuh apabila perkara tersebut belum putus di Kampar, kenapa di bawa ke Payakumbuh ? Kapan adanya Andiko 44 ? Belum ada tulisan terkait kapan waktu adanya Andiko 44, namun apabila pernah membaca tambo Rajo-rajo “Oendang Oendang Adat Limbago” secara tersirat adanya wilayah Luhak Tanah datar, 50 Kota dan Agam sampai kepada rantaunya atau disebutlan Andiko 44 yaitu sejak Kerajaan Pagaruyuang dipengaruhi Agama Islam, dimana pe...

Sejarah Kesultanan Asahan

Ilusrtasi Gambar: kumparan KESULTANAN ASAHAN FB A'Al - Sekitar awal tahun 1500, Raja Pagaruyung, Minangkabau, yang bernama Raja Alamsyah Syaifuddin memiliki tiga orang anak (dua putra dan satu putri), yang sulung bernama Batara Guru Gorga Pinayungan (Batara Sinomba), yang tengah bernama Batara Guru Payung, dan yang bungsu bernama Putri Logageni. Pada suatu ketika terjadi hal yang cukup mengejutkan. Raja Pagaruyung mengusir Batara Sinomba dengan adik tirinya, Putri Logageni, karena terlibat asmara terlarang. Namun sang adik, Batara Gorga Payung, ikut serta bersama saudara. Ketiganya berkelana ke arah barat hingga akhirnya tiba di Negeri Mandailing. Saat berada di negeri itu, Batara Pinayungan menikah dengan putri asal Mandailing dan menetap di daerah tersebut (dari sinilah awal dari keturunan raja-raja Mandailing Nasution). Selanjutnya, Batara Sinomba dan Putri Logageni melanjutkan perjalanan hingga akhirnya tiba di suatu kawasan dengan pemandangan yang cukup indah. Mereka beristir...

Fenomena Citayam Fashion Week, Buah Sistem Kapitalisme

wacana-edukasi.com–  Sepanjang tahun kita disuguhkan dengan berbagai problematika umat yang muncul silih berganti. Alih-alih memodernisasikan masyarakat sebuah negara dengan menerapkan sistem kapitalisme yang berasaskan sekular, justru berimbas pada kondisi masyarakat terkhusus umat Islam yang mengalami kemunduran karena dijauhkan dari fitrah agamanya. Islam kini hanya sekedar dijadikan identitas dalam kolom KTP. Istilah Islam KTP sering dijumpai di kondisi masyarakat saat ini, terlebih di generasi mudanya yang menganggap agama hanya sebagai ranah pribadi. Beragama Islam tapi lebih condong dan berkiblat pada barat. Generasi muslim seakan kehilangan arah dan terjangkit krisis identitas. Munculnya Fenomena Citayam Fashion Week seakan membenarkan kondisi generasi muslim sedang mengalami krisis identitas. Dilansir dari Okezone.com Istilah Citayam Fashion Week diunggah pertama kali dari TikTokers sekaligus fotografer bernama Radita Pradana. Ia mengunggah suasana di sekitar stasiun BNI C...

OCU BUKAN NAMA SUKU DI BANGKINANG

Ilustrasi Gambar: wikipedia   Oleh: Saiful Guci Dt. Rajo Sampono. Ciloteh Bersuara - Saat saya menghadiri pesta perkawinan anak mamak di Minas, saya bertemu dengan anak muda asal Bangkinang yang bernama Andik dan kami mengobrol kesana kemari, kemudian Andik berkata “ jadi bapak yang bernama Saiful Guci, saya pernah membaca catatan bapak di facebook tentang hubungan Andiko 44 dengan Luhak 50 Koto , nama saya Andik berasal dari Bangkinang “ ujar Andik. “ Apa suku Andik ?” tanya saya. “ Suku saya ocu orang Kampar “ jawab Andik. “ Berarti adinda Andik tidak mengetahui sejarah Bangkinang, memang banyak generasi muda sekarang yang ingin menghilangkan identitas keminangkabauan yang hidup bersuku-suku dibawah pimpinan seorang penghulu. Ketahuilah bahwa di Bangkinang tidak ada suku yang bernama Ocu, dan daerah Bangkinang dahulunya adalah bagian dari Afdeelingen Luhak Limopuluah yang ibukotanya Payakumbuh dan baru pada tanggal 6 Februari 1950 berpisah dengan Kabupaten Lima Puluh Kota be...

