Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

KERAJAAN MELAYU DHARMASRAYA DI SUMATERA

  Gambar: Tirto FB Legasi Pemikir - LEKIR | Setelah Jayanagara - raja ke dua Majapahit - dihapuskan pada 1328 akibat komplot dari pembesar Majapahit maka naik Tribhuwana Tunggadewi menjadi pemerintah ke tiga. Tribhuwana ini adalah saudara perempuan Jayanagara tetapi dari ibu yang lain. Khabarnya Raden Wijaya tidak memiliki anak lelaki kecuali seorang sahaja yang lahir dari Dara Petak - Puteri Kerajaan Dharmasraya. Ketika pemerintahan Tribhuwana inilah Adityawarman diangkat menjadi Wreddhamantri (Perdana Menteri). Sedangkan pada zaman Jayanagara - sepupu Adityawarman - memerintah, Adityawarman pernah menjadi duta ke Cina sebanyak dua kali.

Dharmasraya: Versi Nusantara

Gambar: sumbar antara KIDUNG SORANDAKA   PUPUH # 22 DARMASRAYA FB Mr. AF | Pasukan Majapahit tiba di Swarnabhumi [Sumatera], dengn semangat terbajakan oleh semangat penaklukan untuk membebaskan [menguasai] Kerajaan Darmasraya dari hegemoni Kesultnan Aru Baruman [1] yang telah bercocokol selama 40 tahun (1301-1339) di bhumi Darmasraya mengusai sumber Lada dan mengusai perdagangn Lada. [2] Seperti laporan Para Tengkulak Emas, pasukan telik sandi Majapahit yang dikirim dan laporan-laporan yang dikirimkan oleh “Kerabat kerabat“ Adityawarman ke Majapahit. Runtuhnya kerajaan Singasari pada tahun 1292 dan kekisruhn pada awal masa pembentukan negara Majapahit di bawah pimpinan Sanggramawijaya mempunyai pengaruh terhadap kedudukan negara-negara bawahan di Swarnabhumi. Pada tahun 1294, tentara Singasari yang tergbung dalam pasukan Pamalayu, pulang kembali di bawah pimpinan Mahisa Anabrang. Dan sebagian dari tentara Singasari masih tinggal di daerah Dharmasraya. Kehilangan koord...

GENERASI Z MINANGKABAU : “OM, MAMAK, PAK ETEK SAMA SAJA”

  Pict: istockphoto Oleh: Saiful Guci Dt. Rajo Sampono Ciloteh Tanpa Suara # 99 -Saya datang melayat kerumah kawan saya yang mana istrinya meninggal dunia. Sehubungan ruangan rumah sempit banyak para pelayat duduk dihalaman yang dipasangi tenda. Setelah jam 11.00 WB belum ada juga tanda-tanda mayat akan dimandikan dan saya teringat sebuah hadis yang dikirimkan Abu Ayub teman Tunanetra saya “Bersegeralah kalian menyelesaikan penyelenggaraan jenazah. Karena bila jenazah itu adalah jenazah orang shalih maka berarti kalian telah mempercepat kebaikan untuknya, dan jika dia bukan orang shalih maka berarti kalian telah menyingkirkan kejelekan dari pundak kalian” . (HR. Al-Bukhari no. 1315 dan Muslim no. 944). [1] Kemudian saya mendekat kepada salah seorang anak lelaki Almarhumah bernama Andan berusia sekitar 16 tahun, seraya bertanya, “Andan, siapa lagi yang akan kita tunggu?" tanya saya kepada Andan.

SULALATUS SALATIN = Syajārah_Melāyū

  Pict: picryl.com FB Marjafri | Sulalatu'l-Salatin atau Sulalatus Salatin (Jawi: سلالة السلاطين, secara harfiah bermaksud Penurunan segala raja-raja) merupakan karya dalam Bahasa Melayu dan menggunakan Abjad Arab Melayu. Karya tulis ini memiliki sekurang-kurangnya 29 versi atau manuskrip yang tersebar di antara lain di : 1. Inggris (10 di London), 1 di Manchester), 2. Belanda (11 di Leiden, 1 di Amsterdam), 3. Indonesia (5 di Jakarta), dan 4. Rusia (1 di Leningrad). Sulalatu'l-Salatin versi Raffles maupun Shellabear pada dasarnya berisikan tentang klaim kekuasaan dan kompetisi dari para penguasa di Alam Malayu, menceritakan sejarah mengenai kebangkitan, kegemilangan dan kejatuhan zaman pemerintahan Melayu yang ditulis oleh beberapa orang pengarang Melayu. Namun uraian teks pada naskah ini belum dapat memberikan penjelasan yang tepat dan benar, karena masih terdapat pertentangan dengan beberapa sumber primer sejarah lainnya seperti catatan yang dibuat oleh Portugal dan Belanda...

TIMBANGAN AKAL

  Pict: York.ac.uk Oleh Saiful Guci Dt. Rajo Sampono Ciloteh Tanpa Suara # 39 –Dalam status saya ke-39 ini, saya menjawab tantangan dari tuo suluak [1] dari Halaban Tuanku Tunggang Balumuk Lumuk dalam status saya yang ke- 33 “Kurangi Nan Randah Nak Samo Tinggi Jo Nan Tinggi”. Sebuah pertanyaan muncul “Iko timbangan ko yo angku datuak, tunjuak pulo kami naraco angku datuak. Timbangan Akal Naraco Budi." Tidaklah mudah menjawab ujian dari tuo suluak Halaban ini, karena referensinya sudah pasti berbeda dengan buku Tambo atau buku sejarah karena hal ini adalah inti pengajian sifat duo puluah [2] dan orang yang berakal itu selalu mengingat akan Allah SWT. Akan tetapi kita coba juga menjawab untuk menambah pengetahuan karena seorang guru suluak yang punya pengetahuan Agama Islam (Syara’) mengajarkan nilai-nilai ukhuwah berkulindan dengan kebiasaan luhur Minangkabau. Kebiasaan itu seperti tergambar dalam kata ” Senteng Babilai/Kurang Batukuak, Batuka Baanjak/Barubah Basapo ”. (kur...

APAKAH KETURUNAN ISKANDAR ZULKARNAIN ADALAH MITOS ?

  Pict: Mozaik Minang Oleh: Saiful Guci Dt. Rajo Sampono Kami harap kebijaksanaan pembaca dalam membaca tulisan dibawah ini, banyak memakai sumber dari luar, apakah itu orientalis maupun non Minang. Dianjurkan untuk mempelajari sejarah dan adat Minang lebih mendalam [Admin] Ciloteh Tanpa Suara #35 | “Rancak bana tulisan mamak Saiful tentang sejarah Minangkabau, memberikan wawasan bagi kami yang muda-muda, Insya Allah Idul Adha saya pulang dan bisa kita basuo. Ohya, menurut mamak apakah Keturunan Iskandar Zulkarnain dalam Tambo adalah Mitos? ”Tanya Jonnardi. “Menjawab sejarah harus dengan catatan yang pasti, tentang keberadaan Iskandar Zulkarnain kita baru menemukan dari tulisan dalam Tambo Alam Minangkabau yang ceritanya diwariskan turun temurun yang kebenarannya belum tentu.[1] Padahal, menurut fakta sejarah, Iskandar Zulkarnain adalah Alexander The Great, yang memerintah 336-323 Sebelum Masehi, Raja Yunani Macedonia yang merebut Persia, Gandara, Gujarat, tapi tidak pernah mereb...