Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

Sumpah Sati Bukik Marapalam; Another version_3

    Gambar:  liputan6 SUMPAH SATI BUKIK MARAPALAM, “ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABBULLAH” Lihat Bagian 1 DISINI Lihat Bagian 2 DISINI . YN Warman St. Bandaro Kayo - Dan ada lagi pendapat lain memandang perang Paderi ini berawal dari pertikaian antara Mazhab Syafi’I dengan Mazhab Hambali (induk mazhab wahabi) dan melihat bahwa ini merupakan pertikaian antara Kaum Tua dengan Kaum Muda, namun nasi sudah jadi bubur, perang telah berlangsung, korban telah berjatuhan, dan yang penting harus dilihat disinilah mulainya Minangkabau dijajah oleh Belanda, dan penjajahan itu efektif sejak tahun 1840 M, usainya perang Paderi itu. Selama penjajahan Belanda itu telah terjadi perubahan Struktur Nagari, ada Nagari yang dipecah-pecah oleh Belanda, adapula yang digabung-gabungkan, dan ini semua untuk kepentingan penjajahan Belanda.

Selamat Merayakan Hari Raya Aidil Adha 2023

Selamat merayakan Hari Raya Aidil Adha 1444 yang jatuh pada hari Arba'a tanggal 28 Juni 2023. Perayaan tahun ini kembali bertikai, fihak pemerintah menetapkan 29 Juni sebagai perayaan Aidil Adha tahun ini. Kami sendiri lebih memilih mengikut kepada maklumat dari Persyarikatan Muhammadiyah. Bagaimana dengan tuan? 

Jalan Minangkabau atau Jalan Teluk Betung

  1947... JALAN MINANGKABAU OR JALAN TELUK BETUNG? FB Lost Jakarta - This photo with relatively newly built modern houses is in the collection of the Netherlands Photo Museum in Rotterdam and was taken in 1947 by photographer Cas Oorthuys (1908-1975). We would love your help with identifying which street this is. There are a few options: Unlikely: 1. Jalan Latuharhary (Dambrinkweg/Van Breenweg): the banjir canal was much wider and we would have seen the railway track in between. 2. Jalan Surabaya Timur (Soerabajaweg Oost): the houses along this stretch were built in the 1930s and we would have seen more grown trees/foliage.

Sumpah Sati Bukik Marapalam; Another version_2

  Ganbar: news detik SUMPAH SATI BUKIK MARAPALAM. “ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABBULLAH” Bagian 1 klik DISINI FB YN Warman St. Bandaro Kayo - Kedua ajaran yang saling berebut ini dibiarkan berkembang secara damai, tidak boleh ada lagi darah sesama muslim tertumpah, sesama muslim haruslah saling memelihara satu sama lainnya. Disinilah diputuskan dan diterima secara bulat Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah , dan disini pula diterima pula putusan yang diusulkan yang menyatakan Syarak Mangato, Adat Mamakai , dan keputusan penting lainnya adalah mengulang penataan seluruh nagari di Minangkabau. Jadi seakan-akan dibentuk baru dengan struktur yang mengacu kepada Islam, dan mengakat Pangulu-Pangulu baru untuk mengisi struktur baru itu, jika Pangulu yang ada tidak mencukupi dan menetapkan persaratan pembentukan sebuah nagari, dimana disaratkan harus ada sebuah MESJID (balabuah batapian, ba balai ba musajid) yang sebelumnya tidak ada. Setiap nagari harus mempunyai Ima...

Perihal Keturunan Nabi

  Gambar: Portal Amanah Adakah KETURUNAN DARAH Nabi Muhammad SAW.? -> Hanya sebuah uneg-uneg. FB Sutan Bandaro Sati - Bagaimanapun juga istilah yang maknanya berbeda tidak bisa dicampur aduk begitu saja: 1. Keturunan nabi (Bernasab ke nabi). 2. Ahlul bait nabi (keluarga nabi). 3. Keturunan dari Ahlul bait nabi. Sebutan "keturunan darah Nabi Muhammad" dalam kaidah Islam juga disebut "bernasab kepada Nabi Muhammad SAW". Contoh bernasab bisa begini;

Kisah Si Raja Kafir

  Gambar: Amal Shaleh “Dari Suhaib [1] berkata: ‘Dalam kalangan masyarakat sebelummu ada seorang raja yang mempunyai ahli sihir, ketika usia ahli sihir itu telah lanjut maka dia berkata kepada raja: Sesungguhnya aku telah berusia lanjut. Oleh karena itu, hendaklah paduka mengutus untuk hamba seorang anak muda yang akan hamba ajari ilmu sihir. Lalu sang raja mengutus seorang anak muda padanya. Ketepatan jalan antara rumah anak muda dan ahli sihir itu ada seorang paderi, [2] dimana apabila anak muda itu hendak pergi ke rumah tukang sihir, maka ia akan berhenti dahulu di rumah pendeta. Disana ia duduk mendengarkan nasehat atau pengajaran daripada paderi tersebut. Jadi anak muda itu apabila hendak datang belajar kepada ahli sihir maka ia duduk terlebih dahulu di rumah sang pendeta untuk mendengarkan nasehat dan pengajaran darinya. Akhirnya bila datang kepada ahli sihir, maka anak muda itu dipukul, karena keterlambatannya. Lalu anak muda itu mengadukan tindakan sedemikian kepada sang ...