Citayam Fashon Week; GENERASI TANPA RASA MALU

Ilustrasi Gambar: galamedia ___________________ Oleh : Ustadz Felix Siauw FB Muahmad Rizal Aydogan - Kita semua punya nafsu untuk dilihat, tapi dalam beberapa hal, anak-anak masa kini lebih merasa perlu untuk dilihat. Demi yang namanya eksistensi, semua harus dilakukan. Tidak lagi ada norma, etika, apalagi rasa malu. Hilang sudah semua, demi likes, followers, subscribers, shares, reach dan rating, mereka sanggup berbuat apapun. Yang dipikirkan hanya sekarang dan instan, bagaimana jadi terkenal dan populer, sebab setelah populer, berdatangan hal lain yang diimpikan berupa dunia dan isinya.

Mentalitas Babu; Mengekor Pusat

Ilustrasi gambar: nasihat sahabat Telah lama orang-orang di Sumbar terutama generasi muda, sosialita, serta penganut budaya Hedonis menjadikan Jakarta sebagai kiblat terutama dari segi gaya hidup dan budaya populer. Salah satu produk Hancur dari Budaya Populer mereka (di Sumbar) ialah Bahasa Indomie yang merusak tatanan berbahasa orang Minangkabau, baik itu Bahasa Minang maupun Bahasa Indonesia. Sebelumnya di beberapa kota, Budaya Latah Mengekor Pusat (Jakarta) telah muncul sebagai akibat dari pemberitaan viral tentang Citayam Fashion Week . Kedua daerah yang telah latah lebih dahulu kebetulan berada di Darek , [1] daerah asal orang Minangkabau. K ini wilayah pesisir yang kebetulan juga menjadi ibu kota provinsi hendak menyusul . Di salah bandar (kota) yang meniru-niru Jakarta ini, dengan bangga dan tanpa rasa malu lelaki dan perempuan Minangkabau melenggak-lenggok macam orang gila di tengah labuh (jalan) besar di pusat kota mereka. Menjadi pemberitaan viral, dan tak kurang terbesit ...

Legenda SIULANG ALING.

  FB Suparhan Hasibuan - Sebelah pantai selatan Tapanuli yang penuh sejarah berbau mistik. Berada di tengah muara yang menghadap ke Samudra Hindia. Dulu jaman era Parmalim menjadi pusat perguruan beladiri dan pidoras. Jaman Islam seorang sufistik, Syeh Burhanuddin mampu megimbanginya. Dua orang sakti berlahir disini saudara Si Singa Mangaraja (SSM) 3 dan Syekh Burhanuddin. Kerajaan Tapanuli Raya yang dipimpin oleh SISINGA MANGA RAJA sampai 12 generasi. Cerita-ceritanya banyak dalam berbagai versi, serta sesuai daerahnya masing-masing. Tapi yang paling terkenal adalah SSM XII yang diangkat sebagai pahlawan nasional. Dan paling bayak diketahui cerita-ceritanya. Namun raja-raja di atasnya sangat minim ceritanya.

Ragam Suku Di Minangkabau

Ilustrasi Gambar: murnitaher Disalin dari kiriman FB BEE #Tulisan ini masih memerlukan perbaikan Ragam Suku Di Minangkabau Suku Minang Sumatera Barat merupakan salah satu suku dari sekian banyaknya suku-suku yang ada di Indonesia. Suku Minang awalnya terdiri dari empat suku induk yang kemudian berkembang menjadi ratusan suku karena hubungan kekerabatan dengan suku lain. menurut digitalsumbar Asal usul Suku Minang Sumatera Barat berasal dari Kerajaan Minangkabau di Sumatera. Luas wilayah kerajaan mencakup seluruh Sumatera Barat, sebelah selatan Sumatera Utara, bagian timur Riau, sisi utara Jambi, bagian utara Bengkulu dan Negeri Sembilan Malaysia.

Patani : Impian Kemerdekaan Yang Derita

  Gambar: npg Patani : Impian Kemerdekaan Yang Derita FB Mohammad Herman Roslan - Pada asasnya hampir setiap orang Melayu tahu akan peristiwa sejarah Patani yang penuh sukar dan derita sejak bemula wujudnya kerajaan tersebut hingga ke kerajaan Patani Besar yang di perintah oleh beberapa Ratu dan kemudiannya kepada Patani Dinasti Kelantan hinggalah kepada zaman Tengku Abdul Kadir ibn Tengku Sulaiman sebagai Raja Patani terakhir. Hingga hari ini Patani tidak pernah sunyi dengan pergolakannya yang ingin bebas daripada cengkaman Siam kerana bagi mereka Patani tidak pernah di jajah oleh Thailand dan mereka ingin bersama-sama negeri Melayu yang lain di Semenanjung. Namun semua ini masih jauh dari hakikat realiti yang menyedih dan menderitakan sekalian anak bangsa Patani. Sejarah silam membuktikan bahawa Patani sebuah negeri yang makmur dan pesat membangun. Selain daripada serangan Siam kerajaan ini juga pernah di serang oleh Portugis sekitar 1520an. Namun selepas itu dan selama itulah ...

Laut Melayu

  BERHENTI GUNA ISTILAH LAUT CHINA SELATAN Sedar tak sedar kita masih masih menggunakan istilah Laut Cina Selatan untuk merujuk laut di sebelah utara kita sedangkan Cina sendiri sejak berzaman hanya menggunakan istilah Laut Selatan sahaja.. Sejak Cina mula berkurang ajar dengan menceroboh dan claim laut tersebut maka beberapa negara telah menukar istilah laut tersebut. Contohnya Indonesia telah menukarkan nama Laut Cina Selatan kepada Laut Natuna Utara. Ini telah menyebabkan Beijing terpaksa menulis surat bantahan kepada Indonesia melalui dutanya di Beijing pada 25 Ogos 2017 agar Indonesia kembali menggunakan istilah Laut Cina Selatan..

Peradaban Champa 1500 SM

  Gambar Ilustrasi: reddit FB Sarah Zakariya - Tamadun Champa berusia 1500 BC adalah catatan dalam sebuah peta terpencil yang mengisahkan tarikh-tarikh dan tempat-tempat tamadun dunia. Maka tamadun yang paling awal di Asia Tenggara adalah Tamadun Champa. Berdasarkan beberapa kajian antaranya Professor Graham Thurgood dalam bukunya menyebut hakikatnya kewujudan Homo Sapiens di Asia Tenggara ini semenjak 22 ribu tahun Sebelum Masihi yang silam namun kesan-kesan yang dijumpai hanyalah bertarikh dalam lingkungan 10 ribu Sebelum Masihi. kesan-kesan banyak dijumpai di gua-gua di sekitar Kemboja, Selatan Thailand, Burma, Kelantan dan Kedah. Mereka ini bertubuh kecil dikenali sebagai Hobihian. Mereka ini Homo Sapiens atau manusia atau dikenali sebagai 'modern man'. Gelaran Hobihian ini berdasarkan nama yang diambil seorang ahli arkeologi Perancis yang telah menjumpai kesan relik-relik tersebut.

MENJEJAKI DARAH MINANGKABAU PADA PRESIDEN PERTAMA SINGAPURA, YUSOFF ISHAK

 Disalin dari kiriman FB A'Al Berikut ini adalah buku berjudul "Mencari Bako" yang ditulis oleh Aziz Ishak, adik laki-laki dari Yusoff Ishak, presiden pertama Singapura yang secara nasab keturunan adalah orang Minangkabau. Bako ialah istilah dalam adat Minangkabau yang artinya "Keluarga Ayah". Keluarga Yusoff Ishak dari pihak Ayah berasal dari Payakumbuh, Sumatra Barat. Mereka adalah generasi kelima dari bangsawan Pagaruyung, Minangkabau, yakni Datuk Jennaton, yang membuka Pulau Pinang, Malaysia, dengan membuka sebuah kampung kecil di Batu Uban, Pulau Pinang. Sampai sekarang sebuah masjid tua masih berdiri di Batu Uban, Pulau Pinang, Malaysia, sebagai bukti kedatangan orang-orang Minangkabau yang lebih dulu dan lebih awal lagi dibandingkan dengan kedatangan orang-orang barat yang diklaim membuka Pulau Pinang, yakni Francis Light. Tapi amat disayangkan nampaknya sejarah Malaysia kurang mencatatkan sejarah Datuk Jennaton ini dalam sejarahnya. Generasi Datuk Jennat...

Wilayah Alam Minangkabau

Ilustrasi Gambar: travel detik   Jadi sesuai dalam sebuah ungkapan bahwa Ranah Minangkabau itu "jikok dibalun saujuang kuku, jikok dikambang saleba alam. ------------ De naam Minangkabau toch vertegenwoordigt geen scherp omlijnd aardrijkskundig begrip. Het woord is in de eerste plaats een ethnische term, doch ook weer niet uitsluitend. Vooral in vroeger tijd had het een overwegend staatkundige beteekenis, in zooverre het aanduidde de machtssfeer, of het r ij k van een op Midden Sumatra heerschend vorstengeslacht; dit gebied had intusschen nimmer zeer vaststaande grenzen. De kern was de "Alam Minangkabau".

NEGERI SEMBILAN BERMULA DARI SUNGEI UJONG

Gambar Ilustrasi: MS.Wikipedia  Disalin dari kiriman FB Wan Khairil Adli Yusof NEGERI SEMBILAN BERMULA DARI SUNGEI UJONG. Ada pendapat sejarah menyatakan bahawa Sungei Ujong, nama lama untuk bandar Seremban tidak ada kena mengena dengan kewujudan sungai. Ia telah wujud lama di Tanah Melayu, lebih purba dari yang kita tahu. Sungei Ujong berasal daripada perkataan 'Sang Hyang Hujung'. Tempat ini wujud di dalam catatan Nagarakartagama semasa era Majapahit, ditulis pada 1365. Ia juga ditulis sebagai 'Suneujon' di dalam rekod peta dan kartografi Eredia seawal 1613. Kajian lanjut teks klasik Jawa itu juga mengesahkan Sang Hyang Hujung itu adalah sebuah negeri dan mempunyai kerajaan sendiri. Di dalam Sulalatus Salatin, ia ditulis sebagai سنيڠ هوجڠ kemudian dirumikan dalam Sejarah Melayu versi Shellabear sebagai 'Sening Ujong', manakala di dalam versi Leyden ia dieja sebagai 'Senyang Ujong'.

JIKA TIDAK SUKA DENGAN SEJARAH PERJUANGAN MELAYU DAN BUMIPUTERA, BALIKLAH KE NEGARA ASAL KAMU

Ilustrasi gambar: salam online FB Azmi Jusoh - Sifat ultra kiasu, [1] tak sedar diri dan tidak sedar dek untung hanya akan memakan diri kamu sendiri. LAMA saya termenung memikirkan, melihat betapa ramainya ultra kiasu mempertikaikan filem Mat Kilau. Paling tidak berguna, apabila mengatakan filem ini rasis. Rasis kepala bapak kamu? Jika ultra kiasu, Sikh, [2] merasa bangsanya ada tokoh pejuang seperti Mat Kilau di negara ini, filemkanlah. Begitu juga, jika ultra kiasu India merasakan bangsanya ada tokoh pejuang seperti Mat Kilau, filemkanlah? Seterusnya, jika ultra kiasu Cina merasakan bangsanya ada tokoh pejuang seperti Mat Kilau, filemkanlah? Saya secara peribadi, sangat teruja untuk menontonnya. Sejarah membuktikan yang rata-rata terkorban dan berkorban mempertahankan dan memperjuangkan Tanah Melayu sebelum Perang Dunia kedua adalah orang Melayu yang mempertahankan Tanah Melayu. Begitu juga Bumiputera Sabah dan Sarawak.

Peta Awal Taprobana

  Gambar Ilustrasi: Wikipedia FB Mamok Kincai - Peta awal Sumatra ( Taprobana ) di terbitkan dalam 15 Bahasa di dunia. Tandanya minatnya negara asing akan Sumatra zaman itu abad ke 16. Dari zaman terdahulu mulai ada Palayaran Timur Barat (Cina dengan Turki Arabia, Persia, India sebelum kedatangan bangsa Eropa) Sumatra sudah Terkenal persinggahan pelayaran perdagangan Timur Barat. Apa lagi setelah Kedatangan bangsa Eropa. Pada abad ke 7 telah di cerita oleh I Tsing bahwasanya beliau dari Cina menumpang Kapal dagang Persia singgah di Sumatra. Dalam peta Muhammad Al Idrisi 1154, Sumatra di sebut Jazirah Al Rami, ( pakar geografi Arab ). Di zaman perluasan kekuasaan kerajaan Turki Usmani hingga Samudra Hindia, Sumatra di namakan Pulau di Samudra atau Pulau Samudra. Zaman laksamana laut Usmaniah Syaidi Ali. setelah 1154 ...

Perang Candu Abad Ke-19 di Minangkabau

FB Yusuf Makmum Samudra - Sedikit pencerahan dari Dr Emeraldy Chatra (Pengajar di Jurusan Komunikasi FISIP Unand). Hikayat Perang Candu di Tanah Minang pada abad ke-19 Masehi Minangkabau pada sekitar abad ke-19 M, hampir mengalami kehancuran akibat maraknya peredaran candu (bahan memabukan yang dihisap bersama tembakau memakai cangklong panjang). Selain candu, daerah ini semakin rusak dikerenakan ramainya minuman tuak, perzinahan dan perjudian sabung ayam. Kerusakan Tanah Minang, telah membuat Tuanku Nan Renceh, seorang ulama muda dari surau Naqsabandiyah di Kamang memimpin sebuah pasukan kecil untuk memerangi peredaran candu dan maksiat-maksiat lainnya di seputar Kamang.

Perang Candu bukan Paderi

Ilustrasi gambar: ceknricek OLEH   Dr Emeraldy Chatra (Pengajar di Jurusan Komunikasi FISIP Unand) Istilah Perang Padri diciptakan oleh Prof Veth, seorang orientalis Belanda yang tidak pernah berkunjung ke Sumatera Barat. Ia hanya mengandalkan laporan-laporan pegawai dan tentara kolonial yang berada di medan perang. Padri itu julukan Prof Veth untuk kaum Islam di Minangkabau. Jelas ini pengistilahan yang sangat keliru, karena asal kata padri adalah "padre"(Spanyol) yang berarti pendeta. Kaum Islam di Minangkabau tentu bukan pendeta. Selama ini kita menjadikan cerita Veth sebagai rujukan tentang perang yang berkobar mulai 1809 sampai 1837 itu. Selain terdapat pengistilahan yang keliru, jalan cerita yang dikarang Veth juga amburadul.

Kisah Si Tanggang

  Gambar: Akak Di Sebalik Pintu NAKHODA SI TENGGANG. FB Habidah Nordin - Kata-kata derhaka dan hinaan Si Tenggang terhadap ibunya sebelum disumpah menjadi batu!! Mak Umpit : Oh , Tanggang anakku ! Tidakkah kau kenal lagi ibumu ini ? (Si Tenggang berasa terkejut dengan kedatangan ibunya itu di bahtera kapal layarnya.Si Tenggang berasa malu kepada isterinya untuk mengaku perempuan yang tua berpakaian lusuh itu adalah ibu kandungnya....,lalu Si Tenggang pun menghalau ibunya turun dari kapal..) Si Tenggang : Hei....perempuan tua! Jangan kau pandai-pandai mengaku dirimu itu ibuku! Ibuku tidak sekotor ini....Aku anak orang kaya tau!! Lebih baik kau berambus dari bahteraku ini....!! Mak Umpit : Tanggang....ibu ada bawak makanan sukaan kau nak....lotong panggang dan pisang bakar nakk....nahh ambil ini nakk..

Sumpah Sati Bukik Marapalam; Another version

SUMPAH SATI BUKIK MARAPALAM. “ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABBULLAH” Assalammualaikum Wr Wb. FB YN Warman St. Bandaro Kayo - “ Nan barih Manahan tiliak, balabeh hutang manjalehkan. Rueh jo buku kok tak tarang, ragu dek corak barang datang, intan disangko kilek kaco. Guno disabuik barih balabeh, nak basiaiah minyak jo santan, kan ganti jugalo tubuah, nak tantu hinggo jo batehnyo. Ingek dipangka kok tadaguah, malayuah sampai ka pucuaknyo. Pangka jo ujuang kok batimbang, ulu muaro kok batuka, Alam Minangkabau manangguangkan ”. Pada priode awal masuknya Islam ke Minangkabau, dikawasan ini sedang terjadi pertikaian yang agak tajam antara Kelarasan Bodi Caniago dengan Kelarasan Koto Piliang. Hal ini terungkap dalam berbagai Tambo, dengan sebuah mamang yang berbunyi: “Bijo nan dari Banua Ruhun, Limbago nan dari Nabi Adam, Tuhuk parang di Limo Kaum, Rahasio di simpan di Batu Batikam”. Dengan keterangan lainnya, bahwa Batu Batikam itupun ditikam dalam suasana “batuhuk parang” antara ...

Minangkabau & Tulisannya

Ilustrasi Gambar: kampus office Salah satu debat yang tak berkesudahan terkait Minangkabau ialah ketiadaannya Tulisan Minangkabau. Banyak yang mencemooh "Kalau memang kebudayaan Minangkabau itu yang tertua, kenapa tak ditemukan tulisan Minangkabau?" atau "Kenapa di Minangkabau tak ada tulisan? di kami sudah diketemukan tulisan asli kami?" Demikianlah kira-kira. Sebagai tambahan informasi bagi kita, pada beberapa kelompok budaya - yang di Indonesia disebut etnis - telah ditemukan tulisan yang diduga produk dari kebudayaan mereka. [1]  Diantaranya ialah; Tulisan Rencong yang merujuk pada aksara Surat Ulu yang digunakan di Ulu, Kerinci (Surat Icung), Bengkulu dan Sumatera Selatan (Surat Bengkulu), dan Surat Lampung, Aksara Batak seperti yang terdapat di Surat Batak Aksara Lampung Sangat menarik sebenarnya apabila kita perhatikan bahwa Minangkabau, Aceh, dan Riau serta wilayah Puak Melayu lainnya tidak memiliki tulisan yang lahir dari kebudayaan asli mereka. Dan kita sa...

MANUSKRIP MELAYU

  FB Habidah Nordin - Hasil sastera Melayu tradisional bertulis tangan dalam tulisan Arab Melayu. [1] Perkataan manuskrip berasal daripada perkataan Latin iaitu 'manus' yang bermaksud tangan dan scriptus bermakna tulisan. Penghasilan manuskrip merujuk pada hasil yang bertulis tangan sebelum sesuatu masyarakat mempunyai alat percetakan. Bagi masyarakat Melayu, penghasilan manuskrip bermula dengan pesatnya selepas kedatangan Islam, iaitu selepas masyarakat Melayu menerima tulisan Arab Melayu sebagai tulisannya. Dengan demikian, zaman perkembangan manuskrip Melayu ialah selepas kedatangan Islam hingga ke akhir abad ke-19. Namun demikian, terbukti bahawa masyarakat Melayu sebelum menggunakan tulisan Arab Melayu telah mempunyai tulisan tempatan seperti tulisan Lampong, tulisan Rencong dan Ka-ga-nga. Semenjak sebelum abad ke-4, mereka telah mengadaptasi tulisan Pallava dan Kavya dari Benua Kalinga (India Selatan) untuk dipahat pada batu bertulis dan piagam. Tulisan ini tidak...

Malam Jahanam Di Bulungan

  Lentera Timur - Ibrahim berdiri terpaku menatap istana yang hancur lebur. Ia menangis sesenggukan. Air matanya mengalir deras sedari tadi. Di depan mata bocah sepuluh tahun itu tersaji sebuah pemandangan bengis: segerombolan orang berpakaian loreng dan bersenjata lengkap membakar mahligai negara Kesultanan Bulungan. Api berkobar menjilati tiang-tiang istana. Dari arah utara, suara teriakan perempuan terdengar keras. ”Ibrahim…! Lari… lari!” Perempuan itu meminta Ibrahim segera meninggalkan istana yang sudah menjadi puing. Namun dia tetap tegak bak pohon yang tak goyang. Angin malam Sungai Kayan tak membuat langkahnya mundur. Tajam matanya yang masih dilintasi air yang turun dari kelopak, tetap tertuju pada reruntuhan istana. Otaknya merekam peristiwa malam itu lekat-lekat.

"KECIK" - ALGOJO MELAYU KALIMANTAN & PAHLAWAN BAGI REPUBLIK

Gambar: Republika "KECIK" - ALGOJO MELAYU KALIMANTAN & PAHLAWAN BAGI REPUBLIK _________________________ FB Avicenna Albiruni - Hampir 100 orang tewas dibunuh di dalam peristiwa 'Bultiken' - Bulungan, Tidung, Kenyah di Kalimantan ( 3 - 24 juli 1964 ). Sultan, bangsawan, perempuan & bahkan anak - anak dihabisi tanpa belas kasihan. Dan ini terjadi pada saat adzan subuh mengumandang yang jatuh pada Hari Jumat. Istana & rumah - rumah adat dibakar. Harta benda berharga istana dirampas. Pada hari Jumat juga, pada tanggal 24 Juli 1964, Brigjen Soeharjo memerintahkan tentara menangkap seluruh bangsawan Bulungan. Mereka dibagi ke dalam beberapa grup. Seluruh bangsawan laki-laki disatukan dalam satu kelompok lalu dimasukkan ke dalam perahu, sedangkan anak-anak dan perempuan ditempatkan di perahu yang lain. Rencananya mereka akan dibawa ke Tarakan, dari sana berlanjut ke Balikpapan. Rencana itu tak dijalankan. Ada 30 orang yang akhirnya dieksekusi tim pengawal y...

Tragedi Pembantaian Bulungan di Perbatasan Malaysia

Militer Indonesia menyerbu Kesultanan Bulungan pada 1964. Puluhan orang tewas, istana dibakar. Mereka dituduh berkhianat.   tirto.id - ”Waktu itu saya masih kecil, baru berumur 10 tahun. Saya melihat dengan mata kepala sendiri pembakaran itu. Tentara menculik dan membunuh kerabat istana,” sebut  Ibrahim mengenang peristiwa kelam yang pernah dialaminya semasa kanak-kanak dahulu (Lentera Timur, 26 Juni 2012). Ibrahim beruntung lolos dari maut. Pria bernama lengkap Ibrahim Bin Datu Bendahara ini menjadi salah satu saksi hidup ketika serombongan prajurit TNI membakar istana Kesultanan Bulungan di Kalimantan bagian utara, dekat perbatasan Malaysia, pada 24 Juli 1964 silam. ”Peristiwa itu tidak akan kami lupakan. Tuhan yang akan membalasnya,” ucap Ibrahim lirih. Kejadian berdarah tersebut dikenal juga dengan nama Tragedi Bultiken yang merupakan singkatan dari Bulungan, Tidung, dan Kenyah, tiga suku utama yang sejak dahulu kala menghuni kawasan itu.  Bertamu Sebelum Menyerbu B...

Masjid Bosa Kunci Loyang

  MASJID BOSA KUNCI LOYANG Oleh: Saiful.SP Lewat tulisan kita buka kunci informasi CILOTEH TANPA SUARA- Kemarin , waktu saya sholat zuhur di Masjid Kantor Bupati , sambil istirahat di teras ada yang bertanya : “ apa latar belakang nama Masjid Bosa Kunci Loyang, dan menurut kabarnya pak Saiful yang mengusulkan ke bapak Bupati Alis Marajo pada masa awal pemakaiannya. Dan sekarang akan di ubah namanya “ ujar salah seorang kepada saya. Kemudian saya jelaskan bahwa nama masjid yang berada dilingkungan kantor Bupati Limapuluh Kota diresmikan pemakaiannya untuk sidang Jumat pada tanggal 9 Januari 2015 M ( 18 Rabiul Awal 1436 H) dengan khatib bapak Bupati Limapuluh Kota dr.Alis Marajo dt. Sori Marajo, Muazim Dodi Usman dan imam dipercayakan kepada H. Azfrizal Aziz, Kepala Catatan Sipil Limapuluh Kota dan pengambil infak pertama Ir.Novian Burano Kepala Dinas Kebuayaan Pariwiasata Pemuda dan Olahraga. Jabatan saya waktu itu adalah Sekretaris Sosnakertrans Lima Puluh Kota.

Transmigrasi Kristen Ke Selatan Filipina

  Ilustrasi Gambar: londonpe FB Sarah Zakaria - Penghijrahan orang Kristian dari Utara ke Selatan juga telah menyebabkan kebangkitan masyarakat Muslim di Filipina. Hal ini berkait rapat dengan galakan kerajaan bagi mengimbangi demografi penduduk di Selatan. Kebanjiran penduduk Kristian meningkat dengan begitu tinggi selepas tahun 1913, terutamanya ke Mindanao.

Raja Kecik: Sahabat & Seteru Bugis

Ilustrasi gambar: Pesona Siak FB Habidah Nordin - Sultan Johor-Riau yang memerintah pada tahun 1718 hingga 1722. Baginda menduduki takhta kerajaan Johor pada tahun 1718 dengan memakai gelaran Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah. Menurut Sejarah Melayu, Raja Kecil mendakwa baginda adalah putera Sultan Mahmud, Marhum Mangkat Dijulang dan ibunya, Encik Pong. Raja Kecil dibesarkan di istana Minangkabau. Baginda mendapat kebenaran daripada Puteri Jamilan mengembara ke Tambang, Limon, Batanghari, Palembang, Johor, Lawas, Siantan, Bangka dan akhirnya pulang semula ke Minangkabau. Ketika berada di Lawas, Raja Kecil berkahwin dengan anak Dipati Mata Kucing. Di Minangkabau, Raja Kecil digelar Yang Dipertuan Kecil dan Puteri Jamilan menghadiahkan kepadanya sebilah pedang kebesaran Minangkabau serta cop yang menandakan bahawa Raja Kecil adalah putera Raja Pagarruyung. Raja Kecil berangkat ke Bukit Batu dan Batu Bara di Siak. Di Batu Bara, baginda mengumpul tentera untuk menyerang Johor. Pada masa yang...

Mazhab Syafi'ie di Kepulauan Melayu

  FB Kisah Sejarah Melayu - Benarkah Mazhab Al-Syafie menjadi pegangan dan rujukan Alam Melayu selama ratusan tahun ? Kedatangan Islam di Kepulauan Melayu telah dibawa oleh para mubaligh dari Yaman & Parsi semenjak seribu tahun yang lampau lagi pada pertengahan Abad ke 6 masihi. Tapi apa yang saya nak fokus kat sini adalah berkenaan dengan : MAZHAB IMAM SYAFIE yang menjadi pegangan tok nenek moyang kita semenjak ratusan tahun yang lalu, Jika mengikut kajian atau penemuan saya , mazhab imam Al-Syafie telah muncul seawal pada zaman Kesultanan Samudera-Pasai sewaktu pemerintahan sultan kedua yakni, Meurah Silu atau Sultan Malik al-Salih (1261-1289M).

Pencak di Minangkabau

Di Alam Minangkabau (Sumatera Barat) adalah suatu permainan laki-laki yang amat digemari orang, yaitu pencak namanya. Pencak itu adanya bukanlah pada waktu sekarang saja, melainkan telah turun-temurun sejak zaman purbakala. Kegemaran dan keinginan hati orang melihat pencak itu, pertama ialah karena melihat pakaian orang yang bermain; kedua, melihat langkah yang bermacam-macam serta tegap dan tari tangan yang menarik pemandangan, istimewa pula memperhatikan mata kedua belah pihak yang tajam seperti mata burung elang itu, intai-mengintai lawannya yang terlengah atau terlalai dan menanti langkah lawannya sumbang (salah). Maka langkah dan tari tangan itu diiringi pula oleh sepak-menyepak, tumbuk-menumbuk, tinju-meninju, kesudahannya tangkap-menangkap, dan empas-mengempaskan berganti-ganti; tak ada ubahnya dengan orang berkelahi. Lebih-lebih asyik bercampur ngeri lagi melihatnya, jika pergulatan itu disertai senjata tajam, seolah-olah akan keluar sajalah isi perut mereka itu kena tikaman se...